Jumlah Penjualan Tas
METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif dengan analisa deskriptif kuantitatif, yaitu dengan maksud untuk mencari pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen. (Sugiyono, 2012). Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh antara kulaitas produk, harga,dan promosi terhadap keputusan pembelian produk Tas merek Eiger pada unit kegiatan mahasiswa Pramuka di Universitas Sumatera Utara.
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian merupakan tempat dimana peneliti akan memperoleh data-data yang berasal dari responden yang diteliti. Dalam hal ini Peneliti akan melakukan di Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Sumatera Utara. Penelitian ini akan dilakukan pada bulan juni 2017 hingga bulan juli 2018.
3.3 Batasan Operasionalisasi
Batasan operasional variabel digunakan untuk menghindari kesimpangsiuran dalam membahas dan menganalisis permasalahan dalam penelitian. Adapun batasan operasional dalam penelitian ini adalah :
1. Variabel bebas (Independent) : bauran pemasaran yang terdiri dari a. Kualitas Produk (X1)
b. Harga (X2), c. Promosi (X3)
2. Variabel terikat (dependen) : Keputusan pembelian (Y1).
3.4 Operasionalisasi Variabel
Operasionalisasi variabel diperlukan untuk menjelaskan variabel-variabel yang sudah diidentifikasikan sebagai upaya pemahaman dalam penelitian.
Defenisi variabel yang diteliti sebagai berikut : 1. Variabel bebas (Independen)
Kualitas Produk sebagai (X1)
Kualitas produk merupakan keseluruhan ciri atau sifat dari produk Tas Eiger yang berpengaruh pada kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan yang dinyatakan maupun yang tersirat.
Indikator kualitas produk yaitu:
a. Kinerja b. Fitur c. daya tahan d. keandalan e. Estetika
Harga sebagai (X2)
Harga adalah jumlah uang yang diperlukan sebagai penukar berbagai kombinasi produk Tas Eiger.
Indikator Harga yaitu:
a. Keterjangkauan Harga
b. kesesuaian harga dengan kualitas produk c. daya saing harga
d. kesesuaian Harga dengan manfaat produk Promosi sebagai (X3)
Promosi adalah suatu komunikasi dari penjual dan pembeli yang berasal dari informasi yang tepat yang bertujuan untuk merubah sikap dan tingkah laku pembeli, yang tadinya tidak mengenal produk Tas Eiger menjadi mengenal sehingga menjadi pembeli dan tetap mengingat produk tersebut.
Indikator promosi yaitu:
a. Iklan menarik b. publisitas
c. personal selling (penjulan pribadi) b. potongan harga
Keputusan Pembelian kembali (Y)
Keputusan pembelian adalah tahap dalam proses pengambilan keputusan pembeli dimana konsumen benar-benar akan membeli produk Eiger.
Keputusan pembelian diukur dengan:
a. Kebutuhan konsumen akan produk tersebut.
b. Konsumen mencari informasi mengenai produk tersebut.
c. Konsumen membandingkan brand Tas sejenis lainnya d. Konsumen memutuskan untuk menggunakan produk.
Tabel 3.1
Oprasionalisasi variabel
Variabel Defenisi Operasional Indikator Skala Ukur
Lanjutan Tabel 3.1
Variabel Defenisi Operasional Indikator Skala Ukur Harga (X2) Harga adalah suatu nilai
tukar yang berupa uang
Promosi (X3) Promosi adalah suatu kegiatan yang di lakukan
Sumber : laksana (2008:117), kotler & keller (2012), kartajaya dan bayu (2014:10)
3.5 Skala Pengukuran Variabel
Sistem pengolahan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan Skala Likert, yaitu skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.Situmorang dan Lutfi ( 2014).
Pada penelitian ini responden memilih salah satu dari jawaban yang tersedia, kemudian masing-masing jawaban diberi skor tertentu. Total skor inilah yang ditafsir sebagai posisi responden dalam Skala Likert. Kriteria pengukuran
untuk variabel X dan Y adalah sebagai berikut : Tabel 3.2
Instrumen Skala Likert
No Skala Likert Skor
1 Sangat Setuju (SS) 5
2 Setuju (S) 4
3 Kurang Setuju (KS) 3
4 Tidak Setuju (TS) 2
5 Sangat Tidak Setuju (STS) 1
Sumber : Situmorang dan Lutfi ( 2014 : 6).
3.6 Populasi dan Sampel 3.6.1 Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek / subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya, sedangkan sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono ,2010). Adapun populasi dalam penelitian ini adalah 50 mahasiswa yang mengikuti kegitan di unit kegitan mahasiswa Pramuka di Universitas Sumatera Utara yang membeli dan menggunakan produk Tas Eiger.
3.6.2 Sampel
Menurut (Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, 2012) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Teknik sampling menggunakan sampel jenuh yaitu bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Dan menggunakan teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling yaitu pengambilan sampel secara sengaja sesuai dengan persyaratan dan kriteria yang sudah ditentukan.
Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini ada 50 mahasiswa Pramuka
di Universitas Sumatera Utara dengan karakteristik aktif sebagai anggota, menggunakan produk Tas Eiger dan telah membeli produk Tas Eiger sebanyak dua kali.
3.7 Jenis dan Sumber Data
Jenis dan sumber data yang dikumpulkan dalam penelitian : 1. Data Primer
Data Primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari responden terpilih pada lokasi penelitian. Data primer diperoleh dengan menggunakan kuesioner kepada responden terpilih yang berisikan pertanyaan-pertanyaan mengenai variabel penelitian.
2. Data Sekunder
Data Sekunder adalah data yang diperoleh melalui studi dokumentasi dengan mempelajari berbagai tulisan, jurnal, majalah, informasi perusahaan maupun internet.
3.8 Metode Pengumpulan Data
Dalam kegiatan penelitian ini, data dan informasi dikumpulkan dengan menggunakan beberapa teknik, pengumpulan data, yaitu:
1. Wawancara (interview)
Wawancara dilakukan kepada Mahasiswa yang memenuhi kriteria untuk memberikan informasi dan keterangan yang dibutuhkan oleh penelitian ini.
2. Angket (Kuisioner)
Menurut Sugiono (2012) Angket adalah pengumpulan data dengan menyerahkan atau mengirim daftar pertanyaan untuk diisi oleh responden.
Kuesioner dalam penelitian ini berisi daftar pertanyaan kepada responden mengenai kompetensi auditor serta pertimbangan profesional auditor internal, responden mempunyai kebebasan untuk memberikan jawaban atau memberikan respon atau jawaban sesuai dengan persepsinya. Dalam penelitian ini, angket ataupun kuesioner diberikan kepada mahasiswa yang mengikuti Unit kegiatan mahasiswa Pramuka di Universitas Sumatera Utara.
3.9 Uji Validitas dan Reabilitas 3.9.1 Uji Validitas
Menurut Situmorang (2014) validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur yang mengukur apa yang ingin diukur. Sekiranya peneliti ingin mengukur kuesioner di dalamnya. pengumpulan data penelitian, maka kuesioner yang disusunnya harus mengukur apa yang ingin diukurnya. Uji validitas dilakukan pada 30 Unit Kegiatan Mahasiswa kompas di Universitas Sumatera Utara diluar sampel yang sudah ditentukan. Perhitungan ini akan dilakukan dengan bantuan komputer program SPSS (Statistical Package for Social Science). Untuk menentukan nomor-nomor item yang valid dan yang gugur, perlu dikonsultasikan dengan tabel r product moment.
Kriteria penilaian uji validitas, adalah:
1. Apabila r hitung > r tabel (pada taraf signifikansi 5%), maka dapat dikatakan item kuesioner tersebut valid.
2. Apabila r hitung ≤ r tabel (pada taraf signifikansi 5%), maka dapat dikatakan item kuesioner tersebut tidak valid.
Tabel 3.3
3.9.2 Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas suatu pengukuran menunjukkan sejauh mana pengukuran tersebut tanpa bias (bebas kesalahan) dan karena itu menjamin pengukuran yang konsisten lintas waktu dan lintas beragam item dalam instrumen. Dengan kata lain, keandalan suatu pengukuran merupakan indikasi mengenai stabilitas dan konsistensi dimana instrument mengukur konsep dan membantu menilai ketetapan sebuah pengukuran (Kuncoro, 2012). Uji reliabilitas dilakukan pada 30 Unit Kegiatan Mahasiswa di Universitas Sumatera Utara diluar sampel yang sudah ditentukan. Pernyataan yang telah dinyatakan valid dalam uji validitas, maka akan
ditentukan reliabilitasnya dengan kriteria sebagai berikut:
1. Jika r α (alpha) > r tabel maka pertanyaan reliable.
2. Jika r α (alpha) ≤ r tabel maka pertanyaan tidak reliable.
Uji reliabilitas dilakukan untuk menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Pada program SPSS (Statistical Package for Social Science), metode yang digunakan dalam pengujian reliabilitas
ini adalah menggunakan metode alpha croncbach’s yang dimana satu kuesioner dianggap reliable apabila croncbach’s alpha ≥ 0,60.
Untuk melakukan pengujian reliabilitas kuesioner dilakukan dengan menggunakan SPSS. Hasil Uji Reliabiltitas dapat dilihat pada Tabel 3.4 berikut :
Tabel 3.4 Uji Reabilitas
Reliability Statistics Cronbach's
Alpha
Cronbach's Alpha Based
on Standardized Items N of Items
,925 ,926 18
Sumber: lampiran 2
Untuk melakukan pengujian reliabilitas kuesioner dilakukan pada Unit Kegiatan Mahasiswa Pramuka Universitas Sumatera Utara pada 50 Mahasiswa yang bernaung di UKM Pramuka dengan menggunakan SPSS. Dari tabel 3.4 nilai Cronbach Alpha sebesar 0,875>0,6 maka dapat disimpulkan bahwa pada semua pernyataan pada penelitian adalah reliabel.
3.10 Teknik Analisis Data
3.10.1 Metode Analisis Statistik Deskriptif
Metode statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara
mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi (Sugiono 2012).
3.10.2 Analisis Regresi Linear Berganda
Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas (X) yang terdiri dari Kualitas Produk (X1), Harga (X2) dan Promosi (X3) terhadap variabel terikat (Y) yaitu Keputusan Pembelian.
Persamaan regresi linear berganda yang digunakan adalah : Y = β0+ β 1X1 + β 2X2 + β 3X3 + ε Keterangan :
Y = Keputusan Pembelian β0 = Konstanta
β 1- 3 = Koefisien regresi berganda X1 = Kualitas Produk
X2 = Harga X3 = Promosi ε = Standar error
3.11 Uji Asumsi Klasik 3.11.1 Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau
residual memiliki distribusi normal. Seperti diketahui bahwa uji t dan F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Kalau asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil.
Ada dua acara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik. (Ghozali, 2016).
3.11.2 Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak ortogonal.
Variabel ortogonal adalah variabel independen yang nilai korelasi antar sesama variabel independen sama dengan nol.
Multikolinearitas dapat dilihat dari nilai tolerance dan lawannya variance inflation factor (VIF). Kedua ukuran ini menunjukkan setiap variabel independen
manakah yang dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Dalam pengertian sederhana setiap variabel independen menjadi variabel dependen dan diregres terhadap variabel independen lainnya. Tolerance mengukur variabilitas variabel independen yang terpilih yang tidak dijelaskan oleh variabel independen lainnya.
Jadi nilai Tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF tinggi (karena VIF=1/Tolerance). Model regresi yang bebas dari multikolinearitas adalah model yang memiliki nilai tolerance ≥ 0,1 atau nilai VIF ≤ 10. Sebaliknya, jika nilai Tolerance < 0,1 atau nilai VIF > 10, maka ada multikolinearitas di antara variabel independen (Ghozali, 2016).
3.11.3 Uji Heteroskedastisitas
Uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengematan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas.
Ada beberapa cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas yaitu dengan melihat Grafik Plot antara nilai prediksi variable terikat (dependen).
Selain itu dapat juga digunakan uji Glejser. Uji Glejser dilakukan dengan meregresi nilai absolut residual terhadap variabel independen di atas tingkat kepercayaan 5%, maka dapat disimpulkan model regresi tidak mengandung adanya heteroskedastisitas (Ghozali, 2016).
3.12 Uji Hipotesis
Jika sebuah model regresi sudah memenuhi syarat asumsi klasik maka akan digunakan untuk menganalisis, melalui pengujian hipotesis yaitu:
3.12.1 Uji Signifikansi Serempak (Uji - F)
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui signifikansi dari seluruh variabel bebas secara bersama-sama atau secara simultan terhadap variabel terikat. Bentuk pengujiannya adalah:
H0: β1= β2= β3= 0, artinya secara serempak tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat.
Ha: Minimal satu βi ≠ 0, artinya secara serempak terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat.
Kriteria pengambilan keputusannya adalah:
1. H0 diterima jika Fhitung ≤ Ftabel pada α = 5% atau Sig F ≥ α 2. Ha ditolak jika Fhitung > Ftabel pada α = 5% atau Sig F < α
3.12.2 Uji Signifikansi Parsial (Uji - t)
Uji statistik-t dilakukan untuk melihat secara parsial (individual) bagaimana pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Model hipotesis yang digunakan dalam uji-t ini adalah:
H0: βi ≤ 0, artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat.
Ha: βi > 0, artinya secara parsial terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat.
Kriteria pengambilan keputusan adalah:
1. H0 diterima jika t hitung ≤ t tabel pada α = 5% atau Sig. t ≥ α 2. Ha ditolak jika t hitung > t tabel pada α = 5% atau Sig. t < α
3.12.3 Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen (Ghozali, 2016)
BAB IV