Adapun pendekatan penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode kualitatif. Metode Kualitatif dapat digunakan untuk memperoleh data deskriftif (menggambarkan) berdasarkan pengamatan apapun, baik pengakuan atau tulisan dari subjek. Lexy J. Moleong, Bodgan dan Taylor menjelaskan bahwa Metodologi penelitian kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriftif yang berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diamati. Menurut mereka secara holistic (utuh). Jadi dalam hal ini tidak boleh mengisolasikan individu atau organisasi kedalam variabel atau hipotesis, akan tetapi perlu memandangnya sebagai bagian dari suatu keutuhan.29
Metode kualitatif dalam peneliti ini bersifat penelitian deskriptif dimana peneliti mengumpulkan data berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Berdasarkan hasil pengamatan, wawancara, atau penelaah dokumen. Dengan demikian laporan penelitian akan menyajikan data yang apa adanya karna berasal dari beberapa catatan atau dokumen. Peneliti dalam menggunakan metode ini dikarenakan beberapa pertimbangan sebagai berikut:
a. Metode kualitatif ini menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dengan yang diteliti atau responden.
b. Metode ini lebih pekat dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama terhadap pola-pola nilai yang dihadapi.
29
Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,2010)
c. Menyesuaikan metode kualitatif lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan jamak atau apa adanya.
3.2.Satuan Analisis
Tujuan utama kehadiran peneliti dilokasi penelitian adalah untuk mendapatkan dan memperoleh data yang diinginkan. Kehadiran peneliti dilokasi penelitian merupakan keharusan karena peneliti berperan sebagai instrumen konci guna memperoleh data-data yang diinginkan seakurat mungkin agar dapat dipertanggung jawabkan bahwa:
”Dalam penelitian kualitatif tidak ada pilihan lain daripada menjadikan manusia sebagai instrumen penelitian utama. Alasanya adalah bahwa segala sesuatu yang belum mempunyai bentuk yang pasti dalam masalah, fokus penelitian, prosedur penelitian, hipotesis yang digunakan, bahkan hasil yang diharapkan itu semua tidak dapat ditemukan secara pasti dan jelas, tidak ada penelitian lain dan hanya peneliti itu sendiri sebagai alat satu-satunya yang dapat mencapainya”.30
3.3.Sumber Data
Adapun sumber data dalam penelitian adalah Ustadz Mudaham S.Sos (Kepala Yayasan), Ustadz Mahsun S.Pd.I , Ustadzh Nurjannah S.Ag (Ustadz/Ustazh), M.Andika, Hanana Fadila Nurul Yakin (santriwan- santriwati) lingkungan pondok pesantren serta masyarakat-masyarakat yang ada disekitaran pondok pesantren serta masyarakat-masyarakat yang ada di sekitar pondok pesantren atau pihak-pihak yang bersangkutan langsung dengan masalah-masalah
30
Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif,Kuantitatif, dan R & D (Bandung:Alfabeta,2011) hal.223.
yang diteliti dalam penelitian ini, dengan begitu akan mempermudah peneliti untuk membahas masalah yang akan diteliti.
Menurut Loflan dan Moleong bahwa sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah “kata-kata dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain”31. Berkaitan dengan hal itu pada bagian ini jelas datanya dibagi kedalam kata-kata dan tindakan secara sumber tertulis. Penjelasan tentang sumber data sangat penting agar berkualitas, validitas dan keakuratan data-data yang diperoleh informan benar-benar dapat dijamin.
Penelitian ini berbentuk penelitian kualitatif maka dalam melakukan penelitian harus melihat kejadian yang terjadi langsung dilapangan dan untuk memperoleh data informasi berdasarkan kajian dilapangan. Peneliti harus menggunakan kontak langsung dengan segala objek yang akan diteliti di Pondok Pesantren Nurul Huda desa Banyu Urip Gerung. Dalam hal ini peneliti menggunakan subjek sebagai sumber informasi atau sumber data, sehingga data utama primer dalam peneliti ini adalah pendapat aatau persepsi informan yang diwawancarai dan tindakan atau prilaku subjek penelitian yang diperoleh dengan observasi. Sedangkan data tambahan sekunder adalah dokumen yang akan berkaitan dengan masalah penelitian.
31
3.4.Tehnik Pengumpulan Data
Untuk mengumpulkan data yang diperlukan, instrumen atau alat pengukur data dalam penelitian ini diperoleh dari sumber data dengan menggunakan metode pengumpulan data-data sebagai berikut :
1. Metode Observasi
Metode Observasi merupakan suatu tekhnik untuk mengamati secara langsung maupun tidak langsung terhadap kegiatan-kegiatan yang berlangsung. Dalam hal ini peneliti atau penulis menggunakan tekhnik observasi partisipan dimana peneliti turut ambil bagian dan berada ditengah-tengah kehidupan subyek penelitian. Supaya peneliti dapat mengenal situasi dengan baik dan dapat mengumpulkan data atau informasi yang kredibel, maka peneliti harus berada ditengah para santri supaya mendapatkan informasi valid yang diinginkan observasi.
Adapun data atau informasi yang diperoleh dengan metode ini adalah: (1) Letak geografis pondok pesantren Nurul Huda Desa Banyu Urip
Gerung.
(2) Perubahan Karakter Masyarakat itu sendiri. 2. Metode Interview (wawancara)
Metode Interview (wawancara) merupakan suatu metode dalam mengumpulkan data peneliti dengan mengadakan dialog langsung dengan responden. Dalam penelitian kualitatif biasanya menggunakan model wawancara yang : (1) tidak terstruktur (2) digunakan secara terang-terangan dan (3) menempatkan informen sebagai sejawat dalam penelitian 32. Yang penulis
32
Sanafiah Faesal, Format-Format Penelitian Sosial,Dasar-Dasar Aplikasi (Jakarta:raja Grafindo Persada,1989) hal.62
maksud dengan teknik wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang pertanyaannya tidak tersusun terlebih dahulu , secara baku, tetapi disesuaikan dengan keadaan dan ciri unik dari responden.
3. Metode Dokumentasi
Yang dimaksud dengan metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal yang berupa catatan, dan transkip. Peneliti menggunakan metode ini untuk mendapatkan data, dokumen atau catatan tentang bagaimana berdirinya, letak geografis, struktur kepengurusannya, keadaan sarana-prasarana dan organisasi atau lembaga yang ada didalamnya.
3.5 Tehnik Analisis Data
Keseluruhan langkah dalam penelitian ini merupakan proses yang berjalan secara simultan, maka secara teoritis analisa dan pengumpulan data dilakukan secara berulang-ulang yang dilanjutkan setelah pengumpulan data selesai. Oleh karena itu data yang diperoleh diklasifikasikan dan dianalisa secara indukatif yaitu peneliti melakukan analisa data dari kasus atau peristiwa yang bersifat khusus, kemudian melakukan generalisasi dengan mengambil kesimpulan yang bersifat umum.33
Dalam penelitian tersebut, peneliti mencatat apa yang ditemukan dilapangan, dengan hal itu sumber datanya tetap dapat ditelusuri, mengumpulkan, memilah dan memilih, mengklasifikasikan, dan membuat indikasinya dan berfikir, dengan jalan membuat agar katagori data itu mempunyai makna, mencari dan menemukan pola hubungan-hubungan, dan membuat temuan-temuan umum.
33
Teknik analisis kualitatif tersebut menggunakan teknik analisis dominan digunakan untuk menganalisis gambaran-gambaran objek penelitian secara umum atau ditingkat permukaan, dan relatif utuh tentang objek penelitian tersebut. Analisis penelitian ini ditargetkan untuk memperoleh gambaran seutuhnya dari objek penelitian secara umum.34
34
Burhan Bungin, Metodologi PenelitianSosial,2001, Air Langga University Press.Hal.293