Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yang menggambarkan/menguraikan sifat dari suatu keadaan lokasi secara aktual dan mengkaji penyebab dari gejala-gejala tertentu. Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran, pengamatan di lapangan dan analisis studio.
4.1. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yang menggambarkan/menguraikan sifat dari suatu keadaan lokasi secara aktual dan mengkaji penyebab dari gejala-gejala tertentu. Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran dan pengamatan di lapangan, baik dilakukan pada kedalaman air dengan menggunakan SCUBA maupun di darat dengan survey serta kuesioner terhadap responden.
4.2. Jenis dan Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan dari pengkuran dan pengamatan langsung di lapangan, kuesioner dan pendapat para ahli. Data sekunder dikumpulkan dari berbagai instansi sesuai dengan atribut yang akan dikaji, yaitu dari Balai Taman Nasional Karimunjawa, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jepara, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Data sekunder yang dikumpulkan berupa peta-peta, laporan-laporan penelitian terkait sebelumnya, peraturan/perundangan dan data numerik lainnya.
4.3. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan di Pulau Karimunjawa. Secara geografis Pulau Karimunjawa terletak antara 5º40’39” – 5º55’00 LS dan 110º 05’57” - 110º 31’15”BT. Secara administratif masuk wilayah Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara Jawa Tengah. Letak Taman Nasional Karimunjawa berjarak 45 mil laut dari Kota Jepara atau 60 mil laut dari Semarang. Keadaan daerah Kepulauan Karimunjawa merupakan suatu dataran rendah pantai yang ditumbuhi oleh hutan mangrove. Umumnya pantai berpasir putih dan sangat landai menjorok ke tengah laut. Fringing reefs mengelilingi pulau-pulau tersebut dan menyebabkan pantai terlindung dari hempasan gelombang. Dengan demikian pantai-pantai di Kepulauan Karimunjawa tidak memiliki bentuk pantai yang curam. Dasar perairan mengandung pasir
18 dan lumpur. Di tengah perairan banyak terdapat terumbu karang yang muncul ke permukaan, dua diantaranya yang besar ialah Karang Kapal dan Karang Katang. Gugusan kepulauan ini dikelilingi oleh perairan Laut Jawa yang tidak seberapa dalam (55 m).Topografi kawasan Taman Nasional Karimunjawa terdiri dari dataran rendah yang
Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober-November di beberapa pulau di Taman Nasional Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Penentuan pulau untuk lokasi survey dilakukan dengan mempertimbangkan perwakilan zonasi taman nasional.
Gambar 2. Peta Administrasi Pulau Karimunjawa 4.3.1. Tempat dan Waktu Survey Tutupan Karang
Pendataan Pertama
Tempat : Cemara Besar dan Cemara Kecil Kedalaman : 5 meter dan 10 meter
Tanggal : 12 November 2019 Waktu : 07.00 - Selesai WIB
Koordinat : Cemara Besar Cemara Kecil S : 05˚ 48’ 14.3” S : 05˚ 49’ 49.7” E : 110˚ 22’ 42.9” E: 110˚ 22’ 32.4”
19 Pendataan Kedua
Tempat : Taka Malang dan Tanjung Gelam Kedalaman : 5 meter dan 10 meter
Tanggal : 13 November 2019 Waktu : 07.00 - Selesai WIB
Koordinat : Taka Malang Tanjung Gelam S : 05˚ 49’ 11.9” S : 05˚ 50’ 04.7” E : 110˚ 26’ 42.2” E: 110˚ 25’ 24.3” Pendataan Ketiga
Tempat : Menjngan Besar dan Menjangan Kecil Kedalaman : 5 meter dan 10 meter
Tanggal : 14 November 2019 Waktu : 07.00 - Selesai WIB
Koordinat : Menjangan Kecil Menjangan Besar S : 05˚ 53’ 22.3” S : 05˚ 52’ 42.5” E : 110˚ 24’ 21.6” E: 110˚ 24’ 58.5” 4.4. Alat dan Bahan
a) Alat yang digunakan dalam penelitian antara lain: 1.1. Set Perlengkapan SCUBA Diving; 1.2. GPS;
1.3. Underwater Camera;
1.4. Set perlengkapan analisis data; 1.5. Set perlengkapan kesehatan. 1.6. Pita ukur
1.7. Secchi disk
1.8. Set Perlengkapan Kualitas Air 1.9. Kompas
b) Bahan yang digunakan dalam penelitian : 1.10. Citra Satelit
1.11. Peta RBI Pulau Nusa Kambangan
4.5. Parameter Penelitian
20 b) Parameter luas terumbu karang.
c) Parameter aktivitas aktivitas diving dan snorkeling pengunjung: jumlah kunjungan; kemampuan diving dan snorkeling pengunjung.
d) Parameter ketersediaan serta kebutuhan air tawar: debit air, kebutuhan air. e) Kuantitas dan kualitas air sumur dan mata air
f) Proxy ekorogion atau bentuk lahan g) Proxy landcover atau landuse
4.6. Pelaksanaan Penelitian
4.6.1. Metode Pengambilan Data untuk Analisis Tutupan Terumbu Karang
4.6.1.1. Metode Pengambilan Data Tutupan Karang dengan Point Intercept Transect Metode pendataan terumbu karang dilakukan pada dua kedalaman 5 meter yang mewakili perairan dangkal dan 10 meter yang mewakili perairan dalam. Pendataan habitat hidup terumbu karang dengan menggunakan metode Reef Check atau Point Intercept Transect yaitu dengan mendata Life Form substrat karang setiap 0,5 meter (Gambar 2).
Gambar 3. Metode Reef Check atau Point Intercept Transect
4.6.1.2. Metode Pengambilan Data Tutupan Karang dengan Underwater Photo Transect Metode transek foto bawah air (Underwater Photo Transect/ UPT) dengan transek permanen adalah suatu metode untuk pemantauan kondisi terumbu karang, terutama untuk memantau tutupan karang hidup dari suatu area. Metode ini merupakan pengembangan dari metode Point Intercept Transect (PIT), Line Intercept Transect (LIT) dan Permanent Quadrat Method (PQM) (Hill & Wilkinson, 2004; English et al, 1997). Pada titik stasiun
21 dipasang garis transek permanen di kedalaman antara 3-7 m dengan panjang transek 50 m dimana pada setiap interval jarak 1 m diletakkan frame dengan cakupan luas 58 x 44 cm. Dimulai pada titik 0 meter (angka genap) frame diletakkan disebelah kanan atau sebelah bawah garis transek dan pada setiap angka ganjil berada disebelah kiri meter atau berada di atas garis transek dan seterusnya, sehingga ada sebanyak 50 frame foto yang diperoleh pada setiap stasiun.
Gambar 4. Ilustrasi Metode Underwater Photo Transect
4.6.2. Metode Pengambilan Data Daya Dukung Ekosistem Terumbu Karang untuk Aktivitas Wisata Diving dan Snorkeling
hjvj
4.6.3. Metode Pengambilan Data Pengetahuan Wisatawan
Pengambilan data parameter ini dilakukan dengan wawancara maupun kuesioner terhadap pengunjung Taman Nasional karimunjawa. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh wisatawan yang pernah berkunjung dan melakukan aktivitas diving dan snorkeling di Karimunjawa.
4.6.4. Metode Pengambilan Data Jumlah Wisatawan
Pengambilan data parameter ini dilakukan dengan wawancara maupun kuesioner terhadap pemandu wisata di kawasan Taman Nasional karimunjawa. Identifikasi aktivitas wisatawan dilakukan dengan memperkirakan jumlah kunjungan wisatawan ke pulau-pulau berdasarkan perwakilan zonasi di TNKJ. Data parameter ini jumlah kunjungan wisata ke suatu pulau di TNKJ dibandingkan dengan daya dukung pulau tersebut untuk keperluan aktivitas diving dan snorkeling.
4.6.5. Metode Pengambilan Data Parameter Ketersediaan Serta Kebutuhan Air Tawar Data parameter ini diambil dari data sekunder mengenai potensi air tawar di kawasan TNKJ. Data kebutuhan air tawar didapatkan melalui survey kepada responden, baik sebagai penduduk TNKJ maupun pengunjung. Selain itu juga dilakukan pengambilan data secara
22 langsung dengan cara pengukuran dan pengamatan berupa sumur gali dan mata air yang tersebar di daerah penelitian.
4.7. Metode Analisis Data Penelitian
4.7.1. Metode Analisis Tutupan Terumbu Karang
Analisis data hasil survey menggunakan metode Point Intercept Transect, struktur komunitas karang dihitung dengan rumus yang mengacu pada English et al. (1994):
Keterangan:
ni : persen tutupan substrat li : total panjang persubstrat L : total panjang transek
Analisis data hasil survey menggunakan metode Underwater Photo Transect, data yang dihasilkan sebanyak 50 foto dianalisa menggunakan piranti lunak (software) CPCe versi 4.1. (Coral Point Count with Excel extension) (Kohler & Gill, 2006). Sebanyak 30 sampel titik dipilih acak untuk setiap frame foto, dan untuk setiap titiknya diberi kode sesuai dengan kode masing-masing kategori biota dan substratnya yang berada pada titik acak tersebut. Data hasil analisa software CPCe tersebut dapat diperoleh besaran nilai persentase tutupan untuk setiap kategori biota dan substrat yang berada di sepanjang garis transek pada masing-masing stasiun pengamatan (Gambar 3).
Tabel 3. Pengelompokkan kondisi terumbu karang berdasarkan nilai persentase tutupan karang hidup.
Tutupan Karang Hidup (%) Kriteria Penilaian 75 – 100 50 – 74,9 25 – 49,9 0 – 24,9 Sangat baik Baik Cukup Kurang
Kajian dilakukan dengan deskriptif, menganalisis pengaruh pengetahuan tentang terumbu karang terhadap sikap konservatif wisata diving dan snorkeling dan pengaruh moderasi kualitas informasi dari pemandu terhadap hubungan pengetahuan tentang terumbukarang dengan sikap konservatif wisatawan diving dan snorkeling. Terdapat tiga variabel yang diteliti dalam penelitian ini, yaitu sikap konservatif wisatawan diving dan
23 snorkeling sebagai variabel dependent (y), pengetahuan tentang terumbu karang sebagai varibel independent (x), dan informasi dari pemandu wisata sebagai variabel moderator (z). Populasi dari penelitian ini adalah seluruh wisatawan yang pernah berkunjung dan melakukan aktivitas diving dan snorkeling di Karimunjawa.
4.7.2. Metode Pemetaan untuk Analisis Daya Dukung dan Daya Tampung berbasis Jasa Ekosistem
Kapasitas ekosistem untuk mendukung jasa ekosistem yang erat kaitannya dengan kondisi lingkungan. Kondisi lingkungan antara lain penggunaan lahan, tatanan hidrologi, kondisi tanah, fauna, elevasi, kemiringan, dan iklim. Kondisi sosial akibat aktivitas manusia berupa emisi dan polusi, Data-data yang dikumpulkan kemudian diidentifikasi keterkaitan dan besar pengaruhnya terhadap setiap klasifikasi jasa ekosistem pada Tabel 1. Jasa ekosistem dalam sebuah ekoregion dapat ketahui dengan metode valuasi berdasarkan peta tutupan lahan . Pendekatan yang digunakan berguna dalam mengetahui pola distribusi dan kualitas secara spasial setiap jasa ekosistem [17]. Selain itu, penelitian ini menggunakan peta bentuklahan, dan peta satuan batuan. Peta-peta ini digunakan untuk mendukung dalam analisis jasa ekosistem karena keterkaitannya erat dengan unsur karakteristik geofisik ekosistem. Selanjutnya, data-data yang terkumpul di identifikasi dan dilakukan pencocokan dengan kondisi kenyataan di lapangan. Hal ini dimaksudkan hasil analisis jasa ekosistem yang dilakukan dapat merepresentasikan dengan kondisi di lapangan.
Wilayah pengamatan memiliki bentang lahan dan tutupan lahan yang beragam, maka digunakan prinsip generalisasi sesuai skala pengamatan. Proses kuantifikasi setiap fungsi jasa ekosistem didasarkan pada tingkat kepentingan, pengaruh, dan peran tiap klasifikasi fungsinya (Tabel 3) [21]. Analisis setiap klasifikasi secara spasial menggunakan perangkat lunak ArcGIS dan Microsoft Excel. Hasil peta dari ketiga parameter kemudian diproses menggunakan metode intersect. Hasil dari proses tersebut kemudian dijumlahkan tiap skor dari masing-masing klasifikasi fungsi jasa ekosistem tersebut dan disesuaikan dengan kategorinya (Tabel 4).
Tabel 4. Penilaian hubungan parameter dengan fungsi ekosistem
No Parameter Skala Penilaian Terhadap Jasa Ekosistem
P1 P2 P3 P4 P5 R1 R2 R3 R4 R5 dst 1 Penggunaan lahan
24 Tabel 5. Tingkat kepentingan dengan skala linkert
Skala Klasifikasi Keterangan
0 Tidak
Berhubungan
Jenis penutupan lahan TIDAK MEMILIKI KEPENTINGAN ATAU PERANAN terhadap penyediaan jasa ekosistem tertentu
1-2 Sangat Rendah Kepentingan atau peranan jenis penutupan lahan tersebut terhadap penyediaan jasa ekosistem tertentu tergolong SANGAT RENDAH
3-4 Rendah Kepentingan atau peranan jenis penutupan lahan tersebut terhadap penyediaan jasa ekosistem tertentu tergolong RENDAH
5-6 Cukup Tinggi Kepentingan atau peranan jenis penutupan lahan tersebut terhadap penyediaan jasa ekosistem tertentu tergolong CUKUP TINGGI
7-8 Tinggi Kepentingan atau peranan jenis penutupan lahan tersebut terhadap penyediaan jasa ekosistem tertentu tergolong TINGGI
9-10 Sangat Tinggi Kepentingan atau peranan jenis penutupan lahan tersebut terhadap penyediaan jasa ekosistem tertentu tergolong SANGAT TINGGI
4.8. Jadwal Penelitian
Penelitian ini di jadwalan selama 6 bulan dan dimulai sejak di terimaknya proposal dengan ditandai dengan penandatangan berita acara penelitian. Berikut jadwal penelitian
Tabel 6. Jadwal Penelitian
No KEGIATAN
BULAN KE-
1 2 3 4 5 6 7 8
A. Persiapan Penelitian
1. Pengumpulan data sekunder 2. Persiapan alat dan bahan B. Pelaksanaan
1. Pengambilan data berbagai parameter untuk terkait persentase tutupan terumbu karang
2. Pengolahan data citra satelit untuk luasan terumbu karang 3. Pengambilan data kuesioner
untuk aktivitas diving dan snorkeling wisatawan TNKJ
25 4. Pengambilan data kuesioner
untuk ketersediaan dan kebutuhan air tawar di TNKJ 5. Analisis data
C. Penyusunan laporan,luaran & presentasi 1. Penyusunan laporan
2. Penulisan paper publikasi dan luaran lainnya
26 BAB V