Penelitian ini dilakukan di PT Prisma Mahesa Unggul yang memiliki kantor pusat di daerah Muara Karang Selatan Blok A Utara No. 1 Kav No. 11, Kawasan industri pergudangan Jakarta Utara 14440, Indonesia. Kegiatan bisnis yang
dijalankan yaitu peternakan atau feedlot yang berlokasi di Kampung Gelewer RT
03/ RW 04, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Gunung Pancar, Kabupaten Bogor. Pemilihan lokasi penelitian ini dilakukan secara
sengaja (purposive) mengingat PT Prisma Mahesa Unggul merupakan usaha
penggemukan sapi potong yang cukup berhasil di Kabupaten Bogor. Waktu pengumpulan data dilakukan pada bulan April 2014 sampai dengan bulan Mei 2014.
Jenis dan Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data berdasarkan hasil wawancara dan observasi langsung di lapangan. Data sekunder diperoleh dari instansi yang terkait dengan penelitian ini seperti Badan Pusat Statistik (BPS), Direktorat Jenderal Peternakan, Perpustakaan LSI IPB serta jurnal dan artikel elektronik yang terkait dengan penelitian ini. Informasi tambahan yang mendukung penelitian ini menggunakan literatur-literatur yang relevan dengan objek permasalahan. Jenis dan sumber data yang digunakan dapat dilihat pada Tabel 5.
Tabel 5 Jenis dan sumber data penelitian
Jenis Data Sumber Data primer
Jumlah penjualan, biaya investasi, operasional tetap, dan operasional variabel, proses produksi
Direktur operasional Karyawan PT PMU
Data sekunder
PDB sektor pertanian, konsumsi daging sapi, populasi ternak, produksi daging sapi
Badan Pusat Statistik (BPS) Direktorat Jenderal Peternakan Perpustakaan LSI IPB
Jurnal dan artikel elektronik
Metode Penentuan Responden
Pencarian data primer dilakukan melalui wawancara dengan pihak internal
dan eksternal perusahaan melalui panduan interview guide. Penentuan responden
dilakukan menggunakan teknik purposive. Purposive merupakan metode
penentuan responden yang memilih sampel dengan maksud dan tujuan tertentu. Seseorang atau sesuatu diambil sebagai sampel karena peneliti menganggap bahwa seseorang atau sesuatu tersebut memiliki informasi yang diperlukan bagi
22
penelitiannya. Responden yang terpilih dari pihak internal perusahaan adalah direktur operasional PT Prisma Mahesa Unggul, karyawan bagian administrasi dan keuangan, dan karyawan di bidang produksi. Pihak eksternal diwakili oleh masyarakat umum yang berada di sekitar perusahaan untuk mengetahui pengaruh keberadaan PT Prisma Mahesa Unggul terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Metode Pengolahan dan Analisis Data
Analisis data yang digunakan adalah secara kualitatif dan kuantitatif meliputi tahap pengolahan data dan intrepretasi data secara deksriptif. Data dan informasi yang dikumpulkan diolah dengan menggunakan kalkulator Casio fx-
82MS dan Microsoft Excel 2007. Analisis kualitatif digunakan untuk mengetahui
keadaan PT Prisma Mahesa Unggul pada kondisi saat ini. Analisis kelayakan bisnis dibagi menjadi analisis kelayakan non finansial dan analisis kelayakan finansial. Analisis kelayakan non finansial mengkaji berbagai aspek mulai dari aspek pasar, aspek teknis, aspek manajemen, aspek hukum, aspek sosial dan ekonomi, dan aspek lingkungan. Analisis kuantitatif dilakukan untuk mengkaji kelayakan bisnis PT Prisma Mahesa Unggul secara finansial. Metode yang digunakan dalam analisis kuantitatif adalah analisis kriteria kelayakan investasi menggunakan NPV, IRR, Net B/C, dan PP serta analisis sensitivitas.
Analisis Kelayakan Non Finansial
Pada penelitian ini, analisis kelayakan non finansial akan mengkaji kelayakan bisnis dari berbagai aspek seperti aspek pasar, aspek teknis, aspek manajemen dan hukum, aspek sosial dan ekonomi, serta aspek lingkungan.
Analisis Aspek Pasar
Dalam analisis aspek pasar data yang dianalisis meliputi jumlah permintaan, penawaran, harga jual produk, market share, dan strategi pemasaran. Pada analisis aspek pasar dikaji bagaimana produk sapi potong PT Prisma Mahesa Unggul dapat diterima di pasar. Dijelaskan pula mengenai potensi serta pangsa pasar dari PT Prisma Mahesa Unggul atau seberapa besar pasar yang dapat dikuasainya. Kemudian dibahas pula mengenai bagaimana PT Prisma Mahesa Unggul memasarkan produknya. Analisis aspek pasar dikatakan layak jika terdapat potensi pasar dan peluang pasar yang dapat diraih dalam melakukan usaha.
Analisis Aspek Teknis
Analisis aspek teknis pada bisnis penggemukan sapi potong PT Prisma Mahesa Unggul meliputi lokasi bisnis PT Prisma Mahesa Unggul, layout bisnis dan proses produksi dari penggemukan sapi potong. Pada aspek ini dibahas mengenai bagaimana kondisi fisik perusahaan, infrastruktur dan fasilitas perusahaan, lokasi dari perusahaan serta bagaimana proses dari penggemukan sapi yang dilakukan PT Prisma Mahesa Unggul. Analisis aspek teknis dikatakan layak jika lokasi usaha, proses produksi, layout bisnis, dan infrastruktur serta fasilitas
23
yang digunakan dapat menghasilkan produk secara optimal serta mendukung kegiatan pengembangan usaha.
Analisis Aspek Manajemen dan Hukum
Analisis aspek manajemen pada bisnis penggemukan sapi potong PT Prisma Mahesa Unggul meliputi bentuk organisasi, struktur organisasi, dan deskripsi pekerjaan dari masing-masing jabatan. Pada aspek ini dibahas mengenai bagaimana sumber dayamanusia di dalam perusahaan, mulai dari jabatan serta pembagian kerja. Analisis aspek manajemen dikatakan layak jika fungsi-fungsi manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan diterapkan secara benar (Kasmir dan Jakfar, 2003).
Analisis aspek hukum pada bisnis penggemukan sapi potong PT Prisma Mahesa Unggul meliputi bentuk badan usaha dan izin usaha. Pada aspek ini dibahas mengenai jaminan-jaminan yang dapat disediakan bila akan menggunakan sumber dana berupa pinjaman, berbagai akta, sertifikat dan izin. Analisis berdasarkan aspek hukum dikatakan layak apabila usaha telah memenuhi legalitas dan seluruh dokumen dinyatakan sah sesuai dengan lembaga yang bersangkutan (Nurmalina, et al, 2010).
Analisis Aspek Sosial dan Ekonomi
Analisis aspek sosial, ekonomi, dan budaya pada bisnis penggemukan sapi potong PT Prisma Mahesa Unggul meliputi pengaruh usaha PT Prisma Mahesa Unggul terhadap masyarakat sekitar secara keseluruhan. Pada aspek ini akan dianalisis mengenai bagaimana dampak keberadaan PT Prisma Mahesa Unggul terhadap masyarakat sekitar seperti sarana dan prasarana umum serta perubahan- perubahan yang dihasilkan. Dari segi ekonomi akan dianalisis mengenai bagimana PT Prisma Mahesa Unggul dapat memberikan peluang peningkatan pendapatan bagi masyarakat serta adanya kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar. Analisis aspek ini dikatakan layak apabila keberadaan bisnis tidak berlawanan dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat sekitar.
Analisis Aspek Lingkungan
Analisis aspek lingkungan pada bisnis penggemukan sapi potong PT Prisma Mahesa Unggul meliputi berbagai hal yang berhubungan dengan lingkungan. Hal ini seperti bagaimana keberadaan bisnis terhadap pencemaran dan kerusakan lingkungan. Analisis aspek ini dikatakan layak apabila bisnis dari perusahaan tidak melakukan pencemaran dan perusakan terhadap lingkungan bahkan mengurangi masalah-masalah terhadap lingkungan.
Analisis Kelayakan Finansial
Analisis aspek finansial dalam studi kelayakan bisnis penggemukan sapi potong PT Prisma Mahesa Unggul dikaji dengan melakukan perhitungan kuantitatif. Analisis yang dilakukan dalam aspek finansial adalah mencakup nilai arus tunai (cashflow). Analisis kelayakan secara finansial juga dilakukan berdasarkan kriteria investasi antara lain Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) dan Payback Period (PP).
24
terhadap perubahan – perubahan kondisi yang terjadi dalam analisis kelayakan finansial.
Net Present Value (NPV)
Net Present Value (NPV) adalah suatu alat analisis untuk menguji kelayakan dari suatu investasi. Menurut Nurmalina, et al, (2009), Net Present Value merupakan selisih antara total present value manfaat dengan total present value biaya, atau jumlah present value dari manfaat bersih tambahan selama umur bisnis.
Rumus yang digunakan dalam perhitungan NPV menurut Kadariah, et al,
(1999) dalam Nurmalina, et al, (2009) adalah sebagai berikut :
NPV = −
(1 + i)t
=0
Keterangan: Bt = penerimaan (benefit) bruto tahun ke-t Ct = biaya (cost) bruto tahun ke-t
n = umur ekonomis usaha t = tahun
i = tingkat suku bunga (discount rate)
Dalam metode NPV, terdapat tiga penilaian kriteria investasi. Jika NPV suatu bisnis lebih besar dari nol (NPV›0) artinya bisnis tersebut layak dijalankan karena bisnis menguntungkan atau memberi manfaat yang lebih besar dari biaya yang dikeluarkan. Sebaliknya, apabila NPV bisnis kurang dari nol (NPV‹0), maka bisnis tersebut tidak layak dijalankan karena biaya yang dikeluarkan lebih besar dari manfaat yang diterima. Apabila NPV sama dengan nol (NPV=0) maka manfaat yang diterima hanya cukup untuk menutup biaya yang dikeluarkan artinya bisnis tersebut tidak untung dan juga tidak rugi.
Namun, pada penelitian ini perhitungan NPV tidak dilakukan secara manual. Perhitungan NPV dilakukan dengan menggunakan formula yang telah tersedia pada software Microsoft Excel 2007.
Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C)
Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C) merupakan perbandingan antara manfaat bersih yang bernilai positif dengan manfaat bersih yang bernilai negatif. Analisis ini akan menguji seberapa jauh manfaat bersih yang dihasilkan bisnis setiap satu satuan biaya yang dikeluarkan.Rumus untuk menghitung Net B/C adalah sebagai berikut. NetB C= Bt−Ct (1+i)t Bt−Ct (1+i)t =0/1
Keterangan: Bt = manfaat yang diperoleh setiap tahun Ct = biaya yang dikeluarkan setiap tahun
25
n = jumlah tahun
i = tingkat suku bunga (discount rate)
Suatu bisnis dinyatakan layak dijalankan apabila Net B/C lebih dari satu (Net B/C › 1) karena setiap pengeluaran akan menghasilkan penerimaan yang lebih besar dari pengeluaran tersebut. Namun sebaliknya, apabila Net B/C kurang dari satu (Net B/C ‹ 1) maka bisnis tidak layak untuk dijalankan karena setiap pengeluaran akan menghasilkan penerimaan lebih kecil dari pengeluaran tersebut.
Perhitungan Net B/C dilakukan dengan menggunakan formula yang telah tersedia pada softwareMicrosoft Excel 2007.
Internal Rate of Return (IRR)
IRR adalah tingkat rata-rata keuntungan internal yang diterima perusahaan atas investasi yang ditanamkan atau dilakukan. IRR dinyatakan dalam satuan persen (%). IRR merupakan nilai discount rate yang menjadikan NPV sama dengan nol. Hubungan antara NPV dan IRR dinyatakan pada gambar di bawah ini. NPV 5160 IRR 760 0 i = Discounted Rate (%) -260 10 25 30
Gambar 2 Hubungan antara NPV dan IRR
Rumus untuk menghitung IRR adalah :
���= 1+ � 1
� 1− � 2 2− 1
Keterangan : i1 = discount rate yang menghasilkan NPV positif i2 = discount rate yang menghasilkan NPV negatif NPV1 = NPV yang bernilai positif
NPV2 = NPV yang bernilai negatif
Apabila IRR = tingkat diskonto maka usaha tidak mendapat keuntungan maupun kerugian. Apabila IRR ‹ tingkat diskonto maka usaha tidak layak untuk dijalankan. Apabila IRR › tingkat diskonto maka usaha layak untuk dijalankan.
26
Perhitungan IRR pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan formula yang telah tersedia pada software Microsoft Excel 2007.
Payback Period (PP)
Metode ini mengukur seberapa cepat investasi dapat kembali. Bisnis yang memiliki nilai payback period singkat kemungkinan akan dipilih investor. Adapun rumus untuk menghitung payback period adalah sebagai berikut.
� � = �
Keterangan : I = besarnya investasi yang dibutuhkan
Ab = manfaat bersih yang dapat diperoleh pada setiap tahunnya
Analisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas dilakukan untuk melihat dampak dari suatu keadaan yang berubah-ubah atau ketidakpastian terhadap hasil suatu analisis. Tujuan analisis ini adalah untuk melihat kembali hasil analisis suatu kegiatan investasi atau aktivitas ekonomi. Analisis sensitivitas ini perlu dilakukan karena dalam kegiatan investasi terutama dalam bidang pertanian, perhitungan didasarkan pada ketidakpastian tentang apa yang akan terjadi di waktu mendatang.
Variabel yang dianalisis merupakan variabel yang dianggap signifikan terhadap usaha yaitu kenaikan harga input dan penurunan penjualan. Dengan analisis ini, akan dicari jumlah maksimum kenaikan biaya usaha yang dominan dan jumlah maksimum penurunan penjualan sapi potong yang membuat usaha ini masih tetap layak untuk dijalankan.
Asumsi Dasar
Dalam penelitian ini digunakan beberapa asumsi dasar untuk memudahkan analisis. Beberapa asumsi dasar yang digunakan dalam penelitian bisnis penggemukan sapi potong adalah sebagai berikut.
1. Umur bisnis ditentukan selama 15 tahun berdasarkan umur bangunan kandang
yang digunakan.
2. Sumber modal adalah modal sendiri dan tidak menggunakan modal pinjaman.
3. Tingkat diskonto yang digunakan merupakan tingkat bunga Bank Indonesia yang berlaku saat penelitian yaitu 7.5 persen. Bank Indonesia merupakan Bank sentral di Indonesia.
4. Perhitungan nilai penyusutan menggunakan metode garis lurus dengan cara harga jual dikurangi nilai kemudian dibagi dengan umur ekonomis.
5. Pemeliharaan dan penggemukan ternak sapi dilakukan secara intensif dengan
waktu yang telah ditetapkan, yaitu selama 120 hari atau 4 (empat) bulan.
6. Jenis sapi yang digemukkan oleh perusahaan adalah jenis sapi lokal
7. Pengadaan sapi bakalan yang diusahakan di PT Prisma Mahesa Unggul
diperoleh dari supplier yang berasal dari berbagai daerah.
8. Tipe kandang menggunakan dua tipe, yaitu kadang individu dan kandang
27
9. Harga input serta output yang digunakan dalam penelitian ini merupakan harga yang berlaku pada saat penelitian dan dinyatakan konstan.
10.Pembayaran pajak yang digunakan adalah berdasarkan Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 36 Pasal 17 2a yang menyatakan pajak penghasilan sebesar 25 persen, tetap hingga akhir bisnis.