Penelitian ini dilakukan di Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.Pemilihan lokasi ditentukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Desa Ciherang yang terdapat di Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur merupakan daerah penghasil komoditas kubisdi Kabupaten Cianjur yang juga merupakan daerah pengembangan komoditi sayuran yang terdapat di Provinsi Jawa Barat.Desa Ciherang yang terdapat di Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur juga merupakan sentra produksi sayuran lain diantaranya, wortel, sawi, dan daun bawang.Penelitian dilakukan pada bulan Maret- April 2013.
37 Sumber Data
Data yang dipergunakan dalam melakukan penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan melalui pengamatan secara langsung (observasi) melalui wawancara dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuisioner) kepada pelaku yang terlibat di dalam saluran tataniaga kubis yang terdapat di Desa Ciherang seperti petani, pedagang pengumpul, pedagang besar, dan pedagang Kpengecer. Data sekunder yang diperoleh untuk penelitian didapatkan melalui studi literatur, tinjauan pustaka dan tinjauan terhadap beberapa penelitian terdahulu.Selain itu data sekunder yang berhubungan dengan data produksi dan data mengenai kubis didapat dari Badan Pusat Statistika, Departemen Pertanian, Direktorat Jenderal Hortikultura, Dinas Pertanian Jawa Barat yang terdapat di Kabupaten Cianjur. Data sekunder digunakan sebagai pelengkap data primer yang bersumber dari literatur. Adapun data-data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah :
1. Untuk analisis lembaga dan saluran tataniaga , data yang diperlukan meliputi: a) Tingkat petani, yaitu
- Karakteristik petani: umur, tingkat pendidikan, dan pengalaman bertani.
- Gambaran usahatani: jumlah produksi, luas panen, peralatan yang digunakan, serta luas lahan.
- Cara penjualan produk. - Tujuan penjualan produk b) Tingkat pedagang perantara, yaitu:
- Karakteristik pedagang: umur, tingkat pendidikan, pengalaman berdagang dan golongan.
- Cara pembelian produk: sumber pembelian produk, frekuensi pembelian, jumlah yang dibeli, dan harga beli produk.
- Tujuan penjualan produk (dijual kemana). - Volume penjualan dan harga jual.
2. Untuk menganalisis fungsi tataniaga, dianalisis berdasarkan fungsi-fungsi di tiap lembaga tataniaga. Data-data yang diperlukan antara lain: a) Fungsi pertukaran
Petani: -Jumlah atau volume penjualan kepada pedagang. -Frekuensi penjualan.
-Proses penjualan.
Pedagang: - jumlah pembelian dari petani atau pedagang lain.
- jumlah/volume penjualan ke pedagang lain ataui konsumen. - frekuensi pembelian.
-frekuensi penjualan. b) Fungsi fisik
Petani: - jumlah produk yang disimpan. - lokasi penyimpanan hasil panen. - lama penyimpanan.
- biaya penyimpanan.
38
Pedagang: - Jumlah produk yang disimpan. - Lokasi penimpanan produk. - Biaya Penyimpanan.
- Biaya transportasi.
- Alat transportasi yang digunakan. -Biaya pengolahan.
- Tenaga kerja yang dibutuhkan untuk proses pengolahan. c) Fungsi fasilitas
Petani: - Proses penyortiran dan grading. - Jumlah yang disortir.
- Kualifikasi produk yang dipilih.
- Pembiayaan usahatani (persiapan lahan sampai panen. - Biaya pengangkutan.
- Biaya penyimpanan. - Biaya penyusutan.
- Resiko yang ditanggung petani. - Sumber informasi pasar.
- Cara memperoleh informasi pasar. Pedagang pengumpul, besar dan pengecer: - Proses penyortiran dan grading.
- Biaya-biaya yang dikeluarkan: biaya pengangkutan, biaya penyimpanan, biaya pengemasan, biaya bongkar muat, biaya
penyusutan, biaya tenaga kerja, dan lain-lain. - Resiko usaha yang ditanggung pedagang. - Cara memperoleh informasi pasar.
3. Untuk menganalisis struktur pasar, data-data yang dibutuhkan yaitu : a) Jumlah pelaku yang terlibat (jumlah pembeli dan penjual). b) Keragaman produk : klasifikasi kubis
c) Hambatan keluar masuk pasar : - Hambatan yang dialami petani.
- Hambatan yang dialami pedagang pengumpul. - Hambatan yang dialami pedagang besar. - Hambatan yang dialami pedagang pengecer.
- Modal yang diperlukan masing-masing lembaga tataniaga. - Jumlah pesaing di pasar.
d) Informasi pasar
- Sumber informasi pasar/harga.
- Cara memperoleh informasi harga di tingkat petani dan pedagang. - Sarana informasi yang dibutuhkan.
4. Untuk menganalisis perilaku pasar, data yang dibutuhkan adalah : a) Praktek penjualan dan pembelian antar lembaga-lembaga tataniaga. b) Sistem penentuan harga.
39
c) Cara pembayaran dari pedagang ke petani.
d) Cara pembayaran harga diantara lembaga tataniaga. e) Praktek kerjasama antara lembaga tataniaga.
5. Untuk menganalisis keragaan pasar, data yang dibutuhkan adalah : a) Margin tataniaga.
b) Farmer’s share.
c) Rasio keuntungan terhadap biaya.
6. Untuk menganalisis margin tataniaga, farmer’s share, dan rasio keuntungan terhadap biaya, data yang dikumpulkan meliputi :
a) Harga jual petani.
b) Harga beli dari pedagang pengumpul.
c) Biaya-biaya tataniaga yang dikeluarkan pedagang pengumpul. d) Keuntungan pedagang pengumpul.
e) Harga jual dari pedagang pengumpul. f) Harga beli dari pedagang besar/perusahaan.
g) Biaya-biaya tataniaga yang dikeluarkan pedagang besar/perusahaan. h) Keuntungan pedagang besar/perusahaan.
i) Harga jual dari pedagang besar/perusahaan. j) Harga beli dari pedagang pengecer.
k) Biaya-biaya tataniaga yang dikeluarkan pedagang pengecer. l) keuntungan pedagang pengecer.
m) Harga jual pedagang pengecer kepada konsumen.
7. Untuk mengetahui gambaran umum lokasi penelitian, data yang dikumpulkan meliputi:
a) Kondisi geografis daerah penelitian b) Tata guna lahan.
c) Sarana dan prasarana di daerah penelitian. d) Kelembagaan yang terdapat di daerah penelitian.
e) Data kependudukan meliputi; komposisi jumlah penduduk berdasarkan usia dan mata pencaharian, serta keadaan sosial di masyarakat.
Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tiga metode utama yaitu wawancara, identifikasi langsung, dan studi kepustakaan.
1. Wawancara
Wawancara dilakukan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam topik penelitian, seperti penyuluh, petani, pedagang pengumpul, pedagang pengecer (lembaga tataniaga lainnya), serta konsumen akhir. Wawancara disertai dengan kuisioner yang telah disediakan untuk keperluan dan tujuan penelitian. 2. Identifikasi langsung
40
Identifikasi langsung dilakukan dengan melakukan proses pengamatan langsung dan verifikasi terhadap kondisi yang ada di lapangan. Proses identifikasi dilakukan untuk mengetahui mekanisme pemasaran termasuk saluran tataniaga hingga konsumen akhir.
3. Studi Kepustakaan
Studi pustaka dilakukan untuk mendapatkan informasi yang akan diperoleh dari bahan pustaka, hasil penelitian terdahulu, maupun dokumen dari instansi terkait.
Metode Pengambilan Sampel
Pemilihan lokasi penelitian yang terdapat di Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur dilakukan secara purposive sampling, yaitu dengan secara sengaja dan mempertimbangkan karakteristik tertentu sehingga layak untuk dijadikan sebagai lokasi penelitian. Penarikan sampel petani dilakukan dengan menggunakan metode
random sampling yaitu memilih responden petani berdasarkan pemilihan secara acak dimana pemilihan sampel petani diambil sebanyak dua puluh lima persen dari populasi petani yang terdapat di daerah penelitian. Untuk responden lembaga-lembaga tataniaga yang terlibat dalam kegiatan tataniaga kubis, pengambilan sampel dilakukan dengan metode snowball sampling yang dilakukan dengan mengikuti alur pemasaran hingga produk sampai kepada konsumen dengan menelusuri saluran tataniaga kubis di daerah penelitian berdasarkan informasi yang diperoleh dari pelaku pasar yakni dari tingkat petani sampai tingkat pedagang pengecer.
Metode Pengolahan dan Analisis Data
Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dan kuantitatif dimana Analisis kualitatif bertujuan untuk menganalisis saluran tataniaga, lembaga tataniaga dan fungsi-fungsi tataniaga, serta struktur dan perilaku pasar melalui wawancara dan pengisian kuisioner.Pengolahan data dilakukan secara deskriptif.Analisis data kuantitatif digunakan untuk menganalisis marjin tataniaga, farmer’s share, dan rasio keuntungan terhadap biaya.Pengolahan data analisis kuantitatif menggunakan kalkulator, program komputer Microsoft Excel, dan sistem tabulasi data.
Analisis Lembaga dan Saluran Tataniaga
Analisis lembaga tataniaga digunakan untuk mengetahui lembaga-lembaga tataniaga yang melakukan fungsi-fungsi tataniaga, yaitu fungsi pertukaran, fungsi fisik, dan juga fungsi fasilitas.Lembaga-lembaga ini juga berfungsi sebagai sumber informasi mengenai suatu barang dan jasa.
Analisis saluran tataniaga berfungsi untuk mengetahui saluran tataniaga yang dilalui oleh komoditas kubis dari tangan petani sampai ke tangan konsumen akhir. Melalui pengujian analisis saluran tataniaga, dapat diketahui berapa banyak jumlah lembaga tataniaga yang terlibat pada proses tataniaga kubis tersebut. Analisis saluran tataniaga juga dapat memperlihatkan pola saluran tataniaga yang terjadi berdasarkan keberadaan pelaku tataniaga yang terlibat dalam tataniaga komoditas kubis, sehingga
41
membentuk peta saluran tataniaga. Semakin panjang saluran tataniaga, maka marjin yang terjadi antara petani (produsen) dengan konsumen akan semakin tinggi pula.
Analisis Fungsi Tataniaga
Analisis fungsi tataniaga digunakan untuk mengetahui kegiatan tataniaga yang dilakukan lembaga tataniaga dalam menyalurkan produk dari produsen sampai ke konsumen. Analisis fungsi tataniaga dapat dilihat dari fungsi pertukaran yang terdiri dari fungsi pembelian dan penjualan, fungsi fisik yang terdiri dari fungsi pengangkutan, penyimpanan, dan pengolahan, serta fungsi fasilitas yang terdiri dari standarisasi/grading, penanggungan risiko, pembiayaan dan informasi pasar. Selain itu data tersebut juga akan dideskripsikan sehingga dapat melihat perubahan nilai guna, baik nilai guna bentuk, tempat, waktu, ataupun kepemilikan.
Analisis Struktur Pasar
Analisis terhadap struktur pasar dilakukan untuk melihat bagaimana struktur pasar yang terjadi dalam proses tataniaga suatu produk. Struktur pasar dapat diketahui melalui jumlah pembeli dan penjual, heterogenitas produk, kondisi, dan keadaan produk, mudah tidaknya keluar masuk pasar, serta informasi perubahan harga pasar. Semakin banyak jumlah pembeli dan penjual yang terlibat, semakin homogen produk yang diperjualbelikan, semakin mudah akses untuk keluar masuk pasar dan semakin mudahnya akses terhadap informasi pasar maka akan semakin efisien sistem tataniaga suatu produk. Dari pernyataan tersebut dapat dimengerti bahwa suatu sistem tataniaga akan menjadi semakin efisien apabila semakin mendekati struktur pasar persaingan sempurna.
Analisis Perilaku Pasar
Analisis perilaku pasar digunakan untuk mengidentifikasi aktifitas dan kegiatan yang terjadi diantara lembaaga tataniaga. Analisis perilaku pasar dilakukan melalui pengamatan terhadap strategi pemilihan yang ditempuh oleh penjual dan pembeli dalam penentuan harga dan sistem promosi yang dilakukan penjual. Selain itu, analisis perilaku pasar juga dapat dianalisis dengan melalu cara pembayaran harga, dan kerjasama yang terjadi diantara lembaga-lembaga tataniaga komoditas kubis. Perilaku pasar dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh informasi perilaku lembaga tataniaga kubis. Kegiatan yang diamati dalam perilaku pasar diantaranya adalah (a) proses pembelian dan penjualan, (b) penentuan harga pada tingkat lembaga yang dominan, (c) cara pembayaran yang dilakukan secara tunai atau kredit, dan (d) kerjasama yang dilakukan antar lembaga tataniaga apakah mempengaruhi perilaku setiap lembaga tataniaga yang terlibat.
Analisis Keragaan Pasar
Analisis terhadap keragaan pasar dilakukan untuk melihat bagaimana pengaruh struktur dan perilaku pasar yang terjadi dalam melakukan tataniaga produk dari produsen sampai kepada konsumen. Analisis keragaan pasar dilakukan melalui analisis terhadap margin tataniaga, farmer’s share, dan rasio keuntungan dan biaya.
42
Melalui analisis terhadap keragaan pasar dapat dilihat bagaimana efisiensi tataniaga yang terjadi dalam proses tataniaga suatu produk.
Analisis Marjin Tataniaga
Analisis marjin tataniaga digunakan untuk mengetahui tingkat efisiensi tataniaga dari petani sampai konsumen.Marjin tataniaga merupakan perbedaan harga di tingkat konsumen dengan harga yang diterima petani. Secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut :
M = Pr – Pf Di mana :
M = marjin tataniaga
Pr = harga di tingkat konsumen Pf = harga yang diterima oleh petani
Analisis marjin tataniaga yang digunakan untuk mengetahui marjin tataniaga total, yang mencakup fungsi-fungsi, biaya-biaya, kelembagaan yang terlibat, dan keseluruhan sistem mulai dari petani (primary supply) sampai pada konsumen akhir (primary demand), dirumuskan sebagai berikut :
M = Pr –Pf = C + π = Σ Mi
Di mana Mi = Pji – Pbi Keterangan :
M = marjin tataniaga
Pr = harga di tingkat konsumen Pf = harga yang diterima petani
C = biaya-biaya dari adanya pelaksanaan fungsi-fungsi tataniaga
π = keuntungan lembaga tataniaga
Mi = marjin di tingkat tataniaga ke-i, di mana i = 1,2,....,n Pji = harga penjualan untuk lembaga tataniaga ke –i Pbi = harga pembelianuntuk lembaga tataniaga ke-i Analisis Farmer’s Share
Farmer’s share adalah proporsi dari harga yang diterima petani produsen dengan harga yang dibayar oleh konsumen akhir yang dinyatakan dalam persentase.Farmer’s share dapat digunakan dalam menganalisis efisiensi saluran tataniaga dengan membandingkan seberapa besar bagian yang diterima oleh petani dari harga yang dibayarkan konsumen akhir.
Jika harga yang ditawarkan pedagang/lembaga tataniaga semakin tinggi dan kemampuan konsumen dalam membayar harga semakin tinggi, maka bagian yang diterima oleh petani akan semakin sedikit. Hal ini dikarenakan petani menjual komoditinya dengan harga yang relatif rendah. Dengan demikian dapat diketahui
Farmer’s share berhubungan negatif dengan marjin tataniaga, artinya semakin tinggi marjin tataniaga maka bagian yang akan diperoleh petani (Farmer’s share) semakin rendah. Farmer’s share akan menunjukkan apakah tataniaga memberikan balas jasa yang seimbang kepada semua pihak yang terlibat dalam tataniaga. Secara matematis
farmer’s share dapat dirumuskan dengan:
Fs =
43 Keterangan:
Fs = Farmer’s share Pf = Harga di tingkat petani
Pr = Harga yang dibayarkan oleh konsumen akhir Sumber: Asmarantaka (2009)
Analisis Rasio Keuntungan dan Biaya
Rasio keuntungan dan biaya tataniaga merupakan besarnya keuntungan yang diterima lembaga tataniaga sebagai imbalan atas biaya tataniaga yang dikeluarkan.Penyebaran marjin tataniaga dapat pula dilihat berdasarkan persentase keuntungan terhadap biaya tataniaga pada masing-masing lembaga tataniaga. Rasio keuntungan dan biaya setiap lembaga tataniaga dapat dirumuskan sebagai berikut:
Keterangan
πi = Keuntungan (profit) lembaga tataniaga
Ci = Biaya tataniaga (marketing cost)
Sumber: Asmarantaka (2012)
Apabila π/c lebih dari nol (π/c > 0), maka usaha tersebut efisien, dan apabila
π/c kurang dari nol (π/c < 0), maka usaha tersebut tidak efisien. Tataniaga yang
efisien dapat juga dilihat melalui sebaran nilai rasio terhadap biaya yang merata pada setiap lembaga tataniaga dalam saluran tataniaga.