Lokasi penelitian ini adalah di Restoran McDonald’s Mal Depok. Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 18 Juli sampai dengan 06 Agustus 2005.
Populasi dan Sampel
Penelitian ini tidak melakukan penarikan sampel, seluruh populasi dilibatkan secara sensus di dalam penelitian ini. Dengan jumlah responden sebanyak 36 orang karyawan McDonald’s Mal Depok, tetapi 3 orang karyawan tidak diwawancarai karena mengalami cacat fisik (Tuna wicara) dan tidak diberikan izin untuk diwawancarai.
Desain Penelitian
Penelitian ini dirancang sebagai sebuah penelitian deskriptif yang bersifat korelasional.
Data dan Instrumentasi
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui pengamatan langsung dilokasi penelitian dan wawancara langsung dengan para responden dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner), yang meliputi:
1. Faktor individu adalah ciri-ciri yang terdapat pada diri responden yang bekerja pada restoran tersebut, meliputi:
a. Umur yaitu umur responden pada saat penelitian dilakukan yang diukur dalam satuan tahun dengan pembulatan pada ulang tahun terdekat.
b. Pendidikan yaitu tingkat pendidikan formal tertinggi (SD, SMP, SMU dan Perguruan Tinggi) yang dimiliki oleh responden.
c. Lama bekerja yaitu waktu bekerja responden pada restoran yang dihitung dalam tahun dari pertama bekerja sampai penelitian ini dilakukan.
d. Pendapatan yaitu sejumlah uang yang diterima responden tiap bulannya. e. Jumlah tanggungan keluarga yaitu banyaknya anggota keluarga yang
ditanggung oleh responden yang dinyatakan dalam satuan orang.
f. Kepribadian yaitu cara-cara seorang individu atau responden untuk dapat bereaksi dan berinteraksi dengan orang lain. Variabel ini diukur dalam skala
interval yang menggunakan semantik diferensial dengan indikator: (1) Keramahan; (2) Mantap secara emosi; (3) Dominan; (4) Keberanian; (5)
Mempercayai; (6) Percaya diri; (7) Berdiri sendiri dan (8) Santai. Berdasarkan delapan indikator tersebut, kepribadian karyawan dikategorikan ke dalam dua kategori, yaitu cenderung terbuka dan cenderung tertutup. 2. Faktor perusahaan adalah ciri dan kondisi restoran tempat responden bekerja
yang berperan dalam peningkatan motivasi yang diukur dengan skala ordinal berdasarkan persepsi responden dengan indikator sebagai berikut:
a. Gaji/upah yaitu pemberian balas jasa berupa sejumlah uang yang diterima responden termasuk tunjangan, bonus dan lain-lain.
b. Keamanan kerja yaitu pemberian jaminan pekerjaan dari restoran kepada responden.
c. Kondisi kerja yaitu suatu keadaan dan situasi di dalam restoran tempat kerja responden berupa keadaan fisik maupun sosial yang mempengaruhi responden dalam melaksanakan pekerjaanya.
d. Supervisi yaitu suatu bentuk pengawasan terhadap pekerjaan pada restoran tempat responden bekerja.
e. Kebijakan perusahaan dan administrasi yaitu segala suatu ketentuan dan keputusan yang dibuat dan ditetapkan oleh restoran yang berlaku bagi semua karyawan. Peraturan dan kebijakan dapat berupa waktu kerja, keterlambatan, ketidakhadiran, absen, sanksi, cuti dan lembur.
f. Prestasi yaitu pemberian pengakuan prestasi kerja dengan pemberian suatu tanda jasa yang berupa barang, bonus atau promosi yang diberikan oleh perusahaan kepada responden.
g. Pengakuan atau penghargaan yaitu pemberian pengakuan oleh perusahaan kepada responden yang bisa berupa pujian dan penghargaan atas loyalitas. h. Tanggung jawab yaitu tanggung jawab pekerjaan yang diberikan perusahaan
kepada responden.
i. Pekerjaan yaitu jenis pekerjaan yang diberikan oleh perusahaan kepada responden berdasarkan keahlian masing-masing.
j. Pengembangan yaitu kesempatan yang diberikan oleh perusahaan kepada responden untuk dapat meningkatkan keahlian, berupa promosi jabatan, program pendidikan dan pelatihan.
3. Gaya kepemimpinan yaitu pola perilaku yang dimiliki oleh seorang pemimpin untuk mempengaruhi perilaku bawahan yang dinilai berdasarkan persepsi karyawan yang diukur dengan skala nominal. Gaya kepemimpinan dibedakan atas gaya kepemimpinan direktif, konsultatif, partisipatif dan delegatif.
4. Motivasi kerja karyawan adalah dorongan dari dalam diri responden untuk bekerja dengan baik agar mencapai tujuan pribadinya maupun tujuan perusahaan, yang diukur dengan skala ordinal berdasarkan pada kemauan bekerja keras, kemauan bekerja sama dan kemauan bertanggung jawab.
a. Kemauan bekerja keras memiliki tiga indikator, yaitu: responden bersedia bekerja keras di dalam kantor dengan sungguh-sungguh sesuai dengan peraturan dan kebijakan perusahaan, karyawan bersedia bekerja di dalam jam kerja sebagai kerja lembur dan karyawan bersedia bekerja di luar jam kerja tetapi tidak dihitung sebagai jam kerja.
b. Kemauan bekerja sama memiliki dua indikator, yaitu: karyawan bersedia menggantikan tugas rekan kerja bila rekan tersebut tidak dapat masuk kerja dan karyawan bersedia membantu kesulitan rekan kerja.
c. Kemauan bertanggung jawab memiliki tiga indikator, yaitu: karyawan bersedia bekerja tidak sembarangan, melainkan harus sesuai dengan standar kerja, karyawan bersedia untuk memperbaiki kesalahan tugasnya dan karyawan bersedia menerima sanksi bila pekerjaannya tidak dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Data sekunder yang dikumpulkan mencakup: (1) keadaan restoran; (2) fasilitas restoran; (3) organisasi restoran dan (4) jumlah karyawan.
Validitas dan Reliabilitas Validitas
Menurut Singarimbun dan Effendi (1989), validitas instrumen menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur itu mengukur hal yang ingin diukur. Unsur penting dari prinsip validitas adalah kejituan dan ketelitian. Dalam penelitian ini, langkah-langkah
1. Mencari definisi-definisi konsep yang dikemukan para ahli yang tertulis di dalam literatur,
2. Mendiskusikan isi pertanyaan dengan ahlinya,
3. Menyesuaikan isi pertanyaan dengan keadaan dan kondisi karakteristik responden,
4. Merevisi pertanyaan yang kurang dapat dipahami oleh responden. Reliabilitas
Menurut Singarimbun dan Effendi (1989), reliabilitas instrumen adalah indeks yang menunjukan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya dan dapat diandalkan. Reliabilitas alat ukur dalam penelitian diuji dengan melakukan uji coba kuesioner terhadap orang-orang yang bukan responden penelitian, tetapi memiliki karakteristik yang sama. Reliabilitas instrumen dihitung dengan menggunakan teknik belah dua (Singarimbun dan Effendi,1989), dengan rumus sebagai berikut:
tt
r
tt
r
tot
r
.
1
)
.
(
2
.
+
=
Keterangan:r. tot : angka reliabilitas seluruh jawaban
r.tt : angka korelasi belahan pertama dan belahan kedua
Berdasarkan hasil uji perhitungan reliabilitas diperoleh nilai r alpha sebesar 0.7019. Nilai r alpha lebih besar dibandingkan dengan nilai r tabel (0,632), dengan demikian instrumen penelitian ini reliabel.
Pengumpulan Data
Pelaksanaan kegiatan penelitian ini berlangsung di restoran McDonald’s Mal Depok. Data dikumpulkan melalui:
1. Pengamatan langsung di lapangan, terhadap pimpinan dan karyawan di restoran McDonald’s Mal Depok. Wawancara terstruktur langsung kepadaa responden dengan menggunakan kuesioner yang telah dipersiapkan sebelumnya,
2. Wawancara terbuka dan mendalam terhadap beberapa informan khusus yang mengetahui tentang restoran,
3. Pengumpulan data sekunder dari restoran, perpustakaan dan instansi yang terkait dan relevan.
Kegiatan penelitian ini dilakukan selama satu bulan, yaitu mulai tanggal 18 Juli sampai dengan 06 Agustus 2005.
Analisis Data
Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan data tersebut diuji secara statistik non-parametrik dengan menggunakan korelasi Rank-Spearman dan Chi-Square dengan menggunakan program SPSS untuk melihat hubungan gaya kepemimpinan, faktor internal dan faktor eksternal dengan motivasi kerja karyawan.
(1). Korelasi Rank-Spearman digunakan untuk mengukur korelasi variabel ordinal, dengan rumus sebagai berikut:
Keterangan:
rs = Koefisien korelasi rank-spearman di = Selisih antara dua pengamatan berbeda N = Total pengamatan
(2). Korelasi Chi-Square digunakan untuk mengukur korelasi variabel nominal, dengan rumus sebagai berikut:
Keterangan:
X2 : Hasil chi-square
Oij : Jumlah observasi untuk kasus-kasus yang dikategorikan dalam baris ke-i Eij : Banyaknya kasus yang diharapkan di bawah Ho dikategorikan dalam
baris ke-i dalam kolom ke-j
k j i n
kΣ=1Σ= : Jumlah semua baris (n) dan semua kolom (k)
Sumber: Siegel, 1997
Eij
Eij
Oij
k
j
i
n
k
X
(
)
21
2
−
=
=
Σ
Σ
=
N
N
di
rs
n i−
−
=
∑
= 3 1 26
1
Untuk menghitung koefisien korelasinya digunakan ukuran Kontingensi (C) dengan rumus sebagai berikut (Sulaiman, 2003):
Ket:
2
x : Nilai chi-square
n : Jumlah anggota sampel
Koefisien korelasinya diartikan oleh Guilford dalam Rakhmat (2002), sebagai berikut:
< 0,20 : Hubungan rendah sekali 0,20 – 0,40 : Hubungan rendah 0,40 – 0,70 : Hubungan cukup 0,70 – 0,90 : Hubungan tinggi > 0,90 : Hubungan sangat tinggi
Definisi Istilah 1. Pemimpin
Seseorang yang mempergunakan wewenang dan kepemimpinannya untuk mengarahkan bawahan serta bertanggungjawab atas pekerjaan bawahannya dalam mencapai suatu tujuan
2. Gaya kepemimpinan
Pola perilaku dari seorang pemimpin yang mempunyai kelebihan yang dimiliki untuk mempengaruhi bawahannya agar mau bekerja sama dan bekerja secara efektif untuk mencapai tujuan organisasi
3. Karyawan
Orang yang bekerja dalam suatu perusahaan yang memiliki jabatan formal dalam organisasi perusahaan
4. Motivasi kerja
Merupakan keinginan dari dalam diri karyawan maupun luar untuk dapat bekerja lebih giat dan efisien untuk menyelesaikan pekerjaan yang telah diberikan perusahaan. n x x C + = 2 2
KEADAAN UMUM LOKASI