• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan di Desa Gunung Malang, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan dengan pertimbangan bahwa Kabupaten Bogor merupakan salah satu sentra produksi jagung di Jawa Barat dan Desa Gunung Malang merupakan salah satu sentra produksi jagung manis di Kabupaten Bogor. Pengambilan data dilakukan pada bulan Februari 2013.

Jenis dan Sumber Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder, baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung kepada petani jagung manis dengan menggunakan alat bantu kuesioner yang telah dipersiapkan sebelumnya dan melakukan pengamatan langsung pada kegiatan usahatani responden di lokasi penelitian. Data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan petani responden menggunakan data usahatani yang dilakukan pada periode musim tanam 2012-2013.

Data sekunder diperoleh dengan cara mempelajari buku-buku yang terkait dengan komoditas jagung manis dan mempelajari hasil-hasil penelitian yang relevan dengan topik usahatani. Selain itu, data sekunder juga diperoleh dari berbagai instansi terkait, yaitu Badan Pusat Statistik Kabupaten Bogor, Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor, BP4K Kabupaten Bogor dan lembaga-lembaga lain yang terkait dengan penelitian ini, serta diperoleh melalui media elektronik (internet). Data sekunder digunakan dalam penelitian ini untuk mengisi kebutuhan atas referensi (rujukan) khusus pada beberapa hal untuk melengkapi data primer. Kedua data tersebut digunakan sebagai sumber penelitian kemudian diolah untuk mencapai tujuan penelitian.

Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data penelitian dilakukan melalui wawancara langsung kepada petani jagung manis dengan menggunakan alat bantu kuesioner dan melakukan pengamatan langsung pada kegiatan usahatani responden di lokasi penelitian. Penentuan responden dalam penelitian ini ditentukan secara sengaja (purposive). Responden dipilih berdasarkan informasi yang diperoleh dari Petugas Penyuluh Lapang (PPL) Kecamatan Tenjolaya.

Jumlah petani responden yang digunakan sebagai sampel sebanyak 35 orang petani yang masih aktif melakukan kegiatan usahatani jagung manis di Desa Gunung Malang. Penentuan responden sebanyak 35 orang dilakukan untuk memenuhi aturan umum secara statistik yaitu lebih dari atau sama dengan 30 orang karena sudah terdistribusi normal dan dapat digunakan untuk memprediksi populasi yang diteliti. Jumlah tersebut dianggap mewakili keragaman usahatani jagung manis di Desa Gunung Malang.

Metode Pengolahan dan Analisis Data

Pengolahan dan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa analisis kualitatif dan kuantitatif berdasarkan data primer dan sekunder yang diperoleh dari hasil penelitian. Analisis kualitatif diuraikan secara deskriptif untuk mengetahui gambaran mengenai aktivitas usahatani jagung manis dan penggunaan input produksi dalam usahatani jagung manis di Desa Gunung Malang, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor.

Analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan analisis pendapatan usahatani, analisis imbangan penerimaan dan biaya (R/C analysis), serta analisis balas jasa terhadap faktor-faktor produksi yang digunakan dalam melakukan kegiatan usahatani jagung manis di Desa Gunung Malang, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor. Data primer yang telah diperoleh dari hasil wawancara dengan petani responden diolah dengan bantuan kalkulator dan komputer (program

Microsoft Excel2013). Hasil pengolahan data primer disajikan dalam bentuk tabel yang kemudian diinterpretasikan dalam bentuk pembahasan.

Analisis Keragaan Usahatani

Keragaan usahatani dilakukan untuk mengetahui gambaran mengenai usahatani di suatu daerah. Keragaan usahatani dapat dilihat dengan cara mengidentifikasi teknik budidaya dan output yang dihasilkan, serta penggunaan faktor-faktor produksi dari usahatani jagung manis yang dilakukan oleh petani responden. Analisis sistem usahatani melihat keterkaitan antar subsistem dari subsistem hulu hingga subsistem penunjang dalam usahatani (Nasution 2010). Sistem usahatani merupakan subsistem dari sistem agribisnis yang melakukan proses produksi. Sistem usahatani jagung manis meliputi kegiatan persiapan lahan, penanaman, pemupukan, pemeliharaan tanaman (seperti penyiangan, pembumbunan, serta pengendalian hama dan penyakit), dan pemanenan. Sedangkan input produksi yang digunakan dalam suatu usahatani yaitu lahan, benih, pupuk kimia, pupuk kandang, obat-obatan (pestisida cair dan pestisida padat), tenaga kerja (dalam dan luar keluarga), dan peralatan usahatani.

Analisis Pendapatan Usahatani

Pendapatan usahatani diperoleh dari selisih antara seluruh penerimaan usahatani dan pengeluaran usahatani (biaya) dalam satu musim tanam. Analisis pendapatan usahatani digunakan untuk mengetahui tingkat pendapatan usahatani jagung manis. Penerimaan usahatani merupakan nilai produk dari usahatani, yaitu hasil perkalian antara total produksi dengan harga produk pada suatu periode tertentu. Penerimaan usahatani jagung manis terdiri dari penerimaan tunai dan tidak tunai.

Pengeluaran atau biaya total usahatani adalah nilai semua masukan yang habis dipakai di dalam produksi. Pengeluaran usahatani mencakup biaya tunai dan biaya tidak tunai atau biaya yang diperhitungkan. Biaya tunai adalah jumlah uang yang dibayarkan untuk pembelian barang dan jasa bagi usahatani. Biaya tunai pada usahatani jagung manis antara lain biaya benih, pupuk kimia, pupuk kandang, obat-obatan (pestisida cair dan pestisida padat), sewa lahan, pajak lahan, dan upah tenaga kerja luar keluarga.

Biaya tidak tunai atau biaya yang diperhitungkan adalah nilai semua input yang digunakan namun tidak dalam bentuk uang. Biaya tidak tunai pada usahatani jagung manis terdiri dari biaya sewa lahan milik sendiri, upah tenaga kerja dalam keluarga, dan penyusutan alat-alat pertanian bagi petani yang memliki alat-alat pertanian. Secara lebih rinci, perhitungan pendapatan usahatani jagung manis dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5 Perhitungan pendapatan usahatani jagung manis

No. Komponen Jumlah Harga per unit Total

A. Penerimaan

1. Penerimaan tunai 2. Penerimaan tidak tunai B. Biaya tunai 1. Benih 2. Pupuk TSP 3. Pupuk urea 4. Pupuk KCl 5. Pupuk kandang 6. Obat-obatan

7. Tenaga kerja luar keluarga 8. Pajak lahan

Total biaya tunai

C. Biaya yang diperhitungkan 1. Penyusutan alat pertanian 2. Tenaga kerja keluarga 3. Sewa lahan

Total biaya yang diperhitungkan D. Total Biaya (B+C)

E. Pendapatan atas Biaya Tunai (A-B) F. Pendapatan atas biaya total (A-D) G. R/C atas biaya tunai (A/B)

H. R/C atas biaya total (A/D)

Penerimaan, total biaya, dan pendapatan dapat diformulasikan sebagai berikut:

TR = Py.Y

TC = Biaya Tunai + Biaya Tidak Tunai

Π atas Biaya Tunai = TR – Biaya Tunai

Keterangan:

TR : Penerimaan total usahatani (Rp) Py : Harga jual produk per unit (Rp/kg)

Y : Total hasil produksi yang diperoleh dalam suatu usahatani (kg) TC : Pengeluaran total usahatani (Rp)

Π : Pendapatan usahatani (Rp)

Menurut Suratiyah (2011), perhitungan penyusutan alat-alat pertanian pada dasarnya bertolak pada harga pembelian sampai dengan alat tersebut dapat memberikan manfaat. Biaya penyusutan perlu diperhitungkan karena usahatani jagung manis menggunakan peralatan pertanian dalam aktivitasnya. Biaya penyusutan alat-alat yang digunakan dalam usahatani jagung manis dihitung dengan menggunakan metode garis lurus. Metode ini digunakan dengan asumsi nilai sisa dianggap nol. Nilai penyusutan diformulasikan sebagai berikut:

Analisis Imbangan Penerimaan dan Biaya (R/C)

Analisis imbangan penerimaan dan biaya (R/C) digunakan sebagai alat untuk mengukur perbandingan penerimaan dan biaya usahatani. Analisis ini dapat digunakan sebagai ukuran efisiensi pendapatan usahatani dan kelayakan usahatani. Penerimaan usahatani merupakan nilai produk dari usahatani, yaitu hasil perkalian antara total produksi dengan harga produk pada suatu periode tertentu. Sebaliknya, biaya total usahatani merupakan pengeluaran usahatani atau nilai penggunaan faktor-faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi usahatani.

Analisis imbangan penerimaan dan biaya (R/C) dapat diperhitungkan atas biaya tunai dan biaya total. R/C atas biaya tunai diperoleh dengan membandingkan antara penerimaan total dengan biaya tunai dalam satu periode tertentu. Sedangkan R/C atas biaya total diperoleh dengan cara membandingkan antara penerimaan total dengan biaya total yang dikeluarkan dalam satu periode tertentu. Analisis imbangan penerimaan dan biaya (R/C) usahatani dapat diformulasikan sebagai berikut:

Secara teoritis, analisis imbangan penerimaan dan biaya (R/C) menunjukkan bahwa setiap satu rupiah biaya yang dikeluarkan akan memperoleh penerimaan sebesar nilai R/C-nya. Kriteria keputusan yang digunakan untuk menilai hasil analisis R/C yaitu:

 Jika nilai R/C > 1, maka dapat dikatakan bahwa kegiatan usahatani menguntungkan dan layak untuk diusahakan (setiap biaya yang dikeluarkan

untuk usahatani jagung manis akan menghasilkan penerimaan yang lebih besar dari biaya yang dikeluarkan). Makin tinggi nilai R/C, maka makin tinggi pula total penerimaan yang diperoleh.

 Jika nilai R/C = 1, maka dapat dikatakan bahwa kegiatan usahatani berada pada titik impas, yaitu tidak menghasilkan keuntungan dan tidak mengalami kerugian (jumlah biaya yang dikeluarkan untuk usahatani jagung manis akan menghasilkan penerimaan yang sama dengan biaya yang dikeluarkan).

 Jika nilai R/C < 1, maka dapat dikatakan bahwa kegiatan usahatani tidak memberikan keuntungan, sehingga tidak layak untuk diusahakan (setiap biaya yang dikeluarkan untuk usahatani jagung manis akan menghasilkan penerimaan yang lebih kecil dari biaya yang dikeluarkan).

Analisis Balas Jasa dalam Usahatani

Balas jasa dalam usahatani perlu diperhitungkan, seperti balas jasa terhadap seluruh modal, balas jasa terhadap lahan, serta balas jasa terhadap tenaga kerja keluarga. Balas jasa terhadap seluruh modal (return to total capital) dapat diperhitungkan sebagai berikut:

Return to Total Capital = Net Farm Income– Nilai Tenaga Kerja Keluarga Pendapatan bersih usahatani (net farm income) merupakan ukuran yang diperoleh keluarga petani dari penggunaan faktor produksi kerja, modal (sendiri dan pinjaman), dan pengelolaan (Kay et al. 2005). Pendapatan bersih usahatani merupakan selisih dari pendapatan kotor usahatani (gross farm income) dan pengeluaran total usahatani (total farm expenses).

Pendapatan kotor usahatani (gross farm income) merupakan nilai produk total usahatani dalam jangka waktu tertentu, baik dijual maupun tidak dijual. Pengeluaran total usahatani (total farm expenses) merupakan nilai semua masukan yang habis dipakai, baik tunai maupun tidak tunai. Dalam perhitungan balas jasa terhadap seluruh modal (return to total capital), nilai dari tenaga kerja dalam keluarga tidak dimasukkan ke dalam perhitungan pengeluaran total usahatani (Kay et al. 2005). Secara lebih rinci, perhitungan return to total capital pada usahatani jagung manis petani responden dapat dilihat pada Tabel 6.

Tabel 6 Return to total capital dari usahatani jagung manis

No. Keterangan Nilai (Rp)

1. Pendapatan kotor usahatani a

2. Pengeluaran total usahatani (tanpa TKDK) b

3. Net farm income c = a-b

4. Nilai tenaga kerja keluarga d

5. Return to total capital e = c-d

Balas jasa terhadap lahan yang digunakan untuk melakukan kegiatan usahatani perlu diperhitungkan untuk melihat apakah sebaiknya lahan disewakan atau tetap digunakan untuk melakukan kegiatan usahatani. Balas jasa terhadap lahan (return to land) dapat diperhitungkan sebagai berikut:

Return to Land = Net Farm Earnings– Nilai Sewa Lahan

Penghasilan bersih usahatani (net farm earnings) merupakan ukuran imbalan kepada sumberdaya milik keluarga yang dipakai dalam melakukan kegiatan usahatani (Kay et al. 2005). Nilai penghasilan bersih usahatani diperoleh dari selisih antara pendapatan bersih usahatani (net farm income) dan bunga modal pinjaman. Pinjaman dalam usahatani tidak hanya dalam bentuk uang, namun dapat juga dalam bentuk natura atau barang. Dalam perhitungan balas jasa terhadap lahan, nilai dari seluruh komponen sewa lahan tidak dimasukkan ke dalam perhitungan pengeluaran total usahatani (total farm expenses). Secara lebih rinci, perhitungan return to land pada usahatani jagung manis petani responden dapat dilihat pada Tabel 7.

Tabel 7 Return to land dari usahatani jagung manis

No. Keterangan Nilai (Rp)

1. Pendapatan kotor usahatani a

2. Pengeluaran total usahatani (tanpa sewa lahan) b

3. Net farm income c = a-b

4. Bunga modal Pinjaman d

5. Net farm earnings e = c-d

6. Nilai sewa lahan f

7. Return to land g = e-f

Selain balas jasa terhadap seluruh modal dan balas jasa terhadap lahan, balas jasa terhadap tenaga kerja keluarga (return to family labor) juga perlu diperhitungkan untuk melihat apakah sebaiknya petani menjadi buruh atau tetap mengusahakan usahatani sendiri. Balas jasa terhadap tenaga kerja keluarga (return to family labor) dapat diperhitungkan sebagai berikut:

Return to Family Labor = Net Farm Earnings– Bunga Modal Petani Secara lebih rinci, perhitungan return to family labor pada usahatani jagung manis petani responden dapat dilihat pada Tabel 8.

Tabel 8 Return to family labor dari usahatani jagung manis

No. Keterangan Nilai (Rp)

1. Net farm income a

2. Bunga modal pinjaman b

3. Net farm earnings c = a-b

4. Bunga modal petani d

Definisi Operasional

Beberapa variabel yang digunakan untuk mengidentifikasi usahatani dan menganalisis pendapatan usahatani jagung manis antara lain:

1. Petani pemilik adalah petani yang memiliki lahan dan mengusahakan lahannya sendiri. Petani pemilik menggunakan seluruh lahannya untuk kegiatan usahatani jagung manis.

2. Petani penggarap adalah petani yang mengusahakan lahan milik orang lain dalam melakukan kegiatan usahatani jagung manis.

3. Umur jagung manis adalah jumlah hari atau waktu antara tanam dan panen. 4. Jarak tanam adalah jauhnya perbedaan dari satu jagung manis ke jagung manis

disekitarnya pada saat ditanam (cm).

5. Pupuk adalah zat tambahan yang digunakan petani untuk meningkatkan kesuburan tanaman jagung manis (Urea, SP-36, KCl, Phonska, dan pupuk kandang).

6. Pestisida adalah zat kimia yang digunakan oleh petani untuk menanggulangi hama dan penyakit yang menyerang tanaman jagung manis. Pestisida yang digunakan berupa pestisida cair dan pestisida padat.

7. Tenaga kerja adalah jumlah tenaga kerja yang digunakan dalam proses produksi dalam satu musim tanam (mulai dari pengolahan lahan hingga panen), baik yang berasal dari dalam keluarga maupun luar keluarga. Dalam teknis perhitungan, digunakan konversi tenaga kerja dengan cara membandingkan tenaga kerja pria sebagai ukuran baku. Tenaga kerja wanita dikonversi ke dalam HKP dengan angka konversi yang diperoleh dari hasil pembagian antara rata-rata upah tenaga kerja wanita dengan rata-rata upah tenaga kerja pria.

8. Produksi total adalah total produksi pada sebidang tanah dengan luasan lahan tertentu dalam satu musim tanam, yang diukur dalam satuan kilogram tongkol basah jagung.

9. Panen jagung manis dilakukan sekitar umur 75-80 hari setelah tanam.

10.Biaya total merupakan penjumlahan dari biaya tunai dan biaya yang diperhitungkan.

11.Biaya tunai adalah besarnya nilai uang tunai yang dikeluarkan petani untuk membeli pupuk TSP, pupuk urea, pupuk phonska, pupuk kandang, benih, obat-obatan, biaya untuk membayar pajak lahan, sewa lahan, dan upah tenaga kerja luar keluarga.

12.Biaya yang diperhitungkan adalah nilai semua input yang digunakan namun tidak dalam bentuk uang tunai atau pengeluaran untuk pemakaian input milik sendiri (penyusutan alat-alat pertanian bagi petani yang memliki alat-alat pertanian), sewa lahan milik sendiri, dan pembayaran upah tenaga kerja dalam keluarga.

13.Metode perhitungan penyusutan usahatani jagung manis menggunakan metode garis lurus dengan asumsi nilai sisa adalah nol.

14.Penerimaan usahatani merupakan nilai dari penjualan produksi total yang dihasilkan. Hasil penjualan diperoleh dari perkalian antara jumlah output yang dihasilkan dengan tingkat harga output.

15.Pendapatan usahatani merupakan selisih antara total penerimaan dan total biaya usahatani. Perhitungan pendapatan usahatani dilakukan atas biaya tunai

dan biaya total. Pendapatan atas biaya tunai merupakan selisih antara penerimaan total dengan biaya tunai usahatani, sedangkan pendapatan atas biaya total merupakan selisih antara penerimaan total dengan biaya total usahatani.

16.R/C yaitu perbandingan antara total penerimaan dengan total biaya usahatani. 17.Harga jual jagung manis adalah harga yang diterima petani pada saat panen di

daerah penelitian dan diukur dalam satuan rupiah per kilogram.

GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN

Dokumen terkait