ULTIMATE SUPPLY CHAIN Gambar 4 Tingkatan kompleksitas rantai pasok
4 METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu Peneltian
Penelitian ini dilakukan di daerah sentra produksi karet rakyat di Kabupaten Tebo. Lokasi dipilih secara purposive berdasarkan pertimbangan Kabupaten Tebo memiliki pasar lelang karet (PLK) yang aktif dan juga terdapat pabrik pengolahan karet (crumb rubber) sebagai alternatif pemasaran karet oleh petani. Pemilihan kecamatan dan desa dengan karakteristik yang sama yaitu kecamatan dan desa yang menghasilkan karet dan juga sesuai dengan saluran pemasaran, karena rantai pasok merupakan bagian dari sistem pemasaran yang saling terintegrasi. Penelitian dilakukan pada Desember 2014 sampai dengan Februari 2015.
Jenis dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan merupakan data primer dan data sekunder. Perolehan data primer mengikuti aliran komoditi pemasaran karet dengan cara wawancara secara langsung dengan informan yang memiliki kompetensi dan terlibat pada aktifitas pemasaran serta observasi dilapangan. Data primer yang dihimpun merupakan data karakteristik responden, kondisi rantai pasok, harga disetiap anggota rantai pasok, biaya produksi, nilai output dan input. Data sekunder digunakan sebagai pelengkap dalam penelitian yang diperoleh berdasarkan penelitian terdahulu atau literatur terkait . Data dalam penelitian ini bersumber dari berbagai instansi terkait seperti Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi, Badan Pusat Statistik, Jurnal Nasional maupun Internasional, serta rata-rata penjualan karet oleh masing-masing pabrik crumb rubber selama Tahun 2013- 2015, bersumber dari Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (GAPKINDO), Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) Jambi dan Pusat Kajian Karet Bogor.
Tabel 2 Jenis dan Sumber data penelitian menurut data primer dan data sekunder.
Jenis data Sumber data
Data primer :
Wawancara dan survey lapang tentang : a) Struktur rantai pasok; b) Efisiensi Kinerja rantai pasok; c) Siklus pengiriman; d) Kesesuaian dengan standar; e) Kinerja pengiriman; f) Harga jual; g) Biaya; h) Harga input lain; dan i) Upah tenaga kerja
Responden : Petani karet, pengumpul, pasar lelang, pabrik serta Dinas perkebunan Provinsi Jambi
Data sekunder :
1. Jumlah produksi karet 2. Jumlah penjualan karet
3. Data yang menunjang penelitian
1. Anggota rantai pasok karet 2. Dinas perkebunan Provinsi
Jambi
28
Metode Pengumpulan Data
Metode yang digunakan dalam pengumpulan data primer adalah metode survey dengan melakukan observasi langsung di lapangan dan pengisian kuesioner melalui wawancara kepada petani karet, pedagang pengumpul, pasar lelang, dan pabrik karet, dengan tujuan untuk memperoleh gambaran sistem rantai pasok karet dari produsen hingga ke pabrik karet. Jumlah petani yang diambil yaitu sebanyak 80 orang, pedagang pengumpul desa 4 orang, pedagang pengumpul kecamatan 2 orang dan pedagang besar 2 orang, 3 lokasi pasar lelang karet, 1 Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB), serta satu pabrik crumb rubber PT X di Kabupaten Tebo.
Pengumpulan informasi rantai pasok dari pabrik karet dilakukan secara purposive sampling. Dengan alasan pabrik PT X merupakan lokasi tempat penjualan karet akhir di Kabupaten Tebo. Ditingkat selanjutnya mengenai pemilihan pedagang dan petani didapat dari informasi pabrik karet selaku penghela karet di Kabupaten Tebo.
Metode Pengolahan dan Analisis Data
Penelitian ini menganalisis sistem pemasaran karet rakyat di Kabupaten Tebo. Dalam sistem pemasaran pertama dilakukan analisis mengenai pemasaran karet rakyat kemudian dibahas saluran pemasaran dan fungsi lembaga pemasaran karet rakyat. Saluran pemasaran melibatkan banyak lembaga pemasaran dalam proses pengaliran produk dari produsen sampai ke konsumen akhir.
Pemasaran dapat dilakukan analisis dengan pendekatan secara ekonomi dan manajemen. Analisis pemasaran secara ekonomi merupakan analisis yang dilakukan dengan beberapa pendekatan meliputi pendekatan fungsi, pendekatan lembaga, pendekatan sistem. Didalam pemasaran terdapat saluran pemasaran sehingga secara ekonomi saluran pemasaran dianalisis dengan pendekatan fungsi dan pendekatan kelembagaan. Selanjutnya dilakukan analisis efisiensi disetiap saluran pemasaran dengan pendekatan efisiensi operasional meluputi margin, farmer’s share dan rasio keuntungan biaya.
Analisis pemasaran dengan pendekatan manajemen yakni menganalisis rantai pasok pada setiap saluran pemasaran. Rantai pasok dianalisis dengan pendekatan kerangka Supply Chain Networking (SCN) meliputi struktur rantai pasok, proses bisnis rantai pasok, manajemen rantai pasok, sumber daya rantai, sasaran rantai dan kinerja rantai pasok dengan pendekatan margin, farmer’s share dan ᴨ/C ratio.
Penelitian ini menggunakan software Microsoft Office excel 2013. Sementara itu, analisis kualitatif dilakukan untuk menganalisis kerangka Supply Chain Networking (SCN) dalam mendeteksi adanya rantai pasok pada setiap saluran pemasaran karet rakyat di Kabupaten Tebo.
Analisis Marjin pemasaran di Setiap Tingkat Lembaga Pemasaran
Margin pemasaran karet di Kabupaten Tebo dapat dihitung melalui pengurangan harga penjualan dengan harga pembelian karet disetiap lembaga pemasaran yang terlibat. Perhitungan margin pemasaran juga dapat dilakukan melalui penjumlahan antara biaya pemasaran yang dikeluarkan dari adanya
29
pelaksanaan fungsi-fungsi pemasaran dengan keuntungan lembaga pemasaran yang diperoleh karena adanya sistem pemasaran.
Adapun margin pemasaran merupakan selisih dari harga jual dan harga pembelian dari masing-masing lembaga pemasaran. Margin di tingkat lembaga pemasaran (MT) yang merupakan selisih harga jual ditingkat lembaga ke-I dengan harga belinya.
Keterangan : Mt = Margin Pemasaran pada pasar tingkat ke-i Pr = Harga jual pada pasar tingkat ke-i
Pf = Harga beli pada pasar tingkat ke-i Analisis Farmer’s Share
Farmer’s Share merupakan indikator efisiensi pemasaran yang diukur untuk mengetahui apakah bagian yang diterima oleh petani sesuai atau tidak dengan harga yang dibayar konsumen akhir. Farmer’s Share berkebalikan dengan margin pemasaran. Jika margin pemasaran rendah, maka bagian yang diterima oleh petani atau farmer’s share tinggi dan sebaliknya. Secara matematis , farmer’s share dirumuskan sebagai berikut (Asmarantaka 2012) :
Keterangan : Fs = farmer’s share
Pf = Harga ditingkat petani
Pr = Harga yang dibayar pabrik karet Analisis Rasio Keuntungan dan Biaya
Analisis rasio keuntungan dan biaya dihitung secara kuantitatif. Untuk mengetahui penyebaran rasio keuntungan dan biaya pada masing-masing lembaga pemasaran dapat dirumuskan sebagai berikut:
�/� =
��
��
Keterangan :
ᴨi : keuntungan lembaga pemasaran ci : biaya pemasaran
� =��
� � %
30