• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sumber data primer dari penelitian ini adalah seri foto karya fotografer Diah Kusumawardani Wijayanti berjudul Nine Months.31 Diah yang bergerak pada jalur komersil ini memamerkan karya foto Nine Months nya di Plaza Semanggi. Dalam karya foto itu ditampilkan sejumlah perempuan dari berbagai usia serta profesi yang sedang hamil 9 bulan. Karya foto Diah, Nine Months, dipilih karena karya foto ini, menurut saya, adalah salah satu karya tentang perempuan yang cukup berbeda, yang pernah dikerjakan oleh fotografer Indonesia.

Selain itu, kehamilan adalah salah satu tanda biologis paling purba dari sifat keperempuanan. Secara biologis, hanya perempuan yang memiliki rahim dan rahimlah yang memungkinkan seseorang untuk hamil. Pada saat itu, tubuh perempuan secara natural mengalami perubahan, dari yang semula proporsional menjadi semakin besar di sana-sini.

Dari foto-foto yang menampakkan salah satu tanda keperempuanan yang paling purba itu, saya ingin melihat bagaimana tubuh perempuan diartikulasikan dalam sebuah karya fotografi. Lewat kameranya, Diah memperlihatkan karakter para perempuan itu.

19 Tubuh-tubuh hamil pun ditampilkan dengan cukup „vulgar‟. Vulgar artinya, perut yang membuncit dengan garis-garis perut yang terbentuk secara natural, benar-benar diekspos oleh Diah. Foto-foto yang diambil dengan teknik studio ini memperlihatkan bagaimana Diah secara terang-terangan mengatur pose, tata cahaya, busana, serta segi artistik dari foto ini. Dari foto yang terkesan tidak natural ini, dapat dilihat bagaimana sebenarnya si pembidik membaca tubuh perempuan yang hamil, lalu mengartikulasikannya dalam sebuah karya foto.

Dari studi atas karya foto Nine Months ini, saya berharap, bisa melihat gambaran umum tentang bagaimana tubuh perempuan diartikulasikan dalam ranah fotografi. Sebuah ranah yang sedang berkembang pesat di Indonesia, serta cukup bertanggungjawab terhadap konstruksi akan citra perempuan beserta tubuhnya.

Selain data primer, penelitian ini juga membutuhkan data sekunder berupa kajian-kajian pustaka yang dapat digunakan sebagai rujukan serta berbagai data literatur yang dapat menggambarkan tentang realitas fotografi dunia, khususnya Indonesia.

2. Teknik Pengumpulan Data

Data primer didapat dari katalog pameran serta mengunduh dari dunia maya. Untuk data sekunder, didapat dari perpustakaan, dunia maya, serta media massa baik cetak ataupun online.

3. Teknik Pengolahan Data

a. Membaca foto dengan metode fenomenologi sinis Barthes.

Untuk melakukan pembacaan terhadap foto dengan teori Barthesian ini ada tiga konsep yang penting untuk diketahui, yaitu studium, punctum, serta

20

satori. Studium adalah saat meraba-raba, mengeksplorasi unsur-unsur yang ada dalam foto. Fase ini adalah saat kita menyesuaikan indera serta pengetahuan kultural dengan objek yang ada dalam foto. Punctum adalah saat kita mulai bergerak dan berhenti pada suatu titik karena titik itu mengesankan kita. Mengesankan artinya titik pada foto itu mampu menimbulkan mourning atau

desire yang mendalam pada diri kita. Sedangkan satori adalah saat kita secara personal telah melihat sesuatu yang ada pada foto itu that has been menjadi that has there. Saat satori adalah saat dimana kita telah benar-benar „mengalami‟ foto secara personal. Seperti ada sebuah pandangan (look) yang memancar dari foto.

Studium selalu memiliki kode, sementara punctum tidak. Melihat foto adalah sebuah perjalanan dari studium ke punctum untuk memulihkan foto yang mengancam kita. Menurut Barthes, ketika mencapai momen satori, kita telah mencapai sebuah kegilaan foto.

b. Menganalisa dengan teori milik Susan Sontag serta teori milik Naomi Wolf.

Setelah meminjam metode fenomenologi sinis milik Barthes, foto yang menimbulkan titik luka itu dianalisa dengan teori foto Sontag yang amat signifikan membeberkan bagaimana fotografi bisa menjadi media pencipta realita.

Selanjutnya, agar pembacaan terhadap foto-foto ini tidak lepas dari konten, maka perlu diramu dengan teori tentang perempuan bahwa tubuh perempuan dikonstruksi serta diartikulasi oleh ideologi patriarkal. Sehingga perempuan terperangkap dalam mitos-mitos kecantikan yang diibaratkan seperti sebuah Iron Maiden.

21

c. Meramu hasil pembacaan dan analisa dengan gambaran dunia fotografi di Indonesia.

Setelah melakukan pembacaan foto, dan menganalisanya dengan teori milik Sontag dan Naomi Wolf, perlu dilakukan analisa lanjutan agar foto yang dibaca tidak lepas dari konteks. Analisa ini bertujuan membuktikan asumsi dasar dari seluruh penelitian ini, bahwa dunia fotografi Indonesia yang maskulin mempengaruhi bagaimana tubuh perempuan diartikulasikan dalam sebuah karya foto. Analisa ini dilakukan dengan menggunakan berbagai gambaran dunia fotografi di dunia serta Indonesia pada khususnya.

I. SKEMA PENULISAN

Hasil penelitian ini akan disusun dalam lima bab. Bab pertama adalah Pendahuluan yang terdiri dari latar belakang, tema penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitan, pentingnya peneltian, tinjauan pustaka, kerangka teoritis serta metode penelitian.

Bab kedua adalah Gambaran Umum atau konteks dari objek penelitian ini. Dalam penelitian dengan objek foto perempuan hamil sembilan bulan ini, maka konteks yang digambarkan adalah tentang sejarah fotografi secara umum, serta Indonesia pada khususnya. Selain itu, dalam bab ini juga akan digambarkan tentang bagaimana tubuh perempuan dicitrakan serta dikonstruk untuk menjadi „cantik yang sempurna‟ dalam dunia fotografi di Indonesia.

Bab ketiga adalah bagian yang berisi data-data pokok dalam penelitian ini. Bab ini akan mengupas habis imaji tubuh perempuan dalam seri foto Nine Months

22 karya Diah Kusumawardani. Singkatnya, bab ini akan berbicara mengenai studium dari seri Nine Months.

Bab keempat adalah jawaban dari rumusan masalah yang telah saya paparkan di atas. Bab ini akan menjabarkan tentang bagaimana fotografi menjadi medium pembentuk realitas yang maskulin serta tentang bagaimana fotografi menjadi medium yang mengartikulasikan tubuh perempuan. Penjabaran tersebut akan dilakukan melalui titik-titik yang telah mulukai saya (punctum) dalam seri Nine Months itu. Dalam bab ini juga akan berisi satu titik refleksi penulis yang melihat bahwa sekarang ini gambar-gambar fotografis telah menjadi semacam sampah visual, yang ironisnya –malah- dirayakan bersama-sama.

Bab kelima adalah Penutup yang berisi kesimpulan dari seluruh penelitian ini.

23