• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris, yaitu cara atau prosedur yang digunakan untuk memecahkan masalah penelitian dengan meneliti data sekunder terlebih dahulu untuk kemudian dilanjutkan dengan meneliti data primer yang ada di lapangan.21 Data yang diperoleh langsung dari masyarakat dinamakan data primer, sedangkan data yang diperoleh melalui bahan kepustakaan disebut data sekunder.22

8. Spesifikasi Penelitian

Spesifikasi penelitian dalam penulisan hukum ini adalah bersifat deskriptif analitis, yaitu menggambarkan keadaan dari obyek yang diteliti dan sejumlah faktor-faktor yang mempengaruhi data yang diperoleh itu dikumpulkan, disusun, dijelaskan, kemudian dianalisis. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk melukiskan tentang sesuatu hal di daerah tertentu dan pada saat tertentu.23

Penelitian ini dikatakan deskriptif karena hasil-hasil yang diperoleh dari penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran secara menyeluruh dan sistematis mengenai peran pemerintah daerah dalam melestarikan kerajinan kuningan Juwana terkait dengan perlindungan hukum Hak atas Kekayaan Intelektual terhadap karya kerajinan kuningan di Juwana, Pati.

21

Soerjono S dan Sri Mamudji, Penelitian Hukum Normatif, Suatu Tinjauan Singkat, Rajawali Press, Jakarta, 1985, Hal. 1.

22

Ronny Hanitijo Soemitro, Metodologi Penelitian Hukum dan Jurimetri, Ghalia Indonesia, Jakarta, 1990, Hal. 10.

23

Dikatakan analitis karena terhadap data yang diperoleh selanjutnya akan dilakukan analisis dari aspek yuridis dan sosio ekonomis terhadap penyebab terjadinya permasalahan hukum yang timbul akibat pelanggaran terhadap karya kerajinan kuningan di Juwana, Pati dan perlindungan terhadap karya tersebut.

9. Jenis dan Sumber Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari:

a. Data Primer adalah data yang diperoleh dari penelitian di lapangan. Data ini diperoleh dengan melakukan penelitian di lapangan (field research). Penelitian lapangan ini dilakukan dengan cara interview atau wawancara, yaitu teknik pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan langsung kepada responden. Sifat interview yang dilakukan adalah interview bebas terpimpin. Dalam melakukan penelitian dimungkinkan tidak hanya menggunakan pertanyaan yang disediakan secara tertulis dalam bentuk daftar pertanyaan, tetapi dapat dilakukan pengembangan pertanyaan sepanjang tidak menyimpang dari permasalahan.

b. Data Sekunder adalah data yang bersumber dari penelitian kepustakaan (library research). Penelitian kepustakaan dimaksudkan untuk membandingkan antara teori dan kenyataan di lapangan. Melalui studi kepustakaan ini diusahakan pengumpulan data dengan mempelajari buku-buku, majalah, surat kabar, artikel dari internet, serta referensi

lain yang berhubungan dengan penelitian ini. Adapun data sekunder ini mencakup :

1. Bahan hukum primer merupakan bahan hukum yang berkaitan dengan permasalahan yang akan diteliti, yaitu Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta serta peraturan terkait di bawahnya dan ketentuan-ketentuan lain yang mempunyai korelasi dengan permasalahan yang akan diteliti.

2. Bahan hukum sekunder merupakan bahan hukum yang erat hubungannya dengan bahan hukum primer yang dapat membantu menganalisa dan memahami bahan hukum primer seperti buku-buku referensi, hasil-hasil penelitian, karya ilmiah yang relevan dengan penelitian ini.

3. Bahan hukum tersier merupakan bahan hukum penunjang yang mencakup bahan yang memberi petunjuk atau informasi, penjelasan terhadap bahan hukum primer maupun sekunder seperti kamus bahasa, kamus ilmiah, surat kabar, media informasi dan komunikasi lainnya.

10. Populasi dan Teknik Sampling

Populasi adalah seluruh objek atau seluruh individu atau seluruh gejala atau seluruh kejadian atau seluruh unit yang akan diteliti.24 Dalam penelitian ini untuk mendapatkan gambaran yang tepat dan benar mengenai keadaan populasi cukup diambil sebagian saja untuk diteliti

24

sebagai sampel. Teknik adalah tata cara melaksanakan suatu metode dalam rangka mengumpulkan data-data. Sampel ditunjuk untuk mewakili populasi, jadi teknik penentuan sampel adalah tata cara melaksanakan suatu metode yang akan diterapkan pada suatu permasalahan hukum dengan menunjuk pada suatu populasi yang dapat mewakili dan menjawab permasalahan yang sama dalam realitas kehidupan masyarakat.

Dalam penelitian ini teknik penentuan sampel yang digunakan adalah purposive sampling yaitu dengan cara mengambil subjek yang didasarkan pada tujuan tertentu.25 Sedangkan jumlah sampel yang akan diambil Ronny Hanitijo berpendapat bahwa pada prinsipnya tidak ada peraturan yang ketat secra mutlak menentukan berapa persen sampel tersebut harus diambil dari populasi.

Berdasarkan teknik ini maka dipilihlah sampel yang cukup mewakili sesuai fungsi dan peran masing-masing pihak yang bersangkutan untuk menjawab permasalahan dalam penelitian ini. Sedang berdasarkan objek dan subjek penelitian tersebut, maka para responden yang ditentukan dalam penelitian ini adalah :

1. 2 (dua) orang pemilik perusahaan perusahaan kuningan di Juwana, Pati.

2. 3 (tiga) orang pegawai Departemen Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pati sesuai bagiannya masing-masing.

3. Ketua Ikatan Asosiasi Pengrajin Kuningan Juwana, Pati.

25

11. Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. studi kepustakaan, yaitu studi perundang-undangan dan studi

dokumenter yang ada di lokasi penelitian yang berkaitan dengan perlindungan terhadap karya cipta kerajinan kuningan Juwana.

2. wawancara/ interview digunakan untuk mengumpulkan data primer yang bersumber langsung dari para responden dengan instrumen penelitian dalam bentuk outline interview atau daftar pertanyaan yang telah disusun lebih dahulu.

12. Metode Analisis Data

Analisis data pada penelitian ini dilakukan secara kualitatif, yaitu dari data yang diperoleh kemudian disusun secara sistematis kemudian dianalisa secara kualitatif untuk mencapai kejelasan terhadap masalah yang akan dibahas. Analisa data kualitatif adalah suatu cara penelitian yang menghasilkan data deskriptif analisis, yaitu apa yang dinyatakan oleh responden secara tertulis / lisan dan juga perilakunya yang nyata, diteliti, dan dipelajari secara utuh.

Pengertian analisis disini dimaksudkan sebagai suatu penjelasan dan penginterpretasian secara logis, sistematis, dan konsisten, dimana dlakukan penelaahan data yang lebih rinci dan mendalam. Dari data yang sudah berhasil dikumpulkan dalam penelitian, baik yang berupa data primer maupun data sekunder dianalisis menggunakan metode kualitatif.26

26