Keywords: intensification of tax, the amount of the taxpayer's tax revenues
III. METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian
Metode berasal dari Bahasa Yunani “Methodos” yang berarti cara atau jalan yang ditempuh. Sehubungan
dengan upaya ilmiah, maka metode menyangkut masalah cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Fungsi metode berarti sebagai alat untuk mencapai tujuan. Penelitian atau riset berasal dari bahasa inggris “research” yang artinya adalah proses pengumpulan informasi dengan tujuan meningkatkan, memodifikasi atau mengembangkan sebuah penyelidikan atau kelompok penyelidikan. Pada dasarnya riset atau penelitian adalah setiap proses yang menghasilkan ilmu pengetahuan.
Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan bukti dan dikembangkan suatu pengetahuan sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah (Sugiyono, 2012:2). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif verifikatif dengan pendekatan kuantitatif. Dengan menggunakan metode penelitian akan diketahui hubungan yang signifikan antara variabel yang diteliti sehingga kesimpulannya akan memperjelas gambaran mengenai objek yangditeliti.
Pengertian metode deskriptif menurut Sugiyono (2012:29) adalah metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas (Sugiyono, 2012:29). Dalam penelitian ini metode deskriptif digunakan untuk menjelaskan kondisi
Intensifikasi
Pajak
Penerimaan
Pajak
Jumlah Wajib
Pajak OP
Siti Resmi (2003:2)
Supramono (2010:2)
Siti Kurnia Rahayu ( 2010 : 90)
Mohammad Zain (2005 : 30)
Intensifikasi Pajak dengan menganalisis data jumlah unit pembantu, data Jumlah Wajib Pajak OP dan Penerimaan Pajak Penghasilan pada KPP Pratama Majalaya tahun 2011-2015.
Sedangkan metode verifikatif menurut Sugiyono (2012:8) adalah penelitian yang dilakukan terhadap populasi atau sampel tertentu, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2012:8). Metode verifikatif digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh Intensifikasi Pajak dan Jumlah Wajib Pajak OP terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan.
3.2 Operasionalisasi Variabel
Variabel penelitian adalah suatu atribut seseorang atau objek yang mempunyai variasi antara satu orang dengan yang lain atau satu objek dengan objek yang lain (Sugiyono, 2013:3).
Operasionalisasi variabel diperlukan untuk menentukan jenis dan indikator dari variabel-variabel yang terkait dalam penelitian ini.
Tabel 3.1
Operasionalisasi Variabel
3.3 Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data 3.3.1 Sumber Data
Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan oleh penulis adalah sumber data sekunder. Data sekunder diperoleh secara tidak langsung atau melalui sumber lain yang sudah tersedia sebelum penulis melakukan penelitian. Data-data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari laporan bulanan penerimaan pajak yang berhubungan dengan topik permasalahan yang diteliti, yaitu data tentang penerimaan pajak penghasilan, data jumlah wajib pajak OP dan data jumlah unit pembantu pada KPP Pratama Majalaya periode 2011-2015.
3.3.2 Teknik Pengumpulan Data Sekunder
Teknik pengumpulan data sekunder yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1) Observasi
Menurut Sugiyono (2010:144) observasi merupakan teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain. Observasi tidak terbatas pada orang, tetapi juga objek-objek alam yang lain. Dari pengertian tersebut penulis menyimpulkan bahwa observasi yaitu mengumpulkan data dengan jalan dengan mengadakan pengamatan secara langsung maupun tidak langsung. Teknik pengumpulan data
Variabel Konsep Indikator Skala
Intensifikasi Pajak (X1)
Intensifikasi adalah upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan penerimaan daerah yang ditempuh melalui peningkatan kepatuhan subjek pajak yang telah ada.
(Suparmo, 2010:2)
Penambahan unit-unit pembantu.
(DJP Nomor SE/06/PJ.9/2001)
Rasio
Jumlah Wajib Pajak OP
(X2)
Wajib Pajak adalah orang pribadi atau badan yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan ditentukan untuk melakukan kewajiban perpajakan, termasuk pemungut pajak dan pemotong pajak tertentu.
(Siti Resmi, 2011 : 75)
Jumlah Wajib Pajak OP Terdaftar
(Siti Resmi, 2011:75)
Rasio
Penerimaan Pajak Pengasilan
(Y)
Penerimaan pajak merupakan sumber penerimaan yang dapat diperoleh secara terus menerus dan dapat dikembangkan secara optimal sesuai kebutuhan pemerintah serta kondisi masyarakat.
(John Hutagaol, 2007:189)
Realisasi Penerimaan Pajak
(Siti Kurnia Rahayu, 2010:93)
yang dilakukan dengan cara mempelajari dan mengadakan pengamatan secara langsung ke dalam perusahaan untuk mendapatkan bukti-bukti yang dapat mendukung dan melengkapi hasil penelitian pada KPP Pratama Majalaya.
2) Wawancara
Menurut Sugiyono (2013:34) merupakan salah satu tekhnik pengumpulan data yang dapat dilakukan secara langsung berhadapan dengan yang diwawancarai. Dari pendapat tersebut penulis dapat menyimpulkan bahwa wawancara yaitu teknik pengumpulan data mengadakan tanya jawab secara langsung dengan yang diwawancarai yaitu antara penulis dan pihak yang berhubungan dengan objek yang sedang diteliti. Penulis melakukan wawancara dengan bagian Penerimaan pada KPP Pratama Majalaya.
3) Dokumentasi
Pengertian dokumentasi menurut Husein Umar (2013:30) merupakan pengumpulan data yang dilakukan dengan menelaah dokumen-dokumen yang terdapat pada perusahaan. Dari penjelasan tersebut penulis dapat menyimpulkan bahwa dokumentasi yaitu mengumpulkan dokumen - dokumen yang tertulis berupa data yang akan diteliti. Dokumen yang diberikan bagian akuntansi kepada penulis yaitu dokumen dokumen tentang data data karyawan, data jumlah wajib pajak dan dokumen dokumen tentang penerimaan pajak.
3.4 Populasi dan Penarikan Sampel 3.4.1 Populasi
Menurut sugiyono (2012:61) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Adapun unit analisis dalam penelitian ini adalah 60 Laporan penerimaan pajak bulanan, data jumlah wajib pajak op serta data jumlah unit pembantu yang ada pada KPP Pratama Majalaya selama 5 tahun yaitu tahun 2011 sampai dengan 2015.
3.4.2 Penarikan Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 2013:62). Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Nonprobability sampling, dengan jenis
sampling jenuh.
Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil. Istilah lain sampel jenuh adalah sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel (Sugiyono,2012:84).
Sampel jenuh/sensus digunakan karena jumlah populasi dalam penelitian ini relatif kecil dan relatif mudah dijangkau, serta diharapkan hasilnya dapat cenderung mendekati nilai sesungguhnya dan diharapkan dapat memperkecil pula terjadinya kesalahan/penyimpangan data. Dengan demikian sampel dalam penelitian ini adalah 60 Laporan penerimaan pajak bulanan, data jumlah wajib pajak op, serta jumlah unit pembantu pada KPP Pratama Majalaya tahun 2011-2015.
3.4.3 Tempat Penelitian
Dalam penyusunan penelitian ini, lokasi penelitian dilakukan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Majalaya Jl. Peta No. 7 Suka Asih, Bojongloa Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat, 40232.
3.5 Metode Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data (Sugiyono, 2013:224).
3.5.1 Pengumpulan Data Sekunder
Dalam penelitian ini data sekunder yang digunakan adalah laporan penerimaan pajak penghasilan bulanan dan data jumlah wajib pajak OP serta data penambahan unit pembantu. Dimana data tersebut diperoleh langsung dari KPP Pratama Majalaya.
3.5.2 Uji Asumsi Klasik
Dalam penelitian ini Menurut Gujarati (2006:56), untuk memperoleh hasil yang lebih akurat dan model regresi tidak bias atau model regresi Best Linier Unbiased Estimator (BLUE) pada analisis regresi linier berganda, maka perlu dilakukan uji asumsi klasik terlebih dahulu.
Berikut penjelasan menurut Husein Umar (2008:77-84) mengenai beberapa uji asumsi klasik yang harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum menggunakan analisis regresi linier berganda sebagai alat untuk menganalisis pengaruh variabel-variabel yang diteliti, terdiri atas :
1. Uji Normalitas
Uji normalitas berguna untuk mengetahui apakah variabel independen atau dependen atau keduanya berdistribusi normal, mendekati normal, atau tidak. Jika data berdistribusi normal maka model regresi dapat digunakan.
2. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas berguna untuk mengetahui apakah pada model regresi yang diajukan telah ditemukan korelasi kuat antar variabel independen. Jika terjadi korelasi kuat, maka terdapat masalah multikolinearitas yang harus diatasi. Model regresi yang baik yaitu tidak terdapatnya multikolinearitas atau tidak terjadi korelasi antar variabel independen.
3. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk mengetahui apakah dalam sebuah model regresi, terjadi ketidaksamaan varians dari residual suatu pengamatan ke pengamatan lain. Jika varians dari residula suatu pengamatan ke pengamatan lain tetap, disebut homoskedastisitas, sedangkan jika berbeda disebut dengan heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah model yang heteroskedastisitas.
4. Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi berguna untuk mengetahui apakah dalam sebuah model regresi linear terdapat hubungan yang kuat baik positif maupun negatif antar data yang ada pada variabel-variabel penelitian. Jika tejadi korelasi, maka hal tersebut dinamakan adanya permasalahan autokorelasi.
3.5.3 Metode Analisis Data
Peneliti melakukan analisa terhadap data yang telah diuraikan dengan menggunakan metode :
1. Analisis Regresi Linier Berganda.
Analisis regresi linier berganda adalah analisis untuk mengukur besarnya pengaruh antara dua atau lebih variabel independen terhadap satu variabel dependen dan memprediksi variabel dependen dengan menggunakan variabel independen (Duwi Priyatno, 2012:217). Analisis regresi linier berganda yang peneliti gunakan memiliki tujuan untuk menerangkan seberapa besar laba bersih dipengaruhi oleh biaya operasional dan volume penjualan.
2. Analisis Korelasi
Analisis korelasi bertujuan untuk mengukur kekuatan asosiasi (hubungan) linier antara dua variabel. Korelasi juga tidak menunjukkan hubungan fungsional. Dengan kata lain, analisis korelasi tidak membedakan antara variabel dependen dengan variabel independen. Dalam analisis regresi, analisis korelasi yang digunakan juga menunjukkan arah hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen selain mengukur kekuatan asosiasi (hubungan).
3. Analisis Koefisiensi Determinasi
Analisis Koefisiensi Determinasi (KD) digunakan untuk melihat seberapa besar variabel independen (X) berpengaruh terhadap variabel dependen (Y) yang dinyatakan dalam persentase.
3.6 Metode Pengujian Data 3.6.1 Uji Hipotesis
Dalam penelitian ini yang akan diuji adalah Pengaruh Intensifikasi Pajak dan Jumlah Wajib Pajak OP Terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan pada KPP Pratama Majalaya. Rancangan pengujian hipotesis ini dinilai dengan penetapan hipotesis nol dan hipotesis alternatif, penelitian uji statistik dan perhitungan nilai uji statistik, perhitungan hipotesis, penetapan tingkat signifikan dan penarikan kesimpulan.
IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN