• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

C. Metode Penelitian

Metode yang dianggap cocok dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode penelitian Research and Development (R&D). Peneliti menggunakan Research and Development (R&D) untuk mengembangkan dan memperbaiki model pembelajaran pendidikan agama Islam khususnya materi salat yang digunakan di SMPN I Cugenang. Pengembangan ini bertujuan untuk menyempurnakan proses pembelajaran yang dilakukan dari sebelumnya, hasil akhir dari pengembangan ini adalah menghasilkan produk baru berupa model pembelajaran kontekstual yang ilmu-amaliah dan amal-ilmiah. Langkah-langkah penelitian dan pengembangan ditunjukkan pada gambar di bawah ini:

Muhamad Parhan, 2014

PENGEMBANGAN MOD EL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN PENCAPAIAN ILMU-AMALIAH D AN AMAL-ILMIAH

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu|perpustakaan.upi.edu

Sementara Borg dan Gall merinci sepuluh tahapan penelitian reseach and development sebagai berikut:

1. Reseach and Development collecting (mengumpulkan hasil penelitian dan informasi). Pengukuran kebutuhan, studi literatur, penelitian dalam skala kecil dan pertimbangan-pertimbangan dari segi nilai.

2. Planning (perencanaan). Menyusun rencana penelitian, meliputi kemampuan-kemampuan yang diperlukan dalam pelaksanaan penelitian, rumusan tujuan yang hendak dicapai dengan penelitian tersebut, desain atau langkah-langkah penelitian, kemungkinan pengujian dalam lingkup terbatas.

3. Develop preliminary form of product (mengembangkan bentuk produk awal). Pengembangan bahan pembelajaran, proses pembelajaran dan instrumen evaluasi.

4. Preliminary field testing (pengujian lapangan pendahuluan). Uji coba di lapangan pada satu sampai tiga sekolah dengan enam sampai dengan

Potensi dan Masalah Pengumpulan Data Desain Produk Validasi Desain Revisi Desain Ujicoba Produk Revisi Produk Ujicoba Pemakaian Revisi Produk Produksi Masal

Muhamad Parhan, 2014

PENGEMBANGAN MOD EL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN PENCAPAIAN ILMU-AMALIAH D AN AMAL-ILMIAH

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu|perpustakaan.upi.edu

duabelas subjek ujicoba. Selama ujicoba diadakan pengamatan, wawancara dan pengedaran angket.

5. Main product revision (revisi produk utama). Memperbaiki atau menyempurnakan hasil uji coba.

6. Main field testing (uji lapangan utama). Penelitian diadakan pada lima sampai lima belas sekolah dengan subjek tigapuluh sampai seratus orang. Data-data kuantitatif dari survey penelitian tersebut dikumpulkan. Hasilnya dievaluasi sesuai dengan tujuan penelitian dan dibandingkan dengan grup yang jadi pembanding, bila perlu.

7. Operational product revision (revisi produk operasional). Menyempurnakan produk hasil uji lapangan.

8. Operational field testing (uji lapangan operasional). Penelitian diadakan sepuluh sampai tigapuluh sekolah, subjeknya antara empatpuluh sampai duaratus orang subjek. Dengan menggunakan wawancara, observasi, dan quisioner, data dikumpulkan dan dianalisis.

9. Final product revision (revisi produk akhir). Penyempurnaan didasarkan masukan dari uji pelaksanaan lapangan.

10.Dissemination and implementation (penyebaran dan penerapan). Melaporkan hasilnya dalam pertemuan profesional dan dalam jurnal. Bekerjasama dengan penerbit untuk penerbitan. Memonitor penyebaran untuk pengontrolan kualitas.

Langkah-langkah yang disarankan oleh Borg dan Gall tersebut merupakan langkah pengembangan produk dalam dunia industri, dengan target menghasilkan produk dalam bidang industri. Langkah-langkah tersebut akan diadaptasi dalam penelitian pengembangan model dalam dunia pendidikan dengan melakukan beberapa modifikasi disesuaikan dengan masalah dan tujuan penelitian pengembangan model pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan pencapaian ilmu-amaliah dan amal-ilmiah yang dilakukan studi pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di SMPN I Cugenang.

Muhamad Parhan, 2014

PENGEMBANGAN MOD EL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN PENCAPAIAN ILMU-AMALIAH D AN AMAL-ILMIAH

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu|perpustakaan.upi.edu D. Tahapan Penelitian

Tahapan penelitian dikelompokkan dalam tiga tahapan utama, tahapan itu adalah: tahap studi pendahuluan, tahap studi pengembangan, dan tahap evaluasi. Tahap pertama, melakukan studi pendahuluan yang akan dilakukan dengan studi literatur mengenai pembelajaran kontekstual dan pembelajaran salat yang ilmu-amaliah dan amal-ilmiah, setelah melakukan studi literatur dilanjutkan dengan studi lapangan mengenai proses pembelajaran pendidikan agama Islam yang dilakukan di SMPN I Cugenang khususnya proses pembelajaran mengenai materi salat, setelah itu dilakukan kemudian peneliti mendeskripsikan temuan dan mendeskripsikan model faktual pembelajaran pendidikan agama Islam yang terjadi di SMPN I Cugenang, kemudian peneliti melihat hal apa yang harus dikembangkan, ditingkatkan, dan diperbaiki dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam mengenai materi salat.

Langkah kedua, melakukan tahap studi pengembangan, yang dilakukan pertamakali dalam studi pengembangan adalah menyusun perangkat pengembangan model pembelajaran kontekstual mengenai materi pendidikan agama Islam khususnya materi salat, peneliti mencoba memberi treatment pada pembelajaran tersebut dengan model pembelajaran kontekstual yang langkah kerjanya dituangkan dalam proses pembelajaran, dari mulai input, proses belajar mengajar sampai dengan evaluasi. Setelah model pengembangan dibuat langkah selanjutnya peneliti melakukan uji coba model pengembangan tersebut dalam proses pembelajaran salat, setelah ditemukan kelemahan-kelemahan dari pelaksanaan uji coba model yang telah dilakukan, peneliti mencoba mengevaluasi temuan dari pelaksanaan uji coba model tersebut, dan setelah dilakukan evaluasi dan perbaikan, peneliti mengujicobakannya lagi melalui uji coba model berikutnya dengan materi yang sama yaitu materi tentang salat, kemudian setelah mengujicobakan tersebut peneliti menemukan hal-hal yang harus diperbaiki dan

Muhamad Parhan, 2014

PENGEMBANGAN MOD EL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN PENCAPAIAN ILMU-AMALIAH D AN AMAL-ILMIAH

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu|perpustakaan.upi.edu

harus disempurnakan dalam pembelajaran selanjutnya, maka peneliti melakukan evaluasi dan penyempurnaan atas uji coba model sebelumnya, hal ini dilakukan peneliti dengan menggunakan pengujicobaan model sampai menemukan model hipotetik yang tepat dalam penyampaian materi tentang salat. Model hipotetik merupakan model final dalam pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran salat.

Setelah tahap pengembangan dilakukan, maka tahap berikutnya adalah tahapan evaluasi, dalam evaluasi ini peneliti melihat sampai sejauh mana tingkat efektivitas model pembelajaran yang peneliti kembangkan, hal pertama yang dilakukan adalah memberikan tes awal berupa angket kepada peserta didik sebelum menggunakan model hipotetik pembelajaran kontekstual, kemudian peneliti mencoba mgngujicobakan model dan mengimplementasikan dalam pembelajaran salat dengan menggunakan model pembelajaran kontekstual, setelah pembelajaran dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran kontekstual dalam menyampaikan materi tentang salat, kemudian peneliti melakukan tes akhir dengan memberikan angket kepada peserta didik, apabila terdapat efektivitas dan peningkatan hasil pembelajaran dari penggunaan model sebelumnya, maka model hipotetik tersebut menjadi model final yang digunakan dalam menyampaikan materi tentang salat dalam pelajaran pendidikan agama Islam. Visualisasi tahapan penelitian tersebut sebagaimana di bawah ini:

Muhamad Parhan, 2014

PENGEMBANGAN MOD EL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN PENCAPAIAN ILMU-AMALIAH D AN AMAL-ILMIAH

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu|perpustakaan.upi.edu

Tahapan penelitian yang akan peneliti lakukan seperti dalam gambar di bawah ini:

1. TAHAP STUDI PENDAHULUAN

Studi Literatur

Studi lapangan tentang bentuk pembelajaran PAI yang sedang

terjadi Deskripsi dan analisis temuan (Model Faktual) Penyusunan perangkat pengembangan model pembelajaran kontekstual Penerapan treatment pengembangan model pembelajaran kontekstual 2. TAHAP STUDI PENGEMBANGAN

Uji Coba Model

Evaluasi dan Perbaikan Model Hipotetik Evaluasi dan Penyempurnaan 1. Tes Awal 2. Implementasi Model 3. Tes Akhir 3. TAHAP EVALUASI MODEL

Dokumen terkait