BAB III METODE PENELITIAN
3.2 Metode Penelitian
Alat yang digunakan dalam proses penelitian “Pengendalian Akar Gada Pada Sawi Hijau (Brassica juncea l) Menggunakan Bawang Putih (Allium sativum)” adalah bak penampung larutan bawang putih, tray, alat ukur (penggaris dan timbangan), alat tulis (bolpoin dan buku) dan kamera. Bahan yang digunakan adalah benih sawi hijau, polibag, bawang putih dan air.
3.2.2 Rancangan penelitian
Pada penelitian yang akan dilakukan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) karena tanaman sawi dibudidayakan dalam bedengan yang bersifat homogen.
Metode RAL 4 perlakuan x 5 ulangan, unit percobaan adalah bedengan.
Terdapat 20 bedengan. Masing- masing berukuran 1m x 3m , dengan jarak tanam 30cm x 30cm tiap bedengan terdapat 27 tanaman, tanaman sampel yang diamati 20 per-bedengan. penentuan tanaman sampel dilakukan secara acak, dengan tidak memperhitungkan tanaman border.
susunan sebagai berikut :
1. P0 = tanpa perlakuan (tanpa perendaman)
23
2. P1 = perendaman benih sebelum semai 3. P2 = perendaman akar bibit setelah semai 4. P3 = Penyiraman tanaman
Ulangan pada RAL:
Diperoleh dari derajat bebas galat RAL ≥15 t (n-1) ≥15
t = banyaknya perlakuan n = banyaknya ulangan t (n – 1) ≥ 15
4 (n – 1) ≥ 15 4n – 4 ≥ 15
4n ≥ 19 n = 19/4 = 4,75 Dibulatkan menjadi 5
Gambar 1. Denah Pengacakan
3.2.3 Pelaksanaan kajian
1. Penyemaian dan penanaman benih sawi hijau (brassica juncea l).
2. Proses persemaian benih sawi hijau hingga pindah tanam pada bedengan 1) Benih sawi hijau direndam dalam air hangat selama 15 menit, benih yang
mengapung dibuang dan hanya digunakan benih yang tenggelam.
2) Pada perlakuan P0 benih sawi langsung disemai pada tray
3) Pada perlakuan P1 bawang putih dihaluskan sebanyak 15 gram, kemudian dicampurkan dengan air 600ml, lalu direndam P1 selama 3 menit, kemudian disemai dalam tray menggunakan media tanah.
4) Pada perlakuan P2, bibit sawi hijau yang telah disemai selama 14 hari dan siap pindah tanam dicabut dari media, kemudian direndam akarnya kedalam fungisida bawang putih selama 3 menit
5) Pada perlakuan P3 bibit sawi yang telah pindah tanam pada bedengan disiram dengan fungisida nabati pada saat 14 hst dan 28 hst sebannyak 100ml tiap tanaman dengan konsentrasi 600ml air dengan 15 gram bawang putih tiap pagi dan sore
3. Persiapan Bedengan
Langkah pertama adalah menggemburkan tanah dengan cara mencangkul maupun menggunakan traktor. Kemudian bentuk bedengan dengan gundukan tanah setinggi 10 cm dengan lebar 1m panjang 3m . Sedangkan jarak antar bedeng adalah 50 cm sejumlah 20 bedengan.
4. Perawatan Tanaman
1. Penyiraman, penyiraman tanaman dilakukan tiap hari pagi dan sore hari.
2. Pada P3 lakukan penyiraman menggunakan fungisida bawang putih pada umur 14 hst dan 28 hst.
3. Penyulaman, penyulaman dilakukan untuk menggantikan tanaman yang rusak atau gagal tumbuh agar seluruh unit percobaan pertumbuhaannya dapat seragam. Penyulaman dilakukan pada usia tanaman maksimal 1 mst.
4. Pemeliharaan dari serangan hama dilakukan secara manual dengan pengawasan setiap harinya.
5. Penyiangan, penyiangan tanaman dilakukan apabila ada rumput atau gulma yang tumbuh di sekitar tanaman sawi hijau.
5. Panen dan pasca panen
Sawi hijau (Brassica juncea L.) dapat dipanen ketika berusia 25 – 45 hst.
Sebelum dilakukan pemanenan harus melakukan pengecekan terhadap bentuk fisik tanaman terlebih dahulu. Pemanenan dilakukan dengan mencabut tanaman sawi hijau perlahan dari bedengan, berikut tahapan pasca panen sawi hijau(Brassica juncea L):
1. Tanaman sawi hijau yang telah dipanen kemudian dicuci bersih seluruh bagiannya, batang, daun dan akar.
2. Trimming adalah proses pembersihan tanaman dari bagian – bagian yang tidak diperlukan, seperti bagian daun terluar. Bagian daun yang dibuang adalah bagian daun yang rusak akibat serangan hama atau kesalahan mekanis selama perawatan.
3.2.4 Parameter Pengamatan
Pada penelitian “Pengendalian Akar Gada Pada Sawi Hijau (Brassica juncea l) Menggunakan Bawang Putih (Allium sativum)” parameter yang diamati adalah sebagai berikut :
Penghitungan jumlah tanaman yang terserang penyakit akar gada dilakukan dengan memperhatikan gejala serangan, sebagai berikut:
1) Pada cuaca panas daun berwarna hijau kebiru dan layu seperti kekurangan air, dan akan segar kembali pada malam dan pagi hari.
A B 2) Pertumbuhan tanaman menjadi lambat dan kerdil.
Gambar 4. Contoh Tanaman Sehat (A)
Gambar 4. Contoh Tanaman Terserang
akar gada (B)
3) Dalam lingkungan basah, akar akan diserang jasad sekunder sehingga membusuk.
4) Akar membengkak seperti umbi.
Menghitung persentase serangan dengan rumus:
A
P = B x 100%
Keterangan :
P = Persentase Serangan (%) A = Jumlah tanaman yang terserang
B = Jumlah keseluruhan tanaman yang ditanam 3.2.5 Analisis Data
Hasil pengamatan berupa data – data akan diolah menggunakan analisis sidik ragam atau Analysis of Variance (ANOVA) dengan taraf signifikan 5%.
Menurut Donald H Saunders dalam buku Comparison of Three or More Sample Means: Analysis of Variance (1990) ada asumsi yang harus dipenuhi untuk melakukan uji Anova yaitu: Random sampling: sampel bersifat independen dan bebas, artinya individu sampel diambil secara acak (random) dari masing-masing
populasi atau kelompok data. Multivariate normality: distribusi gejala tiap populasi atau kelompok data adalah normal. Untuk mendapat data dengan distribusi normal, jumlah sampel bisa diperbanyak atau bisa dilakukan tes normalitas terlebih dahulu.
Homogenity of variance: setiap populasi memiliki kesamaan variansi, jika berbedapun hendaknya tidak terlalu signifikan. Kesamaan variansi dapat diketahui melalui pengujian variansi.
Uji Anova berfungsi untuk membandingkan rata-rata populasi untuk mengetahui perbedaan signifikan dari dua atau lebih kelompok data. Anova satu arah berfungsi menganalisis data yang hanya memiliki satu variabel bebas atau karena satu faktor. Tujuan Anova adalah untuk mengambil kesimpulan dengan cara menemukan kelompok data yang berbeda.
3.3 Definisi Operasional
1. Sawi yang digunakan adalah sawi varietas pertiwi
2. Trimming adalah proses pembersihan tanaman dari bagian – bagian yang tidak diperlukan, seperti bagian daun terluar. Bagian daun yang dibuang adalah bagian daun yang rusak akibat serangan hama atau kesalahan mekanis selama perawatan.
3. Persentase Serangan: Penghitugan jumlah tanaman yang terserang penyakit akar gada dilakukan Dengan memperhatikan gejala serangan,pada cuaca panas daun berwarna hijau kebiru dan layu seperti kekurangan air, dan akan segar kembali pada malam dan pagi hari Pertumbuhan tanaman menjadi lambat dan kerdil, dalam lingkungan basah, akar akan diserang jasad sekunder sehingga membusuk akar membengkak seperti umbi.
4. Uji Anova membandingkan rata-rata populasi untuk mengetahui perbedaan signifikan dari dua atau lebih kelompok data. Anova satu arah berfungsi menganalisis data yang hanya memiliki satu variabel bebas atau karena satu
faktor.
3.3 Metode Rancangan Penyuluhan