A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian sosiologis karena penelitian ini dilakukan di daerah tertentu,75 yaitu dilakukan di lingkungan kabupaten Malang. Sesuai dengan obyek kajian, maka penelitian ini diarahkan untuk mengetahui Bagaimana penentuaan waktu shalat masjid-masjid di Kabupaten Malang serta bagaimana perbedaan penentuan waktu shalat masjid-masjid di Kabupaten Malang.
Terkait dengan jenis penelitian ini, maka dapat digolongkan ke dalam penelitian deskriptif, yaitu suatu metode dalam meneliti status kelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu system pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang.76 Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat
75 Soerdjono Soekanto (2003) Penelitian Hukum Normatif. Jakarta:PT. Raja Grafindo. Hal. 12.
pecandraan secara sistematis, factual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu.77
B. Paradigma penelitian
Paradigma adalah suatu cara pandang untuk memahami dunia nyata.78 Menurut buku pedoman Syariah paradigma adalah sebuah framework tak tertulis,berupa lensa mental atau peta kognitif dalam mengamati dan memahami sesuatu yang dapat mempertajam pandangan terhadap dan bagaimana memahami data.79
Dari fenomena inilah maka peneliti menggunakan paradigma interpretif fenomenologis, karena paradigma ini digunakan dalam penelitian kualitatif yang mengarahkan pada peneliti untuk mengetahui cara masuk ke dalam dunia para subyek yang akan diteliti sedemikian rupa. Sehingga dapat memahami kehidupan sehari-hari khususnya saat berinteraksi dengan obyek yang diteliti sesuai dengan realita yang ada di lapangan. Dalam realitas terpenting adalah bagaimana manusia melukiskannya, dan menghayati dunianya.80
C. Pendekatan Penelitian
Penelitian ini termasuk penelitian study kasus kualitatif, dimana peneliti tidak hanya mengumpulkan data dari sisi kuantitasnya saja tetapi juga ingin memperoleh
77 Sumadi Suryabrata (2005) Metodologi Penelitian. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Hal . 75.
78 Deddy Mulyana (2003) Metodologi PenelitianKualitatif Paradigma baru Ilmu Komunikasi Dan Ilmu Sosial Lainnya. Cet.III: Bandung, Rosdakarya. Hal . 9.
79 Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri Malang (2005) Buku Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Malang: Fakultas Syari’ah. Hal. 10.
80 Cik Hasan Bisri (2004) Pilar-Pilar penelitian Hukum Islam dan Pranata Sosial. Jakarta: PT, Raja Grafindo persada. Hal. 270.
pemahaman yang lebih dalam dibalik fenomena yang berhasil direkam. Hal ini disebabkan karena penelitian kualitatif mempunyai hubungan erat dengan realitas sosial sebagai suatu fenomena dan ini sejalan dengan pengertian penelitian kualitatif,yaitu bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang menitikberatkan pada aspek realitas sosial dan tingkah laku manusia.81 Juga merupakan salah satu model penelitian yang mempelajari kultur masyarakat.82 Dimana peneliti tersebut, tidak untuk menguji teori tetapi dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan penentuan waktu shalat di Masjid-masjid di kabupaten malang.
D. Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah: a. Interview
Wawancara atau interview adalah suatu bentuk komunikasi verbal, jadi semacam percakapan, yang bertujuan memperoleh informasi83. Pada metode ini peneliti mendata hal-hal yang berkenaan dengan penelitian, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang telah dipersiapkan terlebih dahulu dalam suatu daftar pertanyaaan.Wawancara ini dilakukan dengan melibatkan para Ta’mir Masjid dan pihak yang bersangkutan dengan permasalahan ini.
b. Dokumentasi
Metode dokumentasi merupakan metode pengumpulan data dengan jalan mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku,
81 Lexy J. Moleong (2001) Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Hal . 23.
82 Noeng muhajir (1996) Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Rake Sarasin. Hal . 94.
surat kabar, majalah, prasasti, notulen, rapat, legger, agenda dan sebagainya84. Adapun dokumentasi yang dimaksud adalah dokumen-dokumen resmi yang sudah ada di Masjid-masjid Kabupaten Malang.
E. Sumber Data
Sumber data yang dipergunakan pada penelitian ini di bagi dua yaitu: a. Sumber Data Primer
Sumber Data primer yaitu sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber asli tanpa melui media perantara85. Data ini diperoleh langsung di lapangan, berupa hasil wawancara dengan orang-orang yang berhubungan dalam penelitian ini antara lain Ta’mir Masjid, Kyai atau tokoh masyarakat Kabupaten Malang.
b. Data Sekunder
Data sekunder yaitu sumber data yang sifatnya tambahan sebagai unsur kelengkapan penulisan. Sumber data sekunder dapat diperoleh tidak secara langsung dari sumbernya atau objek penelitian dan dapat diperoleh dari literatur ataupun hasil wawancara.86 Data sekunder diperoleh dengan menggunakan metode dokumenter di antaranya hasil penelitian.
84 Suharsimi Arikunto (1998) Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta, edisi revisi IV. Hal. 236.
85 Gabriel Amin Silalahi. Metodologi Penelitian dan Studi Kasus. Sidoarjo: CV. Citramedia,2003.. hal. 57.
F. Metode Pengolahan Data
1. Editing
Data-data yang didapat kemudian diteliti lagi apakah data yang diperoleh sudah cukup baik dan dapat segera dipersiapkan untuk proses berikutnya.87 Hal ini diperoleh dari metode penetuan waktu shalat masjid-masjid di kabupaten Malang.
2. Classifying
Seluruh data baik yang berasal dari wawancara dan lain-lain, dibaca, di telaah secara mendalam sesuai dengan kebutuhan.88 Hal ini diperoleh dari metode penetuan waktu shalat masjid-masjid di kabupaten Malang.
3. Verifiying
Tahapan selanjutnya verifying, ini dilakukan setelah data-data dari para informan telah diklasifikasikan dalam bentuk poin-poin penting, rumusan penelitian yang selanjutnya dilakukan adalah pengecekan kembali kepada informan. Dengan cara mempertanyakan ulang dengan pertanyaan dan waktu yang berbeda. Hal ini dilakukan untuk menguji validitas dari data yang telah terkumpul serta bertujuan untuk mempermudah peneliti dalam menganalisa data.89
87 Bambang sunggono, Op.Cit, hal 129.
88 Lexy J. Moleong, Op.Cit, hal 104-105.
89 Nana sudjana dan Ahwal Kusumah, Proposal penelitian: Di Perguruan Tinggi (Bandung: Sinar Baru Algasindo,2000) hal 85.
4. Analysing
Suatu proses kegiatan penyederhanaan data kedalam bentuktertentu agar lebih mudah dibaca kemudian diinterprestasikan, dari hasil wawancara.90 Dapat dianalisa dengan teori-teori yang relevan.
5. Concluding
Merupakan hasil kesimpulan suatu proses penelitian.91 Disinilah puncak dari penelitian ini, kegelisahan dan permasalahan yang disampaikan dalam latar belakang akan segera mendapatkan jawaban.
G. Metode Analisis Data
Dalam analisis data kualitatif, sebenarnya peneliti tidak harus menutup diri terhadap kemungkinan penggunaan data kuantitatif, karena data ini sebenarnya bermanfaat bagi pengembangan analisis data kualitatif itu sendiri.92 Pada dasarnya analisis data merupakan penguraian data melalui tahapan kategorisasi dan klasifikasi, perbandingan dan pencarian hubungan antar data yang secara spesifik tentang hubungan antar peubah.93
Dalam analisis data, peneliti berusaha untuk memecahkan permasalahan yang tertuang dalam rumusan masalah dengan menggunakan analisis data deskriptif kualitatif, yaitu menggambarkan suatu keadaan atau status fenomena dengan
90 Darsono wisadirana,Op Cit, hal 101.
91 Nana sudjana dan Ahwal Kusumah, Opcit hal 89.
92 Burhan Bungin (2003) Analisis Data Penelitian kualitatif. Jakarta: PT, Raja Grafindo Persada. Hal. 83.
93 Cik Hasan Bisri (2003) Penuntun Penyusunan Rencana Penelitian Dan Penulisan Skripsi Bidang Ilmu Agama Islam Jakarta: PT, Raja Grafindo persada. Hal. 66.
kata atau kalimat, kemudian dipisah menurut kategorinya untuk memperoleh kesimpulan.94
Setelah data terkumpul yang berkaitan dengan metode penentuan waktu shalat Masjid-masjid yang ada di Kabupaten Malang, peneliti akan membandingkan dengan teori yang umum dipakai yaitu metode Hisab dan Rukyat yang nantinya dapat memperoleh kesimpulan yang maksimal.
BAB IV