III. METODOLOGI PENELITIAN
3.3 Metode Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap pengumpulan data, serta tahap analisis data. Tahapan penelitian ini digambarkan secara diagramatis pada Gambar 1.
3.3.1 Tahap Persiapan
Pada tahap ini dilakukan pemilihan topik penelitian, studi literatur, pembuatan proposal dan pencarian data yang diperlukan serta metode yang digunakan untuk analisis data. Studi literatur dilakukan dengan mencari tulisan ilmiah yang berkaitan dengan perubahan penggunaan lahan, ruang terbuka hijau, dan hirarki wilayah.
3.3.2 Tahap Pengumpulan Data
Pada tahap ini dilakukan pengumpulan data, berupa data spasial serta data statistik. Jenis data yang dikumpulkan meliputi data sekunder seperti Citra Ikonos tahun 2000, Citra WorldView tahun 2011, Peta RTRW periode tahun 2011-2031, Peta Administrasi Kota Bogor, serta data Potensi Desa tahun 2006 dan data primer yang diperoleh dari hasil cek lapang. Pada saat cek lapang dilakukan pengambilan titik kordinat dan mendokumentasikan kegiatan dalam bentuk foto. 3.3.3 Tahap Analisis Data
Tahap pengolahan dan analisis data terdiri dari analisis data spasial, analisis perubahan penggunaan/penutupan lahan periode tahun 2000-2011, analisis ketidaksesuian penggunaan/penutupan lahan tahun 2011 terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah, serta analisis tingkat perkembangan wilayah dan kaitannya dengan kondisi RTH dan tingkat inkonsistensi.
Analisis Data Spasial
Analisis data spasial merupakan pengolahan citra yang digunakan untuk mendapatkan peta penggunaan lahan. Tahapan pengolahan citra ini terdiri koreksi geometrik dan interpretasi citra. Koreksi geometrik dilakukan untuk memperbaiki distorsi geometrik agar citra memiliki referensi geografis yang sesuai dengan keadaan sebenarnya. Pada penelitian ini menggunakan proyeksi UTM WGS 84 zona 48 South.
Analisis Perubahan Penggunaan/Penutupan Lahan dan Perubahan RTH Periode Tahun 2000-2011
Pada tahap ini, dilakukan overlay pada peta penggunaan/penutupan lahan tahun 2000 dengan peta penggunaan/penutupan lahan tahun 2011 untuk mengetahui perubahan penggunaan/penutupan lahan di Kota Bogor pada periode tahun 2000 sampai 2011. Kemudian, dilakukan pengelompokkan penggunaan/penutupan lahan menjadi RTH dan Non-RTH sehingga dapat diketahui perubahan luas RTH dan Non-RTH di Kota Bogor.
Analisis Inkonsistensi Penggunaan/Penutupan Lahan Tahun 2011 terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah
Peta RTRW Kota Bogor ini kemudian di- overlay dengan peta penggunaan/penutupan lahan tahun 2011 untuk melihat penggunaan/penutupan lahan yang konsisten/inkonsisten terhadap peruntukan RTRW. Kriteria konsistensi terbagi menjadi konsisten, konsisten belum terbangun, dan tidak konsisten.
Analisis Tingkat Perkembangan Wilayah dan Kaitannya dengan Kondisi RTH dan Tingkat Inkonsistensi
Tingkat perkembangan wilayah didapatkan dari hasil analisis menggunakan Metode Skalogram. Metode Skalogram digunakan untuk mengetahui hirarki yang ada di suatu wilayah. Penetapan hirarki pusat-pusat pertumbuhan dan pelayanan didasarkan pada penetapan jumlah dan jenis unit sarana-prasarana serta fasilitas sosial ekonomi yang tersedia.
Metode ini menghasilkan hirarki atau peringkat yang lebih tinggi pada pusat pertumbuhan yang memiliki jumlah dan jenis fasilitas yang lebih banyak. Penentuan tingkat perkembangan wilayah dibagi menjadi tiga, yaitu
a) Hirarki I, jika indeks perkembangan ≥ ( rata-rata + simpang baku ) b) Hirarki II, jika rata-rata < indeks perkembangan < ( rata-rata +
simpang baku )
Data hirarki ini kemudian dihubungkan dengan kondisi RTH agar diketahui keterkaitan kondisi RTH dengan tingkat perkembangan wilayah serta menghubungkan tingkat inkonsistensi agar diketahui seberapa besar terjadinya inkonsistensi pada masing-masing hirarki. Berikut merupakan variabel yang digunakan dalam menentukan hirarki suatu wilayah.
Tabel 5. Variabel Fasilitas yang digunakan dalam Analisis Skalogram
Kelompok Indeks Variabel yang digunakan
Fasilitas
Pendidikan Jumlah TK Negeri, Swasta, dan yang sederajat Jumlah SD Negeri, Swasta, dan yang sederajat Jumlah SLTP Negeri, Swasta, dan yang sederajat Jumlah SMU Negeri, Swasta, dan yang sederajat Jumlah Akademi Negeri dan Swasta
Jumlah SLB Negeri dan Swasta
Jumlah Pondok Pesantren/Madrasah Diniyah Swasta
Fasilitas Sosial Tempat Peribadatan Fasilitas Kesehatan Jumlah Rumah Sakit
Jumlah Rumah Sakit Bersalin Jumlah Poliklinik/balai pengobatan Jumlah Puskesmas
Jumlah Puskesmas Pembantu Jumlah Tempat Praktek Dokter Jumlah Tempat Praktek Bidan Jumlah Posyandu
Jumlah Apotik
Fasilitas Ekonomi Jumlah Wartel/Kiospon/Warpostel/Warparpostel Jumlah Warung internet (Warnet)
Jumlah Super market/ pasar swalayan/toserba/mini market Jumlah Restoran/rumah makan
Jumlah Warung/kedai makanan minuman Jumlah Toko/Warung kelontong
Jumlah Hotel
Jumlah Penginapan(hostel/motel/losmen/wisma) Jumlah Koperasi
Jumlah KUD
Jumlah industri besar (≥ 100 Pekerja) Jumlah industri sedang (20-99 pekerja)
Jumlah Kerajinan dari kulit yang merupakan Industri Kecil (5 – 19 pekerja)/Kerajinan Rumah Tangga (1 - 4 pekerja)
Jumlah Kerajinan dari logam/logam mulia yang merupakan Industri Kecil (5 – 19 pekerja) /Kerajinan Rumah Tangga (1 - 4 pekerja) Jumlah Kerajinan dari kayu yang merupakan Industri Kecil (5 – 19 pekerja) /Kerajinan Rumah Tangga (1 - 4 pekerja)
Jumlah Kerajinan Anyaman yang merupakan Industri Kecil (5 – 19 pekerja)/Kerajinan Rumah Tangga (1 - 4 pekerja)
Jumlah Kerajinan dari kain/tenun yang merupakan Industri Kecil (5 – 19 pekerja) /Kerajinan Rumah Tangga (1 - 4 pekerja)
Jumlah Industri Makanan yang merupakan Industri Kecil (5 – 19 pekerja) /Kerajinan Rumah Tangga (1 - 4 pekerja)
Jumlah Industri/Kerajinan Lainnya yang merupakan Industri Kecil (5 – 19 pekerja) /Kerajinan Rumah Tangga (1 - 4 pekerja)
Jumlah Kios sarana produksi pertanian milik Non KUD Jumlah Bank Umum (Kantor Pusat/Cabang/Capem)
Jumlah Bank Perkreditan Rakyat (BPR Baru/PT. Bank Pasar/PT. Bank Desa/dsj)
Jumlah Koperasi Industri Kecil dan Kerajinan Rakyat Jumlah Koperasi Simpan Pinjam
Jumlah Koperasi Non KUD lainnya
Jumlah Bengkel/reparasi kendaraan bermotor (mobil/motor) Jumlah Bengkel/reparasi alat-alat elektronik
Jumlah Usaha foto kopi (photo copy)
Jumlah Biro/Agen perjalanan wisata (Tour and Travel) Jumlah Tempat pangkas rambut (barber shop)
Jumlah Salon kecantikan/tata rias wajah/pengantin Jumlah Bengkel las (membuat pagar besi, tralis dll) Jumlah Persewaan alat-alat pesta
Aksesibilitas (Km) Jarak Dari desa ke Ibu Kota Kabupaten
Jarak Dari desa ke Ibu Kota Kabupaten/Kota lain terdekat Jarak Dari desa ke Ibu Kota Kecamatan
Jika Kelompok pertokoan Tidak Ada, maka Jarak ke kelompok pertokoan terdekat
Jarak terdekat ke Pos Polisi
Jika Jumlah TK Negeri dan Swasta tidak ada, maka jarak ke sekolah terdekat
Jika Jumlah SLTP dan yang sederajat Negeri dan Swasta tidak ada, maka jarak ke sekolah terdekat
Jika Jumlah SMU dan yang sederajat Negeri dan Swasta tidak ada, maka jarak ke sekolah terdekat
IV. KEADAAN UMUM WILAYAH PENELITIAN