• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Penelitian

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG (Halaman 27-30)

G. METODOLOGI PENELITIAN

1. Metode Penelitian

Penelitian yang berfokus pada pembentukan citra politisi melalui informasi-informasi yang ada di dalam situs pribadi politisi ini akan menggunakan metode analisis isi kualitatif. Analisis isi merupakan metode khas untuk penelitian komunikasi yang dipandang mampu menjamin adanya cara yang efisien, mampu memberikan alat, serta menyediakan langkah-langkah yang bermanfaat bagi peneliti pesan media52. Krippendorff53 menjelaskan bahwa analisis isi dapat ditiru dan merupakan metode yang cocok untuk membuat kesimpulan yang spesifik dari teks menjadi bagian-bagian dalam objek penelitian. Sanders54 menjelaskan bahwa analisis isi merupakan metode yang paling sering digunakan untuk melihat kecenderungan muatan pesan tertentu dan merupakan cara yang mendalam untuk mempelajari perubahan sosial karena tulisan tentang masyarakat yang mencerminkan perubahan perubahan dalam nilai, kepercayaan, dan perilaku.

Berbeda dengan analisis isi kuantitatif, analisis isi kualitatif menekankan pada penelitian teks dan simbol-simbol dalam konteks khusus. Penelitian ini juga tidak berpretensi untuk menghitung data dalam

52 Nunung Prajarto. 2010. Analisis Isi: Metode Penelitian Komunikasi. Yogyakarta: FISIPOL UGM. Hal 1

53 Klaus Krippendorff. 2004. Content Analysis: An Introductions to its Methodology (Second Edition). California: Sage Publication

54 Dalam Bruce A. Chadwick, Howard M. Bahr & Stan L. Albrecht. 1991. Metode Penelitian Ilmu Pengetahuan Sosial. Semarang: IKIP Semarang Press. Hal 272

28

muatan isi pesan secara statistik atau penggalian konten obyektif dari teks, tetapi memetakan isi pesan untuk memeriksa makna, tema dan pola yang tidak nampak (latent content) dalam teks tertentu55. Hal ini memungkinkan peneliti untuk memahami realitas sosial secara subjektif tetapi ilmiah.

Idrus56 menjelaskan karakteristik penelitian kualitatif sebagai berikut:

a. Bersifat deskriptif, penelitian kualitatif memberikan gambaran secara mendalam tentang situasi dan proses yang diteliti dan tidak digunakan untuk menguji hipotesis.

b. Human instrument, pada penelitian kualitatif pengumpulan data dilakukan oleh peneliti sendiri yang diistilahkan sebagai human instrument. Dengan begitu, kedudukan seorang peneliti dalam desain penelitian kualitatif begitu penting, peneliti dituntut untuk dapat memahami berbagai perilaku, interaksi antarsubyek, aktivitas, gerak, mimik, nilai-nilai, simbol, atau apapun yang terkait dengan subyek yang ditelitinya.

c. Analisis data dilakukan secara induktif, metode penelitian kualitatif lebih berorientasi pada eksplorasi dan penemuan, serta tidak bermaksud untuk menguji teori dengan menguraikan fakta-fakta yang ada lalu dirumuskan menjadi sebuah kesimpulan umum atau generalisasi.

Dengan analisis isi kualitatif, peneliti ingin mendeskripsikan prosedur analisis teks yang sistematis dan mengambil keuntungan yang dimiliki metode analisis isi dalam ilmu komunikasi untuk mengembangkan prosedur kualitatif. Kracauer57 menegaskan bahwa “qualitative content analysis is synonymous with exegesis”. Pernyataan ini diperkuat oleh Mayring yang menyatakan, “content analysis analyze not only the manifest content of the material –as its name may suggest”58. Becker & Lissmann59

55 Phillip Mayring. 2014. Qualitative Content Analysis: Theoritical Foundation, Basic Procedures, and Software Solution. Klagenfurt

56 Muhammad Idrus. 2009. Metode Penelitian Ilmu Sosial. Jakarta: Erlangga, Hal. 21

57 Dalam Klaus Bruhn Jensen & Nicholas W. Jankowski. 1991. A Handbook of Qualitative Methodologies for Mass Communication Research. New York: Routledge. Hal 123

58 Mayring. Op., Cit

29

menambahkan bahwa ada beberapa level konten yang berbeda: tema dan ide utama teks sebagai konten utama, sedangkan konteks dalam informasi sebagai konten laten atau yang tidak nampak.

Dari pernyataan-pernyataan ini dapat disimpulkan bahwa analisis isi kualitatif akan menghasilkan penafsiran atau kesimpulan baru yang tidak hanya menganalisis hal yang tampak dari sebuah teks, tetapi juga hal-hal yang tidak tampak dari sebuah teks. Mayring menambahkan,

“the main idea of the procedure of analysis is thereby, to preserve the advantages of quantitative content analysis as developed within communication science and to transfer and further develop them to qualitative-interpretative steps of analysis”60.

Mayring61 menjelaskan bahwa analisis isi kualitatif memanfaatkan keuntungan metode analisis isi kuantitatif untuk suatu penafsiran yang lebih kualitatif, ia menekankan ada 3 keuntungan yang didapat dari analisis kualitatif:

a. Fitting the material into a model of communication. Dengan ini dapat ditentukan pada bagian apa kesimpulan dibuat, aspek-aspek yang dimiliki komunikator (pengalaman, pendapat, perasaan), situasi saat produksi pesan, latar belakang sosial budaya, pesan dalam teks itu sendiri, atau efek dari pesan tersebut.

b. Rules of analysis. Adanya rules of analysis akan memudahkan penelitian karena data penelitian akan dianalisis sesuai dengan prosedur yang sudah ada, lalu dirangkai menjadi unit analisis isi.

c. Categories in the center of analysis. Aspek-aspek dalam intrepretasi teks yang disesuaikan dengan rumusan masalah, akan dimasukkan dalam kategori-kategori yang menjadi inti dari proses analisis.

Prosedur analisis isi akan kurang tepat jika rumusan masalah terlalu terbuka, eksploratif, tidak tetap, dan bekerja menggunakan kategori-kategori yang terlalu membatasi, atau jika tidak sesuai dengan prosedur

59 Dalam Ibid

60 Ibid

61 Ibid

30

analisis yang sudah direncanakan karena interpretasi yang terlalu luas dapat menjadi sebuah ancaman untuk peneliti62. Analisis isi kualitatif tidak bertujuan untuk menghitung data dalam muatan isi pesan secara statistik dan tidak hanya meneliti aspek yang nampak saja, tetapi juga memetakan isi pesan berdasarkan muatan isi pesan yang tidak nampak (latent content) juga. Teks-teks dalam satuan kecil akan diseleksi dan diorganisasikan, khususnya teks yang berhubungan dengan citra Fadli Zon dan Fahri Hamzah.

Dengan menggunakan metode analisis isi kualitatif ini, peneliti akan berupaya untuk mengintepretasikan data berupa penggunaan teks dan bahasa dalam informasi-informasi yang terdapat dalam situs pribadi politisi dan fokus kepada isi pesan dalam informasi-informasi yang dimuat dalam situs pribadi Fadli Zon (fadlizon.com) dan Fahri Hamzah (fahrihamzah.com) untuk menemukan bagaimana informasi-informasi yang dimuat dalam situs pribadi mereka dapat mendukung upaya mereka dalam membentuk citra yang positif di mata masyarakat sebagai politisi, khususnya sebagai Wakil Ketua DPR-RI.

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG (Halaman 27-30)

Dokumen terkait