METODOLOGI PENELITIAN
METODE PENELITIAN
A. Jenis dan Desain Penelitian
1. Jenis Penelitian
Penelitian ini termasuk penelitian tindakan (action research), yaitu salah satu strategi pemecahan masalah yang memanfaatkan tindakan nyata dan proses pengembangan kemampuan dalam mendeteksi dan memecahkan masalah.Dalam praktiknya, penelitian tindakan kelas menggabungkan tindakan bermakna dengan
Kondisi Saat Ini
• Pembelajaran monoton • Belum ditemukan strategi pembelajaran yang tepat • Rendahnya hasil PBM Tindakan • Penjelasan pembelajaran kooperatif • Pelatihan pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT) • Melaksanakan pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT) • Guru mampu melaksanakan pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT) • Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) baik proses maupun hasil belajar meningkat Tujuan/Hasil Diskusi Pemecahan Masalah
Evaluasi Awal Evaluasi Efek Evaluasi Akhir
Penerapan pembelajaran kooperatif NHT
Prosiding ISSN: 2087-8672 prosedur penelitian bertujuan untuk memperbaiki situasi dan kemudian secara cermat mengamati pelaksanaannya untuk memahami tingkat keberhasilannya.
2. Desain Penelitian
Pelaksanaan penelitian ini, mengikuti model penelitian bersiklus yang mengacu pada desain penelitian tindakan kelas yang dikemukakan oelh Kemmis dan Mc Taggart dalam Badrujaman (2010:158) yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi.
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada semseter genap tahun pelajaran 2015-2016. Pengambilan data dilaksanakan di MA Nahdlatul Athfal kelas XI IPS.
C. Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah guru matematika dan siswa kelas XI IPS MA Nahdlatul Athfal. Jumlah siswa di kelas XI IPS adalah 30 siswa.
D. Prosedur Penelitian
Pra Tindakan
Kegiatan awal yang dilakukan adalah memberikan tes awal kepada siswa. Tujuan pemberian tes awal ini untuk mengetahui kemampuan awal yang dimiliki siswa. Hasil tes awal ini akan dijadikan sebagai acuan untuk membentuk kelompok-kelompok belajar secara heterogen yang terdiri dari 6 kelompok, masing-masing beranggotakan 5 orang siswa.
Siklus 1
• Perencanaan
a. Menyiapkan materi pelajaran yang akan diajarkan pada proses pembelajaran.
b. Menyiapkan rencana pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan.
Prosiding ISSN: 2087-8672 d. Membuat pedoman observasi untuk mengetahui bagaimana proses
pembelajaran yang dioptimalkan melalui Model Pembelajaran Kooperatif Numbered Heads Together (NHT).
e. Membuat dan menyusun alat evaluasi untuk mengukur sejauh mana kemampuan siswa menguasai materi yang telah dipelajari melalui Model Pembelajaran Kooperatif Numbered Heads Together (NHT).
• Tahap Pelaksanaan Tindakan
Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah melaksanakan pembelajaran yang didasarkan pada rencana pembelajaran yang dibuat berorientasi pada Model Pembelajaran Kooperatif Numbered Heads Together (NHT).
• Observasi
Pada tahap ini dengan mengumpulkan data-data yang berkaitan.
Rangkaian prosedur yang dilaksanakan pada penelitian ini terdiri dari 4 tahap, yaitu (1) tahap persiapan, (2) tahap pengambilan data, (3) tahap analisis data dan (4) penyusunan laporan. Berikut uraian tentang keempat tahap tersebut. 1. Tahap Persiapan
a. Mengidentifikasi dan menentukan pertanyaan serta tujuan penelitian. b. Menelaah kajian pustaka yang terkait dengan topik penelitian yang akan
dilaksanakan.
c. Menyusun desain dan rancangan penelitian.
d. Melakukan konfirmasi kepada pihak sekolah yang akan menjadi tempat pengambilan data.
e. Menyusun perangkat pembelajaran, meliputi Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kegiatan Siswa (LKS), dan kuis yang terkait dengan topik penelitian.
f. Menyusun instrumen penelitian, meliputi lembar pengamatan pengelolaan pembelajaran, lembar pengamatan aktivitas siswa, Tes Hasil Belajar (THB), dan angket respon siswa terhadap perangkat dan pelaksanaan pembelajaran.
g. Mengonsultasikan rancangan penelitian serta perangkat pembelajaran kepada dosen pembimbing.
Prosiding ISSN: 2087-8672 2. Tahap Pengumpulan Data
Pengambilan data dalam penelitian ini dilaksanakan selama 3 pertemuan dengan keterangan 2 pertemuan digunakan untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT) dan mengambil data yang terkait dengan pengelolaan pembelajaran, aktivitas siswa selama proses pembelajaran dan hasil belajar afektif siswa, serta 1 pertemuan digunakan untuk melakukan pengambilan data terhadap hasil belajar kognitif siswa melalui pelaksanaan tes dan membagikan angket kepada siswa untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran.
3. Tahap Analisis Data
Melakukan analisis terhadap data yang sudah terkumpul, meliputi data tentang pengelolaan pembelajaran, aktivitas siswa selama proses pembelajaran dan hasil belajar siswa serta respon siswa terhadap perangkat dan pelaksanaan pembelajaran dengan berpedoman pada teknik analisis data yang telah ditentukan.
4. Penyusunan Laporan
Menyusun laporan penelitian verdasarkan analisis data yang telah diperoleh.
E. Teknik Analisis Data
Data yang telah dioperoleh dari proses pengumpulan data akan dianalisis secara deskriptif untuk melihat kecenderungan yang terjadi dalam proses pembelajaran. Kegiatan analisis meliputi:
1. Lembar Pengamatan Pengelolaan Pembelajaran
Dalam lembar pengamatan ini terdapat rincian aspek yang harus diamati selama pelaksanaan pembelajaran kooperatif Number Heads Together (NHT). Pada masing-masing aspek dilakukan penyekoran berdasarkan kategori yang telah ditentukan. Berikut ini adalah kategori yang digunakan.
1: Guru tidak melakukan aspek yang diamati
2: Guru melakukan aspek yang diamati tetapi tidak sesuai dengan RPP 3: Guru melakukan aspek yang diamati tetapi kurang sesuai dengan RPP 4: Guru melakukan aspek yang diamati dan sesuai dengan RPP
Prosiding ISSN: 2087-8672 Pada akhir proses pembelajaran, ditentukan nilai rata-rata pada masing- masing aspek selama 2 kali pertemuan, kemudian menggolongkan nilai rata- ratasetiap aspek tersebut ke dalam kriteria hasil penelitian sebagai berikut.
Tabel 3.2 Kriteria Penilaian Pengelolaan Pembelajaran
Nilai Rata-Rata Kriteria
1,00 ≤ Nilai < 2,00 Tidak Baik
2,00 ≤ Nilai < 3,00 Kurang Baik
3,00 ≤ Nilai < 4,00 Baik
Nilai = 4,00 Sangat Baik 2. Penilaian Hasil Belajar Siswa
Hasil belajar siswa memperhatikan ranah kognitif dan afektif yang ditentukan oleh skor Tes Hasil belajar (THB), LKS (Lembar Kerja Siswa), Kuis dan afektif. Skor Tes Hasil Belajar (THB) diperoleh setelah siswa mengikuti tes yang dilakukan setelah pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT). Skor Tes Hasil Belajar Siswa (THB) dianalisis sesuai dengan pedoman penskoran yang disediakan. Skor LKS dan kuis diperoleh dari rata-rata LKS 1 dan LKS 2 serta Kuis 1 dan Kuis 2. Penilaian afektif diperoleh berdasarkan pedoman yang telah biasa dilakukanoleh guru setempat. Nilai hasil belajar siswa diberikan dengan rumus:
Hasil Belajar = 5 x Skor THB + 2 x Nilai LKS + 2 x Kuis + Skor Afektif 10
DAFTAR PUSTAKA
Amri, Sofan. 2013. Pengembangan & Model Pembelajaran dalan Kurikulum 2013. Jakarta: Prestasi Pustakaraya.
Badrujaman, Aip dan Dede Rahmat Hidayat. 2010.Penelitian Tindakan Kelas Untuk Guru Mata Pelajaran. Jakarta: Trans Info Media.
Hamalik, Oemar. 2002. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Asara ; Remaja Rosdakarya.
Prosiding ISSN: 2087-8672 Ismail dkk. 2000. Kapita Selekta Pembelajaran Matematika. Jakarta: Universitas
Terbuka.
Kurniawan, Deni. 2011. Pembelajaran Terpadu. Bandung: Pustaka Cendekia Utama.
Sudjana, Nana. 2001. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Suprijono, Agus. 2015. Cooperative Learning Teori & Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Winataputra, Udin S. 2008. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Universitas Terbuka.
Prosiding ISSN: 2087-8672 PENGARUH GURU MATEMATIKA IDOLA TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS X SMA MUHAMMADIYAH 1
SURABAYA