V. PENUTUP
8. Diameter Buah
9. Kadar gula buah di ukur dengan menggunakan alat refraktometer.
37 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
4.1.1 Pertambahan Tinggi Tanaman
Tinggi tanaman stroberi dan sidik ragamnya disajikan pada Tabel Lampiran 1a dan 1b. Sidik ragam menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk organik cair berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, tetapi konsentrasi etilen dan interaksi keduanya tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman.
Tabel 1. Rata-rata pertambahan tinggi tanaman tanaman stroberi (cm) POC
(mL L-1)
Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) (mL L-1)
Rata-rata NP BNT0.05
0 (e0) 0,5 (e1) 1,0 (e2) 1,5 (e3)
0 (c0) 7,61 9,28 6,99 8,75 8,16a 0,9156
2 (c1) 8,47 7,29 8,07 7,86 7,92ab
4 (c2) 7,36 8,58 5,92 6,30 7,04b
6 (c3) 8,42 8,74 8,46 8,46 8,52a
Keterangan: Angka – angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama berarti tidak berbeda nyata pada taraf uji BNT=0,05
Tabel 1 menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk organik cair 6 mL L-1 (c3) menghasilkan rata-rata tanaman tertinggi (8,52 cm) tetapi tidak berbeda nyata dengan konsentrasi 0 mL L-1 (c0) dan 2 mL L-1 (c1) dan sangat berbeda nyata dengan konsentrasi lainnya.
38 4.1.2 Pertambahan Jumlah Daun
Jumlah daun tanaman stroberi dan sidik ragamnya disajikan pada Tabel Lampiran 2a dan 2b. Sidik ragam menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk organik cair berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, tetapi konsentrasi etilen dan interaksi keduanya tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun.
Tabel 2. Rata-rata pertambahan jumlah daun tanaman stroberi (helai) POC
(mL L-1)
Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) (mL L-1)
Rata-rata NP BNT0.01
0 (e0) 0,5 (e1) 1,0 (e2) 1,5 (e3)
0 (c0) 4,58 4,75 4,25 4,00 4,40b 0,9746
2 (c1) 4,25 4,15 4,83 4,92 4,54b 4 (c2) 4,33 5,55 3,83 5,18 4,73b 6 (c3) 5,75 6,92 6,23 6,15 6,26a
Keterangan: Angka – angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama berarti tidak berbeda nyata pada taraf uji BNT=0,01
Tabel 2 menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk organik cair 6 mL L-1 (c3) menghasilkan rata-rata jumlah daun terbanyak (6,26 helai) dan sangat berbeda nyata dengan konsentrasi lainnya.
39 4.1.3 Umur Berbunga
Umur berbunga tanaman stroberi dan sidik ragamnya disajikan pada Tabel Lampiran 3a dan 3b. Sidik ragam menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk organik cair dan etilen berpengaruh nyata terhadap umur berbunga sedangkan interaksi keduanya tidak berpengaruh nyata terhadap umur berbunga.
Tabel 3. Rata – rata umur berbunga tanaman stroberi (hari) POC
(mL L-1)
Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) (mL L-1)
Rata-rata NP BNT0.05
0 (e0) 0,5 (e1) 1,0 (e2) 1,5 (e3)
0 (c0) 48,33 47,58 48,58 45,92 47,60a 3,0755 2 (c1) 42,58 50,33 49,25 40,92 45,77ab
4 (c2) 45,00 45,92 49,42 48,53 47,22a 6 (c3) 45,08 43,75 44,67 39,67 43,29b Rata-rata 45,25ab 46,90a 47,98a 43,76b
NP BNT0.05 3,0755
Keterangan: Angka – angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada baris dan kolom yang sama berarti tidak berbeda nyata pada taraf uji BNT=0,01
Tabel 3 menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk organik cair 6 mL L-1 (c3) menghasilkan rata-rata umur berbunga tercepat (43,29 hari) tetapi tidak berbeda nyata dengan konsentrasi 2 mL L-1 (c1) dan sangat berbeda nyata dengan konsentrasi lainnya.
Konsentrasi etilen 1,5 mL L-1 (e3) menghasilkan rata-rata umur berbunga tercepat (43,76 hari) tetapi tidak berbeda nyata dengan konsentrasi 0 mL L-1 (e0) dan sangat berbeda nyata dengan konsentrasi lainnya.
Umur berbuah tanaman stroberi dan sidik ragamnya disajikan pada Tabel Lampiran 4a dan 4b Sidik ragam menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk organik cair berpengaruh sangat nyata, dan konsentrasi etilen berpengaruh nyata, sedangkan interaksi keduanya tidak berpengaruh nyata terhadap umur berbuah.
Tabel 4. Rata-rata umur berbuah tanaman stroberi.
POC (mL L-1)
Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) (mL L-1)
Rata-rata NP BNT0.01
0 (e0) 0,5 (e1) 1,0 (e2) 1,5 (e3)
0 (c0) 61,08 60,42 62,75 60,08 61,08a 4,0316 2 (c1) 57,42 61,58 62,17 52,08 58,31a
4 (c2) 57,17 56,75 61,75 59,50 58,79a 6 (c3) 52,33 50,08 50,92 46,42 49,94b Rata-rata 57,00ab 57,21a 59,40a 54,52b
NP BNT0.05 2,9940
Keterangan: Angka – angka yang diikuti oleh huruf yang sama padabaris dan kolom yang sama berarti tidak berbeda nyata pada taraf uji BNT=0,05/0,01
Tabel 4 menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk organik cair 6 mL L-1 (c3) menghasilkan rata- rata umur berbuah tercepat (49,94 hari) dan sangat berbeda nyata dengan konsentrasi lainnya.
Konsentrasi etilen 1,5 mL L-1 (e3) menghasilkan rata-rata umur berbuah tercepat (54,52 hari) tetapi sangat berbeda nyata dengan konsentrasi 0 mL L-1 (e0) dan tidak berbeda nyata dengan konsentrasi lainnya.
41 4.1.5 Jumlah Bunga
Jumlah bunga tanaman stroberi dan sidik ragamnya disajikan pada Tabel Lampiran 5a dan 5b. Sidik ragam menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk organik berpengaruh sangat nyata, konsentrasi etilen dan interaksi keduanya berpengaruh nyata terhadap jumlah bunga.
Tabel 5. Rata-rata jumlah bunga POC
(mL L-1)
Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) (mL L-1) NP BNT0.05
0 (e0) 0,5 (e1) 1,0 (e2) 1,5 (e3) 0 (c0) 11,67𝑎
𝑤 13,33𝑎
𝑥 15,00𝑎𝑏
𝑦 14,50𝑏
𝑦 2,0706 2 (c1) 15,58𝑎
𝑤 14,08𝑎
𝑤 8,50𝑎𝑏
𝑤 16,83𝑏
𝑤 4 (c2) 20,83𝑎
𝑤 15,83𝑎
𝑥 18,92𝑎𝑏
𝑥 21,67𝑏
𝑦 6 (c3) 8,75𝑎
𝑤 14,33𝑎
𝑤 14,17𝑎𝑏
𝑥 13,00𝑏
𝑥 NP BNT0.05 2,0706
Keterangan: Angka – angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada baris (a,b, c) dan kolom (w, x, y) yang sama berarti tidak berbeda nyata pada taraf uji BNT=0,05
Tabel 5 menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk organik cair 4 mL L-1 pada konsentrasi etilen 1,5 mL L-1 (c2e3) menghasilkan rata-rata jumlah bunga terbanyak (21,67 bunga) tetapi tidak berbeda nyata dengan konsentrasi etilen 1,0 mL L-1 pada konsentrasi pupuk organik cair 4 mL L-1 (c2e2) dan berbeda nyata dengan konsentrasi etilen lainnya pada konsentrasi pupuk organik cair yang sama dan sangat berbeda nyata dengan semua level konsentrasi pupuk organik cair pada konsentrasi etilen 1,5 mL L-1 (c1e3 dan c3e3) kecuali pada konsentrasi pupuk organik cair 0 mL L-1 pada konsentrasietilen 1,5 mL L-1 (c3e3).
42 .
Hasil analisis polynomial ortogonal menunjukka n bahwa pemberian
konsentrasi pupuk cair organik bersifat kuadratik yang persamaannya adalah y = -1,289x2 + 8.090x + 38,21 R = 0,658 Hal ini berarti bahwa pada perlakuan
dengan pemberian konsentrasi pupuk cair yang sesuai akan menghasilkan jumlah buah yang optimal.
Gambar 1. Interaksi antara jumlah bunga (kuntum) dengan konsentrasi pupuk cair
y = 38,21 + 8,090x - 1,289x2 R = 0,034
0.00 10.00 20.00 30.00 40.00 50.00 60.00 70.00
0 1 2 3 4 5 6 7
Jumlah bunga (kuntum)
Konsentrasi Pupuk Organik (Ml-1)
43 Hasil analisis polynomial ortogonal menunjukka n bahwa pemberian
konsentrasi Etilen bersifat kuadratik yang persamaannya adalah y = 6,5x2 + 5,775x + 43,08 R = 0,937 Hal ini berarti bahwa pada perlakuan
dengan pemberian konsentrasi etilen yang tinggi akan menghasilkan jumlah buah yang optimal.
Gambar 2. Interaksi antara jumlah buah (buah) dengan konsentrasi Etilen
y = 43.08 + 5.775x - 6.5x2 R = 0.937
41.00 42.00 43.00 44.00 45.00 46.00 47.00 48.00 49.00 50.00
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2 1.4 1.6
Jumlah bunga (kuntum)
Konsentrasi Etilen (ml-1)
44 4.1.6 Jumlah buah
Jumlah buah tanaman stroberi dan sidik ragamnya disajikan pada Tabel Lampiran 6a dan 6b. Sidik ragamnya menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk organik cair berpengaruh sangat nyata dan konsentrasi etilen berpengaruh nyata sedangkan interaksi keduanya berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah buah.
Tabel 6. Rata – rata jumlah buah tanaman stroberi POC
(mL L-1)
Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) (mL L-1) NP BNT0.01
0 (e0) 0,5 (e1) 1,0 (e2) 1,5 (e3) 0 (c0) 8,83𝑎
𝑤 11,00𝑎
𝑥 12,67𝑎𝑏
𝑥 11,83𝑏
𝑥 1,6366
2 (c1) 12,17𝑎
𝑤 10,83𝑎
𝑤 5,50𝑎𝑏
𝑤 13,83𝑏 𝑤 4 (c2) 18,00𝑎
𝑤 12,83𝑎
𝑤 16,00𝑎
𝑥𝑦 18,83𝑏 𝑦 6 (c3) 11,83𝑎
𝑤 11,67𝑎
𝑥 11,17𝑎
𝑥 10,00𝑎 𝑦 NP BNT0.01 1,6366
Keterangan: Angka – angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada baris (a,b, c) dan kolom (w, x, y) yang sama berarti tidak berbeda nyata pada taraf uji BNT=0,01
Tabel 6 menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk organik cair 4 mL L-1 pada konsentrasietilen 1,5 mL L-1 (c2e3) menghasilkan rata-rata jumlah buah terbanyak (18,83 bunga) dan sangat berbeda nyata dengan semua level konsentrasi etilen pada konsentrasi pupuk organik cair 4 mL L-1 (c2e0, c2e1 danc2e2) dan sangat berbeda nyata dengan semua level konsentrasi pupuk organik cair pada konsentrasi etilen 1,5 mL L-1 (c1e3 dan c2e3) kecuali pada konsentrasi pupuk organik cair 6 mL L-1 pada konsentrasietilen 1,5 mL L-1 (c3e3).
45 Hasil analisis polynomial ortogonal menunjukka n bahwa pemberian
konsentrasi pupuk cair organik bersifat kuadratik yang persamaannya adalah y = -0,890x2 + 6,256x + 30,63 R = 0,330 Hal ini berarti bahwa pada perlakuan
dengan pemberian konsentrasi pupuk cair yang sesuai akan menghasilkan jumlah buah yang optimal.
Gambar 3. Interaksi antara jumlah buah (buah) dengan konsentrasi pupuk cair
y = 30.63 + 6.256x - 0.890x2 R = 36.0939
0.00 10.00 20.00 30.00 40.00 50.00 60.00
0 1 2 3 4 5 6 7
jumlah buah (buah)
Konsentrasi Pupuk Organik (Ml l-1)
46 Hasil analisis polynomial ortogonal menunjukka n bahwa pemberian
konsentrasi Etilen bersifat kuadratik yang persamaannya adalah y = 6,5x2 + 5,775x + 43,08 R = 0,978 Hal ini berarti bahwa pada perlakuan
dengan pemberian konsentrasi etilen yang tinggi akan menghasilkan jumlah buah yang optimal.
Gambar 4. Interaksi antara jumlah buah (buah) dengan konsentrasi Etilen
y = 43.08 + 5.775x - 6.5x2 R = 6.605
41.00 42.00 43.00 44.00 45.00 46.00 47.00 48.00 49.00 50.00
0 0.5 1 1.5 2
Jumlah buah (buah)
Konsentrasi Etilen (Ml-1)
47 4.1.7 Bobot buah
Bobot buah tanaman stroberi dan sidik ragamnya disajikan pada Tabel Lampiran 7a dan 7b. Sidik ragam menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk organik cair berpengaruh nyata sedangkan konsentrasi etilen dan interaksi keduanya tidak berpengaruh nyata terhadap bobot buah.
Tabel 7. Rata-rata bobot buah tanaman stroberi (g) POC
(mL L-1)
Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) (mL L-1)
Rata-rata NP BNT0,05
0 (e0) 0,5 (e1) 1,0 (e2) 1,5 (e3)
0 (c0) 8,33 10,28 9,79 10,96 9,84b 2,0114 2 (c1) 10,41 11,89 11,14 11,66 11,27b
4 (c2) 13,12 13,62 13,04 13,42 13,30a 6 (c3) 11,10 10,75 10,35 10,85 10,76b
Keterangan: Angka – angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada baris dan kolom yang sama berarti tidak berbeda nyata pada taraf uji BNT=0,05
Tabel 7 menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk organik cair 4 mL L-1 (c2) menghasilkan rata-rata buah terberat (13,30 g) dan sangat berbeda nyata dengan konsentrasi lainnya.
48 4.1.8 Diameter buah
Diameter buah tanaman stroberi dan sidik ragamnya disajikan pada Tabel Lampiran 8a dan 8b. Sidik ragam menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk organik cair berpengaruh sangat nyata sedangkan konsentrasi etilen dan interaksi keduanya tidak berpengaruh nyata terhadap diameter buah.
Tabel 8. Rata-rata diameter buah tanaman stroberi (mm) POC
(mL L-1)
Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) (mL L-1)
Rata-rata NP BNT0.01
0 (e0) 0,5 (e1) 1,0 (e2) 1,5 (e3)
0 (c0) 24,21 24,51 23,56 21,90 23,54c 2,5728 2 (c1) 27,43 25,90 26,07 26,07 26,36ab
4 (c2) 30,11 28,78 28,55 27,82 28,81a 6 (c3) 26,54 26,51 25,80 25,73 26,14b
Keterangan: Angka – angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada baris dan kolom yang sama berarti tidak berbeda nyata pada taraf uji BNT=0,01
Tabel 8 menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk organik cair 4 mL L-1 (c2) menghasilkan rata-rata diameter buah terlebar (28,81 mm) tetapi tidak berbeda nyata dengan konsentrasi 2 mL L-1 (c1) dan sangat berbeda nyata dengan konsentrasi lainnya.
49 4.1.9 Kadar gula buah
Kadar gula buah tanaman stroberi dan sidik ragamnya disajikan pada tabel lampiran 9a dan 9b. Sidik ragam menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk organik cair dan konsentrasi etilen serta interaksi keduanya tidak berpengaruh nyata
Gambar 5. Rata-rata kadar gula buah tanaman stroberi (% SSC)
Gambar 1 menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan chitosan dengan konsentrasi 4 mL L-1 dan tanpa pemberian etilen menghasilkan kadar gula tertinggi tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan lainnya.
9.8310.29 12.05
10.7310.98
10.1111.03 9.11
12.58
8.078.769.46 10.81
9.58
8.489.42
0.0 2.0 4.0 6.0 8.0 10.0 12.0 14.0
Hasil Kadar Gula
Kombinasi Perlakuan
50 4.2 Pembahasan
4.2.1 Pupuk Organik Cair Chitosan
Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pupuk organik cair chitosan konsentrasi 6 mL L-1 memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan vegetatif tanaman stroberi. Konsentrasi ini merupakan konsentrasi tertinggi dalam penelitian ini. Pupuk organik cair chitosan mengandung cukup banyak unsur hara mikro Fe, Cu, Ze dan makro N dalam bentuk NH4 dan NO3. Nitrogen sangat berperan penting dalam proses pertumbuhan vegetatif tanaman, karena Nitrogen merupakan bagian dari protein, bagian penting konstituen dari protoplasma, enzim, agen katalis biologis yang mempercepat proses kehidupan. Kandungan unsur nitrogen dalam pupuk chitosan mempunyai persentase yang terbesar dibandingkan kandungan unsur lainnya, Sehingga pemberian chitosan dengan konsentrasi 6 mL L-1 tentunya memperlihatkan pertumbuhan vegetatif terbaik dalam penelitian ini. Menurut Lakitan (2008) yang menyatakan nitrogen memang dapat tersedia dalam bentuk ammonium (NH4+
) tetapi bentuk ini segera teroksidasi membentuk nitrat oleh bakteri di dalam tanah. Oleh sebab itu sebagian besar tanaman (kecuali leguminosa) akan membutuhkan pemupukan nitrogen untuk memacu pertumbuhannya dengan demikian pemberian chitosan dapat mensubtitusi N yang hilang atau tercuci. Hal ini sesuai dengan pendapat Setyamidjaja (1986) yang menyatakan bahwa unsur hara khususnya nitrogen dibutuhkan dalam jumlah relatif besar untuk pertumbuhan vegetatif tanaman dimana peranannya sangat besar yaitu menambah tinggi tanaman, merangsang timbulnya anakan. N itrogen digunakan untuk membentuk senyawa penting seperti
51 klorofil daun, protein dan berbagai senyawa lainnya yang esensial untuk pembentukan dan pembelahan sel. Kandungan unsur-unsur hara dalam pupuk yang diberikan dengan dosis yang sesuai kebutuhan tanaman akan memungkinkan tanaman dapat menghasilkan produksi yang lebih baik.
Sementara itu konsentrasi 4 mL L-1 memperlihatkan hasil yang baik pada pertumbuhan generatif tanaman stroberi, hal ini disebabkan karena pada fase generatif, tanaman hanya memerlukan sedikit unsur nitrogen. Jika kandungan unsur nitrogen berlebih akan menyebabkan menyebabkan produksi tanaman menurun (jumlah bunga dan jumlah buah) dan akan menyebabkan keracunan pada tanaman. Karena itu untuk parameter pertumbuhan generatif pemberian pupuk organik cair chitosan dengan konsentrasi 4 mL L-1 memberikan hasil yang terbaik. Hal di atas menunjukkan bahwa konsentrasi yang sesuai dibutuhkan untuk memacu pertumbuhan tanaman yang lebih optimal. Hal ini sesuai dengan pendapat Purwowidodo (1992) yang menyatakan bahwa kandungan unsur hara dalam pupuk dengan konsentrasi yang lebih optimal yang diberikan menyebabkan tanaman lebih aktif memacu pertumbuhannya baik vegetatif maupun generatif.
Selanjutnya Sarief (1986), menambahkan bahwa pemberian konsentrasi yang terlalu tinggi menyebabkan keracunan pada tanaman dan pemberian dosis yang rendah akan memperlihatkan pengaruh yang tidak tampak, sedangkan pemberian dosis yang sesuai akan memberikan pertumbuhan optimal.
Pemberian zat pengatur tumbuh berpengaruh nyata dan memberikan hasil terbaik pada konsentrasi 1.5 mL L-1. Hal ini dapat terlihat pada parameter jumlah bunga, umur berbuah dan jumlah buah. Hal ini menunjukkan bahwa zat pengatur tumbuh cepha yang berbahan aktif etilen efektif digunakan untuk pertumbuhan tanaman dan mempercepat proses pembentukan dan pematangan buah.
Kandungan protein meningkat karena etilen telah merangsang sintesis protein dan protein yang terbentuk terlibat dalam proses pematangan buah karena akan meningkatkan enzim yang menyebabkan respirasi klimakterik. Hal ini sesuai dengan pendapat Kusumo (1990) yang menyatakan kecepatan pemasakan buah terjadi karena zat tumbuh mendorong pemecahan tepung dan penimbunan gula.
Selanjutnya Fantastico (1986) juga menyatakan bahwa proses pemecahan tepung dan penimbunan gula tersebut merupakan proses pemasakan buah dimana ditandai dengan terjadinya perubahan warna, tekstur buah dan bau pada buah atau terjadinya pemasakan buah. Tanda kematangan pertama pada kebanyakan buah adalah hilangnya warna hijau. Kandungan klorofil buah yang sedang masak lambat laut berkurang. Saat terjadi klimaterik klorofilase bertanggung jawab atas terjadinya penguraian klorofil. Penguraian hidrolitik klorofilase yang memecah klorofil menjadi bagian vital dan inti porfirin yang masih utuh, maka klorofilida yang bersangkutan tidak akan mengakibatkan perubahan warna.
53 4.2.3 Inte raksi Pupuk Organik Cair Chitosan dan Etilen
Hasil analisis statistik menunjukkan adanya interaksi antara pupuk organik cair dengan zat pengatur tumbuh. Interaksi antara pupuk cair dan zat pengatur tumbuh berpengaruh nyata pada parameter jumlah bunga dan jumlah buah dan tidak berpengaruh nyata pada perlakuan lainnya. Terlihat pada perlakuan tunggal pupuk cair, dengan konsentrasi 4 mL L-1 memberikan hasil yang baik yaitu 20,83 kuntum bunga, namun setelah diinteraksikan dengan zat pengatur tumbuh dengan konsentrasi 1,5 ml memberikan hasil jauh lebih baik dari perlakuan tunggal yaitu 21,67 kuntum bunga. Begitu pula dengan jumlah buah, perlakuan tunggal pupuk cair dengan konsentrasi 4 mL L-1 memberikan hasil yang baik yaitu 18,00 buah, namun setelah diinteraksikan dengan zat pengatur tumbuh dengan konsentrasi 1,5 mL L-1 memberikan hasil jauh lebih baik dari perlakuan tunggal yaitu 18,83 buah. Hal ini menunjukkan selain pemberian pupuk organik chitosan yang memiliki kandungan unsur hara nitrogen yang berperan dalam pertumbuhan vegetatif tanaman, pemberian hormon atau zat pengatur tumbuh untuk tanaman juga sangat penting dalam menunjang produksi tanaman. Etilen mempengaruhi proses percepatan masak buah dimana etilen mempengaruhi permeabilitas membran sehingga daya permeabilitas menjadi lebih besar. Hal ini sesuai dengan pendapat Harjadi (2009), yang menyatakan ZPT memiliki peran pengendalian yang sangat penting dalam dunia tumbuhan. Kini zat pengatur tanaman digunakan secara luas di dunia pertanian untuk berbagai tujuan, diantaranya percepatan pematangan buah, perangsangan perakaran, peningkatan
54 daun dan bunga/buah. Sejalan dengan pendapat Wereing dan Phillips (1970) yang menyatakan bahwa didalam proses fisiologis, etilen mempunyai peranan penting dalam fisiologi tanaman yakni mendukung respirasi klimaterik dan pematangan buah.
55 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian ini, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Terdapat interaksi antara pupuk organik cair chitosan dan zat pengatur tumbuh cepha pada konsentrasi pupuk organik cair 4 mL L-1 dan konsentrasiZPT 1,5 mL L-1, pada jumlah bunga (21,67 bunga) dan jumlah buah (18,83 buah).
2. Pupuk organik cair konsentrasi 6 mL L-1 memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman (8,52 cm), jumlah daun (6,26 helai), umur berbunga tercepat (43,29 hari), umur berbuah tercepat (49, 94 hari), namun pada
bobot buah dan diameter buah memberikan hasil yang baik pada konsentrasi 4 mL L-1.
3. Zat pengatur tumbuh cepha konsentrasi 1,5 mL L-1 memberikan hasil yang baik pada umur berbunga tercepat (43,76 hari), umur berbuah tercepat (49,94 hari).
56 5.5.2 Saran
Sebaiknya pemberian pupuk organik cair chitosan diteliti lebih lanjut mengenai waktu pemberiannya yang lebih sesuai, untuk memenuhi kebutuhan hara bagi pertumbuhan vegetatif tanaman stroberi. Namun untuk mendapatkan hasil yang optimal sebaiknya konsentrasi yang digunakan yaitu 4 mL L-1 .
Demikian juga zat pengatur tumbuh sebaiknya diaplikasikan sesuai dengan kebutuhan tanaman untuk stimulasi pembungaan dan pembuahan tanaman stroberi Namun untuk mendapatkan hasil yang optimal sebaiknya konsentrasi yang digunakan yaitu 1,5 mL L-1.
57 DAFTAR PUSTAKA
Abidin, Z. 1985. Dasar-dasar Pengetahuan tentang Zat Pengatur Tumbuh.
Angkasa. Bandung
Anonim, 2008. Peranan zat pengatur tumbuh (ZPT) dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman (http://mybioma.wordpress.com2008/06/04/
bioremediasi-kembalinya -era-udang windu/).Diakseskan pada tanggal 15 November 2011.
Anonim, 2010. Etilen (http://ariantoganggus.blogspot.com/2010/01/horrmon ethylen.html) Diakseskan pada tanggal 15 November 2011.
Anonim, 2011. Pupuk Chitosan (http://repository.usu.ac.id/bitstream/
123456789/19488/4/ Chapter%20II.pdf).Diakseskan pada tanggal 16 November 2011.
Anonim, 2012. (http://dodikfaperta.blogspot.com/2012/02/pengolahan -limbah-menjadi-pupuk-cair.html). Diakseskan pada tanggal 16 November.
Budiman, S. dan D. Saraswati. 2005. Berkebun Stroberi Secara Komersial Penebar Swadaya. Jakarta.
Davies, P. J. 1995. The plant hormone : their nature occurrence and functions. p 1-38. In: Davies, P. J. Plant Hormone (ed). Kluwer Acad Publish.
Netherlands.
Fantastico. 1986. Fisiologi Pasca Panen. Gajah Mada University Press.
Yogyakarta.
Gunawan, L.W. 1996. Stroberi. Penebar Swadaya. Jakarta.
Handayani, T. 2004. Pengaruh Habitat Hidup Udang dan Urutan Tahapan Proses Ekstraksi Terhadap Kualitas Chitin dan Chitosan dari Kulit Udang serta Pemanfaatannya sebagai Bahan Koogulasi Pada Sari buah Tomat. Skripsi program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang, Malang.
Harjadi, S. 1991. Pengantar Agronomi. Gramedia. Jakarta.
Harjadi, S. 2009. Zat Pengatur Tumbuh. Penebar Swadaya. Jakarta.
Heddy, S. 1996. Hormon Tumbuhan. Radja Graindo Persada, Jakarta.
58 Jekline, I. 2011. Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai Pada berbagai Jenis Pupuk Organik. (Tesis tidak diterbitkan). Program Strata I. Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin.
Kurnia, A, 2005. Petunjuk Praktis Budidaya Stroberi. Agromedia Pustaka.
Jakarta.
Kusumo, S. 1984. Zat Pengatur Tumbuh Tanaman. Yasaguna. Jakarta.
Lakitan, B. 2008. Dasar – Dasar Fisiologi Tumbuhan. PT. Raja Grafindo Persada.
Jakarta.
Lingga.P. 1991. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya, Jakarta.
Novizan, 2005. Petunjuk Pemupukan yang Efektif. Agromedia Pustaka. Jakarta.
Padmiarso.W.M. 2005. Rahasia Budi Daya dan Ekonomi Stroberi. Agromedia Pustaka.
Padmiarso, W. M. 2008. Rahasia budidaya dan ekonomi stroberi. Bee Media Indonesia, Jakarta.
Prihandarini, R. 2004. Manajemen Sampah, Daur Ulang Sampah Menjadi Pupuk Organik. Penerbit PerPod. Jakarta.
Purwowidodo, M. 1992. Telaah Kesuburan Tanah. Angkasa. Bandung.
Redaksi agromedia, 2007. Petunjuk pemupukan, kiat mengatasi permasalah praktis. PT Agromedia Pustaka. Jakarta
Rukmana, R., 1998. Stroberi Budidaya dan Pascapanen. Kanisius, Yogyakarta.
Setiani, A. W., 2007. Budidaya dan Analisis Usaha Stroberi. CV. Sinar Cemerlang Abadi, Jakarta.
Sarief, S. 1986. Kesuburan dan Pemupukan Tanah Pertanian. Pustaka Buana, Bandung.
Setiani, A. 2007. Budidaya dan Analisis Usaha Stroberi. Jakarta : CV Sinar Cemerlang Abadi
Setyamidjaja, D. 1986. Pupuk dan pemupukan. Simplex. Jakarta.
Soemadi, W. 1997. Budidaya stroberi di pot dan kebun. Puri Media. Solo
59 Wardiana, A. M. 2008. Pemasakan Buah .Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan. Departemen Pendidikan Nasional Universitas Jendral Soedirman Fakultas Biologi Purwekerto.
Wereing, D.F and I. D.J. Phillips. 1970. The Control of Growth and Differentation in Plants. Pergamon Press, New York.
Winarno, F.G. 1992. Kimia pangan dan gizi. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
60 LAMPIRAN
Tabel Lampiran 1a. Pertambahan tinggi tanaman (cm) stroberi.
Perlakuan Kelompok
Total Rata-rata
I II III
c0e0 8.25 8.525 6.05 22.83 7.61
c0e1 9.525 9.025 9.3 27.85 9.28
c0e2 7 7.25 6.725 20.98 6.99
c0e3 7.725 11.175 7.35 26.25 8.75
c1e0 9.55 8.35 7.5 25.40 8.47
c1e1 7.425 8.325 6.105 21.86 7.29
c1e2 9.275 6.8 8.125 24.20 8.07
c1e3 8.7 8.9 5.975 23.58 7.86
c2e0 8.105 6.6 7.375 22.08 7.36
c2e1 8.725 7.45 9.55 25.73 8.58
c2e2 6.75 5.925 5.075 17.75 5.92
c2e3 5.825 7.55 5.525 18.90 6.30
c3e0 7.725 10.125 7.4 25.25 8.42
c3e1 9.525 8.4 8.3 26.23 8.74
c3e2 6.675 9.9 8.8 25.38 8.46
c3e3 9.375 8.65 7.35 25.38 8.46
Total 130.16 132.95 116.51 379.61 7.91
Tabel Lampiran 1b. Sidik ragam pertambahan tinggi tanaman stroberi.
SK DB JK KT FHit
FT abel
0.05 0.01 Kelompok 2 9.6785948 4.8392974 4.01 * 3.32 5.39 Citozan (C) 3 14.3142104 4.7714035 3.96 * 2.92 4.51 Cepa (E) 3 7.5215854 2.5071951 2.08 tn 2.92 4.51 Interaksi (CE) 9 17.5049688 1.9449965 1.61 tn 2.21 3.07 Galat 30 36.1799385 1.2059980
Total 47 85.1992979
KK = 13.89%
FK = 3002.161502
Keterangan : tn = tidak nyata
* = nyata
** = sangat nyata
61 Tabel Lampiran 2a. Pertambahan jumlah daun (helai) tanaman stroberi.
Perlakuan Kelompok
Total Rata-rata
I II III
c0e0 5.75 4.25 3.75 13.75 4.58
c0e1 5.75 5 3.5 14.25 4.75
c0e2 4 4.25 4.5 12.75 4.25
c0e3 4.5 3.75 3.75 12.00 4.00
c1e0 6 4.5 2.25 12.75 4.25
c1e1 4.95 4.5 3 12.45 4.15
c1e2 5.75 5.5 3.25 14.50 4.83
c1e3 5.5 4.5 4.75 14.75 4.92
c2e0 6.5 4.5 2 13.00 4.33
c2e1 6.15 4.5 6 16.65 5.55
c2e2 4.5 4 3 11.50 3.83
c2e3 4.3 6.25 5 15.55 5.18
c3e0 6 5.75 5.5 17.25 5.75
c3e1 6.5 7.75 6.5 20.75 6.92
c3e2 5.95 7 5.75 18.70 6.23
c3e3 6.75 6 5.7 18.45 6.15
Total 88.85 82.00 68.20 239.05 4.98
Tabel Lampiran 2b. Sidik ragam pertambahan jumlah daun tanaman stroberi.
SK DB JK KT FHit
FT abel
0.05 0.01 Kelompok 2 13.8288542 6.9144271 9.17 ** 3.32 5.39 Citozan (C) 3 26.9626563 8.9875521 11.93 ** 2.92 4.51 Cepa (E) 3 2.8509896 0.9503299 1.26 tn 2.92 4.51 Interaksi (CE) 9 7.1867187 0.7985243 1.06 tn 2.21 3.07 Galat 30 22.6094792 0.7536493
Total 47 73.4386979
KK = 17.43%
FK = 1190.518802
Keterangan : tn = tidak nyata
* = nyata
** = sangat nyata
62 Tabel Lampiran 3a. Umur berbunga (hari) tanaman stroberi.
Perlakuan Kelompok
Total Rata-rata
I II III
c0e0 43.50 47.50 54.00 145.00 48.33
c0e1 44.25 54.25 44.25 142.75 47.58
c0e2 42.50 52.00 51.25 145.75 48.58
c0e3 43.75 42.00 52.00 137.75 45.92
c1e0 39.00 41.25 47.50 127.75 42.58
c1e1 49.00 50.25 51.75 151.00 50.33
c1e2 53.25 43.50 51.00 147.75 49.25
c1e3 39.00 38.75 45.00 122.75 40.92
c2e0 39.00 47.75 48.25 135.00 45.00
c2e1 44.00 45.75 48.00 137.75 45.92
c2e2 46.00 54.50 47.75 148.25 49.42
c2e3 48.35 50.25 47.00 145.60 48.53
c3e0 44.50 42.25 48.50 135.25 45.08
c3e1 39.50 49.00 42.75 131.25 43.75
c3e2 45.00 46.25 42.75 134.00 44.67
c3e3 38.75 40.75 39.50 119.00 39.67
Total 699.35 746.00 761.25 2206.60 45.97
Tabel Lampiran 3b. Sidik ragam umur berbunga tanaman stroberi .
SK DB JK KT FHit FT abel
0.05 0.01 Kelompok 2 130.0082292 65.0041146 4.78 * 3.32 5.39 Citozan (C) 3 137.2537500 45.7512500 3.36 * 2.92 4.51 Cepa (E) 3 123.6454167 41.2151389 3.03 * 2.92 4.51 Interaksi (CE) 9 184.1883333 20.4653704 1.50 tn 2.21 3.07 Galat 30 408.1984375 13.6066146
Total 47 983.2941667
KK = 8.02%
FK = 101439.2408
Keterangan : tn = tidak nyata
* = nyata
** = sangat nyata
63 Tabel Lampiran 4a. Umur berbuah (hari) tanaman stroberi.
Perlakuan Kelompok
Total Rata-rata
I II III
c0e0 55.00 63.25 65.00 183.25 61.08
c0e1 58.75 68.25 54.25 181.25 60.42
c0e2 56.50 66.25 65.50 188.25 62.75
c0e3 57.75 56.25 66.25 180.25 60.08
c1e0 52.25 62.25 57.75 172.25 57.42
c1e1 60.75 64.25 59.75 184.75 61.58
c1e2 63.75 57.50 65.25 186.50 62.17
c1e3 49.75 50.25 56.25 156.25 52.08
c2e0 52.75 58.75 60.00 171.50 57.17
c2e1 54.25 55.75 60.25 170.25 56.75
c2e2 60.75 64.75 59.75 185.25 61.75
c2e3 58.50 62.25 57.75 178.50 59.50
c3e0 50.75 52.25 54.00 157.00 52.33
c3e1 46.25 54.25 49.75 150.25 50.08
c3e2 50.25 53.75 48.75 152.75 50.92
c3e3 46.50 47.75 45.00 139.25 46.42
Total 874.50 937.75 925.25 2737.50 57.03
Tabel Lampiran 4b. Sidik ragam umur berbuah tanaman stroberi.
SK DB JK KT FHit FT abel
0.05 0.01 Kelompok 2 140.2578125 70.1289063 5.44 ** 3.32 5.39 Citozan (C) 3 857.7760417 285.9253472 22.17 ** 2.92 4.51 Cepa (E) 3 143.1093750 47.7031250 3.70 * 2.92 4.51 Interaksi
(CE) 9 170.5677083 18.9519676 1.47 tn 2.21 3.07 Galat 30 386.8671875 12.8955729
Total 47 1698.5781250
KK = 6.30%
FK = 156123.0469
Keterangan : tn = tidak nyata
* = nyata
** = sangat nyata
64 Tabel Lampiran 5a. Jumlah bunga (kuntum) tanaman stroberi
Perlakuan Kelompok
Total Rata-rata
I II III
c0e0 12 11 12 35.00 11.67
c0e1 12.25 14.25 13.5 40.00 13.33
c0e2 13.5 14.5 17 45.00 15.00
c0e3 13.25 15 15.25 43.50 14.50
c1e0 14.5 15 17.25 46.75 15.58
c1e1 15.75 12.25 14.25 42.25 14.08
c1e2 7.5 9.75 8.25 25.50 8.50
c1e3 17.25 14.5 18.75 50.50 16.83
c2e0 20 20.5 22 62.50 20.83
c2e1 18 14.75 14.75 47.50 15.83
c2e2 15.5 23.25 18 56.75 18.92
c2e3 21 20.75 23.25 65.00 21.67
c3e0 7.25 8.25 10.75 26.25 8.75
c3e1 12.5 15 15.5 43.00 14.33
c3e2 14.25 10.75 17.5 42.50 14.17
c3e3 12.75 10.25 16 39.00 13.00
Total 227.25 229.75 254.00 711.00 14.81
Tabel Lampiran 5b. Sidik ragam jumlah bunga tanaman stroberi.
SK DB JK KT FHit
FT abel
0.05 0.01 Kelompok 2 27.2890625 13.6445313 4.01 * 3.32 5.39 Citozan (C) 3 334.2187500 111.4062500 32.75 ** 2.92 4.51 Cepa (E) 3 45.9687500 15.3229167 4.50 * 2.92 4.51 Interaksi
(CE) 9 217.0416667 24.1157407 7.09 ** 2.21 3.07 Galat 30 102.0442708 3.4014757
Total 47 726.5625000
KK = 12.45%
FK = 10531.6875
Keterangan : tn = tidak nyata
* = nyata
** = sangat nyata
65 Tabel Lampiran 6a. Jumlah buah (buah) tanaman stroberi.
Perlakuan Kelompok
Total Rata-rata
I II III
c0e0 9 8.25 9.25 26.50 8.83
c0e1 9.25 11.25 12.5 33.00 11.00
c0e2 11.5 10.5 16 38.00 12.67
c0e3 10.75 12 12.75 35.50 11.83
c1e0 11.5 11.75 13.25 36.50 12.17
c1e1 12 9.25 11.25 32.50 10.83
c1e2 4.5 6.75 5.25 16.50 5.50
c1e3 14.25 11.5 15.75 41.50 13.83
c2e0 17.5 17.5 19 54.00 18.00
c2e1 15 11.75 11.75 38.50 12.83
c2e2 12.5 20 15.5 48.00 16.00
c2e3 18.5 17.75 20.25 56.50 18.83
c3e0 9.25 10.5 15.75 35.50 11.83
c3e1 9.25 13.25 12.5 35.00 11.67
c3e2 11.25 7.5 14.75 33.50 11.17
c3e3 9.75 7.25 13 30.00 10.00
Total 185.75 186.75 218.50 591.00 12.31
Tabel Lampiran 6b. Sidik ragam jumlah buah tanaman stroberi
SK DB JK KT FHit
FT abel
0.05 0.01 Kelompok 2 43.3671875 21.6835938 5.63 ** 3.32 5.39 Citozan (C) 3 271.8958333 90.6319444 23.52 ** 2.92 4.51 Cepa (E) 3 40.4375000 13.4791667 3.50 * 2.92 4.51 Interaksi (CE) 9 171.1458333 19.0162037 4.94 ** 2.21 3.07 Galat 30 115.5911458 3.8530382
Total 47 642.4375000
KK = 15.94%
FK = 7276.6875
Keterangan : tn = tidak nyata
* = nyata
** = sangat nyata
66 Tabel Lampiran 7a. Bobot buah (g) tanaman stroberi.
Perlakuan Kelompok
Total Rata-rata
I II III
c0e0 8.89 9.03 7.07 24.98 8.33
c0e1 10.20 10.00 10.64 30.84 10.28
c0e2 10.77 9.72 8.88 29.36 9.79
c0e3 12.31 9.50 11.07 32.88 10.96
c1e0 11.53 12.98 6.72 31.22 10.41
c1e1 12.40 15.60 7.68 35.68 11.89
c1e2 10.70 14.65 8.06 33.41 11.14
c1e3 11.28 11.75 11.96 34.99 11.66
c2e0 13.00 14.09 12.26 39.35 13.12
c2e1 12.48 13.67 14.72 40.87 13.62
c2e2 13.79 11.05 14.29 39.13 13.04
c2e3 14.38 14.86 11.01 40.25 13.42
c3e0 9.98 10.54 12.79 33.30 11.10
c3e1 9.72 12.11 10.43 32.26 10.75
c3e2 3.63 12.43 14.98 31.04 10.35
c3e3 9.26 10.50 12.79 32.55 10.85
Total 174.30 192.46 175.33 542.09 11.29 Tabel Lampiran 7b. Sidik ragam bobot buah tanaman stroberi.
SK DB JK KT FHit
FT abel 0.05 0.01 Kelompok 2 13.0098465 6.5049233 1.12 tn 3.32 5.39 Citozan (C) 3 77.1073500 25.7024500 4.42 * 2.92 4.51 Cepa (E) 3 7.8857306 2.6285769 0.45 tn 2.92 4.51 Interaksi (CE) 9 8.7895076 0.9766120 0.17 tn 2.21 3.07 Galat 30 174.5924051 5.8197468
Total 47 281.3848398
KK = 21.36%
FK = 6122.176308
Keterangan : tn = tidak nyata
* = nyata
** = sangat nyata
67 Tabel Lampiran 8a. Diameter buah (mm) tanaman stroberi.
Perlakuan Kelompok
Total Rata-rata
I II III
c0e0 24.29 26.22 22.12 72.63 24.21
c0e1 26.66 26.34 20.54 73.54 24.51
c0e2 23.20 26.09 21.39 70.68 23.56
c0e3 20.31 25.02 20.37 65.69 21.90
c1e0 29.54 28.32 24.42 82.28 27.43
c1e1 27.70 26.18 23.83 77.70 25.90
c1e2 27.16 27.18 23.87 78.20 26.07
c1e3 26.27 27.67 24.27 78.20 26.07
c2e0 29.07 32.88 28.37 90.32 30.11
c2e1 30.82 29.36 26.16 86.33 28.78
c2e2 29.02 28.59 28.06 85.66 28.55
c2e3 28.13 29.39 25.95 83.46 27.82
c3e0 26.55 25.90 27.17 79.61 26.54
c3e1 26.85 27.39 25.28 79.52 26.51
c3e2 18.87 28.14 30.38 77.39 25.80
c3e3 22.53 27.55 27.10 77.18 25.73
Total 416.95 442.19 399.23 1258.38 26.22
Tabel Lampiran 8b. Sidik ragam diameter buah tanaman stroberi.
SK DB JK KT FHit
FT abel
0.05 0.01 Kelompok 2 58.2630930 29.1315465 5.55 ** 3.32 5.39 Citozan (C) 3 166.9844912 55.6614971 10.60 ** 2.92 4.51 Cepa (E) 3 18.3003216 6.1001072 1.16 tn 2.92 4.51 Interaksi (CE) 9 8.4660280 0.9406698 0.18 tn 2.21 3.07 Galat 30 157.5526121 5.2517537
Total 47 409.5665459
KK = 8.74%
FK = 32989.81691
Keterangan : tn = tidak nyata
* = nyata
** = sangat nyata
68 Tabel Lampiran 9a. Kadar gula buah tanaman stroberi.
Perlakuan Kelompok
Total Rata-rata
I II III
c0e0 10.80 11.23 7.47 29.50 9.83
c0e1 12.77 12.75 5.35 30.87 10.29
c0e2 14.23 11.63 10.28 36.15 12.05
c0e3 11.05 12.77 8.37 32.18 10.73
c1e0 10.40 13.27 9.27 32.93 10.98
c1e1 7.28 10.13 12.90 30.32 10.11
c1e2 10.60 12.08 10.42 33.10 11.03
c1e3 10.70 8.28 8.35 27.33 9.11
c2e0 14.08 11.95 11.70 37.73 12.58
c2e1 9.52 6.82 7.88 24.22 8.07
c2e2 10.47 8.03 7.77 26.27 8.76
c2e3 10.60 10.60 7.18 28.38 9.46
c3e0 10.55 10.55 11.32 32.42 10.81
c3e1 9.17 9.17 10.40 28.73 9.58
c3e2 8.75 8.75 7.93 25.43 8.48
c3e3 8.52 8.52 11.22 28.25 9.42
Total 169.48 166.53 147.80 483.81 10.08
Tabel Lampiran 9b. Sidik ragam kadar gula buah tanaman stroberi.
SK DB JK KT FHit
FT abel
0.05 0.01 Kelompok 2 17.2932644 8.6466322 2.56 tn 3.32 5.39 Citozan (C) 3 10.3248907 3.4416302 1.02 tn 2.92 4.51 Cepa (E) 3 17.0727796 5.6909265 1.68 tn 2.92 4.51 Interaksi
(CE) 9 42.3632556 4.7070284 1.39 tn 2.21 3.07 Galat 30 101.4891505 3.3829717
Total 47 188.5433407
KK = 18.25%
FK = 4876.569615
Keterangan : tn = tidak nyata
* = nyata
** = sangat nyata
69
U
Gambar Lampiran 1. Denah Pe rcobaan di Lapangan
C0E0 C0E1 C0E2
C0E1 C0E2 C0E3
C0E2 C0E3 C0E0
C0E3 C0E0 C0E1
C1E0 C1E1 C1E2
C1E1 C1E2 C1E3
C1E2 C1E3 C1E0
C1E3 C1E0 C1E1
C2E0 C2E1 C2E2
C2E1 C2E2 C2E3
C2E2 C2E3 C2E0
C2E3 C2E0 C2E1
C3E0 C3E1 C3E2
C3E1 C3E2 C3E3
C3E2 C3E3 C3E0
C3E3 C3E0 C3E1
ULANGAN I
ULANGAN II
ULANGAN III
70 Gambar Lampiran 2. Tanaman stroberi di lapangan setelah tanam
71
C
0E
0C
0E
1C
0E
2C
0E
3C
1E
0C
1E
172
C
1E
2C
1E
3C
2E
0C
1E
2C
2E
3C
2E
273 Gambar Lampiran 3. Tanaman Stroberi Sesuai Perlakuan Pada Saat Berbuah