• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ophiocephalu s Striatus

METODE PENELITIAN

3.1. Desain Penelitian

Penelitian ini merupakan uji klinis open label dengan desain one group pretest posttest. Penelitian open label adalah penelitian di mana subjek penelitian dan peneliti mengetahui intervensi yang diberikan.

3.2. Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan di seluruh rumah sakit jejaring Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK USU Medan dengan persetujuan Komisi Etik Penelitian FK USU, dilaksanakan mulai bulan Januari-Juni 2019. Pasien yang telah memenuhi kriteria sebagai subjek penelitian akan diberikan perlakuan berupa pemberian ekstrak Ophiocephalus striatus selama 2 minggu.

3.3. Populasi dan Sampel

Populasi penelitian adalah seluruh pasien kanker yang mengalami kaheksia kanker yang berobat di RSUP Haji Adam Malik Medan. Sampel adalah semua populasi penderita kanker yang mengalami kaheksia di bagian rawat jalan di RSUP Haji Adam Malik Medan serta rumah sakit jejaring Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK USU. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling, penentuan sampel dilakukan dilakukan dengan pertimbangan tertentu yaitu kriteria inklusi dan kriteria ekslusi.

3.4. Perkiraan Besar Sampel

Perkiraan besar sampel untuk uji beda proporsi 2 kelompok berpasangan dapat dihitung dengan menggunakan rumus:

Di mana:

x1= kadar Carnosine Dipeptidase-1 pada pasien kaheksia sebelum pemberian ekstrak Ophiocephalus striatus

x2= kadar Carnosine Dipeptidase-1 pada pasien kaheksia setelah pemberian ekstrak Ophiocephalus striatus

Z= kesalahan tipe I, ditetapkan sebesar 5%, sehingga Z = 1,96. (dari tabel)

Z= kesalahan tipe II, ditetapkan sebesar 10%, makan Zβ = 1,64. (dari tabel)

S= standar deviasi gabungan

n1= jumlah sampel pada pasien kaheksia kanker sebelum pemberian ekstrak Ophiocephalus striatus

n2= jumlah sampel pada pasien kaheksia kanker sebelum pemberian ekstrak Ophiocephalus striatus

S1= standar deviasi n1

S2= standar deviasi n2

Didapat jumlah sampel minimal yang dibutuhkan dibulatkan menjadi 30 orang pada masing-masing kelompok uji.

3.5. Kriteria Inklusi dan Eksklusi

Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah:

• Pasien yang telah didiagnosis menderita kanker

• Pasien yang memiliki 2 dari kriteria berikut:

- Penurunan berat badan > 5% selama < 12 bulan terakhir; atau - IMT < 20kg/m2

Ditambah 3 dari 5 kriteria dibawah ini:

• Penurunan kekuatan otot

• Kelelahan

• Anoreksia

• Indeks massa lemak bebas rendah

• Abnormalitas biokimia:: peningkatan marker inflamasi (CRP, IL-6), Anemia (Hb<12gr/dL), kadar albumin serum rendah (<3,2gr/dL)

Kriteria ekslusi pada penelitian ini adalah :

• Pasien yang tidak bersedia menjadi subjek penelitian

• Pasien yang tidak memenuhi kriteria inklusi

• Wanita hamil

• Riwayat penyakit kronis lain: diabetes mellitus, penyakit jantung koroner, stroke, disfungsi tiroid

• GFR < 15 mL/min/1,73 m2

• Proteinuria ≥ +3

3.6. Variabel Penelitian

• Variabel bebas: Ekstrak Ophiocephalus striatus

• Variabel terikat: Kadar Carnosine Dipeptidase-1

3.7. Definisi Operasional Tabel 3.1 Definisi Operasional

No Variabel Definisi Alat Ukur Hasil

Ukur

Skala

1 Kaheksia kanker Pasien kanker yang mengalami penurunan berat badan >5% selama

<12 bulan terakhir atau IMT <

20kg/m2, dengan minimal tiga dari lima kriteria: kelelahan, anoreksia, penurunan massa lemak bebas, abnormalitas biokimia: peningkatan

4 Kelelahan Kelelahan didefinisikan sebagai kelelahan fisik dan/ atau mental yang dihasilkan dari pengerahan tenaga; ketidakmampuan untuk melanjutkan latihan pada intensitas yang sama dengan penurunan

5 Anoreksia Asupan makanan terbatas (yaitu asupan kalori total kurang dari 20

Vipalbumin® Plus sachet memiliki kandungan 5000 mg ekstrak Ophiocephalus striatus per sachet.

Vipalbumin® Plus sudah terdafatar dalam POM dengan nomor POM TR 133 272 211.

- - -

6 Carnosine Dipeptidase-1

Serum carnosinase (CN1) adalah metallopeptidase selektif yang disekresikan oleh hati ke dalam sirkulasi dan ditemukan dalam serum dan otak, sedangkan carnosinase cytosolic (CN2) tidak spesifik dan diekspresikan secara umum (tetapi tidak dalam serum).

ELISA µg/mL Rasio

3.8. Tahapan Penelitian

Terhadap subjek dilakukan penjelasan mengenai penelitian dan diminta memberikan persetujuan tertulis (informed consent) untuk mengikuti penelitian.

Kemudian dilakukan anamnese dan pemeriksaan sebagai berikut:

a Dilakukan anamnesis untuk mendapatkan data: umur, jenis kelamin, dan data pribadi lainnya, penurunan berat badan, anoreksia, kelelahan.

b Dilakukan pengukuran Tinggi Badan (TB) dengan posisi tegak lurus tanpa alas kaki. Pengukuran mulai dari telapak kaki hingga puncak kepala dengan menggunakan mikrotop. Hasil pengukuran dinyatakan dalam satuan meter (m), Berat Badan (BB) diukur dengan posisi tegak lurus menggunakan timbangan kamar mandi, hasil pengukuran dinyatakan dalam satuan kilogram (kg) serta dilakukan penilaian Indeks Massa Tubuh (IMT) dalam satuan kg/m2. Dilakukan penilaian lingkar lengan atas dengan menggunakan meteran dan dilakukan pengukuran massa lemak tubuh dengan menggunakan alat DXA. Keseluruhan pengukuran dilakukan oleh peneliti.

c Subjek yang memuhi kriteria klinis kaheksia dilakukan pemeriksaan laboratorium: darah rutin, fungsi hati, fungsi ginjal, albumin, CRP, dan adiponektin serum. Pengambilan sampel darah pada daerah fossa cubiti subjek penelitian dilakukan oleh laboran.

d Kemudian terhadap semua subjek yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diberikan suplemen vipAlbumin® yang mengandung 5000 mg ekstrak ikan gabus (Ophiocephalus striatus). Penelitian ini merupakan penelitian open label, di mana subjek penelitian dan peneliti mengetahui pengobatan yang didapatkan oleh subjek penelitian. Kandungan VipAlbumin® tercantum dalam tabel 3.2.

e Masing–masing subjek diberikan edukasi mengenai gizi , aktifitas fisik dan diet sesuai dengan jenis kelamin dan faktor- faktor penyesuaian (aktifitas fisik, kondisi stress, berat badan, usia), dan diberikan pampflet untuk menu makanan yang dianjurkan.

f Seluruh subjek diberikan suplemen VipAlbumin® yang mengandung 5000 mg ekstrak Ophiocephalus striatus dua kali sehari selama dua minggu dan dilakukan pemantauan mengenai kepatuhan minum obat.

g Seluruh subjek diberikan nomor telepon dari peneliti dan dapat menghubungi peneliti kapan saja apabila didapatkan efek samping yang mengganggu maupun hal- hal yang ingin ditanyakan mengenai diet dan pola hidup.

h Pada hari ke-15 dilakukan pengambilan darah oleh laboran pada fossa cubiti untuk penilaian darah rutin, fungsi hati, fungsi ginjal, dan kadar adiponektin serum.

3.9. Pengolahan dan Analisis Data

Data yang didapat adalah data primer, kemudian akan di analisa dan disajikan dengan analisis statistik menggunakan SPSS. Proses yang dilakukan sebagai berikut:

a Editing: memeriksa ketepatan dan kelengkapan data pada lembar pengamatan subjek penelitian

b Coding: pemberian kode dan penomoran c Entry: memasukkan data ke dalam komputer

d Cleaning: memriksa semua data yang telah dimasukkan ke dalam komputer untuk menghindari kesalahan dalam pemasukan data

e Saving: penyimpanan data

f Analisis data: analisis statistik deskriptif digunakan untuk data demografi.

Analisis statistik analitik uji T berpasangan atau Wilcoxon digunakan untuk menguji perbedaan variable numeric pada kelompok penelitian sebelum dan setelah pemberian ekstrak Ophiocephalus striatus. Perbedaan dianggap bermakna secara statistik bila p<0,05.

3.10. Ethical Clearance dan Informed Consent

Ethical clearance diperoleh dari Komite Penelitian Bidang Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Informed consent diminta secara tertulis dari subjek penelitian yang bersedia untuk ikut dalam penelitian tanpa paksaan setelah mendapatkan penjelasan mengenai maksud dan tujuan penelitian ini.

3.11. Kerangka Operasional

BAB IV

Dokumen terkait