• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode artinya cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki atau cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan25. Sedangkan Metode Penelitian adalah cara mencari

kebenaran dan asas-asas gejala alam, masyarakat, atau kemanusian berdasarkan ilmu yang bersangkutan26.

1 . Jenis Penelitian

Penelitian tentang ide dan pemikiran Harun Nasution yang berhubungan dengan pembaharuan pendidikan tinggi Islam di Indonesia, merupakan penelitian kepustakaan (library research27), yaitu suatu cara kerja yang bermafaat untuk mengetahui pengetahuan ilmiah dari suatu dokumen tertentu atau berupa literratur yang dikemukakan oleh para ilmuan terdahulu dan ilmuwan dimasa sekarang. Dengan cara membaca buku-buku karya Harun Nasution sendiri28 (sebagai data

primer) dan buku-buku yang ditulis mengenai pemikiran Harun

25Dendy Sugono, dkk, Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa edisi Keempat (Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 2008. Cet .ke-1). hlm.910.

26Ibid. hlm. 911 .

27Masri Singarimbun, Metode Penelitian Survey (Jakarta; LP3ES, 1989), hlm 45.

28Terutama karya-karya yang menyangkut pemikirannya terhadap pendidikan Islam dan teologi rasionalnya, sebab di samping dalam dua aspek tersebut, Harun banyak menulis buku-buku tentang mistisme, tasawuf, dan hukum Islam.

Nasution (sebagai data sekunder) berupa pendapat, komentar yang menilai gagasan, pandangan, tipologi atau corak pemikiran Harun Nasution tentang masalah pendidikan tinggi Islam di Indonesia.

2 . Pendekatan Penelitian

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan analisis filosofis terhadap pemikiran seorang tokoh dalam waktu tertentu di masa lewat, secara metodologis penelitian ini menggunakan pendekatan sejarah (historical approach)29adalah

penelaahan dokumen serta sumber-sumber lain yang berisi informasi yang lampau dan di laksanakan secara sistematis, dengan mempelajari sesuatu yang lampau supaya dapat memahami keadaan, praktek pendidikan dengan lebih baik dan selanjutnya dapat memecahkan permasalahan yang timbul dengan mengacu pada pengalaman yang lama. Salah satu penelian ini adalah penelitian biografis, yaitu penelitian terhadap kehidupan seorang dalam hubungannya dengan masyarakat: sifat-sifat, watak, pengaruh pemikiran dan ide-idenya serta pembentukan watak tokoh tersebut selama hayatnya.

3 . Sumber Data

Karena penelitian ini tergolong penelitian pustaka yang bersifat kualitatif, dan untuk mengetahui peranan Harun Nasution tentang pembaharuan pendidikan tinggi Islam di Indonesia, sumber yang dijadikan bahan penelitian adalah buku karya Harun Nasution sendiri, buku karya murid-muridnya, buku karya orang-orang terdekat, buku

29

Suharsimi Arikunto, Manajemen Penelitian (Jakarta: Rineka Cipta, 2005. Cet.ke-7) hlm. 252.

karya orang lain yang relevan dengan pembahasan dan beberapa pembahasan jurnal, majalah dan buletin. Adapun sumber data penelitian yang dipergunakan meliputi:

a . Sumber data primer, yaitu data yang berupa sumber primer dalam penelitian ini adalah buku-buku yang ditulis langsung oleh Harun Nasution, yaitu: 1) Akal dan Wahyu dalam Islam. 2) Filsafat dan

Mistisisme dalam Islam. 3) Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya.

4) Islam Rasional, Gagasan dan Pemikiran Harun Nasution. Muhammad Abduh dan Teologi Rasional Mu’tazilah. 5)

Pembaharuan dalam Islam, Sejarah Pemikiran dan Gerakan. 6)

Teologi Islam, Aliran-Aliran Sejarah Analisa Perbandingan.

b . Sumber data sekunder, yaitu data yang berupa bahan pustaka yang memiliki kajian yang sama yang dihasilkan oleh pemikir yang lain, yang berbicara tentang gagasan Harun Nasution.

c . Sumber data terties, yaitu ensiklopedi, kamus, majalah, jurnal, buletin yang berkaitan dengan pembahasan.

4 . Teknik Analisis Data

Setelah data-data penelitian terkumpul, maka selanjutnya penulis menentukan teknik analisis. Teknik yang digunakan ialah Content

analysis30 (analisis isi), yaitu penelitian analisis isi yang di gunakan

untuk menafsirkan ide atau gagasan tentang pembaharuan pendidikan tinggi Islam di Indonesia dari seorang tokoh Harun Nasution , kemudian ide-ide tersebut dianalisis secara mendalam dan seksama guna

memperoleh nilai positif untuk menjawab masalah krusial pendidikan tinggi Islam saat ini. Dengan menggunakan teknik content analysis, maka prosedur kerja yang peneliti lakukan adalah sebagai berikut:

a . Menentukan karakteristik pesan, maksudnya adalah pesan dari ide konsep pembaharuan pendidikan tinggi Islam yang di gagas oleh Harun Nasution. Selanjutnya, mencoba melakukan pemahaman yang mendalam apakah dari konsep tersebut berimplikasi terhadap pembaharuan pendidikan tinggi Islam saat ini.

b . Penelitian dilakukan secara sistematis, artinya dilakukan tidak saja melihat ide atau gagasan pemikiran Harun Nasution, tetapi melihat kondisi dunia pendidikan tinggi Islam ketika ide atau gagasan tersebut muncul. Oleh karena itu untuk memahami pembaharuan pendidikan tinggi Islam yang digagas oleh Harun Nasution, tentunya tidak mengabaikan latar belakang kehidupan serta pendidikan yang ditempuh oleh seorang Harun Nasution. Selanjutnya, setelah mengetahui inti konsep tersebut penulis melakukan penelitian lanjutan dalam rangka menjawab problem krusial pembaharuan pendidikan tinggi Islam di Indonesia.

c . Langkah terakhir dari penelitian ini adalah menarik kesimpulan sementara, karena harapan penulis penelitian ini akan ditindak lanjuti oleh peneliti lain mengingat Harun Nasution masih memungkinkan untuk mengelurkan gagasan-gagasan barunya berkaitan dengan fokus penelitian ini.

(understanding) terhadap kesadaran dan pemahaman yang melandasi pembaharuan pendidikan tinggi Islam di Indonesia. Paradigma perubahan konsep dan praktis yang dilakukan oleh Harun Nasution. Interpretasi digunakan secara hati-hati terhadap data empiris yang dipandang sebagai hasil dari interpretasi. Dengan metode refleksi, peneliti memahami interpretasi serta pemahaman atas pembaharuan tersebut yang diperoleh dengan berbagai literatur utama maupun literatur yang sekunder. Dengan demikian penelitian ini bertolak dari paradigma definisi sosial. Menurut Lexi J Moloeng,31 Penelitian

kualitatif adalah penelitian yang dimaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dipahami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, tindakan dan lain-lain, secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaakan berbagai metode alamiah.

Adapun pola berpikir yang digunakan penulis dalam menarik kesimpulan ialah pola pikir induktif, yaitu memungkinkan temuan-temuan penelitian muncul dari keadaan umum, tema-tema dominan dan signifikan yang ada dalam data, tanpa mengabaikan hal-hal yang muncul oleh struktur metodologisnya.32 Pokok-pokok pemikiran Harun

Nasution tentang pembaharuan pendidikan tinggi Islam di Indonesia di analisa satu persatu kemudian ditarik sebuah kesimpulan yang bersifat umum sebagai sebuah generalisasi dari corak pemikiran Harun Nasution. Pola berfikir deduktif, yaitu suatu cara menarik kesimpulan

31

Lexy J. Moeleong, Metodologi Penelitian kualitatif, (Bandung: RemajaRosdakarya, 2012. Cet. 30),hlm. 6.

dari yang umum ke yang khusus. Model penalaran ini digunakan ketika menganalisa suatu konsep pemikiran Harun Nasution dengan megemukakan berbagai data-data serta logika-logika untuk sampai pada konsep tersebut.