• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian Social Network Analysis (SNA).

Tujuan pada penelitian ini adalah untuk memetakan pola jaringan sosial diantara OPL di Yogyakarta. Pada penelitian jejaring data yang dibutuhkan pun beragam mulai dari data statistik, grafik jaringan, hingga deskripsi kualitatif. Maka penelitian kombinasi dengan pendekatan kuantitatif yang diperdalam lagi dengan kualitatif akan memberikan pemahaman lebih mendalam dibanding dengan menggunakan satu pendekatan saja.

1.7.1 Subjek Penelitian.

Penelitian ini mengambil populasi OPL yang ada di Yogyakarta. Dari buku Organisasi Pemuda Lingkungan di Indonesia Pasca-Orde Baru didapati sembilan OPL yang terdiri dari Earth Hour Jogja, IAAS UGM, Gama Earth, Garuda Youth Community (GYC) Jogja, Green Map Jogja, Kamase UGM, Kophi Jogja, Shalink WALHI Yogyakarta, dan Waterplant Community. Sebagai langkah awal peneliti telah memetakan keberadaan dan keaktifan sembilan OPL tersebut.

Kemudian mencari kemungkinan adanya OPL aktif lain yang ada di Yogyakarta.

Setelah dilakukan observasi ternyata peneliti menemukan 24 OPL yang berada di Yogyakarta, yaitu IAAS LC UGM, Trashbag Community Yogyakarta, Earth Hour (EH) Jogja, Water Forum Kalijogo, Waterplant Community, Together We Save Energy (TWSE) Community, Pemuda Tata Ruang (Petarung), Gama Earth UGM, Jogja Berkebun, Komunitas Mahasiswa Sentra Energi (KAMASE), Taman Kota Jogja, Shalink WALHI Yogyakarta, Kemangteer Jogja, Hilo Green Community Jogja, Forum Pelajar Peduli Lingkungan (FPPL) Jogja, Sedekah Hijau, Youth For Climate Change DIY, Green Tech UPN, Sobat Bumi Jogja, Green Peace Youth Jogja, Koalisi Pemuda Hijau (Kophi) Jogja, Green Map Jogja, Garuda Youth Community (GYC) Jogja, dan Gamaku Kebunku. Hanya saja untuk keaktifan pengorganisaian dan kegiatan tercatat 21 OPL, sedangkan tiga yang lain sudah membubarkan diri. Ketiganya yaitu Green Map Jogja, Garuda Youth Community (GYC) Jogja, dan Gamaku Kebunku.

1.7.2 Lokasi Penelitian.

Penelitain mengambil lokasi di Yogyakarta. Pemilihan kota ini karena banyaknya pelajar dan mahasiswa yang mengindikasikan banyaknya pemuda

(16-30 tahun). Sebagai salah satu kota besar di Indonesia, Yogyakarta juga dikenal memiliki banyak komunitas yang bergelut di berbagai macam isu kajian, salah satunya isu lingkungan. Hal ini diperkuat dengan temuan di lapangan bahwa komunitas anak muda yang mendominasi Yogyakarta mengangkat isu-isu tentang kemanusiaan, pendidikan, lingkungan, hobi, serta olahraga dan seni.

1.7.3 Teknik Pemilihan Subjek Penelitian

Penelitian ini mengambil keseluruhan OPL yang ditemukan di Yogyakarta. Hal ini terkait dengan salah satu tujuan penelitian untuk membuat jejaring diantara OPL dengan menggunakan SNA. OPL yang ditemukan di Yogyakarta adalah 24 OPL, 21 OPL diambil sebagai subjek karena 3 OPL yang lain sudah bubar.

1.7.4 Jenis Data Penelitian.

Ada dua jenis data yang dipakai dalam penelitian ini, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer berupa data statistik dan sociogram hasil pengisian kuesioner dan data deksriptif hasil wawancara mendalam terhadap informan untuk mendapatkan data sesuai kepentingan penelitian. Data sekunder berupa pemetaan dalam observasi awal dan hasil studi pustaka. Data sekunder bisa berasal dari data yang dimiliki oleh masing-masing OPL atau data yang didapat dari penelusuran pustaka dan internet.

1.7.5 Teknik Pengumpulan Data.

Dalam penelitian ini digunakan beberapa cara untuk menggali data, diantaranya observasi, survei, wawancara, dan studi literatur.

a) Observasi dilakukan dengan cara memetakan ulang keberadaan OPL di Yogyakarta. Pemetaan ulang dilakukan dengan mencari info lewat media online dan terjun ke lapangan mengikuti berbagai kegiatan komunitas kaum muda ataupun OPL di Yogyakarta. Pemetaan dilakukan untuk meilhat eksistensi dan keaktifan OPL yang sudah terdeteksi sekaligus mencari OPL lain yang belum terpantau pada penelitian-penelitian sebelumnya. Observasi online dan lapangan menghasilkan temuan sejumlah 24 OPL. Dari jumlah itu akhirnya hanya didapati 21 OPL yang masih aktif untuk kemudian dijadikan subjek penelitian.

b) Survei adalah metode penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuesioner sebaga alat pengumpulan data yang pokok.

Survei dilakukan kepada semua OPL yang ditemukan dari hasil pemetaan awal. Perwakilan dari masing-masing OPL adalah ketuanya langsung atau pengurus yang dapat mewakili. Survei ini berfungsi untuk mencari tahu tentang atribut dari masing-masing OPL, serta data dasar terkait jejaring masing-masing OPL yang akan diolah menjadi sociogram. Pertama survei terkait informasi dasar yang berkaitan dengan keorganisasian OPL yang bersangkutan, meliputi alasan berdiri, sistem organisasi, keanggotaan, peran media online, serta aksi-aksi lingkungan yang dilakukan. Kemudian survei terkait jejaring pendidikan lingkungan OPL yang bersangkutan dengan OPL lain di Yogyakarta. Bentuk pertanyan terkait jaringan ini menggunakan sistem roster, yaitu peneliti menyediakan nama-nama OPL yang ada di Yogyakarta.

Untuk jumlah relasi dengan OPL bersifat free choice, artinya tiap OPL bebas

untuk menyebutkan berapa saja relasi yang terbentuk dengan aktor lain.

Indikator yang digunakan dalam survei jejaring adalah dengan aktor mana saja OPL yang bersangkut melakukan jejaring pendidikan lingkungan, baik dalam hal melakukan kegiatan secara bersama, saling mengundang, ataupun berkegiatan bersama dalam gerakan pendidikan lingkungan.

c) Wawancara digunakan untuk mendapatkan data primer dari informan yang berkecimpung langsung di dunia OPL, target peneliti untuk dapat mewawancarai ketua masing-masing OPL atau pengurus yang berkompeten.

Wawancara pada penelitian ini dilakukan pasca survei data dasar dan jejaring OPL sudah dilakukan. Wawancara mendalam dilakukan untuk menanyakan lebih jauh peran OPL serta pentingnya jejaring pendidikan lingkungan bagi mereka.

d) Studi literatur digunakan untuk mencari data sekunder yang mendukung penelitian. Studi literatur bisa berupa kajian pustaka, audio, gambar, ataupun penelusuran internet dalam bentuk website, blog, media sosial, dan lainnya.

Dalam mencari tambahan literatur ini peneliti melacak lewat media online berupa akun media sosial online yang dimiliki masing-masing OPL. Akun-akun milik OPL ini berupa situs website, Facebook, Twitter, dan Instagram.

1.7.6 Teknik Pengolahan dan Analisis Data.

Dalam penelitian ini menggunakan tiga macam metode analisis, yaitu statistik, grafik jaringan, dan deskripsi kualitatif. Data statistik diperoleh dari pengolahan data hasil survei dengan menggunakan software SPSS dan Microsoft Excel, grafik jaringan dianalisis dengan metode Social Network Analysis (SNA)

menggunakan software UCINET-NetDraw dan NodeXL, sedangkan pengolahan data kualitatif dilakukan dari hasil wawancara. Secara keseluruhan data dasar berupa statistik, sociogram, serta deskripsi kualitatif.

Dokumen terkait