BAB I PENDAHULUAN
F. Metode Penelitian
Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif, yaitu metode penelitian yang digunakan untuk meneliti kondisi objek yang alamiah.47 Metode penelitian kualitatif sebagai prosedur penelitian menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.48 Metode penelitian tersebut mempengaruhi langkah-langkah selanjutnya yang meliputi:
1. Jenis Studi
Penelitian ini termasuk jenis penelitian pustaka (library research), yaitu penelitian yang menggunakan buku tafsir Fi Z}ilal Al-Qur’an,
46 Ibid, hal. 417—419.
47 Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta, 2008), hal. 1.
48 Lexy J. Moloeng, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005), hal. 4.
29 Kamus, buku atau bahan-bahan tertulis yang memiliki keterkaitan dengan tema permasalahan yang akan diteliti sebagai sumber datanya. Karena dalam penelitian kualitatif, peneliti akan mengemukakan data yang dikumpulkan berupa deskripsi, uraian detail yang deskriptif analitik, yaitu dengan mengumpulkan data-data yang ada, menafsirkan dan mengadakan analisa yang interpertatif.
2. Pendekatan Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan tahlili (analitis) dalam penelitian tasir yaitu penelitian yang mencoba menjelaskan ayat Al-Qur‟an secara analisis, dari berbagai aspek.49 dan menggunakan landasan pedagogik karena peneliti ingin mengetahui lebih mendalam terkait pendidikan seks dalam ayat-ayat Al-Qur‟an. Kemudian dalam hal kajian linguistic-semantik Arab penulis menggunakan Mufradat karya Raghib al Asfahaniy dan Mu’jam Mufahras karya Muhammad Fuad Abd al-Baqiy. Penulis memfokuskan pada ayat-ayat yang berkaitan tentang seksualitas sesuai dengan perkembangan remaja sebagai berikut:
a. Anatomi Fisiologi seksual : QS. Al-Mukminun 5-7;50 b. Proses reproduksi manusia : QS. Al-Mukminun: 12-13;51
c. Perkembangan seksual : QS. An-Nur: 59;52 QS. Al-Baqarah: 222;53
49 Abdul Mustaqim, Metode Al-Qur’an dan Tafsir, (Yogyakarta: Idea Press, 2015), hal. 18.
50 Raghib al Asfahaniy, Mu’jam Mufradat Alfath Al-Qur’an, (Beirut: dar al Kutub, 2008), hal. 419.
51 Muhammad Fuad Abd al-Baqiy, Mu’jam al-Mufahras Li al-Fa>zh Al-Qur’an, (Beirut: Dar al-Ma’rifat, 1999), hal. 542.
30 d. Psikologi seksual remaja : QS. Ali Imron ayat 14;54
e. Penyimpangan seksual : QS. Al-Ankabut ayat 28; QS. Al-Isro‟:32;55
2. Sumber Data
Adapun sumber data dalam penelitian ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu: Sumber data primer yakni didalamnya memuat informasi seputar tema penelitian secara langsung. Sesuai dengan topic pembahasan penelitian ini adalah “Pendidikan Seks Bagi Remaja Dalam Al-Qur‟an” (Studi Analisis Tafsir Fi Z}ilal Al-Qur’an), maka yang menjadi sumber data primer penulis adalah Tafsir Fi Z}ilal Al-Qur’an karya Sayyid Qut}b yang diterbitkan oleh Dar Ihya‟ Beirut Lebanon tahun 1971.
Sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah data-data yang memuat informasi berkaitan dengan penelitian, walaupun dalam bentuk narasinya tidak secara langsung fokus pada tema penelitian. Akan tetapi ada relevansi kajian di dalamnya, baik dalam bentuk buku, artikel ilmiah ataupun sumber lainnya yang dapat menunjang penelitian ini.56 Untuk menunjang penelitian ini, penulis mengambil referensi dari beberapa buku sebagai berikut:
52 Muhammad Fuad Abd al-Baqiy, Mu’jam al-Mufahras Li al-Fa>zh Al-Qur’an..., hal. 216.
53 Raghib al Asfahaniy, Mu’jam Mufradat Alfath Al-Qur’an, (Beirut: Dar al Kutub, 2008), hal. 154.
54 Raghib al Asfahaniy, Mu’jam Mufradat Alfath Al-Qur’an..., hal. 303.
55 Raghib al Asfahaniy, Mu’jam Mufradat Alfath Al-Qur’an..., hal. 419.
31 a. Pendidikan Seks Bagi Remaja Menurut Hukum Islam karya Akhmad
Azhar Abu Miqdad yang diterbitkan oleh Mitra Pustaka Yogyakarta. b. Merawat Cinta Kasih karya Ali Akbar yang diterbitkan oleh Pustaka
Antara Jakarta.
c. Perkembangan Remaja karya John W. Santrock yang diterbitkan oleh Erlangga Jakarta.
3. Teknik Pengumpulan data
Teknik pengumpulan data pada penelitian dilakukan dengan dokumentasi. Berbagai sumber data, baik primer maupun sekunder yang penelitian kumpulkan dikonfirmasikan dan dianalisis secara mendalam. Metode dokumentasi, yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel berupa catatan, buku, surat kabar, majalah, dan sebagainya.57
Secara garis besar, metode pengumpulan data dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: mengumpulkan dokumen yang dibutuhkan, memisahkan data yang relevan dengan tidak relevan, relevansi bisa diukur dari kesesuaian data dengan topik bahasan dan waktu diambilnya data tersebut dengan mengutip tanpa melaukan perubahan redaksi.
4. Tehnik Analisis Data
57 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: Rineka Cipta, 2007), hal. 102.
32 Dalam melakukan analisis terhadap data yang penulis peroleh penulis menggunakan tehnik content Analysis yang diterjemahkan sebagai analisis isi atau kajian isi. Barelson mendifinisikan kajian isi sebagai tehnik penelitian untuk keperluan mendeskripsikan secara objektif, sistematis, dan kuantitatif tentnag manifestasi komunikasi. Weber menyatakan bahwa content Analysis adalah metodologi penelitian dari sebuah dokumen. Kajian isi adalah tehnik penelitian yang dimanfaatkan untuk menarik kesimpulan yang replikatif dan sahih dari data atas dasar konteksnya.
Secara lebih jelas, Hadari Nawai mengemukakan bahwa analisis isi dalam penelitian dilakuakn untuk mengungkapkan isi sebuah buku yang menggambarkan situasi penulis dan masyarakatnya pada waktu buku itu ditulis. Di samping itu, dengan cara ini, dapat dibandingkan antara satu buku dengan buku yang lain dalam bidang yang sama, baik berdasarkan perbedaan waktu penulisannya maupun mengenai kemampuan buku-uku tersebut dalam mencapai sasarannya sebagai bahan yang disajikan kepada masyarkat atau sekelompok masyarakat tertentu. Adapun langkah-langkah yang ditempuh dalam penelitian ini adalah
a. Penentuan unit analisis yaitu penulis memilih data dengan pembacaan dan pengamatan secara cermat terhadap ayat-ayat yang berkaitan seksualitas yakni QS. Baqarah: 222; QS. Ali Imron: 14; QS. Al-Isro‟: 32; QS. Al-Mukminun 5-7; QS. Al-Mukminun: 12-13; QS.
An-33 Nur: 59; QS. Al-Ankabut: 28; QS. Al-Ahqaf: 15 dalam tafsir Fi Z}ilal
Al-Qur’an karya Sayyid Qut}b
b. Pengumpulan data yang diperoleh melalui pembacaan secara cermat terhadap referensi-referensi tentang pendidikan seks dan perkembangan remaja.
c. Proses inferensi yang dilakukan terlebih dahulu kemudian melakukan prose analisis. Inferensi berupa penarikan kesimpulan secara abstrak. d. Interpretasi, merupakan penafsiran atau sering disebut analisis dengan
menggabungkan data yang telah didapat untuk memperoleh kesatuan nilai dan makna untuk mendapatkan kesimpulan tentang pendidikan seks dalam studi analisis tasir Fi Z}ilal Al-Qur’an karya Sayyid Qut}b dan implikasinya bagi remaja.