Berdasarkan rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian, maka jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode deskriptif analitis, yaitu metode penelitian untuk mempelajari
53 Kuntowijoyo, 2003, 44.
masalah dalam masyarakat, serta yang berlaku dalam masyarakat tentang hubungan, kegiatan, pandangan, dan proses-proses yang berlangsung serta pengaruh dari suatu fenomena.54
Pengambilan data bersumber dari wawancara, catatan lapangan, hasil rekaman sebagai data primer, dan berbagai dokumen seperti katalog pameran serta artikel pada majalah dan koran sebagai data sekunder. Bentuk terakhir inilah kemudian dianalisis sesuai dengan tujuan penelitian sehingga menghasilkan kesimpulan.55
1. Batasan Objek dan Subjek Penelitian
Penelitian ini mengambil objek seni lukis batik Tamansari, baik motif batik abstrak dinamis, motif batik gabungan, motif batik lukisan, dan motif batik dari cerita lama. Perkembangan hasil karya seni lukis batik dengan motif batik abstrak dinamis, motif batik gabungan, motif batik lukisan, dan motif batik dari cerita lama ini dapat menunjukkan adanya perubahan bentuk seni lukis batik Tamansari akibat pengaruh dunia industri pariwisata.
Subjek kajian penelitian ini adalah tokoh penting yang diduga dapat memberikan kontribusi, antara lain: a) para pelukis batik di kampung Taman, b) seniman, budayawan, dan pengamat
54 Moh. Nazir, Metode Penelitian (Jakarta: Ghalia Indonesia, 1988) 63-64.
55 Nyoman Kutha Ratna, Metodologi Penelitian; Kajian Budaya dan Ilmu-Ilmu Humaniora pada Umumnya (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010), 337.
seni yang paham terhadap perkembangan seni lukis batik Tamansari, c) para pengusaha dan pemilik galeri-galeri seni, d) tokoh masyarakat, d) pemandu wisata, e) wisatawan, dan f) masyarakat umum yang memiliki komitmen terhadap perkembangan seni lukis batik Tamansari.
2. Spasial dan Temporal Penelitian
Penelitian ini dilakukan dalam batasan wilayah seni lukis batik meliputi artshop batik yang tersebar di Kampung Taman.
Lokasi penelitian dipusatkan di RW 08, RW 09, dan RW 10 Kampung Taman, Kelurahan Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta. Pemilihan lokasi ini didasarkan pertimbangan bahwa pada lokasi tersebut diketahui sanggar Kalpika didirikan di sana dan banyak terdapat pelukis batik yang menetap di daerah tersebut.
Batasan waktu penelitian ini yaitu pada periode tahun 1970 sampai dengan tahun 2014. Dimulai tahun 1970-an dikarenakan merupakan masa-masa keemasan kebangkitan seni lukis batik Tamansari, yang ditandai dengan banyaknya kegiatan pameran dan publikasi di berbagai media tentang seni lukis batik Tamansari sebagai karya seni yang digandrungi wisatawan mancanegara maupun dalam negeri, di antaranya di media cetak majalah dan koran.
3. Teknik Pengumpulan Data
Sesuai dengan karakterisik topik penelitian, jenis penelitian ini masuk dalam kategori penelitian kualitatif. Untuk mengkaji permasalahan penelitian, maka penelitian kualitatif ini dilakukan tahap-tahap pengumpulan data sebagai berikut.
a. Melakukan studi pustaka untuk mendalami sumber-sumber pustaka yang relevan dengan masalah yang diteliti. Untuk mendapatkan data yang diperlukan, diusahakan dari bermacam sumber data kualitatif, yaitu: 1) sumber tertulis; 2) sumber lisan; 3) artefak; 4) peninggalan sejarah; dan 5) rekaman.56 Studi pustaka dilakukan untuk memperkuat pendapat pendapat yang diperoleh dari narasumber (informan kunci) di lapangan. Studi pustaka secara ilmiah dapat dipertanggung- jawabkan kesahihannya.
b. Melakukan pengamatan lapangan, yakni dengan menggali data visual dari lukisan-lukisan batik di kampung Taman, baik yang diperoleh dari koleksi museum, galeri, Perpustakaan Daerah, Perpustakaan Balai Batik dan Kerajinan, maupun koleksi pribadi pelukis batik kampung Taman. Hasil karya terbaru seni lukis batik yang ditemui di studio-studio pelukis, atau artshop di kampung Taman juga dapat menjadi objek pengamatan. Pengamatan lapangan perlu dilakukan untuk
56 RM. Soedarsono, Metodologi Penelitian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia, 2001), 128.
mengetahui dalam konteks kesinambungan dan perubahan fungsi dan bentuk seni lukis batik Tamansari.
c. Pelacakan dokumentasi yakni data berupa informasi tertulis, manuskrip atau dokumen, gambar berupa foto yang dapat diperoleh dari beberapa seniman batik, sumber tertulis dalam buku, jurnal, majalah, dan surat kabar mengenai seni lukis batik Tamansari pada periode tahun 1970-2014. Pengambilan data visual dilakukan dengan pemotretan. Data tekstual dan visual ini sangat penting karena data tertulis maupun data visual dapat dihimpun dengan fokus pada material, proses, sampai pada hasil produksi, dan kondisi sosial pendukung seni lukis batik Tamansari. Adapun dalam proses pelacakan dokumentasi ini menemui beberapa kendala, diantaranya: (1) data visual lukisan batik yang diproduksi mulai tahun 1970-an hingga 2000-an sulit didapatkan, dikarenakan pada dasarnya pelukis batik memproduksi lukisan batik untuk dijual maka setelah produk tersebut berhasil terjual maka sedikit dokumentasi visual yang didapatkan; (2) pengumpulan data kuantitatif mengenai jumlah omset atau pendapatan yang diterima oleh pelukis batik di Kampung Taman sangat minim, dikarenakan pelukis batik enggan untuk memberi informasi mengenai jumlah pendapatan mereka, sehingga data tersebut hanya bisa didapatkan melalui wawancara.
d. Wawancara dengan informan kunci. Dalam konteks penelitian ini wawancara dilakukan dengan cara mengadakan pertemuan secara langsung dan terbuka (open interview) antara peneliti dan narasumber. Instrumen yang digunakan pada wawancara adalah pedoman wawancara, daftar pertanyaan, alat rekam, kertas, dan pena. Wawancara diadakan pada informan yang dipandang memiliki kompetensi dan memahami permasalahan seni lukis batik Tamansari, seperti pelaku seni (pelukis dan pembatik), pedagang batik, tokoh masyarakat, pemandu wisata, masyarakat umum yang memiliki komitmen terhadap pelestarian seni lukis batik Tamansari dan wisatawan.
Penentuan informan dalam penelitian ini mengacu pada konsep yang dikemukakan oleh Spradley yang pada prinsipnya menghendaki seorang informan harus paham pada budaya yang dibutuhkan. Penentuan informan dilakukan dengan model snowballing, yaitu mengutamakan informasi informan sebelumnya untuk mendapatkan informan berikutnya hingga mendapatkan data maksimal.57
4. Analisis Data
Analisis data dalam penelitian kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan
57 James P. Spradley, Metode Etnografi (Yogyakarta : PT Tiara Wacana, 1987), 61.
data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat dipresentasikan kepada orang lain.58 Dalam penelitian ini, model yang digunakan mengacu pada Miles dan Huberman, bahwa analisis data terdiri tiga kegiatan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, ketiganya saling berkaitan satu sama lain.59
Proses reduksi data dilakukan dengan menelaah hasil data yang diperoleh melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi tersebut dirangkum, sehingga dapat digolongkan, diarahkan, diorganisasikan dan membuang data yang tidak relevan. Kemudian, data tersebut dikategorisasi ke dalam satuan-satuan yang telah disusun. Data disusun dalam bentuk deskripsi yang terperinci, hal ini untuk menghindari makin menumpuknya data yang akan dianalisis sebelumnya.
Langkah berikutnya setelah reduksi data selesai adalah menyajikan data yang diperoleh dari berbagai sumber, kemudian dideskripsikan dalam bentuk uraian atau kalimat-kalimat yang sesuai dengan pendekatan penelitian. Penyajian data pada penelitian ini disusun berdasarkan wawancara, dokumentasi,
58 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif; Edisi Revisi (Bandung:
PT Remaja Rosdakarya, 2007), 248.
59 Moleong, 2007, 307.
observasi, dan analisis dokumen. Data yang tersaji dalam bentuk uraian kemudian disimpulkan, sehingga diperoleh catatan yang sistematis dan bermakna sesuai dengan fokus penelitian.
Kesimpulan yang dapat diambil tidak menyimpang dari data yang dianalisis.