Bab ini berisikan metodologi penelitian yang terdiri dari pemilihan lokasi penelititan, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data dan teknik analisa data.
BAB IV : DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN
Bab ini berisikan gambaran umum lokasi penelitian dimana penulis melakukan penelitian.
BAB V : ANALISA DATA
Bab ini berisikan tentang uraian data yang diperoleh dari hasil penelitian beserta analisis pembahasannya.
BAB VI : PENUTUP
Bab ini berisikan kesimpulan dan saran. DAFTAR PUSTAKA
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Media Televisi
Televisi adalah salah satu bentuk media komunikasi massa yang selain mempunyai daya tarik yang kuat disebabkan adanya unsur-unsur kata, musik dan sound efect juga mempunyai keunggulang lain yaitu unsur visual yaitu berupa gambar yang hidup dapat menimbulkan kesan yang mendalam bagi pemirsanya(Dewi, 2004:9). Dalam usaha untuk mempengaruhi khalayak dengan jalan menggugah emosi dan pikiran pemirsanya, televisi lebih memiliki kemampuan menonjol dibandingkan dengan media massa lainnya.
Televisi merupakan sebuah alat untuk menyiarkan gambar suara, karena itu tidak terdapat kontak langsung antara sesama manusia, televisi secara teoritis dapat membawa penyiaran program yang tidak terbatas. Sebagai salah satu bentuk media komunikasi massa, televisi mempunyai fungsi sebagai media informasi karena memiliki kekuatan yang ampuh menyampaikan pesan yang seolah-olah dialami sendiri dengan jangkauan yang luas dalam waktu bersamaan. Media bukan sekedar mengubah atau memperkuat opini, sikap dan perilaku, melainkan telah menjadi salah satu agen sosialisasi dalam menciptakan dan membentuk sikap, nilai, perilaku dan persepsi kita mengenai realitas sosial (Winarso, 2005:171).
A. Karakteristik Televisi
Didalam buku Elvinaro (2007:137-139) terdapat tiga macam karakteristik televisi, yaitu :
1. Audiovisual
Televisi memiliki kelebihan dibandingkan dengan media penyiaran lainnya, yakni dapat didengar sekaligus dilihat. Jadi apabila khalayak radio siaran hanya mendengar kata-kata, musik dan efek suara, maka khalayak televisi dapat melihat gambar yang bergerak. Maka dari itu
televisi disebut sebagai media massa elektronik audiovisual. Namun demikian, tidak berarti gambar lebih penting dari kata-kata, keduanya harus ada kesesuaian secara harmonis.
2. Berpikir Dalam Gambar
Ada dua tahap yang dilakukan proses berpikir dalam gambar. Pertama adalah visualisasi
(visualization) yakni menerjemahkan kata-kata yang mengandung gagasan yang menjadi gambar secara individual. Kedua, penggambaran (picturization) yakni kegiatan merangkai gambar-gambar individual sedemikian rupa sehingga kontinuitasnya mengandung makna tertentu.
3. Pengoperasian Lebih Kompleks
Dibandingkan dengan radio siaran, pengoperasian televisi siaran jauh lebih kompleks, dan lebih banyak melibatkan orang. Peralatan yang digunakan pun lebih banyak dan untuk mengoperasikannya lebih rumit dan harus dilakukan oleh orang-orang yang terampil dan terlatih.
B. Kekuatan dan Kelemahan Televisi
Menurut skomis (1985) kekuatan televisi salah satunya adalah memberikan gambaran bila dibandingkan dengan dengan media massa lainnya (radio, surat kabar, majalah, buku dan sebagainya), televisi tampaknya memberikan sifat yang istimewa. Ia merupakan gabungan dari media dengan dan gambar. Bisa bersifat informatif, hiburan, maupun pendidikan bahkan gabungan antara ketiga unsur tersebut.
Ada 4 kekuatan televisi, yaitu :
1. Menguasai jarak dan waktu, karena teknologi televisi menggunakan elektromagnetik, kabel-kabel dan fiber yang dipancarkan transmisi melalui satelit.
3. Daya rangsang terhadap media televisi cukup tinggi. Hal ini disebabkan oleh kekuatan suara dan gambarnya yang bergerak (ekspresif).
4. Informasi atau berita-berita yang disampaikan lebih singkat, jelas dan sistematis. Sedangkan kelemahan televisi, yaitu:
1. Media televisi terikat waktu tontonan.
2. Televisi tidak bisa melakukan kritik sosial dan pengawasan sosial secara langsung dan vulgar.
3. Pengaruh televisi lebih cenderung menyentuh aspek psikologis massa. Bersifat “transitory”, karena sifat ini membuat isi pesannya tidak dapat dimemori oleh pemirsanya. Lain halnya dengan media cetak, informasi dapat disimpan dalam bentuk kliping (Syahputra, 2006:70).
2.1.1. Sejarah Televisi 1. Sejarah Televisi Dunia
1. 1831 : Joseph Henry dan Michael Faraday melakukan penelitian elektromagnetik.
2. 1862 : Abbe Giovanna Casseli menemukan “pantelegraph”, alat pertama yang mampu mentransmisikan gambar melalui kawat.
3. 1876 : George Carey menciptakan “selenium camera”, semacam sinar katoda yang memungkinkan orang “melihat dengan elektrik”. 4. 1880 : Bell dan Edison berteori bahwa perangkat telepon selain suara
juga dapat mengirim gambar, Bell menciptakan photophone untuk mengirim suara dan gambar.
kawat yang melingkar dengan resolusi 18 garis.
6. 1900 : Dalam kongres elektrik dunia di Paris, Ilmuwan Rusia Constantin Perskyi pertama kali menggunakan kata “televisi”. 7. 1906 : Lee de Forest menemukan “audion”, tabung kedap udara yang
berfungsi untuk menguatkan sinyal.
8. 1907 : Campbell Swintin dan Boris Rosing menggunakan tabung sinar katoda untuk mengirim gambar.
9. 1923 : Vladmir Zworkyn mematenkan temuannya berupa tabung kamera televisi. Temuan yang merupakan pengembangan ide Swintin ini memungkinkan menampilkan gambar lebih baik. 10.1924-1925 : Charles Jenkins (AS) dan John Baird (Skotlandia)
mendemostrasikan transmisi mekanik gambar melalui sirkuit kabel, yang menghasilkan siluet.
11.1926 : John Baird mengoperasikan sistem resolusi gambar 30
baris per detik.
12.1927 : Bell Telephone dan Departemen Perdagangan AS memancarkan siaran jarak jauh pertama, dari Washington DC ke New York. 13.1928 : The Federal Radio Commission menerbitkan lisensi penyiaran
televisi pertama kepada Charles Jenkins.
14.1929 : Vladimir Zworkyn mendemontrasikan sistem elektronik yang bisa menerima sekaligus mengirim gambar, pada tahun yang sama John Baird mendirikan studio televisi pertama.
16.1936 : Sedikitnya 200 ribu pesawat televisi digunakan di seluruh dunia. 17.1937 : CBS mulai mengembangkan televisi, begitu juga BBC London. 18.1939 : Vladimir Zworkyn dan RCA melakukan uji coba siaran dari
gedung Empire State Building, New York World.
19.1940 : Peter Goldmark menemukan pesawat televisi berwarna dengan resolusi 343.
20.1948 : Televisi kabel diperkenalkan di Pennsylvania, dan dipatenkan atas nama Louis W. Parker. Saat itu ada 1 juta pesawat televisi di seluruh AS.
21.1956 : Siaran penyiaran video diperkenalkan. 22.1956 : Robert Adler menemukan remote control.
23.1962 : AT&T meluncurkan Telstar, satelit relay pertama.
24.1973 : Ilmuwan May dan Smith melakukan eksperimen selenium dan cahaya. Uji coba ini penting bagi penemuan teknologi transfer gambar melalui sinyal elektronik.
25.1967 : Sebagian besar stasiun televisi mengadopsi teknologi siaran berwarna.
26.1976 : Sony memperkenalkan betamax, perekam video rumah pertama. 27.1978 : PBS menjadi stasiun pertama yang menyiarkan seluruh program
melalui satelit.
28.1981 : NHK memperkenalkan HDTV dengan resolusi 1.125 baris. 29.1982 : Dolby Surround Sound diluncurkan ke pasar.
31.1996 : Triliunan pesawat televisi beredar di seluruh dunia.
Penyiaran televisi ke rumah pertama dilakukan pada tahun 1928 secara terbatas ke rumah tiga orang eksekutif general electric, menggunakan alat yang sangat sederhana (Mufid, 2005:29).
2. Sejarah Televisi di Indonesia
Siaran televisi di Indonesia dimulai pada tahun 1962 saat TVRI menayangkan langsung upacara hari ulang tahun Kemerdekaan Indonesia ke-17 pada tanggal 17 Agustus 1962.Siaran langsung itu masih terhitung sebagai siaran percobaan. Siaran resmi TVRI baru dimulai 24 Agustus 1962 pukul 14.30 WIB yang menyiarkan secara langsung upacara pembukaan Asian Games ke-4 dari stadion utama Gelora Bung Karno.
Pada tahun 1989, pemerintah memberikan izin operasi kepada kelompok usaha Bimantara untuk membuka stasiun televisi RCTI yang merupakan televisi swasta pertama di Indonesia, disusul kemudian dengan SCTV, Indosiar, ANTV dan TPI.
Gerakan reformasi pada tahun 1998 telah memicu perkembangan industri media massa khususnya televisi. Seiring dengan itu, kebutuhan masyarakat terhadap informasi juga semakin bertambah.
Televisi merupakan salah satu medium bagi para pemasang iklan di Indonesia.Media televisi merupakan industri yang padat modal, padat teknologi dan padat sumber daya manusia.Namun sayangnya kemunculan berbagai stasiun televisi di Indonesia tidak diimbangi dengan tersedianya sumber daya manusia yang memadai.Pada umumnya, televisi dibangun tanpa pengetahuan pertelevisian yang memadai dan hanya berdasarkan semangat dan modal yang besar saja (Morissan, 2008: 9-10).
TABEL 1 AKSES TELEVISI Akses Nasional Stasiun Televisi 2003* Stasiun RCTI SCTV IVM TPI ANTV METRO
TV TRANS TV LATIVI GLOBAL TV TV7 Jumlah Transmitter 47 32 23 15 11 51 10 8 6 10 Penonton 46% 43% 42% 35% 30% 16% 20% 21% 15% 21% *Dari Total Populasi Indonesia
Sumber: Media Scence, 2003-2004 2.1.2. Stasiun Televisi di Indonesia
Untuk dapat mendirikan stasiun penyiaran, individu atau lembaga harus memiliki surat izin (lisensi) yang merupakan hak untuk menjalankan stasiun penyiaran. Di Indonesia, surat izin ini berlaku selama lima tahun untuk stasiun penyiaran radio dan sepuluh tahun untuk stasiun penyiaran televisi dan masing-maasing dapat diperpanjang.
Untuk mendapatkan surat izin penyiaran di Indonesia, individu atau korporasi harus mengajukan surat permohonan dengan mencantumkan nama, visi, misi dan format siaran yang akan diselenggarakan kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) serta memenuhi persyaratan lainnya. Izin penyiaran diberikan setelah melalui beberapa tahap yaitu :
a. Masukan dan hasil evaluasi dengar pendapat antara pemohon dan KPI ; b. Rekomendasi kelayakan penyelenggaraan penyiaran dari KPI ;
c. Hasil kesepakatan dalam forum rapat bersama yang diadakan khusus untuk perizinan antara KPI dan pemerintah; dan
Atas dasar hasil kesepakatan tersebut diatas, maka izin penyelenggaraan penyiaran ini diberikan oleh Negara melalui KPI. Izin harus sudah diterbitkan paling lambat 30 hari setelah ada kesepakatan dari forum rapat bersama sebagaimana ketentuan butir “C”. Sebelum memperoleh izin tetap, stasiun penyiaran harus melalui masa uji coba siaran selama enam bulan untuk radio dan satu tahun untuk televisi. Jika stasiun penyiarannya tidak dapat lulus masa uji coba siaran yang ditetapkan, maka izin penyiarannya dapat dicabut (Morissan, 2008 : 90-91).
Stasiun penyiaran nasional adalah stasiun radio atau televisi yang menyiarkan programnya ke sebagian besar wilayah Negara dari hanya satu stasiun penyiaran saja. Di Indonesia, hingga tahun 2014, terdapat puluhan stasiun televisi, diantaranya :
1. TVRI 2. RCTI 3. SCTV 4. MNC TV 5. ANTARA TV 6. ANTV 7. Metro TV
8. Trans Corp (Trans TV dan Trans 7) 9. TV One 10.Global TV 11.Indosiar 12.NET TV 13.Spacetoon 14.TV Edukasi
15.Rajawali TV 16.Kompas TV 17.iNews TV 18.Da‟i TV 19.MNC Bussiness 20.MNC News 21.Bloomberg TV Indonesia 22.Berita Satu TV
23.Da‟i TV (http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_stasiun_televisi_di_Indonesia, diakses pada tanggal 5 Juni 2015 pukul 12:46 WIB).
2.1.3. Jenis Program
Adapun yang tergolong dalam jenis program televisi berdasarkan jenisnya, yaitu : 1. Program Informasi
Manusia pada dasarnya memiliki sifat ingin tahu yang besar. Mereka ingin tahu apa yang terjadi di tengah masyarakat. Programmer dapat mengeksplorasi rasa ingin tahu orang ini untuk menarik sebanyak mungkin audien.Program informasi di televisi, sesuai dengan namanya, memberikan banyak informasi untuk memenuhi rasa ingin tahu penonton terhadap sesuatu hal.Program informasi adalah segala jenis siaran yang tujuannya untuk memberikan tambahan pengetahuan (informasi) kepada khalayak audien.Daya tarik program ini adalah informasi, dan informasi itulah yang “dijual” kepada audien.Dengan demikian, program informasi tidak hanya melulu program berita dimanapresenter atau penyiar membacakan berita tetapi segala bentuk penyajian informasi termasuk juga talk show (perbincangan), misalnya wawancara dengan artis,
orang terkenal atau dengan siapa saja.Program informasi dapat dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu berita keras (hard news) dan berita lunak (soft news).
BERITA KERAS. Berita keras atau hard news adalah segala informasi penting dan/atau menarik yang harus segera disiarkan oleh media penyiaran karena sifatnya yang harus segera ditayangkan agar dapat diketahui khalayak audien secepatnya.Peran televisi sebagai sumber utama hard news bagi masyarakat cenderung untuk terus meningkat.Media penyiaran adalah media yang paling cepat dalam menyiarkan berita kepada masyarakat. Berita keras disajikan dalam suatu program berita yang berdurasi mulai dari beberapa menit saja (misalnya breaking news) hingga program berita yang berdurasi 3o menit, bahkan satu jam. Suatu program berita terdiri atas sejumlah berita keras atau dengan kata lain suatu program berita merupakan kumpulan dari berita keras. Dalam hal ini berita keras dapat dibagi ke dalam beberapa bentuk berita, yaitu :straight news, features dan
infotainment.
a. Straight news berarti berita “langsung” (straight), maksudnya suatu berita yang singkat (tidak detail) dengan hanya menyajikan informasi terpenting saja yang mencakup 5W+1H (who, what, where, when, why dan how) terhadap suatu peristiwa yang diberitakan. Berita jenis ini sangat terikat waktu (deadline) karena informasinya sangat cepat basi jika terlambat disampaikan kepada audien.
b. Features ialah program berita yang menampilkan berita-berita ringan misalnya informasi mengenai tempat makan yang enak atau tempat liburan yang menarik. Dengan demikian, feature adalah berita ringan namun menarik. Pengertian “menarik” disini adalah informasi yang lucu, unik, aneh, menimbulkan kekaguman, dan sebagainya.
c. Infotainment adalah berita yang menyajikan informasi mengenai kehidupan orang-orang yang dikenal masyarakat (celebrity), dan karena sebagian besar dari mereka bekerja pada industri hiburan, seperti pemain film/sinetron, penyanyi dan sebagainya.Infotainment adalah salah satu bentuk berita keras karena memuat informasi yang harus segera ditayangkan.
BERITA LUNAK. Berita lunak atau soft news adalah segala informasi yang penting dan menarik yang disampaikan secara mendalam (indepth) namun tidak bersifat harus segera ditayangkan.Berita yang masuk kategori ini ditayangkan pada satu program tersendiri diluar program berita.Program yang masuk ke dalam kategori berita lunak ini adalah
current affair, magazine, dokumenter dan talk show.
a. Current affair adalah program yang menyajikan informasi yang terkait dengan suatu berita penting yang muncul sebelumnya namun dibuat secara lengkap dan mendalam. Dengan demikian, current affair cukup terikat dengan waktu dalam hal penayangannya namun tidak seketat hard news, batasannya adalah bahwa selama isu yang dibahas masih mendapat perhatian khalayak, maka current affair dapat disajikan, misalnya gempa bumi dan Tsunami.
b. Magazine adalah program yang menampilkan informasi ringan namun mendalam atau dengan kata lainmagazine adalah feature dengan durasi yang lebih panjang.Magazine lebih menekankan pada aspek menarik suatu informasi daripada aspek pentingnya. Suatu program magazine dengan durasi 30 menit atau satu jam dapat terdiri atas hanya satu topik atau beberapa topik.
c. Dokumenter adalah program informasi yang bertujuan untuk pembelajaran dan pendidikan namun disajikan dengan menarik. Misalnya program dokumenter yang
menceritakan mengenai suatu tempat, kehidupan atau sejarah suatu masyarakat (contohnya suku terasing) atau kehidupan hewan di padang rumput dan sebagainya. d. Talk show atau perbincangan adalah program yang menampilkan satu atau beberapa
orang untuk membahas suatu topik tertentu yang dipandu oleh seorang pembawa acara (host). Mereka yang diundang adalah orang-orang yang berpengalaman langsung dengan peristiwa atau topik yang diperbincangkan atau mereka yang ahli dalam masalah yang tengah dibahas.
TABEL 2
PERBEDAAN HARD NEWS DAN SOFT NEWS Hard News Soft News
Harus ada peristiwa terlebih dahulu Tidak mesti ada peristiwa terlebih dahulu
Peristiwa harus aktual (baru terjadi)
Tidak mesti actual
Harus segera disiarkan Tidak bersifat segera (timeless)
Mengutamakan informasi terpenting saja
Menekankan pada detail
Tidak menekankan sisi human interest
Sangat menekankan segi human interest
Laporan tidak mendalam (singkat) Laporan bersifat mendalam
Teknik penulisan piramida tegak Teknik penulisan piramida terbalik Ditayangkan dalam program berita Ditayangkan dalam program lainnya
2. Program Hiburan
Program hiburan adalah segala bentuk siaran yang bertujuan untuk menghibur audien dalam bentuk musik, lagu, cerita dan permainan.Program yang termasuk dalam kategori hiburan adalah drama, permainan (game), musik dan pertunjukan.
DRAMA adalah pertunjukan (show) yang menyajikan cerita mengenai kehidupan atau karakter seseorang atau beberapa orang (tokoh) yang diperankan oleh pemain (artis) yang melibatkan konflik dan emosi.Dengan demikian, program drama biasanya menampilkan sejumlah pemain yang memerankan tokoh tertentu. Suatu drama akan mengikuti kehidupan atau petualangan para tokohnya. Program televisi yang termasuk dalam program drama adalah sinema elektronik (sinetron) dan film.
a. Sinetrondinegara lain disebut dengan opera sabun (soap opera atau daytime serial), namun di Indonesia lebih populer dengan sebutan sinetron. Telenovela merupakan istilah yang digunakan televisi Indonesia untuk sinetron yang berasal dari Amerika Latin. Sinetron merupakan drama yang menyajikan cerita dari berbagai tokoh secara bersamaan. Penayangan sinetron biasanya terbagi dalam beberapa episode. Sinetron yang memiliki episode terbatas disebut dengan miniseri.
b. Film sering ditayangkan di televisi sebagai salah satu jenis program yang masuk dalam kelompok atau kategori drama. Adapun yang dimaksud film disini adalah film layar lebar yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan film. Karena tujuan pembuatannya adalah untuk layar lebar (theater), maka biasanya film baru bisa ditayangkan di televisi setelah terlebih dahulu dipertunjukkan di bioskop atau bahkan setelah film itu didistribusikan atau dipasarkan dalam bentuk VCD atau DVD.
PERMAINAN (game show) merupakan suatu bentuk program yang melibatkan sejumlah orang baik secara individu ataupun kelompok (tim) yang saling bersaing untuk mendapatkan sesuatu. Program permainan dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :
a. Quiz show merupakan bentuk program permainan yang paling sederhana dimana sejumlah peserta saling bersaing utnuk menjawab sejumlah pertanyaan. Quiz
merupakan permainan yang menekankan pada kemampuan intelektualitas.
b. Ketangkasan. Peserta dalam permainan ini harus menunjukkan kemampuan fisik atau ketangkasannya untuk melewati suatu halangan atau rintangan atau melakukan suatu permainan yang membutuhkan perhitungan dan strategis. Permainan ini terkadang juga menguji pengetahuan umum peserta.
c. Reality show menyajikan suatu situasi seperti konflik, persaingan atau hubungan berdasarkan realitas yang sebenarnya. Dengan kata lain, program ini mencoba menyajikan suatu keadaan yang nyata dengan cara yang sealamiah mungkin tanpa rekayasa. Namun pada dasarnya reality show tetap merupakan permainan (game). Popularitas program reality show sangat menonjol belakangan ini, bahkan beberapa program yang sebenarnya tidak realistis pun ikut-ikutan menggunakan nama atau jargon reality show untuk mendongkrak daya jualnya. Terdapat beberapa bentuk reality show, yaitu :
1. Hidden camera atau kamera tersembunyi merupakan program yang paling realistis yang menunjukkan situasi yang dihadapi seseorang secara apa adanya. 2. Competition show merupakan program yang melibatkan beberapa orang yang
minggu untuk memenangkan perlombaan, permainan, atau pertanyaan. Pemenangnya adalah peserta yang paling akhir bertahan.
3. Realitionship show. Seorang kontestan harus memilih satu orang dari jumlah orang yang berminta untuk menjadi pasangannya. Para peminat harus bersaing untuk merebut perhatian kontestan agar tidak tersingkir dalam permainan.
4. Fly on the wall yaitu program yang memperlihatkan kehidupan sehari-hari dari seseorang (biasanya orang terkenal) mulai dari kegiatan pribadi hingga aktivitas profesionalnya. Dalam hal ini, kamera membuntuti kemana saja orang bersangkutan pergi.
5. Mistik yaitu program yang terkait dengan hal-hal supranatural menyajikan tayangan yang terkait dengan dunia gaib, paranormal, klenik, praktik spiritual magis, mistik, kontak dengan roh dan lain-lain. Program mistik merupakan program paling diragukan realitasnya.
MUSIK.Program musik dapat ditampilkan dalam dua format, yaitu video klip atau konser.Program musik berupa konser dapat dilakukan di lapangan (outdoor) ataupun didalam studio (indoor).Program musik di televisi saat ini sangat ditentukan dengan kemampuan artis menarik audien.Tidak saja dari kualitas suara namun juga berdasarkan bagaimana mengemas penampilannya agar menjadi lebih menarik.
Dengan demikian, menurut Vane-Gross, programmer yang ingin menyajikan acara musik harus mempertimbangkan beberapa hal agar acara itu bisa mendapatkan sebanyak mungkin audien, yaitu :
1. Pemilihan artis yang memiliki daya tarik demografis yang besar, misalnya artis yang memiliki banyak penggemar pria atau artis yang banyak digandrungi para wanita, kelompok remaja, kalangan orang tua.
2. Pengambilan gambar yang menarik secara visual. Televisi harus menampilkan sebanyak mungkin gambar pendukung dan tidak membiarkan suatu pengambilan gambar (sekuen) yang terlalu lama.
PERTUNJUKAN adalah program yang menampilkan kemampuan seseorang atau beberapa orang pada suatu lokasi baik di studio maupun diluar studio, di dalam ruangan (indoor) ataupun di luar ruangan (outdoor). Jika mereka yang tampil adalah para musisi, maka pertunjukan itu menjadi pertunjukan musik atau jika yang tampil adalah juru masak, maka pertunjukan itu menjadi pertunjukan memasak, begitu pula dengan pertunjukan lawak, sulap, lenong, wayang, ceramah agama, dan sebagainya. Dapat dikatakan program pertunjukan adalah jenis program yang paling banyak diproduksi sendiri oleh stasiun televisi.
2.1.4. Jam Tayang Televisi dan Ketersediaan Audien TABEL 3
PEMBAGIAN JAM TAYANG WAKTU SIARAN DAN KETERSEDIAAN AUDIEN
Bagian Hari Audien Tersedia
Pagi Hari (06.00 - 09.00)
Anak-anak, ibu rumah tangga, pensiunan, pelajar dan karyawan yang akan berangkat ke kantor.
(09.00 – 12.00) pensiunan, dan karyawan yang bertugas secara giliran (shift).
Siang hari
(12.00 – 16.00)
Karyawan yang makan siang di rumah, pelajar yang pulang dari sekolah.
Sore Hari (Early Fringe) (16.00 – 18.00)
Karyawan yang pulang dari tempat kerja, anak-anak dan remaja.
Awal Malam (Early Evening) (18.00 – 19.00)
Hampir sebagian besar audien sudah berada di rumah.
Jelang Waktu Utama (Prime Acces) (19.00 – 20.00)
Seluruh audien tersedia menonton TV pada waktu ini.
Waktu Utama (Prime Time) (20.00 – 23.00)
Seluruh audien tersedia pada waktu ini utamanya antara pukul 20.00 21.00. namun setelah itu, audien mulai berkurang utamanya audien anak-anak, para pensiunan dan mereka. Jelang Tengah Malam (Late Fringe)
(23.00 – 23.30)
Umumnya orang dewasa.
Akhir Malam (Late Night) (23.30 – 02.00)
Orang dewasa, termasuk karyawan yang bertugas secara giliran (shift).
2.2. Remaja
2.2.1. Pengertian Remaja
Remaja, yang dalam bahasa aslinya disebut adolescence, berasal dari bahasa Latin
adolescence yang artinya “tumbuh atau tumbuh untuk mencapai kematangan”. Perkembangan lebih lanjut, istilah adolescence sesungguhnya memiliki arti yang luas, mencakup kematangan