METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Penelitian ini dilakukan dalam bentuk eksperimen kuasi dengan desain eksperimen pre-test and post-test control group design yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (Arikunto, 2006). Pada kelompok perlakuan adalah pemberian tablet tambah darah satu tablet setiap hari (selama 90 hari) sedangkan pada kelompok kontrol adalah pemberian placebo (permen yang mirip warna, rasa dan bentuk dengan tablet tambah darah). Pengukuran Hemoglobin, penghitungan produktivitas, pengukuran konsumsi makanan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi.
Pola jenis penelitian adalah:
E : P1 X1 P2 K : P3 X0 P4 Keterangan: E adalah Eksperimen K adalah Kontrol
P1 = Pengukuran yang dilakukan sebelum intervensi pada kelompok perlakuan
P2 = Pengukuran yang dilakukan setelah intervensi pada kelompok perlakuan
X1 = Intervensi dengan pemberian tablet tambah darah 1 tablet sehari selama 90 hari
X0 = Intervensi dengan pemberian placebo 1 tablet sehari selama 90 hari
P3 = Pengukuran yang dilakukan sebelum intervensi pada kelompok kontrol
P4 = Pengukuran yang dilakukan setelah intervensi pada kelompok kontrol
3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian 3.2.1 Lokasi Penelitian
Penelitian dilaksanakan di bagian pensortiran daun tembakau di PT. X Kabupaten Deli Serdang. Alasan penelitian dilakukan di lokasi ini adalah:
1. Pada survei pendahuluan, beberapa tenaga kerja dibagian pensortiran mengalami keluhan, lemas, gampang lelah, kurang konsentrasi, pegal-pegal, alergi dan batuk-batuk.
2. PT. X memberikan izin penelitian karena sebelumnya belum pernah dilakukan penelitian yang sama.
3.2.2 Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan selama 9 bulan dari bulan Juli 2008 sampai April 2009.
3.3 Populasi dan Sampel 3.3.1 Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kerja wanita yang bekerja dibagian pensortiran daun tembakau yang berjumlah 260 orang.
3.3.2 Sampel
Jumlah sampel dalam penelitian dibatasi dengan kriteria Inklusi dan Eksklusi yang meliputi:
3.3.2.1 Kriteria Inklusi 1. Sehat saat penelitian 2. Wanita usia 15 – 45 tahun 3. Tidak hamil dan tidak menyusui 4. Kadar Hemoglobin < 12 gr /dl
5. Bersedia menjadi sampel selama penelitian
6. Tidak menggunakan obat tertentu yang dapat menaikkan Hemoglobin darah, seperti Hemaviton, Neurobion, Sangoboin dan lain-lain yang sejenis.
3.3.2.2 Kriteria Eksklusi
Siklus haid yang berkepanjangan dapat mengakibatkan anemia kronis sehingga tidak dipakai sebagai sampel dalam penelitian karena dapat mengakibatkan bias.
Setelah dilakukan skrining dan kriteria Inklusi pada uji pendahuluan terhadap 260 orang populasi tenaga kerja wanita pensortir daun tembakau maka diperoleh sebanyak 136 orang yang dapat diukur Hemoglobinnya, kemudian diperoleh sebanyak 66 orang (48,5%) yang mempunyai kadar Hemoglobin <12 gr/dl, dan semua dijadikan sampel (total sampling = 66 orang). Cara penarikan sampel dilakukan secara simple random sampling yaitu untuk mendapatkan sampel pada kelompok perlakuan sebanyak 33 orang dan kelompok kontrol sebanyak 33 orang.
3.4 Metode Pengumpulan Data 3.4.1 Jenis Data
Data Primer, yaitu:
a. Pengukuran Hemoglobin b. Penghitungan Produktivitas c. Pengukuran Konsumsi Makanan Data Sekunder, yaitu:
a. Gambaran umum lokasi penelitian
b. Data umur, masa kerja, jam kerja, pendidikan 3.4.2 Cara Pengumpulan Data
Data Primer:
a. Pemeriksaan Hemoglobin
1) Dengan metode Cyanmethemoglobin dan menggunakan alat Spektofotometer. 2) Isaplah darah dari ujung jari yang sudah ditusuk lanset steril sebanyak 0,02 ul
dengan menggunakan pipet Hemoglobin.
3) Darah tersebut diteteskan ke kertas Whotman, lalu darah yang melekat pada kertas whatman dibiarkan mengering kemudian dimasukkan kedalam plastik putih.
Riris Oppusunggu : Pengaruh Pemberian Tablet Tambah Darah (Fe) Terhadap Produktivitas Kerja Wanita Pensortir 4) Darah yang menempel pada kertas digunting sampai sekecil mungkin,
dimasukkan kedalam tabung reaksi yang sudah berisi 5 ml larutan drabkins
(NaHC03, KCN, K3Fe(CN)6, Aquadest) campur sampai homogen, biarkan
5) Dituangkan kedalam kuvet, dibaca dengan alat spektofotometer pada panjang gelombang 540 nm kadar Hemoglobin terlihat pada monitor Spektofotometer. 6) Satuan Hemoglobin dinyatakan dalam gr/dl (Bakara, 2007). Pengambilan
darah sampel dilakukan oleh seorang Dokter dan untuk analisis dilakukan pada laboratorium RSU Lubuk Pakam – Deli Serdang dan dilaksanakan oleh seorang analis.
b. Data Pengukuran Produktivitas
1) Dengan cara menghitung jumlah ikatan daun tembakau yang telah disortir yaitu satu ikat terdapat 100 helai daun tembakau (warna daun tembakau yang sama, ukuran daun yang sama, tidak terdapat koyak, bolong, rapuh, bopeng, pecah).
2) Kemudian dijumlahkan lalu dibandingkan dengan target dari perusahaan sebesar 240 ikat/orang/minggu atau rata-rata 40 ikat/orang/hari.
3) Dilaksanakan setiap hari kerja selama satu minggu (6 hari kerja) setelah selesai kerja atau jam 15.00 WIB di gudang pensortiran tembakau.
4) Penghitungan produktivitas dibantu oleh enumerator.
c. Data Konsumsi Makanan (Energi, Protein, Vitamin C, dan Zat Besi)
1) Dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan metode Food Recall
2 x 24 jam pada hari yang berbeda.
Riris Oppusunggu : Pengaruh Pemberian Tablet Tambah Darah (Fe) Terhadap Produktivitas Kerja Wanita Pensortir 2) Dengan menanyakan kembali dan mencatat semua makanan dan minuman
yang dikonsumsi dalam ukuran rumah tangga selama kurun waktu 24 jam yang lalu.
3) Dilakukan selama dua hari tanpa berturut-turut, hari pertama melakukan
recall pada waktu tenaga kerja sehari setelah gajian (awal bulan) dan recall
yang kedua pada waktu akhir bulan.
4) Tempat pelaksanaan recall adalah di gudang pensortiran daun tembakau pada jam 13.00 WIB (jam istirahat) dibantu oleh enumerator yaitu 2 orang mahasiswa semester 5 Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Medan.
5) Pada data konsumsi makanan yang dihitung adalah Energi, Protein, Vitamin C, dan Zat Besi (Fe) karena zat gizi ini adalah faktor utama untuk membantu meningkatkan pembentukan Hemoglobin.
6) Kemudian zat gizi ini dianalisa dengan menggunakan Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM) lalu membandingkan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) untuk Indonesia.
Data Sekunder
a. Gambaran umum Perusahaan diperoleh dari bagian administrasi, pihak manajemen perusahaan dan kepala ruangan bagian pensortiran.
b. Data umur, masa kerja, jam kerja, pendidikan diperoleh dari tenaga kerja dengan wawancara.
3.5 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 3.5.1 Variabel Penelitian
a. Variabel Independen adalah Pemberian Tablet Tambah Darah.
Riris Oppusunggu : Pengaruh Pemberian Tablet Tambah Darah (Fe) Terhadap Produktivitas Kerja Wanita Pensortir b. Variabel Dependen adalah Produktivitas Tenaga Kerja Wanita.
3.5.2 Definisi Operasional
a. Tablet Tambah Darah adalah: tablet suplementasi penanggulangan anemia gizi yang setiap tablet mengandung Fero sulfat 200 mg atau setara 60 mg besi elemental dan 0,25 mg asam folat.
b. Produktivitas Kerja adalah jumlah daun tembakau yang disortir atau yang dihasilkan oleh tenaga kerja wanita selama satu minggu berturut-turut.
c. Kadar Hemoglobin adalah jumlah Hemoglobin yang terdapat dalam tubuh pekerja wanita pensortir daun tembakau.
d. Konsumsi Energi, Protein, Vitamin C dan Zat Besi adalah jumlah Energi, Protein, Vitamin C dan Zat Besi yang dikonsumsi pekerja pensortir tembakau dalam sehari.
3.6 Pelaksanaan Penelitian 3.6.1 Pre –Intervensi
a. Meminta kesediaan dan kerelaan seluruh populasi untuk dijadikan sampel penelitian di mana terlebih dahulu diberitahu manfaat dan tujuan penelitian yang akan dilaksanakan.
b. Seluruh populasi disesuaikan dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. c. Untuk memperoleh sampel sesuai kriteria inklusi maka dilakukan
pemeriksaan Hemoglobin darah, tetapi untuk sampel yang sedang menstruasi diperiksa Hemoglobinnya setelah selesai masa menstruasinya.
d. Melakukan penghitungan produktivitas kerja selama satu minggu berturut- turut di gudang pensortiran daun tembakau.
e. Melakukan pengukuran konsumsi makanan (Energi, Protein, Vitamin C, Zat besi) dengan metode Food Recall selama 2 hari tanpa berturut-turut
3.6.2 Intervensi
a. Sebelum dilakukan pemberian Tablet Tambah darah terlebih dahulu semua sampel diberikan obat cacing yaitu obat cacing Pirantel Pamoat yang dipesan dari Apotik, obat cacing ini mampu membasmi cacing seperti: Oksiuriasis, Askariasis, Ankilostomiasis, dan Nekatoriasis.
b. Pemberian obat cacing dosis tunggal dilaksanakan setelah habis makan siang atau pada jam istirahat (jam 13.00 WIB).
c. Dua hari sesudah pemberian obat cacing lalu pemberian suplementasi untuk kelompok perlakuan berupa Tablet Tambah Darah yang mengandung Fero sulfat 200 mg atau setara 60 mg besi elemental dan 0,25 mg asam folat. Sedangkan pada kelompok kontrol adalah pemberian placebo yaitu permen yang sangat mirip bentuk, warna dan rasa dengan tablet tambah darah.
d. Tablet Tambah Darah di pesan dari Apotik dan Placebo dibeli dari swalayan.
Riris Oppusunggu : Pengaruh Pemberian Tablet Tambah Darah (Fe) Terhadap Produktivitas Kerja Wanita Pensortir e. Pemberian suplementasi dan placebo diberikan setiap hari kerja satu tablet
setiap orang setelah habis makan siang (jam 13.00 WIB). Hal ini dilakukan untuk mengurangi efek samping dari tablet tambah darah seperti gejala ringan yang tidak membahayakan seperti perut terasa tidak enak, mual-mual, susah buang air besar dan tinja berwarna hitam.
f. Pemberian suplementasi dan placebo dilakukan selama 90 hari, dan dilaksanakan di gudang pensortiran daun tembakau pada PT. X Kabupaten Deli Serdang.
g. Pengawasan dilakukan dengan ketat dan dibantu seorang enumerator yaitu asisten kepala pada bagian pensortiran daun tembakau PT. X Kabupaten Deli Serdang.
3.6.3 Post-Intervensi
Setelah pemberian suplementasi tablet tambah darah selama 90 hari lalu dilakukan tahap post-intervensi, yaitu:
a. Pemeriksaan Hemoglobin dilakukan pada jam 9.30 WIB (istirahat pendek), Apabila sampel sedang menstruasi maka pemeriksaan Hemoglobinnya akan dilakukan setelah sampel tersebut selesai masa menstruasinya.
b. Penghitungan produktivitas kerja wanita pensortir daun tembakau dilakukan pada jam 15.00 WIB setiap hari setelah pekerjaan selesai selama satu minggu berturut-turut.
c. Pengukuran konsumsi makanan (Energi, Protein, Vitamin C, Zat Besi) dengan menggunakan metode Food Recall dilakukan pada jam 13.00 WIB (Jam istirahat) selama 2 hari tanpa berturut-turut.
Alur penelitian seperti pada gambar di bawah ini: Kriteria Inklusi Skrining Hemoglobin Secara random Data awal Intervensi 90 hari Data akhir
Pekerja Wanita Pensortir Daun Tembakau (136 orang)
Kel. Perlakuan (33 Org)
Pemberian Tablet Tambah Darah - Konsumsi E, P,Vit.C, Fe - Hemoglobin - Produktivitas - Konsumsi E, P,Vit.C, Fe - Hemoglobin - Produktivitas Sampel
Pekerja Wanita Pensortir Daun Tembakau (66 orang)
- Konsumsi E, P,Vit.C, Fe - Hemoglobin - Produktivitas - Konsumsi E, P,Vit.C, Fe - Hemoglobin - Produktivitas Kelompok Perlakuan (33 Org Pekerja) Kelompok Kontrol (33 Org Pekerja) Populasi
Pekerja wanita pensortir Daun tembakau (260 orang)
Kel. Kontrol (33 Org)
Pemberian Placebo
Gambar 3.1. Alur Penelitian
3.7 Metode Pengukuran a. Pemeriksaan Hemoglobin
Berdasarkan standart dari WHO (1989) batas Hemoglobin untuk anemia pada wanita dewasa dibagi atas empat dengan cut of points seperti :
Normal : Hb ≥ 12 gr/dl Anemia ringan : 10-11,9 gr/dl Anemia sedang : 8-9,9 gr/dl Anemia berat : < 8 gr/dl
b. Produktivitas Kerja
Berdasarkan target dari PT. X untuk produktivitas wanita pensortir daun tembakau adalah sebanyak 240 ikat selama satu minggu.
Baik : sesuai target : ≥ 240 ikat/minggu Kurang : tidak sesuai target : < 240 ikat/minggu
c. Konsumsi Makanan
Berdasarkan Buku Pedoman Petugas PusKesMas. DepKes.(1990) klasifikasi tingkat konsumsi dibagi menjadi empat dengan cut points sebagai berikut : Baik : ≥ 100% AKG
Cukup : 80 – 99,9% AKG Kurang : 70 – 79,9% AKG
Defisit : < 70% AKG
Tabel.3.1 Aspek Pengukuran
Variabel Defenisi Operasional Kategori Alat Ukur Skala Ukur
Hemo globin
Jumlah Hemoglobin yang terdapat pada tubuh pekerja wanita
pensortir daun tembakau ≥ 12 gr/dl = Normal 10-11gr/dl = Anemia Ringan 8-9,9 gr/dl = Anemia Sedang < 8 gr/dl = Anemia Berat Spekto fotometer Ordinal Produk tivitas Jumlah daun tembakau yang disortir tenaga kerja wanita.
≥ 240 ikat / minggu = Baik < 240 ikat / minggu = Kurang Kalkulator Ordinal Kon sumsi - Energi - Protein - Vit.C - Fe Jumlah Energi, Protein, Vitamin C dan Zat Besi (Fe)
dalam sehari ≥ 100% AKG = Baik 80 – 99,9% AKG = Cukup 70 – 79,8% AKG = Kurang <70 % AKG = Defisit Wawancara dengan metode Food recall 2 x 24 jam Ordinal
3.8 Metode Analisa Data
Data yang telah diperoleh dianalisa melalui proses pengolahan data yang mencakup kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
a. Editing, penyuntingan data yang dilakukan untuk menghindari kesalahan atau kemungkinan adanya kuesioner yang belum terisi.
b. Coding, pemberian kode dan scoring pada tiap jawaban untuk memudahkan proses entry data.
c. Entry Data, setelah proses codng dilakukan pemasukan data kekomputer. d. Cleaning, sebelum analisa data dilakukan pengecekan dan perbaikan terhadap
data yang sudah masuk.
e. Analisa data diperoleh dengan menggunakan perhitungan uji statistik memakai bantuan program komputer.
f. Analisa data Univariat, untuk melihat gambaran dan karekteristik setiap variabel independent (bebas) serta variabel dependen (terikat)
g. Analisa data Bivariat, untuk melihat pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat, yaitu pengaruh pemberian tablet tambah darah terhadap produktivitas kerja wanita pensortir daun tembakau digunakan uji t dependet