• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

G. Metode Penelitian

1. Rancangan Penelitian

Rancangan penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research. Beberapa

pendapat tentang penelitian tindakan kelas menurut para ahli yaitu sebagai berikut :

a. Suyanto (1997): PTK adalah suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan atau meningkatkan praktik-praktik pembelajaran di kelas secara lebih professional (Basrowi, 2008:26).

b. Kemmis dan Carr (1986): PTK merupakan suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif yang dilakukan oleh pelaku dalam masyarakat sosial dan bertujuan untuk memperbaiki pekerjaannya, memahami pekerjaan ini, serta situasi dimana pekerjaan ini dilakukan (Basrowi, 2008:26).

c. Ebbut (1985): PTK merupakan studi yang sistematis yang dilakukan dalam upaya memperbaiki praktik-praktik dalam pendidikan dengan melakukan tindakan praktis serta refleksi dari tindakan tersebut (Basrowi, 2008:26).

d. Mc Niff (1992): PTK merupakan bentuk penelitian reflektif yang dilakukan oleh guru sendiri, yang hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk pengembangan kurikulum, pengembangan sekolah, pengembangan keahlian mengajar, dan sebagainya (Basrowi, 2008:27).

Berdasarkan definisi penelitian tindakan yang diberikan oleh beberapa pakar di atas, dapat dirumuskan bahwa pengertian PTK adalah penelitian tindakan dalam bidang pendidikan yang dilaksanakan

dalam kawasan kelas dengan tujuan untuk memperbaiki dan atau meningkatkan kualitas pembelajaran. Secara singkat, PTK dapat didefinisikan sebagai suatu bentuk penelaahan penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan atau meningkatkan praktik-praktik pembelajaran di kelas secara lebih profesional (Basrowi, 2008:28).

Pemilihan jenis penelitian ini karena untuk memecahkan permasalahan dan memperbaiki proses pembelajaran di kelas dengan menggunakan media gambar.

2. Subjek Penelitian

a. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV SD Negeri 01 Jlumpang Kecamatan Bancak Kabupaten Semarang

b. Subjek Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas IV SD Negeri 01 Jlumpang Kecamatan Bancak Kabupaten Semarang yang berjumlah 18 siswa yang terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan.

c. Waktu Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada semester awal pada tahun ajaran 2014/2015.

3. Langkah-langkah

Tahapan-tahapan dalam melaksanakan PTK adalah: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.

a. Perencanaan (Planning)

Dalam tahap perencanaan ini peneliti membuat perencanaan sebagai berikut:

1) Menelaah materi pembelajaran bahasa Inggris kelas IV semester 1 yang akan dilakukan tindakan penelitian dengan menelaah indikator-indikator pelajaran.

2) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai indikator yang telah ditetapkan.

3) Menyiapkan alat peraga yang digunakan dalam penelitian. 4) Menyiapkan lembar observasi yang akan digunakan dalam

penelitian.

5) Menyiapkan alat evaluasi yang berupa pre test dan post test, serta lembar kerja siswa.

b. Pelaksanaan (Acting)

Pelaksanaan tindakan menurut Suyadi (2010:62) pelaksanaan adalah menerapkan apa yang telah direncanakan pada tahap satu, yaitu bertindak di kelas. Penelitian ini dilaksanakan dengan melaksanakan perencanaan yang telah dibuat sebelumnya yakni melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan media gambar.

c. Pengamatan (Observing)

Menurut Suyadi (2010:63) observasi adalah alat untuk memotret seberapa jauh efek tindakan telah mencapai sasaran. Kegiatan observasi dilaksanakan secara kolaboratif dengan guru pengamat untuk mengamati tingkah laku siswa dan sikap siswa ketika mengikuti pembelajaran bahasa Inggris yang menerapkan pembelajaran dengan menggunakan media gambar. Observasi juga dilakukan terhadap guru yang menerapkan pembelajaran dengan menggunakan media gambar.

d. Refleksi (Reflecting)

Menurut Suyadi (2010:64) refleksi adalah kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang telah dilakukan. Setelah mengkaji hasil belajar bahasa Inggris, siswa dan hasil pengamatan aktivitas guru, serta melihat ketercapaian indikator kinerja maka peneliti melakukan perbaikan pada siklus dua agar pelaksanaannya lebih efektif.

Peneliti juga melihat apakah indikator kinerja yang telah ditetapkan sebelumnya telah tercapai. Bila belum tercapai maka peneliti melanjutkan siklus berikut sampai mencapai indikator kinerja. Untuk lebih tepatnya, berikut dikemukakan bentuk desainnya Suyadi:

Gambar 1.1

Siklus PTK menurut Suyadi

4. Instrumen Penelitian

Bentuk instrumen yang dipakai untuk mendapatkan data adalah:

a. Pedoman observasi digunakan untuk mengadakan pengamatan terhadap aktivitas dan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran bahasa Inggris melalui media gambar.

b. Tes digunakan untuk mengumpulkan data prestasi belajar siswa dalam memahami materi part of body melalui media gambar. c. Pedoman dokumentasi digunakan untuk mendapatkan gambaran

kegiatan dalam proses pembelajaran melalui media gambar.

Perencanaan SIKLUS I ? Pengamatan Refleksi Refleksi Perencanaan Pengamatan SIKLUS II Pelaksanaan Pelaksanaan

d. Pedoman wawancara digunakan untuk mengumpulkan data lisan dari sumber data atau subjek penelitian secara langsung.

5. Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data adalah metode yang digunakan peneliti dalam merekam data (informasi) yang dibutuhkan (Suyadi, 2010:84). Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah:

a. Observasi

Observasi adalah kegiatan pengamatan (pengambilan data) untuk memotret seberapa jauh efek tindakan telah mencapai sasaran (Kunandar, 2013:143). Metode ini peneliti gunakan untuk mengetahui sejauh mana keaktifan siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan media gambar.

b. Tes

Menurut Kunandar (2013:186) tes adalah sejumlah pertanyaan yang disampaikan pada seseorang atau sejumlah orang untuk mengungkapkan keadaan atau tingkat perkembangan salah satu atau beberapa aspek psikologis di dalam dirinya.

Tes digunakan untuk mengetahui tingkat prestasi belajar siswa terhadap mata pelajaran bahasa Inggris. Tes formatif yang peneliti gunakan berupa tes tertulis berkaitan dengan materi ajar. Tes ini diberikan pada akhir pembelajaran. Teknik ini peneliti gunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa sekaligus

mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran, dan siswa dikatakan telah mencapai tingkat penguasaan apabila telah memperoleh minimal 80% dari target pembelajaran.

c. Dokumentasi

Dokumentasi adalah untuk mengumpulkan data dengan menggunakan dokumen yang berupa catatan, transkrip nilai, kamera, dokumen hasil kerja siswa, presensi siswa, dan dokumen lain yang mendukung. Dokumentasi ini peneliti gunakan untuk mengetahui dan menggali informasi tentang pemahaman siswa yang implementasinya pada perolehan nilai sebagai hasil belajar. d. Wawancara

Menurut Hopkins dalam (Kunandar, 2008:157) menyatakan bahwa wawancara adalah suatu cara untuk mengetahui situasi tertentu di dalam kelas dilihat dari sudut pandang yang lain. Wawancara digunakan untuk mengungkap data yang berkaitan dengan sikap, pendapat, atau wawasan.

Wawancara merupakan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secara verbal kepada orang-orang yang dianggap dapat memberikan informasi atau penjelasan hal-hal yang dipandang perlu dan memiliki relevansi dengan permasalahan penelitian tindakan kelas (Kunandar, 2008: 157).

6. Analisis Data

Analisis data adalah analisis data yang telah terkumpul guna mengetahui seberapa besar keberhasilan tindakan dalam penelitian untuk perbaikan belajar siswa (Suyadi, 2010:85).

Dalam penelitian tindakan kelas ini peneliti menggunakan analisis kuantitatif. Analisis kuantitatif ini digunakan untuk menganalisis jumlah siswa yang mengalami perubahan pemahaman atau penguasaan materi dan peningkatan prestasi belajar siswa yang diperoleh dari tindakan siklus I, II, dan III.

Dari data tersebut dapat diolah dengan mencari prosentase menggunakan rumus:

F = Frekuensi siswa yang mengalami perubahan penguasaan materi dan peningkatan prestasi belajar

N = Jumlah keseluruhan siswa P = Jumlah nilai dalam persen

Dengan menggunakan rumus tersebut dapat diketahui prosentase peningkatan prestasi belajar. Tolok ukur keberhasilan pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dapat dilihat dari :

1) Nilai rata-rata kelas minimal 60

2) Prosentase siswa yang memperoleh skor nilai lebih dari 60 adalah 80% dari siswa yang ada

3) Perhatian dan keaktifan belajar siswa meningkat

𝐹

Dokumen terkait