• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian ini dilaksanakan dengan beberapa

tahapan, yaitu: analisis permasalahan,

perancangan, implementasi, pengujian,

perancangan percobaan, percobaan, dan analisis hasil percobaan. Bagan dari metode penelitian dapat dilihat pada Gambar 6.

Gambar 6 Metode penelitian

Analisis Permasalahan

Pada tahap ini dilakukan analisis yang mencakup segala kebutuhan dalam membangun perancangan dan implementasi logika fuzzy dalam hal identifikasi masalah. Identifikasi tersebut meliputi identifikasi sistem fuzzy pada gerakan robot, sensor ultrasonik untuk mengukur jarak, dan aplikasi simulasi Matlab sebagai data acuan keluaran fuzzy untuk embedded system mikrokontroler.

Perancangan

 Perancangan Sistem Fuzzy

Pada tahap ini akan dirancang sebuah aplikasi program simulasi yang terdiri atas tiga input dan dua output Blok diagram perancangan sistem fuzzy dapat dilihat pada Gambar 7.

Tidak Ya Perancangan Implementasi Pengujian Percobaan

Analisis Hasil Percobaan Perancangan Percobaan Berhasil ? Mulai Analisis Permasalahan Selesai keterangan:

m : gradien persamaan garis lurus n : banyaknya data

x : data x (pengukuran) y : data y (valid)

Galat Relatif Hampiran dan Akurasi

Galat suatu hampiran disebabkan oleh kekurangtelitian model matematika dan oleh galat bawaan dari data masukan bersifat warisan/bawaan (inherent). Galat ini mungkin tetap ada sekalipun penyelesaiannya diperoleh dengan menggunakan metode eksak (Sahid 2005).

Galat berasosiasi dengan seberapa dekat solusi hampiran terhadap solusi sejatinya. Semakin kecil nilai galatnya, semakin kecil solusi numerik yang didapatkan. Perhitungan untuk mendapatkan galat adalah sebagai berikut (Munir 2003):

= 100% (8)

keterangan:

: galat relatif mutlak a : nilai sejati a’ : nilai hampiran

Akurasi mengacu pada seberapa dekat angka pendekatan/pengukuran terhadap harga sebenarnya. Akurasi merupakan kebalikan dari error. Perhitungan untuk mendapatkan akurasi adalah sebagai berikut ([MathWorks]):

= 100%− (9)

keterangan:

: galat relatif mutlak

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilaksanakan dengan beberapa

tahapan, yaitu: analisis permasalahan,

perancangan, implementasi, pengujian,

perancangan percobaan, percobaan, dan analisis hasil percobaan. Bagan dari metode penelitian dapat dilihat pada Gambar 6.

Gambar 6 Metode penelitian

Analisis Permasalahan

Pada tahap ini dilakukan analisis yang mencakup segala kebutuhan dalam membangun perancangan dan implementasi logika fuzzy dalam hal identifikasi masalah. Identifikasi tersebut meliputi identifikasi sistem fuzzy pada gerakan robot, sensor ultrasonik untuk mengukur jarak, dan aplikasi simulasi Matlab sebagai data acuan keluaran fuzzy untuk embedded system mikrokontroler.

Perancangan

 Perancangan Sistem Fuzzy

Pada tahap ini akan dirancang sebuah aplikasi program simulasi yang terdiri atas tiga input dan dua output Blok diagram perancangan sistem fuzzy dapat dilihat pada Gambar 7.

Gambar 7 Tahapan proses sistem fuzzy

 Perancangan program simulasi

Pada tahap ini dilakukan penyesuaian program simulasi untuk melakukan serangkaian pengujian sistem fuzzy.

 Perancangan hardware

Perancangan hardware terdiri atas sensor ultrasonik, perakitan modul ATMega16, dan LCD karakter 2x16 sebagai tampilan untuk keluaran sistem. Pada perancangan keluaran, bagian yang diarsir merupakan bagian untuk

pengembangan selanjutnya. Perancangan

hardware pada sistem fuzzy dapat dilihat pada Gambar 8.

Gambar 8 Perancangan hardware pada robot penghindar halangan

Implementasi

Pada tahap ini dilakukan penggabungan perancangan software dan hardware menjadi sistem robot fuzzy, kemudian sistem diprogram dan ditanamkan ke dalam mikrokontroler ATMega16.

Pengujian

Pengujian dilaksanakan dengan melakukan uji sistem, bertujuan untuk mengetahui

kesesuaian sistem dengan perencanaan

sekaligus mewakili human expert. Tahapan pengujian dapat diulangi pada proses fuzzifikasi

untuk menambah keputusan, perbaikan aturan

apabila sistem belum cukup memenuhi

keputusan dari human expert.

Perancangan Percobaan

Perancangan percobaan dilakukan pada setiap aturan logika fuzzy yang telah dibuat pada embedded system. Perancangan ini terdiri atas tiga buah masukan berupa jarak (dalam cm) pada setiap pembacaan sensor terhadap objek dan keluaran berupa kecepatan dan sudut belok. Perancangan disusun menggunakan tiga buah buku sebagai objek yang dihadapkan langsung pada setiap sensor. Jarak dari objek divariasikan (maksimum adalah 20 cm) dan harus mewakili setiap aturan yang telah dibuat. Hasil dari pembacaan sensor nantinya akan diproses oleh sistem fuzzy.

Percobaan

Percobaan dilakukan berdasarkan urutan aturan pada Tabel 1. Adapun setiap aturan diwakili oleh satu data dengan pengulangan sebanyak tiga kali pada setiap percobaan. Kemudian dilakukan perhitungan galat (error)

dan akurasi pada sistem fuzzy dengan

membandingkan keluaran yang dihasilkan dari embedded system dengan program simulasi

Matlab. Besar galat (error) dihitung

berdasarkan Persaman 8 dengan nilai sejati didefinisikan sebagai nilai keluaran simulasi Matlab dan nilai hampiran didefinisikan sebagai nilai keluaran embedded system, sedangkan akurasi dihitung berdasarkan Persamaan 9.

Waktu proses fuzzy dihitung berdasarkan waktu eksekusi setiap instruksi program pada mikrokontroler. Waktu eksekusi dihitung berdasarkan Persamaan 3. Frekuensi osilator yang digunakan sebesar 11.059,200 MHz. Nilai ini didasarkan pada penggunan register pada

protokol komunikasi serial dengan

memanfaakan fasilitas Universal Syncronous

and Asyncronous Receiver Transmitter

(USART) yang sangat handal dan berguna dalam berbagai aplikasi yang berhubungan antarmuka serial dengan komputer atau sesama mikrokontroler AVR. Misalkan, digunakan frekuensi osilator untuk mikrokontroler sebesar 8.000.000 Hz (8 MHz) dan baudrate yang diinginkan adalah 9600, setelah dihitung menggunakan Persamaan 2 diperoleh nilai UBRR sebesar 51,083333333, dibulatkan menjadi 51. Nilai UBRR=51, maka nilai sesungguhnya dari baudrate adalah 9615 (bukan 9600), jika dibagi dengan 9600 diperoleh 1.0016 dan error sebesar 0.16%, dengan besar error tersebut USART masih

EVALUASI ATURAN DEFUZZIFIKASI FUZZIFIKASI Masukan Crisp Masukan Fuzzy Keluaran Fuzzy Fungsi Keanggotan Masukan Basis Aturan Fungsi Keanggotan Keluaran Keluaran Crisp

y = 0.950x - 0.982 0 5 10 15 20 25 0 5 10 15 20 25 Ja ra k ( c m ) Data pengukuran (cm)

Grafik hubungan antara Jarak (cm) terhadap Data pengukuran (cm) dapat bekerja tetapi tidak sempurna. Oleh

karena itu, agar USART bekerja dengan baik dan sempurna, maka error harus diperkecil sekaligus dihilangkan. Cara menghilangkan error tersebut digunakan frekuensi osilator sebesar 11059200 Hz (11,059200 MHz). Pada perhitungan yang sama dihasilkan error 0,00%. Beberapa nilai frekuensi osilator beserta error yang dihasilkan dapat dilihat pada Lampiran 8.

Analisis Hasil Percobaan

Pengujian selalu disertai dengan analisis. Analisi meliputi baik tidaknya sensor sebagai masukan, serta faktor-faktor apa saja yang memengaruhinya. Hal ini dilakukan karena dapat memengaruhi keputusan dari logika fuzzy yang telah dibuat. Selain itu, analisis dari rangkaian hardware pada setiap komponen yang rentan terhadap panas yang menyebabkan dapat mengurangi kinerja dari rangkaian komponen pengendali sistem.

Lingkungan Pengembangan Sistem

Spesifikasi perangkat keras dan perangkat

lunak komputer yang digunakan dalam

penelitian ini adalah sebagai berikut:

 Perangkat lunak : Microsoft Windows XP

Professional, Matlab 7.7.0 R2008b,

CodeVisionAVR C Compiler Version 1.25.9 Profesional, Notepad ++, AVRDude Gui.

 Perangkat keras : Prosesor Intel Core 2 Duo CPU 2.0 GHz, Memori 2 GB DDR3,

hardrive 320 GB, Mikrokontroler

ATMega16, LCD karakter 16x2.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dokumen terkait