• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

3.1. Tempat dan Waktu Penelitian

Sesuai dengan judul penelitian maka lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Marindal I Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang. Adapun alasan penulis memilih daerah tersebut sebagai lokasi penelitian karena daerah ini merupakan desa yang berbatasan langsung dengan kota Medan yang sebagian masyarakat beraktivitas dalam memenuhi kebutuhan hidup di wilayah Medan sekitar (Komuter). Sepanjang pengetahuan penulis belum pernah dilakukan penelitian tentang keadaan Desa Marindal I khususnya tentang tipe dan tingkatan perkembangannya serta ingin melihat secara langsung keadaan desa tersebut.

3.2. Jenis Penelitian

Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriftip kualitatif yang penjelasannya berdasarkan data-data diperoleh melalui angket, wawancara, maupun data-data yang diperoleh dari studi kepustakaan sebagai data primer kemudian mengolahnya dan menyajikan data tersebut secara sistematis.

3.3. Populasi dan Sampel

Jumlah keseluruhan penduduk yang berdomisili di Desa Marindal I Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang sebanyak 21.808 jiwa yang terdiri dari 4.624 kepala keluarga (KK). Populasi dalam penelitian ini adalah kepala keluarga.Sampel wilayah yang digunakan adalah dusun. Desa Marindal I memiliki

12 dusun Mengingat kemampuan peneliti dari segi waktu, tenaga yang dilihat dari besarnya jumlah penduduk serta luasnya wilayah peneliti maka dusun yang dianggap mewakili sampel adalah 3 dusun yang dipilih secara purposive dengan alasan pertimbangan: 1) dusun berbatasan langsung dengan kota medan yaitu dusun I berpenduduk 50 KK, 2) dusun yang berada di bagian tengah kota medan yaitu dusun VII berpenduduk 28 KK, 3) dusun yang jauh dari kota medan yaitu dusun XI berpenduduk 55 KK. Jumlah populasi dalam KK sebanyak 1.330 KK dengan sampel 10% yaitu 133 KK yang tersebar secara proporsive. Hal ini sesuai dengan pendapat Arikunto (2006) bahwa:

“Untuk subjeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Tetapi, jika jumlah subjeknya besar, dapat diambil antara 10-15 % atau 20-25 % atau lebih tergantung setidak-tidaknya dari kemampuan peneliti dilihat dari waktu, tenaga dan dana serta luasnya wilayah yang besar kecilnya resiko yang ditanggung peneliti.”Maka sampel responden yaitu :

1. Dusun I = 500

133 0� 133 = 50 KK

2. Dusun VII = 1330280 � 133 = 28 KK

3. Dusun XI = 550

1330� 133 = 55 KK

Pengambilan sampel dilakukan dengan cara mengurutkan jumlah kepala keluarga setiap masing-masing dusun, kemudian dari urutan tersebut diambil secara undi. Nomor yang keluar pada undian tersebut dijadikan sampel dari penelitian ini sebanyak jumlah yang telah ditentukan.Sedangkan data fasilitas fisik dan non fisik Desa Marindal I digunakan sebagai data kuantitatif yang diperoleh dari instansi yang terkait dengan penelitian ini.

3.4. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan sebagai sarana penganalisaan dalam penelitian ini adalah teknik komunikasi langsung dimana alat yang dipergunakan yaitu :

1. Angket adalah dengan menyebarkan daftar pertanyaan untuk diisi oleh responden guna mendapat data primer sebagai informasi dan data-data yang diperlukan dalam penelitian.

2. Wawancara adalah bertanya langsung kepada responden dan orang-orang yang terkait dan berkompeten memberikan informasi yang berhubungan dengan penelitian, misalnya kepala dusun, Kepala Desa, Camat dan alat pemerintahan lainnya.

3. Penelitian Kepustakaan adalah kegitan yang dimaksudkan untuk memperoleh data-data atau informasi yang sesuai dengan topik dengan cara menelaah dan membaca buku-buku, referensi, majalah, dan sumber tertulis lainnya sebagai bahan pembanding dan masukan bagi penulis. 4. Studi Dokumentasi dilakukan untuk mengumpulkan data-data dalam

pembahasan masalah penelitian.

3.5. Definisi Operasional Variabel Penelitian

Variabel-variabel yang akan diteliti memerlukan defenisi operasional agar lebih mudah untuk dipahami dan agar tidak terjadi salah penafsiran dalam melakukan penelitian. Adapun defenisi operasional dalam penelitian adalah sebagai berikut :

a. Tipologi Desa adalah tipe Desa Marindal I beserta karakteristik dasarnya yang berindikator pada kepadatan penduduk, orbitrasi, mata pencaharian penduduk, serta sarana dan prasarana yang terdapat pada desa tersebut. b. Kepadatan Penduduk adalah jumlah penduduk Desa Marindal I dibagi

dengan luas wilayah Desa Marindal I

c. Orbitasi adalah kota yang lebih dominan sebagai tempat masyarakat Desa Marindal I beraktifitas dalam memenuhikebutuhan hidup

d. Produksi adalah jumlah penghasilan seluruh usaha yang ada di Desa Marindal Ipertahun dalam rupiah.

e. Kelembagaan adalah jumlah lembaga/organisasi masyarakat non partai politik yang terdaftar secara administratif dikantor Desa Marindal I.

f. Swadaya dan Gotong Royong adalah kreatifitas masyarakat Desa Marindal I yang dilakukian oleh masyarakat Desa Marindal I tanpa menunggu perintah, dorongn atau bantuan lain dari pemerintah atau pihak lain dalam rangka membangun desa.

g. Sarana dan Prasarana adalah fasilitas umum yang terdapat di Desa Marindal I meliputi; sekolah, fasilitas kesehatan dan transportasi.

h. Sekolah adalah bangunan fisik sekolah bangunan formal yang aktif beroperasi berdasarkan tingkatannya yaitu: TK, SD, SMP/sederajat, SMA/sederajat serta perguruan tinggi yang ada di Desa Marindal I.

i. Fasilitas Kesehatan adalah tempat berobat masyarakat Desa Marindal I yang ada di Desa tersebut.

j. Kehidupan Sosial Masyarakat adalah keadaan masyarakat yang di tinjau dari tingkat pendidikan keluarga, pekerjaan, dan keadaan rumah.

k. Pekerjaan adalah uasaha yang menjadi profesi keseharian sebagai pemenuhan kebutuhan pokok keluarga, dalam hal ini dibedakan kedalam 2 (Dua) sektor yakni agraris dan non agraris.

l. Pola Perilaku Masyarakat adalah gaya hidup masyarakat Desa Marindal I dalam berinteraksi dengan masyarakat setempat yang ditinjau dari cara berpakaian, sistem kekerabatan dan sistem kegotong royongan.

m. Cara Berpakaian adalah cara masyarakat Desa Marindal I menggunakan pakaian yang dilihat dari bentuk, warna dan fungsinya.

n. Sistem Kekerabatan adalah kegiatan kekeluargaan yang dilakukan oleh masyarakat Desa Marindal I dalam hal ini dilihat dari rasa kebersamaan dengan tetangga.

o. Sistem Kegotong Royongan adalah kegiatan yang dilakukan secara bersama- sama oleh masyarakat Desa Marindal I dalam rangka mengerjakan suatu pekerjaan.

3.6. Model Analisis Data

Model analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis deskriftip kualitatif, yaitu menganalisa data yang diperoleh melalui angket dengan menggunakan skala likert, wawancara maupun yang diperoleh dari data studi kepustakaan sebagai data primer kemudian mengolahnya dan menyajikan data secara sistematik dengan dibantu dipadukan dengan menggunakan tabel frekuensi.

Dalam skematis model penilaian indikator penentu dalam tipologi desa dapat dilihat dalam tabel berikut :

Tabel 3.1.

Penilaian Indikator Penentu Dalam Tipologi Desa

NO INDIKATOR LAMBANG KEADAAN SKOR

A Indikator Relatif Tetap

1 Kepadatan Penduduk D

- kurang dari 200 orang/km - 200-300 orang/km

2

- Lebih dari 300 orang/km

2 1 2 2 3 2 Keadaan Alam N - kurang - sedang - tinggi 1 2 3

3 Orbitasi (kota yang paling

mempengaruhi) U - kota provinsi - kota kabupaten - kota kecamatan - terisolir 1 2 3 4 B Indikator Berkembang 1 Mata pencaharian E - 55% sektor primer - 55% sektor skunder - 55% sektor tertier 1 2 3 2 Produksi (out put desa) Y

- kurang dari Rp. 100 juta - Rp. 100-200 juta

- lebih dari Rp. 200 juta

1 2 3 3 Adatistiadat - mengikat - transisi - tidakmengikat

A - 7-9 adat yang dilakukan - 4-6 adat dilakukan - 1-3 adat dilakukan 1 2 3 4 Kelembagaan L

- 1-3 lembaga yang ada - 4-6 lembaga yang ada - 7-9 lembaga yang ada

1 2 3 5 Pendidikan dan

keterampilan Pd

- kurang dari 50% lulus SD - 50% - 80% lulus SD - lebih dari 80% lulus SD

1 2 3 6 Swadaya dan gotongroyong Gr

- laten - transisi - manifest 1 2 3 7 Sarana dan prasarana P

- kurang (nilai 25-55) - sedang (nilai 60-90) - cukup (nilai 95-125) 1 2 3 JUMLAH 7-21

Dokumen terkait