BAB II KAJIAN TEORI KAJIAN TEORI
PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS
A. Metode Penelitian
BAB III
PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS
A. Metode Penelitian
Penelitian yang berjudul: “Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran SKI Materi Peristiwa Fathul Makkah melalui Model
Pembelajaran Kooperatif Tipe Mind Mapping Kelas V MI Khoirul Huda Sidoarjo” merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas. Suharsimi, Suhardjono, dan Supardi menjelaskan PTK dengan memisahkan kata-kata yang tergabung
di dalamnya, yakni penelitian, tindakan, dan kelas dengan paparan sebagai
berikut:
1. Penelitian menunjuk pada kegiatan mencermati suatu objek dengan
menggunakan cara dan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau
informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan mutu suatu hal yang
menarik minat dan penting bagi peneliti.
2. Tindakan mengarah pada suatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan
dengan tujuan tertentu. Dalam penelitian berbentuk rangkaian siklus
kegiatan untuk siswa.
3. Kelas dalam hal ini tidak terkait pengertian ruang kelas, tetapi dalam
pengertian yang lebih spesifik seperti hal nya yang sering dijumpai yakni
82
kelas adalah sekelompok siswa yang berada dalam waktu yang sama dan
menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama pula.
Berdasarkan pemahaman terhadap tiga kata kunci tersebut, dapat
disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas adalah penelitian Tindakan
Kelas merupakan suatu upaya untuk mencermati kegiatan belajar
sekelompok peserta didik dengan memberikan sebuah tindakan yang
sengaja dimunculkan.51
Penelitian Tindakan Kelas adalah sebuah penelitian yang dilakukan
guru dikelasnya sendiri dengan jalan merancang, melaksanakan, dan
merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan
untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru sehingga proses pembelajaran
menjadi lebih baik. Dengan adanya PTK, tetap memungkinkan guru untuk
memikirkan dan memberi tindakan terhadap masalah yang ditemui di
kelasnya. Selain itu, hasil penelitian yang dihasilkan oleh peneliti kadang
sukar untuk diterapkan guru dalam memperbaiki pembelajaran. Alasan
mengapa PTK merupakan suatu kebutuhan bagi tenaga guru untuk
meningkatkan profesionalismenya yakni karena penerapan PTK dalam
pendidikan dan pembelajaran memiliki tujuan untuk memperbaiki dan
meningkatkan kualitas praktik pembelajaran secara berkesinambungan
sehingga meningkatkan mutu hasil pembelajaran, mengembangkan
83
keterampilan tenaga guru, meningkatkan relevansi, meningkatkan efisiensi
pengelolaan pembelajaran serta menumbuhkan budaya meneliti pada
komunitas tenaga guru.52
Melalui PTK, banyak manfaat yang dapat dirasakan oleh guru, diantaranya:
1. Menghasilkan laporan-laporan PTK yang dapat dijadikan bahan
panduan bagi para guru (tenaga guru) untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran.
2. Menumbuh kembangkan kebiasaan, budaya, atau tradisi meneliti dan
menulis artikel ilmiah di kalangan guru.
3. Mewujudkan kerja sama, kolaborasi, atau sinergi antar guru dalam satu
sekolah atau beberapa sekolah untuk bersama-sama memecahkan
masalah dalam pembelajaran dan meningkatkan mutu pembelajaran.
4. Meningkatkan kemampuan guru dalam upaya menjabarkan kurikulum
atau program pembelajaran sesuai dengan tuntutan dan konteks lokal,
sekolah, dan kelas.
5. Memupuk dan meningkatkan keterlibatan, kegairahan, ketertarikan,
kenyamanan, dan kesenangan siswa dalam mengikuti proses
pembelajaran di kelas.
52 Fitri Yuliawati, Penelitian Tindakan Kelas untuk Tenaga Pendidik Profesional (Yogyakarta: PT Pustaka Insan Madani, 2012), 14-15
84
6. Mendorong terwujudnya proses pembelajaran yang menarik,
menantang, nyaman, menyenangkan, serta melibatkan siswa karena
strategi, metode, teknik, dan media yang digunakan dalam pembelajaran
demikian bervariasi dan dipilih secara sungguh-sungguh
Penelitian tindakan kelas termasuk penelitian kualitatif walaupun
data yang dikumpulkan dapat saja bersifat kuantitatif.53 Data yang bersifat
kualitatif adalah data yang bukan berbentuk angka atau nominal tertentu,
tetapi lebih sering berbentuk kalimat pernyataan, uraian, deskripsi yang
mengandung suatu makna dan nilai tertentu yang diperoleh melalui
instrumen penggalian data khas kualitatif seperti wawancara, observasi,
Focussed Group Discussion, analisis dokumentasi, dan sebagainya.54
Dalam penelitian ini menghasilkan data berupa informasi berbentuk kalimat
yang memberikan gambaran tentang suasana pembelajaran. Data ini berupa
lembar pengamatan aktivitas siswa, lembar pengamatan aktivitas
guru, wawancara pada beberapa siswa dan guru. Penelitian ini menggunaka
penelitian tindakan kelas dengan model Kurt Lewin.55
53 Ibid, 17
54 Haris Herdiansyah, Wawancara, Observasi, dan Focus Groups Sebagai Instrumen Penggalian Data Kualitatif (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2013), 10
55 Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikn (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013), 145
85
Gambar 3.1
Model Kurt Lewin
Pada masing-masing siklus dimaksudkan untuk mengetahui hasil
belajar siswa kelas V MI Khoirul Huda Sidoarjo pada materi Fathu
Makkah dengan menggunakan model kooperatif tipe mind mapping.
Adapun beberapa tindakan yang diteliti adalah (1) Penerapan model
kooperatif tipe mind mapping dalam proses pembelajaran pada mata
pelajaran SKI materi Fathu Makkah di MI Khoirul Huda Sidoarjo. (2)
Media pembelajaran yang digunakan. (3) Aktivitas guru dan siswa. Pada
Penelitian Tindakan Kelas model Kurt Lewin terdiri dari 4 langkah pokok
86
1. Planning (Perencanaan)
Pada tahapan ini yakni menyusun rancangan tindakan yang
menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, dimana, oleh siapa dan
bagaimana tindakan tersebut dilakukan. Peneliti menentukan
penyusunan rancangan mengenai fokus peristiwa yang perlu
mendapatkan perhatian khusus untuk diamati, kemudian membuat
instrumen pengamatan untuk membantu peneliti merekam
kejadian-kejadian fakta selama tindakan berlangsung. Dalam tahapan ini
rancangan harus dilakukan bersama guru yakni guru melakukan
tindakan sedangkan peneliti yang mengamati proses berjalannya
tindakan.56
2. Acting (Pelaksanaan)
Pada tahapan ini yakni implementasi atau menerapkan isi
rancangan pada proses pembelajaran di dalam kelas. Dalam hal ini
peneliti harus ingat dan berusaha mentaati apa yang sudah
direncanakan dalam rancangan serta harus berlaku wajar dan sesuai
tanpa dibuat-buat sehingga rancangan akan berjalan dengan baik saat
proses pembelajaran dilaksanakan.
87
3. Observasing (Pengamatan)
Pada tahapan ini adalah peneliti melakukan pengamatan dan
mencatat semua hal yang diperlukan dan yang terjadi selama
pelaksanaan tindakan berlangsung. Peneliti mengumpulkan data
dengan format observasi atau penilaian yang disusun. Data yang
dikumpulkan dapat berupa data kuantitatif (hasi tes, kuis, presentasi,
nilai tugas dan lain-lain) atau data kualitatif seperti keaktifan siswa,
antusias siswa, mutu diskusi yang dilakukan dan lain sebagainya.
4. Reflecting (Refleksi)
Pada tahapan ini adalah mengkaji secara menyeluruh tindakan
yang dilakukan siswa, suasana kelas, dan guru. Setelah data terkumpul
kemudian melakukan evaluasi untuk menyempurnakan tindakan
berikutnya.57
B. Setting Penelitian dan Karakteristik Subyek Penelitian 1. Setting Penelitian
Setting dalam penelitian ini meliputi tempat penelitian, waktu
penelitian, dan siklus Penelitian Tindakan Kelas. Setting penelitian ini telah
dijabarkan peneliti dibawah ini yakni sebagai berikut:
57 Ibid, 18
88
a. Tempat penelitian
Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di MI Khoirul Huda
Sidoarjo kelas V untuk mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam
materi Fathu Makkah.
b. Waktu penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan pada awal semester gasal
2018/2019. Penentuan waktu penelitian mengacu pada kalender
akademik Madrasah, karena Penelitian Tindakan Kelas memerlukan
beberapa siklus yang membutuhkan proses belajar-mengajar yang
efektif di kelas.
c. Siklus Penelitian Tindakan Kelas
Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan melalui dua siklus,
setiap siklus dilaksanakan megikuti prosedur perencanaan, tindakan,
pengamatan, dan refleksi. Melalui kedua siklus tersebut dapat diamati
peningkatan hasil belajar siswa materi fathu makkah pada mata
pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dengan model kooperatif tipe mind
mapping.
2. Subjek Penelitian
Subjek penelitian adalah siswa kelas V MI Khoirul Huda Sidoarjo
tahun ajaran 2018 dengan jumlah siswa 34 anak, yang terdiri 21 siswa
89
meningkatkan hasil belajar peserta didik khususnya pada mata pelajaran
Sejarah Kebudayaan Islam materi Fathu Makkah dengan menggunakan
model kooperatif tipe mind mapping.