• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS

A. Metode Penelitian

77

BAB III

PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS

A. Metode Penelitian

Peneliti menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) dalam meneliti semua masalah yang muncul, baik dalam pembelajaran ataupun di luar pembelajaran. Kata Classroom Action Research berasal dari kata PTK, yang berarti penelitian tindakan kelas. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah salah satu strategi yang digunakan untuk memecahkan suatu masalah yang memanfaatkan pada tindakan yang nyata dan proses yang pengembangan pada keterampilan dalam menemukan dan memecahkan masalah-masalah yang muncul.

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang memeiliki sifat reflektif dilakukan untuk meningkatkan kemampuan rasional dari tindakan- tindakan yang dilakukan. Di samping itu, untuk melakukan perbaikan pada kondisi di mana praktik-praktik pembelajaran dilakukan, untuk dilakukan secara kolaboratif.54 Dalam kata (PTK) meliputi tiga unsur kata yaitu “penelitian”, “tindakan”, dan “kelas”. Penelitian adalah kegiatan yang mencermati pada suatu objek, dalam PTK menggunakan aturan metodologi tertentu karena untuk memperoleh berbagai data atau informasi yang bermanfaat bagi peneliti atau seseorang yang berkepentingan dalam rangka peningkatan kualitas di berbagai bidang. Tindakan merupakan suatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan

78

dengan tujuan tertentu yang dalam pelaksanaannya berbentuk rangkaian periode/siklus kegiatan. Sedangkan kelas merupakan sekelompok siswa, dalam waktu yang sama dan tempat yang sama menerima pelajaran yang sama dari seorang guru yang sama.55

Dari pengertian tersebut maka, penelitian tindakan kelas (PTK) adalah penelitian tindakan yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas dalam rangka memecahkan masalah-masalah yang muncul sampai masalah-masalah itu dapat dipecahkan. Dalam hal ini, peneliti terjun ke lapangan untuk mengamati dan meneliti pada saat guru melakukan proses pembelajaran atau mengajar secara langsung. Peneliti dalam melakukan penelitian tindakan Kelas (PTK) ini menggunakan bentuk kolaboratif, dimana guru sebagai mitra kerja peneliti. Penelitan tindakan kelas menurut pengertian dalam bahasa Inggris disebut dengan istilah Classroom Action Reseach, tiga kata tersebut mempunyai makna yakni:56

1. Penelitian: menunjukkan pada suatu kegiatan mencermati suatu obyek dengan menggunakan cara dan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti.

2. Tindakan: menunjukkan pada suatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu. Dalam penelitian berbentuk ringkasan siklus kegiatan untuk siswa.

79

3. Kelas: Dalam hal ini tidak terikat pada ruang kelas, tetapi dalam pengertian yang lebih spisifik, yakni sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama, menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama pula.

Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan penelitian yang dapat dilakukan melalui refleksi diri dengan tujuan untuk memperbaiki kinerja dalam proses pembelajaran sehingga hasil belajar dan pemahaman siswa meningkat. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) termasuk penelitian kualitatif walaupun data yang dikumpulkan dapat saja bersifat kuantitatif.57

Penelitian tindakan kelas juga merupakan suatu pencermatan tindakan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Tindakan tersebut diberikan oleh guru atau dengan arahan dari guru yang dilakukan oleh siswa.58 Menurut pakar pendidikan A. Suhaenah Suparno mendefinisikan penelitian tindakan kelas sebagai salah satu cara pengembangan profesionalitas guru dengan jalan memberdayakan mereka untuk memahami kinerjanya sendiri dan menyusun rencana untuk melakukan perbaikan secara terus menerus.59

Penelitian tindakan kelas merupakan ragam penelitian pembelajaran yang berkonteks kelas yang dilaksanakan oleh guru untuk memecahkan masalah-masalah pembelajaran yang dihadapi oleh guru, memperbaiki mutu dan

57 Fitri Yuliawati, dkk, Penelitian Tindakan Kelas untuk Tenaga Pendidik Profesional (Yogyakarta: PT Pustaka Insan Madani, 2012), 17

58 Suharsimi Arikunto, et.al., Penelitian, 3.

59 Trianto, Panduan Lengkap Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) Teori Dan Praktik (Jakarta: Prestasi Pustakaraya, 2011), 15.

80

hasil pembelajaran dan mencoba hal-hal baru dalam pembelajaran demi peningkatkan mutu dan hasil pembelajaran. PTK digambarkan sebagai suatu proses yang dinamis meliputi aspek perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi yang berhubungan dengan siklus berikutnya.

PTK mempunyai karakteristik tersendiri yang membedakan dengan penelitian yang lain, diantaranya, yaitu masalah yang diangkat adalah masalah yang dihadapi oleh guru di kelas dan adanya tindakan (aksi) tertentu untuk memperbaiki proses belajar mengajar di kelas.60 Adapun karakteristik PTK yang membedakannya dengan jenis penelitian sebagai berikut:61

1. An inquiry of practice from within (penelitian ini berawal dari kerisauan guru akan kinerjanya). Dengan perkataan lain, munculnya kesadaran pada diri seorang guru bahwa praktik yang dilakukan selama ini di kelas mempunyai masalah yang perlu diselesaikan.

2. Self-reflective inquiry (penelitian melalui refleksi diri). Hal ini berarti, guru mencoba mengingat kembali apa yang dikerjakannya didalam kelas, apa dampak tindakan bagi siswa, mengapa dampaknya seperti itu, dan yang terpenting bagaimana cara menyelesaikan dampak yang ada pada siswa. 3. Fokus pada penelitian yang berupa kegiatan pembelajaran.

4. Bertujuan untuk memperbaiki pembelajaran. Perbaikan dilakukan secara bertahap dan terus-menerus selama kegiatan penelitian di kelas dilakukan. Oleh karena itu dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dikenal adanya

60 Suharsimi Arikunto, et.al., Penelitian ,109.

81

siklus pelaksanaan berupa pola: perencanaan, pelaksanaan, tindakan, refleksi, revisi (perencanaan ulang).

Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Kurt Lewin. Peneliti memilih menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kurt Lewin karena peneliti merasa model ini lebih mudah di fahami dari beberapa model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang lain. Model Kurt Lewin ini berbentuk spiral yang didasarkan pada penelitian yang dilakukan secara bertahap dan terus-menerus. Kurt Lewin menyatakan bahwa konsep pokok dalam penelitian tindakan kelas (PTK) ini terdiri dari 4 komponen, adalah: perencanaan

(planning), tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting).

Empat tahapan dalam pelaksanaan PTK membentuk suatu siklus PTK yang digambarkan dalam bentuk spiral sebagai berikut:

Secara keseluruhan, bagan diatas mempunyai empat tahapan dalam PTK yang membentuk suatu siklus PTK yang dapat digambarkan dalam bentuk

Gambar 3.1 Model PTK Kurt Lewin

82

spiral. Untuk mengatasi suatu masalah, diperlukan lebih dari satu siklus. Siklus-siklus tersebut saling terkait dan berkelanjutan, yang mana Siklus-siklus II dilaksanakan jika masih ada hal-hal yang kurang berhasil dalam siklus I. Siklus III juga dilaksanakan apabila pada siklus belum mencapai target atau belum berhasil, begitu juga siklus-siklus berikutnya.62

Penjelasan dari tahapam penelitian tindakan kelas (PTK) model Kurt Lewin adalah sebagai berikut:

Tahap 1: Perencanaan (Planning)

Pada tahap ini peneliti merencanakan tindakan berdasarkan tujuan penelitian. Peneliti menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan instrumen penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi, jurnal harian siswa, wawancara, dan soal tes untuk akhir siklus.

Tahap 2: Pelaksannaan (Acting)

Tahap kedua dari penelitian ini adalah pelaksanaan yang merupakan implementasi atau isi rancangan yang telah dibuat, yaitu melaksanakan tindakan yang telah dirumuskan dalam RPP pada situasi yang aktual, yang meliputi kegiatan awal, kegiatan inti juga kegiatan penutup.

Tahap 3: Pengamatan (Observing)

Pada tahapan ini, peneliti melaksanakan pengamatan dikelas yang meliputi: mengamati perilaku siswa-siswi dalam mengikuti

83

kegiatan pembelajaran dan mengamati pemahaman tiap-tiap anak terhadap penguasaan materi pembelajaran yang telah dirancang sesuai dengan tujuan PTK.

Tahap 4: Refleksi (Reflecting)

Pada tahap ini, yang harus dilakukan peneliti adalah mencatat hasil observasi, mengevaluasi hasil observasi, menganalisis hasil pembelajaran, mencatat kelemahan-kelemahan untuk dijadikan bahan penyusunan rancangan siklus berikutnya, sampai tujuan PTK tercapai.