H. Hipotesis
III. METODE PENELITIAN
operasional variabel, jenis dan sumber data, dan metode analisis.
Bab IV : Berisikan latar belakang berdirinya perusahaan beserta struktur organisasinya.
Bab V : Hasil penelitian dan pembahasan.
Bab VI : Penutup yang berisikan simpulan dan saran.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Sistem Informasi Akuntansi
1. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
Menurut (A.HALL, 2011) Mengemukakan bahwa Sistem adalah kelompok dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang saling berhubungan yang berfungsi dengan tujuan yang sama. Sistem informasi adalah serangkaian prosedur formal dimana data dikumpulkan, diproses menjadi informasi dan didistribusikan ke para pengguna. Sistem informasi menerima input, yang disebut transaksi, yang akan dikonversikan melalui berbagai proses menjadi informasi output, yang akan diberikan ke pengguna.
Sistem informasi akuntansi terdiri atas tiga subsistem utama. Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung mempengaruhi pemprosesan transaksi keuangan (A.HALL, 2011). Tiga subsistem SIA,yaitu :
a) Sistem pemprosesan transaksi (transaction processing-TPS) yang mendukung operasi bisnis harian melalui berbagai dokumen serta pesan untuk para pengguna di seluruh perusahaan.
8
b) Sistem buku besar/pelaporan keuangan (general ledger/financial reporting sistem-GL/FRS), yang menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba rugi, neraca,arus kas, pengembalian produk, serta berbagai laporan lainnya yang disyaratkan oleh hukum.
c) Sistem pelaporan manajemen (management reporting sistem-MRS), yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban.
2. Model-Model Sistem Informasi Akuntansi
Model umum untuk mengkaji aplikasi Sisitem Informasi Akuntansi bisaanya terdiri dari pemakai akhir, sumber data, kumpulan data, pemrosesan data, manajemen data base, penghasil informasi dan umpan balik. Namun, seiring dengan perubahan struktur perusahaan, maka lahirlah model-model baru karena kelemahan dan keterbatasan model sebelumnya.Ada lima model yang akan dibahas yaitu :
1) Proses Manual Model
Proses manual adalah bentuk yang paling tua dan tradisional dari sistem akuntansi.Sistem manual membentuk peristiwa-peristiwa fisik,sumber daya dan personel yang mencirikan kebanyakan proses bisnis.Kelebihan dari proses manual ini adalah :
a) Membantu membangun hubungan penting antara sistem informasi akuntansi dan bidang akuntansi lainnya
b) Logika proses bisnis dapat lebih mudah dimengerti ketika tidak tersembunyi dibalik teknologi.
c) Memfasilitasi pemahaman kegiatan kontrol internal, termasuk pemisahan fungsi-fungsi,pengawasan, verifikasi independen, jejak audit dan pengendalian akses.
Sedangkan kelemahannya adalah prosesnya lambat dan membutuhkan dokumen-dokumen yang cukup banyak untuk menyimpan data sehingga tidak efisiensi.
2) Model Flat File (File Mendatar)
Pendekatan flat file sering sekali dihubungkan dengan sistem yang disebut sebagai sistem warisan (legacy sistem) yaitu sistem kerangka utama dalam sistem mainframe besar yang diterapkan pada akhir tahun 1950 sampai 1980-an. Flat file menjelaskan suatu lingkungan dimana file-file yang data individualnya tidak ada berkaitan dengan file-file-file-filelainnya.
Kelebihannya adalah file-file distrukturisasi, diformat dan diatur sebagai sebuah kebutuhan spesifik dari pemilik atau pemakai data utama.
3) Model Data Base
Masalah-masalah yang berkaitan dengan flat files dapat diatasi dengan mengimplementasikan model data base ke manajemen data atau sering disebut sistem manajemen data base (Data Base Manajemen System),
yaitu merupakan sistem perangkat lunak khusus yang diprogram untuk mengetahui elemen-elemen data yang dapat diotorisasi setiap pemekai untuk diakses.
4) Model REA
REA adalah suatu kerangka akuntansi untuk membuat model Rources, Events dan Agents yang kritikal dalam organisasi dan relasi diantara mereka.Model ini mensyaratkan bahwa fenomena-fenomena akuntansi dicirikan dengan cara yang konsisten dengan pengembangan perspektif pemakai majemuk.Data bisnis tidak harus diformat atau secara artifisial dibatasi dan harus mencerminkan semua aspek yang relevan dengan peristiwa-peristiwa ekonomi yang mendasarinya.
5) Model Enterprise Resource Planning
Enterprise Resource Planning (Perencanaan Sumber Daya Perusahaan) merupakan sebuah model sistem informasi yang memampukan suatu organisasi untuk mengotomatiskan dan mengintegrasikan proses-proses bisnis kuncinya. Enterprise Resources Planning memecahkan dua hambatan fungsional tradisional yaitu dengan memfasilitasi pemakaian data bersama, arus informasi dan dengan memperkenalkan praktik-praktik yang umum diantara semua pemakai organisasi.(Hermanto & Agung, 2012)
Selain itu, Sistem informasi akuntansi merupakan sistem yang meyediakan informasi akuntnsi dan keuangan beserta informasi lainnya yang diperoleh dari proses rutin transaksi akuntansi. Informasi yang dihasilkan SIA
meliputi informasi tentang order penjualan, penjualan, penerimaan kas, order pembelian, penerimaan barang, pembayaran dan penggajian. (TMbooks, 2015)
Sistem informasi akuntansi menghasilkan informasi akuntansi yang dapat digunakan untuk:
a) Mendukung kegiatan rutin, misalnya menangani kegiatan operasi rutin seperti, order pelanggan, mengirimkan barang dan jasa, melakukan penagihan, dan menerima pembayaran dari konsumen.
b) Mendukung keputusan, misalnya dengan mengetahui produk mana yang paling laku, manajemen dapat memutuskan produk mana yang harus selalu tersedia dalam stock serta memutuskan cara untuk memasarkannya.
c) Perencanaan dan pengendalian, misalnya dengan memiliki informasi yang berkaitan dengan anggaran dan biaya standar, maka manajemen dapat membandingkan angarandengan biaya sesungguhnya.
d) Menerapkan pengendalian internal, pengendalian internal meliputi kebijakan, prosedur, dan sistem informasi yang digunakan untuk melindungi asset perusahaan dari kerugian atau penggelapan serta ber guna untuk menjaga akurasi data keuangan. Contohnya, akses terhadap sistem informasi dengan menggunakan password
dimaksudkan untuk membatasi entry data dan akses ke laporan yang tidak relevan dengan tugasnnya.
Berdasarkan uraian, dapat simpulkan bahwa sistem informasi akuntansi adalah serangkaian prosedur mulai dari pengumpulan data, dan mengubah data tersebut menjadi informasi keuangan untuk kemudian dijadikan laporan keuangan yang dapat dilakukan secara manual atau menggunakan teknologi komputer, yang diberikan kepada manajemen serta pihak luar yang membutuhkannya dan sebagai bahan pengambilan keputusan. Oleh karena itu implementasi sistem informasi akuntansi harus ditangani secara cermat agar dapat menghindari terjadinya penyelewangan, kecurangan, dan kesalahan, baik disengaja maupun tidak disengaja.
3. Fungsi sistem informasi akuntansi
a. Mengumpulkan dan menyimpan data mengenai kegiatan bisnis organisasi secara efisien dan efektif. Menangkap data transaksi pada dokumen-dokumen sumber. Mencatat data transaksi kedalam jurnal-jurnal, dimana catatan tersebut dibuat secara kronologis dari apa yang telah terjadi.
Posting data dari jurnal-jurnal ke buku besar, yang menyingkat data dengan jenis rekening.
b. Menyediakan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan bagi manajemen.
c. Menyediakan pengendalian internal yang memadai (cukup). Memastikan bahwa informasi yang dihasilkan oleh sistem adalah handal dan dapat dipercaya. Memastikan bahwa aktivitas bisnis yang dilakukan efisien dan sesuai dengan tujuan manajemen. Mengamankan (menjaga) kekayaan organisasi/perusahaan, termasuk data.
4. Peranan Sistem Informasi Akuntansi
Peranan sistem informasi akuntansi bagi pihak perusahaan, dalam hal ini jelas sangat penting. Sebab sistem informasi akuntansi bersama-sama dengan sistem informasi lainnya menyediakan informasi yang dibutuhkan manajemen sebagai dasar pengambilan keputusan. Bagi pihak di luar perusahaan, peranan sistem informasi akuntansi juga tak kalah penting. Sebagai penghasil informasi dalam bentuk laporan keuangan yang berguna sebagai dasar penilaian dan analisa terhadap kondisi perusahaan. Dari laporan – laporan tersebut, pihak luar perusahaan dapat mengambil keputusan yang tepat.
Peranan sistem informasi, tidak terlepas dari fungsi yang dijalankannya.
Bukan hanya sekedar pengolah atau pemroses data, tetapi sistem informasi akuntansi juga menjalankan mulai dari fungsi pengumpulan data, pemrosesan atau pengolahan data, manajemen data, pengendalian dan pengamanan data, serta tentunya fungsi penyedia informasi. Dan sistem informasi akuntansi merupakan struktur yang menjadi salah satu dalam kesatuan entitas yang menggunakan hardware untuk mengkonversikan data transaksi keuangan /
akuntansi menjadi informasi akuntansi dengan tujuan memenuhi kebutuhan akan informasi dari para penggunanya.(Muhammad Rizki Sani, 2015)
B. Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Komputer
Penerapan teknologi informasi saat ini salah satunya yakni komputer, dalam sebuah perusahaan memberikan banyak memberikan pengaruh positif terhadap perusahaan, bahkan dalam banyak kasus penerapan teknologi menjadi kunci kesuksesan sebuah perusahaan.
Pengolahan infromasi dalam penyajian laporan keuangan semakin banyak dipergunakan sebagai alat bantu dalm menyajikan informasi yang relevan.
Dengan kemajuan teknologi didunia usaha yang terus-menerus, Sistem Infromasi Akuntansi yang dikerjakan secara manual sekarang dapat dilakukan dengan bantuan komputer yaitu Sistem Informasi Akuntansi berbasis Komputer.
Kecepatan pemrosesan data pada sistem yang terkomputerisasi jauh lebih cepat dari pada pemrosesan transaksi menggunakan sistem manual. Selain mempengaruhi cara pengorganisasian perusahaan, cara pengambilan keputusan, serta pemanfaatan fungsi akuntansi perusahaan.(Suratman, 2013)
Selain itu, komputer juga mampu memproses data secara lebih efektif daripada manusia. Komputer tidak saja mampu menghitung dengan cepat, tetapi juga sangat akurat. Dan juga komputer mampu memproses data tanpa istirahat,
transaksi-transaksi atau persoalan-persoalan kompleks yang meliputi ratusan angka dan simbol-simbol lain.
Menurut Widjajanto, metode pemrosesan data pada sistem yang terkomputerisasi dapat dibagi menjadi beberapa metode(Suratman, 2013). Metode tersebut antara lain:
1) Batch system
Prisip dari sistem ini adalah menyimpan dan menumpuk semua data transaksi utnuk diproses pada waktu yang telah ditemukan. Cara kerja sistem ini secara garis besar antara lain:
a. Semua dokumen dikumpulkan kemudian diserahkan ke komputer sentral.
b. Dokumen kemudian diubah menjadi bentuk dokumen yang dapat dibaca oleh mesin.
c. Program unutk pemrosesan data dijalankan sesuai dengan waktu yang ditentukan untuk memproses dokumen-dokumen tersebut.
d. Hasilnya diberikan kepada pemakai. Hal ini terjadi karena data yang diperlukan tidak berada dalam komputer pemakai, melainkan dipusat komputer.
2) Real System
Sistem ini berupa perbaikan dari batch yaitu berusaha memperbaiki informasi yang kurang up-to-date. Dalam sistem ini memungkinkan setiap
pemakai fasilitas komputer dapat menginterogasi mesin setiap saat untuk mengetahui dam memperoleh data yang paling actual. Untuk menjelaskan sistem ini dibutuhkan perantara yang lebih banyak dan semua program serta data harus selalu tersedia dalam jalur komunikasi komputer. Sistem batch dan real time menyimpan data dalam bentuk file.
3) Database System
Konsep dasar dari sistem database ini adalah data dipusatkan pada suatu departemen dimana departemen lain dapat mengakses datanya. Dengan demikian, departemen-departemen tidak lagi menyimpan datanya tersendiri dan semua pemakai komputer akan bekerja pada satu perangat yang terpusat.
Menurut widjadjanto menyatakan sistem informasi akuntansi berbasis komputer memiliki beberapa kelebihan(Suratman, 2013) yaitu:
a. Dapat menunjang throughput dan efisiensi, khususnya jika data yang diolah cukup besar. Throughput adalah ukuran kapasistas sistem mulai input sampai output dalam suatu periode tertentu. Dengan menggunakan komputer, throughput akan semakin besar sehingga jika volume data yang diplah cukup besar, biaya pertransaksi akan semakin rendah.
b. Pengolahan data dengan menggunakan komputer juga menjanjikan kemudahan karena komputer bisa melakukan verifikasi kecermatan
angka-angka data transaksi input dan membandingkan data tersebut dengan data yang sah.
c. Komputer juga mampu menyajikan informasi secara cepat. Selain cepat, komputer juga mampu menyajikan dengan kecepatan yang tinggi.
Dalam beberapa kasus, sistem informasi akuntansi merupakan suatu sistem aplikasi terkomputerisasi yang mampu melakukan pengolahan data transaksi keuangan perusahaan secara terintegrasi. Sistem yang dibangun dapat pengelolaan data Hutang Dagang (Account Payable), Piutang Dagang ( Account Receivable) Penjurnalan, Pengelolaan Buku Besar (General Ledger), dan pembuatan Laporan Keuangan ( Financial Statement), sistem yang dibangun juga dapat mengatasi permasalahan yang terkait dengan struktur table pada basis data, dimana tabel-tabel yang ada telah melalui proses normalisasi sehingga dapat meminimalkan terjadinya redudansi data. (Suratman, 2013)
C. Efektivitas
Efektivitas berkaitan dengan banyaknya hasil yang dicapai. Efektivitas adalah suatu ukuran yang memberikan gambaran seberapa jauh target dapat dicapai baik secara kualitas ataupun waktu, orientasinya adalah pada keluaran yang dihasilkan.
Menurut Andoko mendefinisikan efektivitas adalah kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat atau peralatan yang tepat untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan, menyangkut bagaimana melakukan pekerjaan yang benar (Suratman, 2013)
Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa efektivitas adalah suatu kondisi yang menyatakan tingkat keberhasilan suatu pelaksanaan aktivitas kegiatan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
D. Laporan keuangan
1. Pengertian Laporan Keuangan
Laporan keuangan atau biasa disebut dengan Financial Statement berisikan informasi tentang presentansi perusahaan dimasa lampau dan dapat memberikan petunjuk untuk menetapkan kebijakan dimasa yang akan datang.
Laporan keuangan merupakan suatu ringkasan transaksi yang dilakukan dari perusahaan yang terjadi selama satu atau periode akuntansi atau satu tahun buku, adapun manajemen membuat laporan keuangan bertujuan utnuk membebaskan diri dari tanggung jawab yang dibebankan kepadanya oleh para pemilik perusahaan. Disamping itu laporan keuangan dapat pula digunakan untuk memenuhi tujuan-tujuan lain yaitu sebagai laporan kepada pihak diluar perusahaan. (Hermanto & Agung, 2012)
2. Pemakai Laporan Keuangan
Laporan keuangan pada dasarnya merupakan informasi kegiatan usaha perusahaan yang dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara data keuangan suatu perusahaan dengan pihak yang berkepentingan dengan data
atau aktivitas perusahaan tersebut. Laporan keuangan tahunan merupakan dokumen yang memberikan informasi kepada para pemegang saham, maupun pihak lain yang berkepentingan dan laporan keuangan ini disusun menurut aturan yang terdapat pada Prinsip Akuntansi Indonesia.
Pihak-pihak yang berkepentingan dengan laporan keuangan (Pura, n.d.) adalah:
1) Investor
Investor adalah orang-orang atau lembaga yang akan menanamkan modalnya dalam suatu perusahaan, bisaanya dalam bentuk uang atau asset lainnya. Investor membutuhkan informasi laporan keuangan untuk membantu menentukan apakah harus membeli, menahan, atau menjual investasi diperusahaan tertentu. Informasi yang dibutuhkan investor mencakup:
a) Laba usaha yang diperoleh selama beberapa tahun terakhir b) Pertumbuhan kekayaan perusahaan.
2) Kreditor
Kreditor adalah orang atau perusahaan yang memberikan pinjaman dana kepada perusahaan untuk berbagai keperluan usaha. Kreditor membutuhkan informasi laporan keuangan perusahaan untuk memutuskan apakah jumlah pinjaman yang diberikan akan dibayar oleh perusahaan pada saat jatuh tempo. Informasi yang dibutuhkan mencakup:
a) Besarnya kekayaan perusahaan b) Kemampuan menghasilkan laba
c) Perbandingan utang dengan kekayaan perusahaan 3) Pemasok
Pemasok adalah orang atau perusahaan yang menjual berbagai barang kepada perusahaan. Untuk menunjang omset penjualan, pemasok biasanya menjual barang secara kredit. Oleh karenannya, mereka membutuhkan informasi laporan keuangan untuk mengetahui apakah perusahaan tersebut mampu ,membayar kredit yang diberikan. Informasi yang dibutuhkan berupa:
a) Besarnya kekayaan perusahaan.
b) Kemampuan menghasilkan laba.
c) Perbandingan utang terhadap kekayaan perusahaan.
4) Pemerintah
Pemerintah adalah lembaga yang memiliki wewenang untuk membuat peraturan usaha dan hal-hal yang terkait dengannya. Pemerintah membutuhkan informasi laporan keuangan untuk menentukan jumlah pajak yang akan dikenakan terhadap suatu perusahaan. Informasi yang dibutuhkan berupa:
a) Laba usaha yang diperoleh.
b) Beban yang dikeluarkan utnuk memperoleh pendapatan.
5) Masyarakat
Masyarakat adalah orang-orang yang mendapat dampak dari keberadaan suatu perusahaan. Mereka membutuhkan informasi laporan keuangan utnuk mengetahui kecenderungan dan perkembangan kemakmuran perusahaan serta segala aktivitasnya.
3. Karateristik kualitatif laporan keuangan.
Karateristik merupakan ciri khas yang memberikan informasi keuangan berguna bagi pemakai. Laporan keuangan yang dihasilkan oleh suatu perusahaan harus memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan dengan laporan keuangan tersebut. Ada beberapa standar kualitas yang harus dipenuhi yaitu:
1) Dapat Dipahami
Laporan keuangan disajikan dengan cara yang mudah dipahami, dengan anggapan bahwa pemakainya telah memiliki pengetahuan yang memadai tentang aktivitas ekonomi dan bisnis.
2) Relevan
Maksudnya adalah bahwa informasi keuangan yang diberikan dapat memenuhi kebutuhan pemakai dan dapat membantu pemakai dalam mengevaluasi peristiwa masa lalu serta masa yang akan datang.
3) Keandalan/Reliabilitas
Infromasi keuangan yang dihasilkan suatu perusahaan harus diuji kebenarannya oleh seorang pengukur yang independen dengan metode pengukuran yang tetap.
4) Dapat Dibandingkan/ Komparabilitas
Penyajian laporan keuangan dapat membandingkan laporan keuangan antarpriode, sehingga dapat mengidentifikasi kecenderungan posisi dan kinerja keuangan.
5) Netral
Infromasi keuangan harus ditujukan kepada tujuan umum pengguna, bukan ditujukan kepada pihak tertentu saja. Laporan keuangan tidak boleh berpihak pada salah satu pengguna laporan keuangan tersebut.
6) Tepat Waktu
Laporan keuangan harus dapat dsajikan sedini mungkin, agar dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan perusahaan sesuai dengan waktu yang dibutuhkannya informasi tersebut.
7) Lengkap
Informasi keuangan harus menyajikan semua fakta keuangan yang penting, sekaligus menyajikan fakta-fakta tersebut sedemikian rupa sehingga tidak akan menyesatkan pembacanya.
4. Komponen Laporan Keuangan
Ikatan Akuntansi Indonesia menyatakan bahwa laporan keuangan yang lengkap terdiri dari komponen-komponen berikut ini
1) Neraca
2) Laporan laba rugi
3) Laporan Perubahan ekuitas 4) Laporan arus kas
5) Catatan atas keuangan
Ada dua laporan keuangan yang pokok, yaitu neraca dan laporan laba rugi.
Neraca menunjukkan posisi keuangan perusahaan. Pada waktu tertentu yang menggambarkan posisi harta disajikan pada sisi aktiva, utang dan modal pada sisi pasiva. Laporan laba rugi menunjukkan hasil yang diterima perusahaan selama satu periode tertentu dan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan hasil tertentu.
E. Peranan Sistem Informasi Akuntansi dalam Menunjang Efektivitas Penyajian Laporan Keuangan
Sistem informasi akuntansi berfungsi sebagai alat bantu mempermudah pimpinan perusahaan dalam melaksanakan aktivitas perusahaan dan digunakan manajemen dalam pengambilan keputusan. Dari laporan keuangan dapat dilihat performa suatu perusahaan pada kondisi keuangannya dari hasil-hasil yang
dicapai selama periode tertentu. Kinerja suatu perusahaan tergambar dalam laporan keuangan menjadi salah satu aspek yang diperhatikan oleh pemakai laporan keuangan.
Selain dapat menunjang efektivitas penyajian laporan keuangan, sistem informasi akuntansi juga dapat membantu kelancaran operasional perusahaan dan menjamin kebenaran laporan keuangan yang dihasilkan. Antara sistem informasi akuntansi dan laporan keuangan sangat erat kaitannya, karena salah satu tujuan dari sistem informasi akuntansi yaitu menghasilkan laporan keuangan.
Seperti yang diungkapkan (V.Rama & L., 2008) dalam bukunya sistem informasi akuntansi yaitu “perusahaan menggunakan sistem informasi akuntansi untuk menghasilkan laporan-laporan khusus untuk memenuhi kebutuhan dari para investor, kreditor, dinas pajak dll.”
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa informasi yang disediakan oleh sistem informasi akuntansi salah satunya adalah laporan keuangan. Oleh karena itu penerapan sistem informasi akuntansi mutlak harus dilakukan oleh perusahaan guna mencapai penyajian laporan keuangan yang efektif. Jika penerapan sistem informasi akuntansi terhadap laporan keuangan memadai akan mampu menghasilkan informasi yang berkualitas yang akan menjadi dasar pengambilan keputusan.
Tabel 1
Tabel Penelitian Terdahulu
No Peneliti Judul Metode Hasil penelitian 1. Fifilia
keuangan sesuai waktu
Baihaki
Accounting) Untuk
sangat ketat. karena
di Pemerintah Kota
Keuangan. ( Studi atau dalam hal ini sistem informasi akuntansi
10. Asdar
Fifilia Fransisca Tuharea melakukan penelitian dengan judul Penerapan Sebelum Dan Sesudah Sistem Informasi Akuntansi Dengan Menggunakan Software Accurate Dalam Penyusunan Laporan Keuangan (Studi Kasus Pada PT.
Nenggapratama Internusantara). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunakan sistem informasi berbasis komputer dengan menggunakan Accurate Accounting System lebih efektif dibandingkan dengan sebelumnya yang masih menggunakan sistem manual, setelah menggunakan software accurate setiap
transaksi pembelian dan penjualan sudah menggunakan nomor faktur yang berurut yang bisa mencegah kehilangan data, proses penginputan transaksi juga lebih otomatis dengan menggunakan komputer sebagai alat bantu bagi pengguna, mudah dalam mengerjakan, dan lebih penting setelah menggunakan software accurate ketepatan data, kerapihan data, serta pengguna bisa mendapatkan laporan keuangan sesuai waktu yang diinginkan.(Fifilia Fransisca Tuharea, 2015)
Rina Dwi Utami melakukan penelitian dengan judul Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Penerapan Kas Untuk Meningatkan Efektivitas Dalam Penyajian Laporan Keuangan Pada Apotek Ulti’med. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perancangan sistem informasi akuntansi penerimaan kas dirancang untuk mampu mengatasi kelemahan dan kekurangan, khususnya dalam penyajian laporan keuangan. (Utami, 2012)
Alwiyah dan Achmad Baihaki melaukan penelitian dengan judul Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Komputer Dalam Pengambilan Keputusan Guna Meningkatkan Efektifitas Pendapatan Pada Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (Lpp Rri) Stasiun Sumenep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Setelah dilakukan analisis tentang efektifitas pendapatan pada periode 2008 dan 2009 dengan menggunakan metode pusat laba tersebut maka selaku peneliti kami menyimpulkan bahwa dengan menggunakan sistem komputerisasi pada LPP RRI Stasiun Sumenep maka perhitungan efektifitas pendapatan lebih efektif pada tahun 2009 dari pada tahun 2008 yang pada saat itu masih menggunakan sistem manual. Sehingga menyebabkan adanya peningkatan
pendapatan di tahun 2009 sebesar Rp. 39.107.600 yang peningkatannya setara dengan 2.57%, dengan demikian penerapan sistem aplikasi yang berbasis komputer ini memberikan dampak yang sangat baik terhadap pendapatan di LPP RRI Stasiun Sumenep (Alwiyah & Baihaki, 2012)
Sri Rahayu melakukan penelitian dengan judul Penerapan Komputer Akuntansi (Myob Accounting) Untuk Meningkatkan Kualitas Informasi Laporan Keuangan Pada Cv. Jasu Sri Wahyu. Dari hasil penelitiannya menyatakan bahwa dengan adanya sistem akuntansi berbasis komputer, khususnya program MYOB sangat membantu manajemen, karena laporan yang dihasilkan oleh MYOB bersifat up to date sehingga dapat dilihat dan dicetak kapan saja sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pemilik. Dengan MYOB dapat meningkatkan kualitas informasi laporan keuangan pada CV. Jasu Sri Wahyu dengan kecepatan, ketepatan, kelengkapan, kemudahan, keamanan, maupun volume yang dihasilkan lebih detail sehingga pemilik dapat dengan jelas menganalisa setiap transaksi yang ada setiap harinya. (Rahayu, 2016).
Indah widiastuti melakukan penelitian dengan judul Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Komputer suatu sistem informasi akuntansi berbasis
Indah widiastuti melakukan penelitian dengan judul Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Komputer suatu sistem informasi akuntansi berbasis