3.1. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Rambah Tengah Barat Kecamatan Rambah dan Desa Bangun Purba Timur Jaya di Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Rokan Hulu. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja dengan pertimbangan kecamatan ini merupakan sentra produksi aren di Kabupaten Rokan Hulu dan telah berkembang agroindustri aren dalam bentuk industri rumah tangga.
Penelitian ini dilaksanakan selama lima bulan yaitu bulan Agustus 2009 hingga Januari 2010, mulai dari pengamatan, survei sampai dengan penelitian langsung kelapangan dan pengolahan data yang diperoleh, yang terdiri dari tahap pembuatan proposal, pengumpulan data serta penulisan laporan akhir.
3.2. Metode Pengambilan Sampel dan Data
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei terhadap agroindustri. Metode survei ini sangat berguna untuk memperoleh informasi yang sama, atau sejenis dari berbagai kelompok atau orang, karena data yang diperoleh dengan wawancara secara pribadi dan langsung.
Penetapan lokasi ditentukan sesuai dengan tujuan penelitian adalah agroindustri di Desa Rambah Tengah Barat Kecamatan Rambah dan Desa Bangun Purba Timur Jaya Kecamatan Bangun Purba. Penetapan agroindustri dilakukan secara sengaja (purposive) yaitu agroindustri yang dominan dilakukan masyarakat yaitu agroindustri gula aren dan gula semut.
Pengrajin gula aren berdasarkan survei yang dilakukan di Desa Rambah Tengah Barat berjumlah 90 orang, dan di Desa Bangun Purba berjumlah 8 orang. Pengambilan sampel di Desa Rambah Tengah Barat dilakukan berdasarkan metode random sampling (acak sederhana) sebanyak 25 persen berjumlah 23 orang dan Desa Bangun Purba Timur Jaya semua pengrajin diambil sebagai responden dengan menggunakan metode sensus berjumlah 8 orang. Pengrajin gula semut hanya ada di Desa Rambah Tengah Barat yaitu 1 responden.
3.3. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data adalah menggabungkan studi lapangan dan studi pustaka yaitu dengan mempelajari literatur (buku, jurnal, majalah, dan karya tulis relevan) dan studi lapangan dengan wawancara yang menggunakan kuesioner dan dilakukan observasi.
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara berdasarkan kuesioner terhadap pengrajin, key informan (Dinas terkait, Kepala Desa, Pemuka / Tokoh Masyarakat). Data primer yang diambil adalah identitas pengrajin agroindustri (umur, pendidikan, pengalaman agroindustri, tanggungan keluarga), aspek produksi (bahan baku, tenaga kerja, modal dan manajemen), aspek pengolahan (waktu dan tempat pengolahan, diversifikasi produk, jumlah produksi), aspek teknologi (teknologi yang digunakan, penguasaan teknologi, pengaruh teknologi terhadap produksi), aspek pemasaran (distribusi pemasaran), aspek kelembagaan (lembaga keuangan, organisasi dan KUD). Data sekunder diperoleh dari literatur yang mendukung dan instansi terkait. Data yang dikumpulkan bersamaan dengan penelitian Sispa Pebrian dengan judul Strategi
Pemasaran Produk Olahan Aren (Arenga pinnata) di Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau dan Wynda Maya Lestari dengan judul Analisis Finansial Agroindustri Aren
(Arenga pinnata) di Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau.
3.4. Analisis Data
Data primer ditabulasi dan dikelompokkan sesuai tujuan penelitian dan dianalisis. 1. Mengetahui aspek produksi (bahan baku, tenaga kerja, modal dan manajemen), aspek pengolahan (waktu dan tempat pengolahan, diversifikasi produk, jumlah produksi), aspek teknologi (teknologi yang digunakan, penguasaan teknologi, pengaruh teknologi terhadap produksi), aspek pemasaran (distribusi pemasaran), aspek kelembagaan (lembaga keuangan, organisasi dan KUD), informasi yang diperoleh dianalisis secara deskriptif.
2. Menyusun strategi pengembangan yang tepat bagi pengrajin agroindustri aren di Kabupaten Rokan Hulu yang dilihat dari faktor internal (kekuatan, kelemahan) dan faktor eksternal (peluang, ancaman) perusahaan maka digunakan anlisis SWOT (Rangkuti, 1997).
Penggunaan analisis SWOT sangat membantu untuk menyusun suatu strategi dengan mengkombinasikan aspek-aspek kekuatan dan kelemahan dalam faktor internal dan dengan aspek-aspek peluang dan ancaman pada faktor eksternal. Ada empat strategi altenatif yaitu:
1. Strategi SO
Adalah strategi yang dibuat dengan memanfaatkan seluruh kekuatan yang dimiliki merebut peluang sebesar-besarnya.
2. Strategi ST
Adalah strategi dengan menggunakan kekuatan yang dimiliki agroindustri untuk mengatasi ancaman.
3. Strategi WO
Adalah strategi yang memanfaatkan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada.
4. Strategi WT
Adalah strategi yang berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindarkan ancaman.
Untuk lebih jelasnya strategi yang telah disusun dapat dilihat pada matriks berkut: Tabel 1. Bagan Matriks SWOT
INTERNAL
EKSTERNAL
Strengths (S) Daftar kekuatan internal
Weaknesses (W) Daftar kelemahan internal Opportunities (O)
Daftar peluang eksternal
Strategi SO Strategi WO
Threats (T)
Daftar ancaman eksternal Strategi ST Strategi WT
Untuk memilih strategi yang baik diterapkan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Tentukan unsur-unsur SWOT yang ada yaitu S, W, O, dan T.
2. Beri nilai untuk masing-masing faktor menurut urutan pentingnya unsur tersebut terhadap kondisi agroindustri dengan memberi skala mulai dari 3 (sangat penting), 2 (penting), 1 (tidak penting).
3. Tentukan alternatif strategi berdasarkan kombinasi masing-masing, yaitu alternatif strategi SO, ST, WO, dan WT berdasarkan kombinasi faktor internal dan faktor eksternal.
4. Tentukan keterkaitan antara alternatif strategi dengan unsur-unsur SWOT yang telah dibuat.
5. Hitung bobot masing-masing alternatif strategi berdasarkan penjumlahan nilai masing-masing unsur yang terkait dengan strategi itu.
6. Menanyakan kepada pihak-pihak yang terkait setelah itu baru mengeluarkan strategi yang tepat.
3.5. Konsep Operasional
Indikator-indikator dalam suatu penelitian adalah data atau informasi yang diperlukan sehingga memudahkan pengukuran dari masing-masing variabel. Adapun konsep operasional tersebut adalah:
1. Agribisnis adalah suatu kegiatan yang dimulai dari pengadaan dan penyaluran sarana produksi pertanian hingga ke pemasaran produk-produk yang dihasilkan baik produk usaha tani maupun produk olahan.
2. Agroindustri adalah suatu usaha pengelolaan hasil pertanian dimana bahan dasarnya atau bahan utamanya berasal dari hasil-hasil pertanian.
3. Agroindustri aren adalah suatu bentuk industri yang menggunakan aren sebagai bahan bakunya untuk diolah sedemikian rupa menjadi berbagai jenis olahan untuk dikonsumsi dan dipasarkan.
4. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008 adalah usaha yang memproduksi barang dan jasa yang menggunakan bahan baku utama berbasis pada pendayagunaan sumber daya alam, bakat dan karya seni tradisional dari daerah setempat.
5. Air nira adalah sari pati yang dikeluarkan dari bunga pohon aren.
6. Gula aren adalah jenis gula yang dibuat dari nira, yaitu cairan yang dikeluarkan dari bunga pohon aren.
7. Gula semut merupakan gula merah versi bubuk dan sering pula disebut orang sebagai gula kristal yang mempunyai bahan dasar nira dari pohon aren atau pohon kelapa. 8. Strategi adalah semua kegiatan yang direncanakan serta melaksanakannya dengan
melihat faktor internal (kekuatan, kelemahan) dan faktor eksternal (peluang, ancaman) serta memanfaatkan seluruh sumberdaya yang ada untuk mencapai tujuan agroindustri.
9. Strategi pengembangan agroindustri adalah semua kegiatan yang direncanakan serta melaksanakannya dengan melihat faktor internal (kekuatan, kelemahan) dan faktor eksternal (peluang, ancaman) dengan memanfaatkan sumberdaya hasil pertanian untuk mencapai tujuan agroindustri.
10. Aspek produksi adalah segala aspek yang berkaitan dengan bahan baku, tenaga kerja, modal dan manajemen.
11. Aspek pengolahan adalah segala aspek yang berkaitan dengan waktu pengolahan, tempat pengolahan, diversifikasi (penganekaragaman) produk dan jumlah produksi. 12. Aspek teknologi adalah segala aspek yang berkaitan dengan teknologi yang
13. Aspek pemasaran adalah segala aspek yang berkaitan dengan distribusi pemasaran. 14. Aspek kelembagaan adalah segala aspek yang berkaitan dengan lembaga pendukung
kegiatan produksi seperti lembaga keuangan, pemerintah, lembaga sosial lainnya. 15. Bahan baku adalah bahan pokok untuk bahan dasar yang digunakan untuk
memproduksi suatu produk agroindustri.
16. Proses produksi adalah lamanya waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi suatu barang.
17. Produksi adalah hasil yang diperoleh pengusaha agroindustri aren dalam satu kali proses produksi.
18. Tenaga kerja adalah input (sumber daya manusia) yang digunakan dalam proses produksi.
19. Manajemen adalah seni dalam mengoptimalkan segala sumberdaya yang ada untuk mencapai tujuan tertentu, meliputi unsur perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan perencanaan, pengawasan dan evaluasi.
20. Analisis SWOT adalah identifikasi dari berbagai faktor internal dan eksternal secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan.
21. Strength adalah faktor internal perusahaan agroindustri yang menyangkut kekuatan pada usaha tersebut seperti keunggulan produk dari produk lain.
22. Weaknesses adalah faktor internal dari perusahaan agroindustri yang menyangkut kelemahan yang dimiliki usaha tersebut.
23. Opportunities adalah faktor eksternal dari usaha agroindustri yang berisikan tentang peluang-peluang usaha seperti potensi pasar.
24. Threats adalah faktor eksternal dari usaha agroindustri yang berupa ancaman bagi perusahaan seperti persaingan dengan produk lain.