Penelitian ini dilaksanakan di lahan kebun PT. Pangkatan Indonesia (Evans Group) yang terdapat Land Application, Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu dan identifikasi jumlah serta ragam populasi markrofauna dilaksanakan di Laboratorium Riset dan Teknologi, Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 sampai dengan bulan November 2021.
Bahan dan Alat Penelitian
Adapun bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel makrofauna tanah yang didapat saat penelitian lapangan, alkohol dengan konsentrasi 60%, tanah sebagai sampel, bahan kimia untuk analisis tanah awal.
Serta alat yang dipergunakan dalam penelitian ini antara ember plastik dengan ukuran 12 cm sebagai wadah, terpal plastik sebagai naungan, botol sampel ukuran sebagai wadah penyimpanan makrofauna dan alat monolith kuadrat dan soil corer untuk alat pengambilan sampel tanah dan makrofauna, GPS untuk menentukan titik koordinat dalam melakukan penelitian dan kamera sebagai alat dokumentasi Metode Penelitian
Penelitian dilaksanakan di areal kelapa sawit dengan masa aplikasi LA 2017–2021 areal V5(24ha) dan V6(29ha) dengan tahun tanam 2003; masa aplikasi LA 2018-2021 areal U3(30 ha) dan U4 (24 ha) dengan tahun tanam 2006 dan masa aplikasi LA 2019-2021 areal D6 (31 ha) dan D7 (24ha) dengan tahun tanam 2006. Peta lokasi areal dan tahun tanam dapat dilihat pada Lampiran 1 dan Lampiran 2.
20
11
Gambar 1. Kondisi LA aplikasi 2017 (V5) Gambar 2. Kondisi LA aplikasi 2017 (V6)
Gambar 3. Kondisi LA aplikasi 2018 (U3) Gambar 4. Kondisi LA aplikasi 2018 (U4)
Gambar 5. Kondisi LA aplikasi 2019 (D7)
Gambar 6. Kondisi LA aplikasi 2019( D6)
Dengan ukuran kolam Land Application dengan ukuran 20m x 2m x 0,5m yang berada di areal per tanaman tersebut. Masing-masing lokasi Land Application pada penelitian ini diambil 3 sampel dalam 1 kolam sehingga terdapat
18 sampel pada masa aplikasi 2017 dengan areal V5 (12 sampel) dan V6 (6 sampel); terdapat 18 sampel pada masa aplikasi 2018 dengan areal U3
(12 sampel) dan U4 (6 sampel) dan terdapat 24 sampel pada masa aplikasi 2019 dengan areal D6 (9 sampel) dan D7(15 sampel) sehingga akan terdapat 60 titik sampel dan penyebaran pengambilan sampel dapat di lihat pada Lampiran 3.
21
11
Penelitian ini dilakukan dengan memperhatikan serta mengamati
makrofauna tanah yang berada pada areal dengan masa aplikasi LA tahun 2017-2021 (V5 dan V6); tahun 2018-2021 (U3 dan U4); dan tahun 2019-2021
(D6 dan D7) dengan metode pengamatan pitfall trap untuk mengidentifikasi makrofauna tanah yang berada di permukaan tanah dan metode pengamatan kuadrat-handsorting untuk mengidentifikasi makrofauna tanah yang berada di dalam tanah, serta mengamati jenis makrofauna tanah, indeks kepadatan makrofauna tanah, keragaman makrofauna tanah dan pengamatan sifat fisik tanah dan pengamatan sifat kimia tanah pada areal land application.
Pelaksanaan Penelitian Penentuan Sampel Tanah
Pengambilan sampel tanah dengan kedalaman sampel mulai dari 0-20 cm.
Dengan Masing-masing plot sampling ditempatkan pada jarak yang sudah ditentukan areal LA 2017-2021 (V5 dan V6); areal LA 2018-2021 (U3 dan U4) serta areal LA 2019-2021 (D6 dan D7) dengan menggunakan soil correr diameter 3 cm dan kedalaman 20 cm dari permukaan tanah untuk sampel tanah. Pada plot yang telah ditentukan sebelumnya, yaitu ±1 m pada daerah pinggiran kolam / bibir kolam dengan ketentuan jarak antar titik sampel sejauh 5 meter dan 10 meter (dapat dilihat pada sketsa dibawah) Lalu dikompositkan sehingga akan mendapatkan 6 sampel tanah dari areal LA 2017-2021 (2 sampel); areal LA 2018-2021 (2 sampel); areal LA 2019-2018-2021 (2 sampel).
22
11
Gambar 7. Denah pengambilan sampel tanah
ket : : kolam Land Application uk. 2000x200x50 cm O : titik pengambilan sampel tanah untuk analisis awal
: tanaman kelapa sawit.
Gambar 8. Soil corer untuk pengambilan sampel tanah.
Waktu pengambilan sampel
Pelaksanaan penelitian untuk mengambil sampel tanah, pembuatan metode pitfall trap serta metode kuadrat – hand sorting dilakukan pada pagi hari mulai pukul 07 : 00 wib sampai dengan selesai tergantung situasi dan kondisi di areal penelitian.
Pengambilan sampel makrofauna Tanah metode pitfall trap
Metode pitfall trap menggunakan wadah plastik yang dibenamkan dengan diameter 12 cm sebanyak 3 ember dengan bibir ember sejajar pada permukaan tanah. Ember diisi dengan larutan alkohol dengan konsentrasi 60% sebanyak ±250
23
11
mL untuk pembunuh dan pengawet, lalu diberikan detergen untuk menghilangkan tegangan pada permukaan larutan, kemudian pada bagian atas dipasang pelindung hujan menggunakan plastik terpal dengan ukuran 30x30 cm dan tinggi 15 cm dari permukaan tanah dan berjarak 30 cm dari pintu saluran masuk kolam Land Application (LA). Perangkap tersebut mulai disusun pada pukul 07 : 00 wib dan dibiarkan selama 24 jam, lalu makrofauna tanah yang didapat dimasukkan ke dalam wadah sampel untuk dibawa ke laboratorium (Mustika, 2019).
Gambar 9. Metode pitfall trap
Metode Kuadrat dan Hand Sorting
Metode kuadrat menggunakan alat monolith dengan ukuran 30x30x30 cm sebanyak 3 plot dan jarak antara kuadrat satu dengan yang lainnya ±5 m dan berjajarak 1 m dari pinggir kolam Land Application (LA). Setelah diangkat dari dalam tanah, lalu di letakkan di atas plastik berukuran >50x50 cm Pengambilan sampel dilakukan sekitar pukul 07:00-09:00 wib. Selanjutnya makrofauna tanah yang ditemukan pada tanah tersebut diambil dengan metode handsorting (dipilah dengan tangan), kemudian dibawa ke laboratorium untuk pengambilan dan penghitungan makrofauna tanah. Makrofauna kemudian diawetkan dalam alkohol 60% untuk diidentifikasi dan dihitung jumlahnya (Maftu’ah et al., 2005).
24
11
Gambar 10. Metode Kuadran Gambar 11. Metode Hand sorting
Gambar 12. Denah pengambilan sampel Makrofauna tanah
ket : : kolam Land Application uk. 2000x200x50 cm X : titik pengambilan sampel dengan metode pitfall trap O : titik pengambilan sampel dengan metode kuadran
: tanaman kelapa sawit Peubah Amatan
Identifikasi Sampel Makrofauna Tanah
Sampel makrofauna tanah yang telah ddapat dikelompokkan sesuai dengan kesamaan ciri morfologinya. Proses identifikasi dilakukan dengan memperhatikan morfologi (bentuk luar tubuh) menggunakan kaca pembesar (lup) dan dapat langsung diamati dengan acuan beberapa buku acuan diantaranya Suin (2005) dan Boror et al., (1992).
25
11
pH, Kelembapan Udara, Suhu Tanah, C – Organik Tanah
Pengukuran kelembapan udara dan suhu tanah dilakukan dilapangan sebelum pengambilan sampel tanah. Pengukuran kelembapan udara mengunakan higrometer dan pengukuran suhu tanah menggunakan alat termometer tanah.
Pengukuran pH tanah dilakukan di laboratorium dengan menggunakan alat pH meter. Dan pengukuran C–Org dilakukan dengan metode walkley and black (modifikasi) menggunakan alat spectrofotometer.
Gambar 13. Pengukuran Suhu dan Kelembapan Udara
Kadar Air Tanah
Pengukuran kadar air tanah dilakukan di laboratorium. Tanah diambil dari lapangan mewakili tiap titik kemudian dikompositkan lalu diambil 10 g untuk dianalisis. Selanjutnya sampel tanah dikeringkan dalam oven pada suhu 1050c selama 5 jam hingga beratnya konstan.
Analisis Data Makrofauna Tanah
Jumlah spesies makrofauna tanah dan jumlah individu masing – masing spesies yang ditemukan dihitung nilai: Kepadatan (K), Kepadatan Relatif (KR), Frekuensi Kehadiran (FK), Indeks Diversitas/Keanekaragaman (H').
a. Kepadatan Populasi (K)
Jumlah Individu Suatu Jenis K=
(Jumlah Plot × Luas Plot)
26
11
b. Kepadatan Relatif (KR)
Kepadatan Suatu Jenis
Kr = × 100%
Jumlah Kepadatan Semua Jenis
c. Frekuensi kehadiran (FK)
Jumlah Plot Yang Ditempati Suatu Jenis
FK = × 100%
Jumlah Total Plot
Suin (2002) menerangkan nilai FK berdasarkan konstansinya sebagai berikut:
Nilai FK = 0 – 25 % Konstansinya Aksidental (Sangat jarang) Nilai FK = 25 – 50 % Konstansinya Assesori (Jarang)
Nilai FK = 50 – 75 % Konstansinya Konstan (Sering) Nilai FK = > 75 % Konstansinya Absolut (Sangat sering)
d. Indeks Keanekaragaman (H’)
H
’= - ∑ pi ln pi
Keterangan: H' = Indeks diversitas Shannon-Wiener pi = ni / N
ln = Logaritma natural
ni = Jumlah individu spesies ke-i N = Total jumlah individu
Fakhrul (2007) menerangkan Nilai H' sebagai berikut:
Nilai H' = < 1 : Keanekaragaman rendah
Nilai H' = 1 ≤ H' ≥ 3 : Keanekaragaman sedang
Nilai H' = > 3 : Keanekaragaman tinggiAnalisis korelasi e. Analisis Korelasi
27
11
Untuk mengetahui korelasi antara makrofauna tanah yang ditemukan dengan faktor fisik dan kimia tanahnya dilakukan analisis korelasi berganda (r) dengan persamaa korelasi berganda sebagai berikut;
Keterangan :
rxy: koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y
∑X : nilai variabel faktor kimia dan fisika tanah
∑Y : nilai variabel populasi makrofauna n : jumlah titik sampel
Usman dan akbar (2000) menerangkan nilai koefisien dari hasil korelasi (r) sebagai berikut:
Nilai r terbesar adalah 1 dan nilai r terkecil adalah 0
a. r = +1 menunjukkan hubungan positif sempurna (searah), sedangkan r = -1 menunjukkan hubungan negatif sempurna (berlawanan arah).
b. R tidak mempunyai satuan atau dimensi.
c. Tanda (+) atau (–) hanya menunjukkan arah hubungan.
Interpretasi nilai r adalah sebagai berikut:
Jika r = 0 : tidak berkorelasi Jika r = 0,01 – 0,2 : korelasi sangat rendah Jika r = 0,21 – 0,4 : korelasi rendah
Jika r = 0,41 – 0,6 : korelasi agak rendah Jika r = 0,61 – 0,8 : korelasi cukup Jika r = 0,81 – 0,99 : korelasi tinggi
Jika r = 1 : korelasi sangat tinggi (korelasi sempurna).
28
11
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN