2. Teori Marketing Politik
1.8. Metode Penelitian
Jenis penelitian ini adalah kualitatif, yaitu penelitian yang tidak dilakukan dengan mempergunakan rumus-rumus dan simbol-simbol statistik.22 Penelitian ini juga bertujuan menjelaskan fenomena dengan sedalam-dalamnya melalui pengumpulan data. Jadi dalam penelitian ini lebih ditekankan persoalan kedalam (kualitas) data, bukan banyaknya (kuantitas) data. Mengacu kepada Strauss dan Corbin penelitian kualitatif adalah suatu jenis penelitian yang prosedur penemuan yang dilakukan tidak menggunakan prosedur statistik atau kuantifikasi. Dalam hal ini penelitian kualitatif adalah penelitian tentang kehidupan seseorang, cerita,
21 Abrar A. N. (2019). Central Java’s assault on media ethics: How the governor
turned watchdogs into pet poodles. Pacific Journalism Review : Te Koakoa, 25(1&2), 242-259.
https://doi.org/10.24135/pjr.v25i1and2.466
22 Nawawi Hadari, Penelitian Terpadu, (Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 1996) h. 46.
prilaku dan juga tentang fungsi organisasi, gerakan sosial atau hubungan timbal balik.23
Adapun pendekatan penelitian ini adalah deskriptif analisis. Menurut Issac dan Michhael sebagaimana dikutip oleh Jalaluddin Rahmat bahwa pendekatan deskriptif bertujuan untuk melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik populasi tertentu atau bidang tertentu secara faktual dan cermat. Dengan perkataan lain, pendekatan deskriptif adalah suatu metode penelitian yang melihat objek, gambaran secara sistematis., faktual dan akurat mengenai fakta yang diselidiki dan hasilnya dapat dipergunakan untuk pengambilan keputusan di masa mendatang.24 Pendekatan deskriptif juga bertujuan untuk mendapatkan uraian mendalam tentang ucapan, tulisan, dan tingkah laku yang dapat diamati dari suatu individu kelompok masyarakat maupun organisasi dalam setting tertentu yang dikaji dari sudut pandang yang komprehensif.25
Dengan pendekatan ini diharapkan temuan-temuan empiris dapat dideskripsikan secara lebih rinci, lebih jelas dan lebih akurat, terutama berbagai hal yang berkaitan dengan unsur-unsur peran komunikasi tokoh masyarakatdalam momentum pemilihan kepala daerah. Melalui pendekatan kualitatif ini diupayakan data yang didapat didekati dengan prosedur menyeluruh (holistic approach) tentang unsur-unsur peran kemunikasi tokoh masyarakat. Pada umumnya data dikumpulkan dalam bentuk kata-kata, bukan dengan angka-angka melalui teknik pengambilan sampel secara purposive sample. Sampel ini dilakukan dengan cara mengambil subjek bukan didasarkan atas strata, random, atau daerah tertentu,
23 Ibid, h. 41.
24 Jalaluddin Rahmat, Metode Penelitian Komunikasi Dilengkapi Contoh Analisis Statistik, (Bandung:
Rermaja Rosdakarya, 1984), h. 22
25 Rosyadi Ruslan, Metode Penelitian Publik Relation dan Komunikasi, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004), h. 213
melainkan didasarkan atas adanya tujuan tertentu sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan penelitian.
Paradigma penelitian ini adalah paradigma konstruktivis. Paradigma konstruktivis yaitu mengenalisis persoalan dengan memperhitungkan relasi kasualitas (hubungan sebab akibat) dengan tetap menjaga jarak dengan objek peneliti. Paradigma ini memandang ilmu sosial sebagai analisis sistematis terhadap socially meaningful action melalui pengamatan langsung dan terperinci terhadap pelaku sosial yang bersangkutan menciptakan dan memelihara/
mengelola dunia sosial mereka.
Para peneliti konstruktivis mempelajari beragam realita yang terkonstruksi oleh individu dan implikasi dari kontruksi tersebut bagi kehidupan mereka dengan yang lain. Dalam konstruksivis, setiap individu memiliki pengalaman yang unik.
Dengan demikian, penelitian dengan strategi seperti ini menyarankan bahwa setiap cara yang diambil individu dalam memandang dunia adalah valid, dan perlu adanya rasa menghargai atas pandangan tersebut. paradigma konstruktivis melihat kenyataan sebagai hal yang ada tetapi realitas bersifat majemuk, dan maknanya berbeda bagi tiap orang. Dalam epistemologi, peneliti menggunakan pendekatan subjektif karena dengan cara itu bisa menjabarkan pengkonstruksian makna oleh individu.
Banyak pilihan studi yang telah dilaksanakan berkaitan dengan upaya mengungkap fenomena sosial yang terjadi di dalam menangkap permasalahan secara struktural fungsional. Selanjutnya dalam melihat Strategi Politik Maria Tambunan Dalam Pemilihan Calon Legislatif Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2019. Secara sederhana, fungsionalisme struktural adalah sebuah teori bagaimana
pemilihan dilaksanakan . fungsionalisme berarti melihat masyarakat sebagai sebuah sistem dari beberapa bagian yang saling berhubungan satu sama lainnya.
Satu bagian tidak terpisah dari keseluruhan.. Penelitian dilakukan selama 3 bulan, dengan memilih lokasi penelitian di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.
Lokasi ini dipilih karena Kabupaten Rokan Hilirr merupakan bagian yang strategis dalam Strategi Politik Maria Tambunan Dalam Pemilihan Calon Legislatif Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2019
1. Tipe Penelitian dan Dasar Penelitian
Jenis penelitian ini adalah analisis kualitatif dengan menggunakan kerangka partai politik, pemilihan umum dan marketing pemilu . Penelitian ini akan mengeksplorasi bagaimana Strategi Politik Maria Tambunan Dalam Pemilihan Calon Legislatif Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2019
2. Pemilihan Data, Sumber Data, dan Teknik Pengumpulan Data
Berdasarkan pada fokus permasalahan penelitian yang berupaya mengidentifikasi dan mendeskripsikan permasalahan Strategi Politik Maria Tambunan Dalam Pemilihan Calon Legislatif Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2019:
a. Data yang berkaitan observasi di lapangan serta menghimpun data dan keterangan wawancara dari informan penelitian yaitu Maria Tambunan. Observasi langsung dilokasi penelitian akan menghimpun fenomena yang tampak secara rutin.
b. Data pada proses observasi ini diyakini akan sangat membantu proses analisis nantinya sehingga penulis memiliki deskripsi serta potret
pengalaman yang jelas tentang Strategi Politik Maria Tambunan Dalam Pemilihan Calon Legislatif Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2019.
c. Penelitian ini juga menetapkan penggunaan wawancara secara mendalam kepada informan penelitian. Sumber data sebagaimana informan penelitian ini dilaksanakan berdasarkan teknik purposif yang selalu disesuaikan dengan konteks dan tujuan data yang ingin di dalami. Proses pelaksanaan wawancara dilakukan dengan seksama dan tetap memperhatikan pedoman ataupun panduan interview (interview guidance) yang disusun sedemikian rupa sehingga proses wawancara yang dilaksanakan tetap terarah.
d. Penghimpunan data penelitian juga dilakukan melalui proses penelaahan terhadap dokumen-dokumen ataupun laporan yang berkaitan dengan fokus penelitian. Laporan yang ditelaah akan melalui proses mendapatkan persetujuan dari pihak yang berwenang di lokasi penelitian yaitu Kabupaten Rokan Hilir.
3. Teknik Analisis Data
Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif model analisis interaktif kondensasi data, memilih, memokuskan, menyederhanakan, mengabstraksi, dan mentransformasi data terkait Strategi Politik Maria Tambunan Dalam Pemilihan Calon Legislatif Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2019.
a. Data yang bersumber dari hasil wawancara Strategi Politik Maria Tambunan Dalam Pemilihan Calon Legislatif Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2019.
b. Selanjutnya keterangan hasil wawancara yang diperoleh peneliti di lapangan akan dianalisis . Dengan demikian tidak menutup kemungkinan proses analisis dengan teknik ini akan dilaksanakan secara integral bersamaan dengan proses penghimpunan data nantinya di lapangan terkait Strategi Politik Maria Tambunan Dalam Pemilihan Calon Legislatif Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2019
c. Data yang dihimpun tentunya setelah mendapatkan persetujuan dari pihak yang berwenang yaitu Maria Tambunan, DPD PDI Perjuangan Rokan Hilir dan Tim Sukses.