METODOLOGI PENELITIAN
B. Metode Penentuan Sampel
Sampel dipilih dengan menggunakan metode convenience sampling yang termasuk dalam nonprobability sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Metode ini dapat
mengambil sampel dari elemen populasi yang tidak terbatas yang bersedia memberikan informasi yang dibutuhkan (Indriantoro dan Supomo, 2002:130). C. Metode Pengumpulan Data
1. Data Primer
Data primer adalah sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber asli (Indriantoro dan Supomo, 2002:146). Data primer yang penulis gunakan yaitu dengan menggunakan kuesioner yang disampaikan secara langsung kepada Kantor Akuntan Publik (KAP) yang ada di Jakarta dan mengkonfirmasi langsung ke KAP untuk memperoleh tingkat pengembalian yang tinggi atas kuesioner tersebut.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara (Indriantoro dan Supomo, 2002:147). Data sekunder dapat berupa buku dan majalah, publikasi pemerintah mengenai indikator ekonomi, data sensus, ikhtisar statistik, database, media, laporan tahunan perusahaan dan sebagainya (Sekaran, 2006:65)
D. Metode Analisis Data 1. Uji Kualitas Data
a. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengetahui seberapa baik ketepatan dan kecermatan suatu instrumen untuk mengukur konsep yang seharusnya
diukur. Uji validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur (Indriantoro dan Supomo, 2002:181). Setiap butir pertanyaan dikatakan valid bila angka korelasional yang diperoleh dari perhitungan lebih besar atau sama dengan r kritis. Untuk menentukan r hitung didapatkan dari perhitungan dengan menggunakan Pearson Correlationyang dilakukan dengan menggunakan program SPSS. b. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas merupakan alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Uji reliabilitas ini dilakukan untuk menguji konsistensi jawaban dari responden melalui pertanyaan yang diberikan. Suatu kuesioner dikatakan reliable (handal) jika beberapa pengukuran terhadap subjek yang sama diperoleh hasil yang tidak berbeda (Jogiyanto, 2009:120). Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah alpha cronbach karena menggunakan jenis data likert.
Penelitian menggunakan bantuan program SPSS dalam menghitung Cronbach Alpha untuk menginterprestasikan nilai alpha yang diperoleh. Jika nilai Cronbach Alpha dari suatu variabel lebih besar dari 0,6 maka butir pertanyaan yang diajukan dalam pengukuran instrumen tersebut memiliki reliabilitas yang memadai. Sebaliknya,
jika nilaiCronbach Alpha dari suatu variabel lebih kecil dari 0,6 maka butir pertanyaan tersebut tidakreliable.
2. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas Data
Uji normalitas data bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal (Ghozali, 2005:110). Seperti diketahui bahwa uji t dan uji F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Jika asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil. Untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan melihat normal probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dari distribusi normal.
Normalitas dapat dideteksi dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik. Jika data (titik) menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal maka menunjukkan pola distribusi normal yang mengindikasikan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas. Jika data (titik) menyebar menjauh dari diagonal dan atau tidak mengikuti arah garis diagonal maka tidak menunjukkan pola distribusi normal yang mengindikasikan bahwa model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.
b. Multikolinieritas
Uji multikolineritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi menemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model
regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Dalam penelitian ini uji multikolinieritas digunakan untuk menguji apakah ada korelasi di antara variabel pengalaman auditor, pelatihan auditor dan skeptisisme profesional auditor. Model regresi yang tidak ada multikolinieritas adalah yang mempunyai nilai besaran korelasi antar variabel bebas kurang dari 95%, VIF Variance Inflation factor) kurang dari angka 1.0 dan mempunyaii nilai tolerance lebih dari 0.1 atau 10% (Ghozali, 2005:91).
c. Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah suatu model regresi terdapat persamaan atau perbedaan varian yang dapat dilihat dari grafik plot. Deteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot. Dasat pengambilan keputusan sebagai berikut:
1) Jika ada pola tertentu seperti titik-titik (point-point) yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar, kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas.
2) Jika tidak ada pola yang jelas, seta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas. (Ghozali, 2005:105)
3. Uji Hipotesis
Untuk mencapai tujuan penelitian, maka data yang telah diperoleh perlu dianalisis. Dalam penelitian ini digunakan model analisis regresi berganda (multiple regression analysis). Model ini digunakan karena penulis ingin mengetahui pengaruh variabel pengalaman auditor (X1), pelatihan auditor (X2) dan skeptisisme profesional auditor (X3) terhadap pendeteksian kecurangan. Persamaan regresinya adalah sebagai berikut:
= + + + + Keterangan: Y : pendeteksian kecurangan a : konstanta b1b2b3 : koefisien regresi X1 : pengalaman auditor X1 : pelatihan auditor
X3 : skeptisisme profesional auditor
e : error
Untuk membuktikan kebenaran uji hipotesis, digunakan uji statistik terhadap output yang dihasilkan oleh model regresi berganda, uji statistik ini meliputi:
a. Uji Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi (R2) bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel independen menjelaskan variabel dependen.
Dalam output SPSS, koefisien determinasi terletak pada tabel Moddel Summary dan tertulisAdjusted R Square.
Nilai R2sebesar 1 berarti fluktuasi variabel dependen seluruhnya dapat dijelaskan oleh variabel independen dan tidak ada faktor lain yang menyebabkan fluktuasi variabel dependen. Jika nilai R2 berkisar antara 0 sampai dengan 1, berarti semakin kuat kemampuan variabel independen dapat menjelaskan fluktuasi variabel dependen. (Ghozali, 2005:83)
b. Uji Signifikasi Simultan (Uji F)
Uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen untuk mengambil keputusan hipotesis diterima atau ditolak dengan membandingkan tingkat signifikasi sebesar 0,05.
Jika nilai probabilityF lebih besar dari 0,05 maka model regresi tidak dapat digunakan untuk memprediksi variabel dependen atau dengan kata lain variabel independen secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap variabel dependen. (Ghozali, 2005:84)
c. Uji Regresi Secara Parsial (Uji t)
Uji t digunakan untuk mengetahui hubungan masing-masing variabel independen secara individual terhadap variabel dependen. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh masing-masing variabel independen secara individual terhadap variabel dependen digunakan
tingkat signifikasi 5% atau (α) = 0,05. Jika probability t lebih besar dari 0,05 maka tidak ada pengaruh dari variabel independen terhadap variabel dependen (koefisien regresi tidak signifikan), sedangkan jika nilai probability t lebih kecil dari 0,05 maka terdapat pengaruh dari variabel independen terhadap variabel dependen (koefisien signifikan). E. Operasional Variabel Penelitian
Definisi operasional variabel adalah bagaimana menemukan dan mengukur variabel-variabel tersebut di lapangan dengan merumuskan secara singkat dan jelas, serta tidak menimbulkan berbagai tafsiran. Pertanyaan atau pernyataan dalam kuesioner untuk masing-masing variabel dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan skala likert.
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini ada dua variabel, yaitu: 1. Variabel bebas(independent variable)
Pengertian variabel independen yaitu variabel yang bebas dan mempengaruhi variabel lain. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pengalaman auditor, pelatihan auditor dan skeptisisme profesional auditor.
a. Pengalaman Auditor (X1)
Pengalaman merupakan rentang waktu yang telah digunakan oleh auditor terhadap pekerjaan atau tugas mengaudit. Penggunaan pengalaman didasarkan pada asumsi bahwa tugas yang dilakukan secara berulang-ulang memberikan peluang untuk belajar melakukannya dengan lebih baik.
b. Pelatihan Auditor (X2)
Pelatihan merupakan salah satu usaha untuk mengembangkan sumber daya manusia, terutama dalam hal pengetahuan (knowledge), kemampuan(ability), keahlian(skill)dan sikap (attitude).
Peatihan di sini dapat berupa kegiatan-kegiatan seperti seminar, simposium, lokakarya, pelatihan itu sendiri dan kegiatan penunjang keterampilan lainnya. Selain kegiatan-kegiatan tersebut, pengarahan yang diberikan oleh auditor senior kepada auditor junior juga bisa dianggap sebagai salah satu bentuk pelatihan.
c. Skeptisisme Profesional Auditor (X3)
Skeptisisme profesional yaitu sikap auditor yang akan membawa tindakannya pada tindakan yang akan selalu menanyakan dan menaksir secara kritis terhadap bukti audit.
2. Variabel terikat(dependent variable)
Variabel dependen merupakan variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain. Yang menjadi variabel terikat (dependent variabe) dalam penelitian ini adalah pendeteksian kecurangan(fraud). Kecurangan adalah salah saji atau hilanngnya jumlah atau pengungkapan dalam laporan keuangan yang dilakukan dengan sengaja.
Tabel 3.1
Operasional Variabel Penelitian
Variabel Subvariabel Indikator Skala Nomor
Kuesioner
Pengalaman Auditor (Syamsiah, 2008)
Lama kerja Lama kerja sebagai auditor Interval 1
Intensitas tugas dan pengembangan karir
Dapat mengembangkan karir Interval 2 Seringnya melakukan tugas audit Interval 3 Kemampuan kerja
Mampu mengetahui kekeliruan dan
kecurangan Interval 4
Mampu mengatasi permasalahan Interval 5 Dapat mendeteksi kecurangan Interval 6
Membuat keputusan Mampu membuat keputusan Interval 7
Pembelajaran dari Pengalaman orang lain
Peningkatan kompetensi sebagai auditor
dengan belajar dari pengalaman auditor lain Interval 8
Pelatihan Auditor
(Cholifah, 2010) Intensitas Pelatihan yang diikuti
Intensitas seminar yang diikuti auditor Interval 9 Intensitas lokakarya yang diikuti auditor Interval 10 Intensitas symposium yang diikuti auditor Interval 11 Intensitas pelatihan audit yang diikuti
auditor Interval 12
Pernah mengikuti brevet pajak Interval 13 Pernah mengikuti pelatihan perbankan Interval 14 Skeptisisme Profesional
Auditor (Hurtt, Eining, dan Plumlee, 2003)
Evaluasi bukti audit
Pikiran yang penuh pertanyaan Interval 15 Memiliki penilaian kritis Interval 16 Tidak terlalu cepat mengambil keputusan Interval 17
Tabel 3.1
Operasional Variabel Penelitian(Lanjutan)
Skeptisisme Profesional Auditor (Hurtt, Eining,
dan Plumlee, 2003)
Memahami penyedia bukti Mengerti antarperorangan Interval 18 Tindakan yang diambil berdasar
bukti audit
Bersikap percaya diri Interval 19
Memiliki keteguhan hati Interval 20
Sikap skeptis
Memperluas lingkup pencarian informasi Interval 21 Menemukan bukti audit yang kontradiktif Interval 22 Melihat solusi alternatif Interval 23
Meningkatkan kecermatan Interval 24
Pendeteksian Kecurangan (Fullerton)
Indikator Kecurangan Pada
Perusahaan Budaya perusahaan yang kurang baik Interval 25 - 28 Indikator Kecurangan Pada
Pelaksana
Adanya kesempatan untuk melakukan
kecurangan Interval 29 - 31
Adanya motivasi atau dorongan untuk
melakukan kecurangan Interval 32 - 35 Adanya rasionalisasi untuk melakukan
kecurangan Interval 36 - 42
Indikator Kecurangan Pada Bagian Akuntansi
Indikator kecurangan pada praktek akuntansi Interval 43 - 46 Indikator kecurangan pada laporan keuangan Interval 47 - 50
BAB IV