METODE PENELITIAN
2 Kabupaten Pidie Jaya Bandar Baru
3.6. Metode Pengukuran
Definisi operasional variabel, cara ukur, skala ukur dan hasil ukur sebagai berikut :
Tabel 3.9. Variabel, Cara Ukur, Alat Ukur, Skala Ukur dan Hasil Ukur Variabel Cara Ukur Alat Ukur Skala
Ukur Hasil Ukur Variabel Dependen
Kepatuhan minum obat
Data sekunder dari buku register di puskesmas dan kartu berobat penderita kusta di tiap
Puskesmas yang ada di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya yaitu tipe PB minum obat selama 6 sampai 9 bulan dan untuk tipe MB minum obat selama 12 sampai 18
Kuesioner
Ordinal 0. Tidak Patuh 1. Patuh
xvi
Tabel 3.9. (Lanjutan)
Variabel Cara Ukur Alat Ukur Skala
Ukur Hasil Ukur bulan atau jika
seorang pasien PB tidak mengambil atau minum obatnya lebih dari 3 bulan dan pasien MB lebih dari 6 bulan.
Variabel Independen
Pengetahuan Wawancara Kuisioner Ordinal 0. Kurang (< 60%) 1. Baik (> 60%) Sikap Wawancara Kuisioner Ordinal 0. Negatif (< 60%)
1. Positif (> 60%)
0. Tidak Terjangkau (<60%)
1. Terjangkau (> 60%) Dukungan
Keluarga
Wawancara Kuesioner Ordinal 0. Tidak Mendukung (<60%)
1. Mendukung (> 60%) Dukungan
Petugas Kesehatan
Wawancara Kuesioner Ordinal 0. Tidak Mendukung (<60%)
1. Mendukung (> 60%) Dari tabel 3.1 diatas dapat dijelaskan bahwa :
1. Pengukuran variabel pengetahuan tentang pengobatan penyakit kusta dilakukan dengan wawancara dengan menggunakan kuisioner berjumlah 5 pertanyaan yang
xvi
telah disediakan dengan alternatif jawaban “a”,”b”,”c”, “d” dan “e”. Masing-masing jawaban responden dikategorikan menjadi skor bertingkat yaitu benar dengan nilai 2 dan salah dengan nilai 0. Bobot nilai didapatkan dengan cara skor yang dicapai dibagi skor maksimal dikali 100%. Kemudian variabel pengetahuan dikategorikan menjadi baik dan kurang baik.
2. Pengukuran variabel sikap didasarkan pada skala likert yang terdiri dari 10 pernyataan (6 pernyataan positif dan 4 pernyataan negatif), dengan alternatif jawaban “sangat setuju”, “setuju”, “kurang setuju”, dan “tidak setuju”. Alternatif untuk jawaban positif masing-masing diberi skor jika menjawab sangat setuju mendapat nilai 4, setuju mendapat nilai 3, kurang setuju mendapat nilai 2 dan tidak setuju mendapat nilai 1. Sedangkan untuk pernyataan negatif masing-masing diberi skor jika menjawab sangat setuju mendapat nilai 1, setuju mendapat nilai 2, kurang setuju mendapat nilai 3 dan tidak setuju mendapat nilai 4. Bobot nilai didapatkan dengan cara “skor yang dicapai dibagi skor maksimal dikali 100%. Kemudian variabel pengetahuan dikategorikan menjadi positif dan negatif.
3. Pengukuran variabel kepercayaan terdiri dari 6 pernyataan (3 pernyataan positif dan 3 pernyataan negatif), dengan alternatif jawaban “percaya”, “kurang percaya”, dan “tidak percaya”. Alternatif untuk jawaban positif masing-masing diberi skor jika menjawab percaya mendapat nilai 3, kurang percaya mendapat nilai 2, dan tidak percaya mendapat nilai 1. Sedangkan untuk pernyataan negatif masing-masing diberi skor jika menjawab percaya mendapat nilai 1, kurang percaya mendapat nilai 2, dan tidak percaya mendapat nilai 3. Bobot nilai
xvi
didapatkan dengan cara “skor yang dicapai dibagi skor maksimal dikali 100%.
Kemudian variabel kepercayaan dikategorikan menjadi percaya dan kurang percaya.
4. Pengukuran variabel keterjangkauan ke pelayanan kesehatan dilakukan dengan wawancara dengan menggunakan kuisioner berjumlah 5 pertanyaan yang telah disediakan dengan alternatif jawaban “a” dan “b”. Masing-masing jawaban responden dikategorikan menjadi skor bertingkat yaitu “a” dengan nilai 1 dan “b”
dengan nilai 0. Bobot nilai didapatkan dengan cara “skor yang dicapai dibagi skor maksimal dikali 100%. Kemudian variabel keterjangkauan ke pelayanan kesehatan dikategorikan menjadi terjangkau dan tidak terjangkau.
5. Pengukuran variabel dukungan keluarga terdiri dari 7 pernyataan untuk dukungan keluarga (6 pernyataan positif dan 1 pernyataan negatif), dengan alternatif jawaban “sering”, “jarang”, dan “tidak pernah”. Sering apabila selalu dilakukan keluarga setiap harinya untuk mengingatkan minum obat dan mengambil obat ke puskesmas setiap bulannya, jarang apabila sekali-kali dilakukan keluarga terhadap kepatuhan minum obat penderita kusta dan tidak pernah bila tidak sekalipun selama pengobatan mengingatkan minum obat dan mengambil obat pada penderita kusta. Alternatif untuk jawaban positif masing-masing diberi skor jika menjawab sering mendapat nilai 3, jarang mendapat nilai 2, dan tidak pernah mendapat nilai 1. Sedangkan untuk pernyataan negatif masing-masing diberi skor jika menjawab sering mendapat nilai 1, jarang mendapat nilai 2, dan tidak pernah mendapat nilai 3. Bobot nilai didapatkan dengan cara “skor yang dicapai dibagi
xvi
skor maksimal dikali 100%. Kemudian variabel dukungan keluarga dikategorikan menjadi mendukung dan tidak mendukung.
6. Sementara variabel dukungan petugas kesehatan terdiri dari 8 pernyataan untuk dukungan keluarga, dengan alternatif jawaban “sering”, “jarang”, dan “tidak pernah”. Sering apabila selalu diingatkan oleh petugas kesehatan setiap bulannya untuk mengingatkan minum obat dan mengambil obat ke puskesmas serta memeriksa bungkus obatnya, jarang apabila > dua bulan sekali diingatkan oleh petugas kesehatan terhadap kepatuhan minum obat penderita kusta, pengambilan obat ke puskesmas serta memeriksa bungkus obatnya dan tidak pernah, bila tidak sekalipun selama pengobatan mengingatkan minum obat dan mengambil obat pada penderita kusta serta memeriksa bungkus obatnya. Alternatif untuk jawaban positif masing-masing diberi skor jika menjawab sering mendapat nilai 3, jarang mendapat nilai 2, dan tidak pernah mendapat nilai 1. Sedangkan untuk pernyataan negatif masing-masing diberi skor jika menjawab sering mendapat nilai 1, jarang mendapat nilai 2, dan tidak pernah mendapat nilai 3. Bobot nilai didapatkan dengan cara “skor yang dicapai dibagi skor maksimal dikali 100%. Kemudian variabel dukungan petugas kesehatan dikategorikan menjadi mendukung dan tidak mendukung.
xvi 3.7. Metode Analisis Data
3.7.1. Analisis Univariat
Analisis univariat bertujuan untuk menggambarkan masing-masing variabel dalam bentuk distribusi frekuensi.
3.7.2. Analisis Bivariat
Analisis bivariat bertujuan untuk melihat pengaruh antara variabel independen yaitu faktor (pengetahuan, sikap, kepercayaan, keterjangkauan ke pelayanan kesehatan, dukungan keluarga, dan dukungan petugas kesehatan) terhadap variabel dependen (kepatuhan minum obat penderita kusta) dengan menggunakan uji chi-square pada tingkat kepercayaan 95%, dan untuk menetukan ukuran risiko menggunakan Odds Ratio (OR). Odds ratio yang dimaksud dalam penelitian ini adalah ratio odds ratio antara kelompok kasus dan kelompok kontrol (Sudigdo, 2006). Perhitungan OR dapat dilakukan dengan rumus dan melalui tabel 2 x 2 sebagai berikut:
Tabel 3.10 Dasar Perhitungan Studi Kasus Kontrol
Faktor Risiko Kasus Kontrol Total
+ a b a+b
_ c d c+d
a+c b+d a+b+c+d
Keterangan:
Odds kelompok kasus : a/(a+c) : c/(a+c) Odds kelompok kontrol : b/(b+d) : d/(b+d) Odds Rasio : ad/bc
xvi
Hasil uji kemaknaan yang mempunyai P value < 0,05 dengan analisis odds ratio (OR) dan CI tidak melintasi 1, variabel bebas tersebut dapat dipertimbangkan untuk dimasukkan dalam uji multivariat.
3.7.3. Analisis Multivariat
Analisis multivariat adalah untuk melihat pengaruh beberapa variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel kepatuhan minum obat penderita kusta sehingga diketahui variabel bebas yang paling dominan pengaruhnya terhadap kepatuhan minum obat penderita kusta dengan menggunakan regresi logistik berganda (logistic binary regression).
xvi BAB 4