• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

E. Metode Pengumpulan Data

1. Wawancara (interview)

Wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonsruksikan makna dalam suatu topik tertentu. Menurut Slamet, Y (2006:101), “teknik wawancara adalah cara yang dipakai untuk memperoleh informasi melalui kegiatan interaksi sosial antara peneliti dengan yang diteliti”. Dari pengertian wawancara di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa wawancara merupakan teknik tanya jawab antara dua orang dimana kedudukannya sebagai peneliti dan yang diteliti guna memperoleh informasi atau data secara mendalam. Sutopo, H.B (2002:58-59), mengungkapkan ada dua jenis teknik wawancara, yaitu wawancara terstruktur dan wawancara tidak terstruktur yang disebut wawancara mendalam (in-depth interviewing). Wawancara terstruktur merupakan jenis wawancara yang sering disebut sebagai wawancara terfokus. Sedangkan wawancara tidak terstruktur atau mendalam dilakukan dengan pertanyaan yang bersifat “open ended” dan mengarah pada kedalaman informasi, serta dilakukan dengan cara yang tidak secara formal terstruktur, guna menggali pandangan subjek yang diteliti tentang banyak hal yang sangat bermanfaat untuk menjadi dasar penggalian informasinya secara lebih jauh dan mendalam.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik wawancara tidak terstruktur atau wawancara mendalam. Wawancara dilakukan dengan bebas

dengan suasana informal dan pertanyaan tidak terstruktur namun tetap mengarah pada fokus masalah penelitian. Informan yang dipilih adalah informan yang dianggap tahu tentang topik permasalahan yang bersangkutan. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan wawancara secara mendalam dengan tiga jenis informan. Pertama adalah wawancara mendalam dengan kepala pasar Panggungrejo. Tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana proses penataan pedagang sektor informal di belakang kampus UNS berlangsung. Selain itu wawancara dilakukan untuk memperoleh data mengenai data pedagang yang telah menempati pasar Panggungrejo, retribusi yang dibayarkan, fasilitas yang ada di pasar Panggungrejo serta alasan mengenai penataan pedagang sektor informal itu dilakukan. Selanjutnya yang kedua adalah wawancara dengan pedagang pasar Panggungrejo yang notabenya merupakan objek dari penataan pedagang tersebut. Wawancara dengan pedagang ini diperlukan untuk menggali data mengenai dampak yang dirasakan oleh para pedagang setelah menempati lokasi baru yaitu di pasar Panggungrejo. Sehingga dapat diketahui keadaan yang sebenarnya yang pedagang alami setelah dilakukan penataan dan pindah ke pasar Panggungrejo. Wawancara dengan pedagang juga akan menggali mengenai keluhan-keluhan yang dirasakan oleh para pedagang mengenai penataan ini. Sehingga dapat diketahui upaya atau strategi bertahan para pedagang untuk menyesuaikan dengan keadaan yang baru. Wawancara yang ketiga dilakukan dengan para konsumen atau pembeli yang berada di pasar Panggungrejo. Tujuan untuk mewawancarai konsumen atau pembeli adalah untuk mengetahui tanggapan pedagang mengenai penataan pedagang di belakang kampus UNS, selain itu juga ingin menggali mengenai tanggapan mengenai keadaan pasar Panggungrejo. Dengan demikian dapat diketahui bagaimana eksistensi keberadaan pasar Panggungrejo ini.

Wawancara di atas dilakukan dengan wawancara terbuka. Sehingga informan mengetahui kehadiran pewawancara sebagai peneliti yang akan melakukan wawancara di lokasi penelitian. Peneliti menerapkan teknik face to face sehingga peneliti dapat mengungkap secara langsung keterangan dari informan tanpa melalui perantara. Peneliti mencatat informasi yang diberikan oleh

informan dan mendiskusikan yang belum jelas tanpa memberikan pengaruh terhadap informan mengenai jawaban yang diberikan.

2. Pengamatan (observation)

Observasi digunakan untuk menggali data atau informasi dari sumber data yang berupa tempat lokasi, peristiwa, benda, dan rekaman gambar baik langsung maupun tidak secara langsung. Menurut Spradley yang dikutip H.B.Sutopo (2002:65), observasi dapat dibagi menjadi observasi tak berperan dan observasi berperan yang terdiri dari berperan pasif, berperan aktif dan berperan penuh.

a. Observasi tak berperan

Kehadiran peneliti dalam observasi ini tidak diketahui oleh subjek yang diteliti. Observasi ini dapat dilakukan dengan jarak jauh untuk mengamati perilaku seseorang atau sekelompok orang di suatu lokasi tertentu dengan memilih tempat khusus yang berada dilokasi tetapi diluar perhatian kelompok yang diamati.

b. Observasi berperan

Observasi ini dilakukan dengan mendatangi suatu lokasi atau peristiwa sehingga kehadirannya diketahui oleh pihak yang diamati. Observasi berperan terdiri dari tiga observasi antara lain:

a) Observasi berperan pasif

Observasi berperan pasif dalam penelitian kualitatif disebut juga sebagai observasi langsung dengan mengadakan pencatatan secara sistematis tentang keadaan yang sebenarnya dari objek yang diteliti.

b) Observasi berperan aktif

Peneliti memainkan berbagai peran yang memungkinkan berada dalam situasi yang berkaitan dengan penelitiannya. Peneliti tidak hanya berperan dalam bentuk dialog yang mengarah pada pendalaman dan kelengkapan data tetapi juga mengarahkan peristiwa yang sedang dipelajari demi kemantapan data.

Peneliti memililki peran dalam lokasi studinya sehingga benar- benar terlibat dalam suatu kegiatan yang ditelitinya dan peran peneliti tidak bersifat sementara sehingga peneliti tidak hanya mengamati tetapi bisa berbuat sesuatu, berbicara dan sebagainya (H.B.Sutopo, 2002:66-69).

Dalam kegiatan observasi ini, peneliti menggunakan teknik observasi berperan pasif atau juga observasi langsung secara intensif terhadap objek penelitian. Hal yang akan peneliti observasi adalah aktivitas para pedagang, kondisi dan keadaan pasar Panggungrejo, dan keramaian atau aktivitas yang berlangsung di pasar Panggungrejo.

Observasi aktivitas pedagang dilakukan dengan mengamati kegiatan yang dilakukan para pedagang pasar sehingga dapat diketahui kehidupan sosial dan ekonomi para pedagang tersebut. Pengamatan aktivitas pedagang ini merupakan salah satu bagian penting dalam penelitian guna menjawab permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini. Selanjutnya, peneliti akan melakukan pengamatan terhadap keadaan dan kondisi pasar. Pengamatan ini dilakukan peneliti untuk mengetahui kondisi dan kelayakan fasilitas-fasilitas yang ada di pasar Panggungrejo yang sebenarnya. Observasi yang ketiga dilakukan dengan mengamati aktivitas perdagangan yang berlangsung di pasar Panggungrejo. Observasi ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana masyarakat atau konsumen memanfaatkan pasar Panggungrejo sebagai pemenuhan kebutuhan masyarakat.

3. Dokumentasi (documentation)

Menurut Sutopo, H.B (2002:54), “dokumen dan arsip merupakan bahan tertulis yang berkaitan dengan suatu peristiwa atau aktivitas tertentu”. Dokumen yang digunakan sebagai sumber data yang dapat dimanfaatkan untuk menguji, menaksirkan, bahkan untuk meramalkan kejadian, peristiwa yang akan datang. Teknik dokumenter dapat berupa arsip-arsip yang relevan serta benda fisik lainnya. Dokumen dalam penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data berdasarkan sumber-sumber yang berasal dari buku-buku, literatur dan laporan

serta dokumen-dokumen lain yang berkaitan dengan penulisan sehingga sangat penting dalam penelitian kualitatif sebagai sumber data.

Dokumentasi dalam penelitian ini berupa denah pasar Panggungrejo, daftar nama pedagang yang ditata ke Pasar Panggungrejo, dan peraturan pemerintah mengenai pengelolaan dan penataan pasar.

Dokumen terkait