Penelitian kualitatif, secara umum, menggunakan lebih dari satu teknik pengumpulan data untuk memperkuat hasil penelitiannya (Pradono, 2018).
Pengumpulan data pada penelitian kualitatif dapat dilakukan dengan cara wawancara dan observasi partisipasi. Pada penelitian ini penulis memanfaatkan informasi dari pelaku esports yang bekerja atau pernah terkait kegiatan esports yang diadakan PT Muda Production sebagai narasumber. Pekerjaan yang pernah dilakukan oleh pelaku esports tentunya terkait dengan kegiatan esports yang diadakan oleh PT Muda
24
Production. Contoh kegiatan esports yang pernah diadakan oleh PT Muda Production antara lain, Student National Esports Championship (SNEC), Youth National Esports Championship (YNEC), Turnamen Pelajar Indonesia (TPI) dan lain-lain. Pada kegiatan esports tersebut para pelaku esports memiliki perannya masing-masing, baik menjadi penyelenggara maupun sebagai peserta.
Penulis memilih pelaku esports yang terkait PT Muda Production sebagai narasumber karena penulis melihat bahwa pelaku esports yang terkait pada kegiatan yang diselenggarakan PT Muda Production memiliki pengalaman dan pengetahuan mengenai esports. Tentunya tidak sembarangan dalam memilih pelaku esports sebagai narasumber karena perlu adanya kriteria yang harus diperhatikan. Kriteria yang digunakan untuk memilih narasumber antara lain, (1) narasumber mengetahui bahwa esports dapat dimanfaatkan sebagai pekerjaan, (2) narasumber mengetahui mengenai definisi esports, (3) narasumber dapat mengelola esports dan lain-lain.
Dengan hal tersebut penulis dapat memilih pelaku esports yang cocok untuk dijadikan narasumber dalam penelitian ini.
Pada penelitian ini penulis memilih 8 pelaku esports yang cocok untuk dijadikan narasumber. Kedelapan pelaku esports tersebut terdiri dari 1 orang direktur PT Muda Production, 1 orang manajer bagian umum dan pembelanjaan PT Muda Production, 1 orang staf tetap PT Muda Production, 1 orang staf kontrak PT Muda Production dan 4 orang pro player esports. Narasumber yang pertama yaitu Asril Sadikin, umur 53 tahun, lama bekerja di PT Muda Production selama 9 tahun dengan profesi sebagai direktur. Narasumber yang kedua yaitu Azil, umur 28 tahun, lama bekerja di PT Muda Production selama 3 tahun dengan profesi sebagai manajer bagian umum dan pembelanjaan. Narasumber yang ketiga yaitu Muhammad Ilham Lesmana, umur 17 tahun, lama bekerja di PT Muda Production selama 8 bulan dengan profesi sebagai staf tetap. Narasumber yang keempat yaitu Rangsang Kusumo, umur 33 tahun, lama bekerja di PT Muda Production selama 2 tahun dengan profesi sebagai staf kontrak. Narasumber yang kelima yaitu Rian Firmansyah, umur 17 tahun, lama berinteraksi dengan PT Muda Production selama 1 tahun sebagai pro player esports.
25
Narasumber yang keenam yaitu Louis Raditya, umur 14 tahun, lama berinteraksi dengan PT Muda Production selama 1 tahun 2 bulan sebagai pro player esports.
Narasumber yang ketujuh yaitu Samuel, umur 17 tahun, lama berinteraksi dengan PT Muda Production selama 1 tahun sebagai pro player esports. Narasumber yang kedelapan yaitu Franky Sanjaya, umur 17 tahun, lama berinteraksi dengan PT Muda Production selama 6 bulan sebagai pro player esports.
Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan observasi partisipasi untuk memperoleh informasi. Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang bertujuan untuk suatu penelitian dengan cara tanya jawab secara langsung atau melalui telepon antara penulis dengan narasumber (Prasiwi, 2019). Observasi partisipasi merupakan proses memperoleh data yang bertujuan untuk suatu penelitian dengan cara melakukan pengamatan dimana penulis terlibat dalam suatu kegiatan yang terkait topik penelitian (Prasiwi, 2019). Wawancara dilakukan oleh penulis dengan narasumber. Sementara itu, observasi partisipasi dilakukan penulis pada kegiatan esports yang diselenggarakan PT Muda Production. Sebelum melakukan wawancara ada beberapa hal penting yang harus dipersiapkan antara lain, (1) berkomunikasi dengan narasumber, (2) mempersiapkan pertanyaan untuk narasumber, (3) mengatur jadwal wawancara dengan narasumber.
Berkomunikasi dengan narasumber merupakan tahap awal sebelum melakukan wawancara. Hal tersebut dilakukan penulis untuk mempererat hubungan dengan narasumber. Tahap kedua, mempersiapkan pertanyaan wawancara untuk narasumber. Hal ini dilakukan oleh penulis untuk mempermudah narasumber berfokus pada topik penelitian dan supaya tidak keluar dari topik penelitian saat melakukan wawancara. Tahap ketiga, penulis mengatur jadwal wawancara dengan narasumber. Hal ini dilakukan oleh penulis dan narasumber untuk mencari waktu luang yang akan digunakan dalam melakukan wawancara. Pada penelitian ini penulis melakukan wawancara secara online melalui telepon whatsapp.
26 3.3 Teknik Analisis Data
Teknik analisis data disini yaitu peneliti melakukan analisa terhadap data yang telah dikumpulkan oleh peneliti baik itu dari hasil wawancara dan dokumentasi yang telah peneliti temukan di lapangan (Hidayati, 2017). Informasi yang diperoleh dari wawancara dan observasi dikumpulkan dalam bentuk catatan yang belum tersusun secara sistematis. Setelah itu informasi tersebut dilakukan proses pemilahan, pemusatan dan penyederhanaan informasi yang diperoleh. Pada penelitian ini menggunakan 4 tahapan teknik analisis data, yaitu transkripsi, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dapat dijelaskan sebagai berikut:
3.3.1 Transkripsi
Menurut Martha dalam Pradono (2018), transkripsi adalah mengubah informasi yang didapat dari bentuk rekaman ke dalam tulisan dari hasil di lapangan seperti kaset, tape, dan lain-lain. Pada saat transkrip peneliti tidak mengurangi atau menambahkan informasi yang di dapat dari rekaman tersebut. Proses transkrip dilakukan setelah melakukan wawancara dengan narasumber, dengan mendengarkan secara teliti pembicaraan antara peneliti dengan narasumber. Peneliti menggunakan transkrip verbatim karena transkrip ini berdasarkan apa yang dibicarakan oleh narasumber secara persis yang dibicarakan. Peneliti tidak boleh menyimpulkan hasil wawancara dengan narasumber, jadi bentuk transkripnya adalah apa adanya. Transkrip ini umumnya adalah kutipan secara langsung dari hasil wawancara dengan narasumber (Pradono, 2018).
3.3.2 Reduksi Data
Reduksi data yaitu hasil dari analisa-analisa dari pengumpulan data peneliti dengan cara wawancara dan dokumentasi yang didapatkan dari informan baik primer dan sekunder dengan memilah dan merangkum agar menjadi lebih sederhana dan agar mudah di pahami (Hidayati, 2017). Peneliti melakukan analisis data dengan menggunakan koding untuk mempertegas data, memperjelas data dan membuang hal-hal yang tidak penting. Selain itu
27
peneliti dapat memperoleh pokok temuan terkait fenomena esports dapat menjadi peluang pekerjaan baru bagi masyarakat. Koding adalah proses yang penting dalam menentukan tema atau konsep yang muncul dari hasil di lapangan yang sedang dianalisis (Pradono, 2018). Saat melakukan koding, peneliti dapat mencari hal terkait topik yang nantinya diberi kode. Oleh karena itu, koding dalam analisis penelitian kualitatif lebih lengkap. Dari hasil melakukan koding dapat memberikan suatu teori.
3.3.3 Penyajian Data
Penyajian data yaitu hasil dari penyajian data merupakan sekumpulan informasi yang memberikan kemungkinan penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan (Hidayati, 2017). Peneliti menggunakan diagram dalam menyusun penyajian data untuk mempermudah memperoleh kesimpulan. Diagram merupakan gambaran dengan kotak atau lingkaran yang terdiri dari tema penelitian dan panah yang menunjukkan hubungan antara tema (Pradono, 2018). Umumnya tema tersebut berupa hasil dari proses koding. Dengan menggunakan diagram akan mempermudah peneliti dan orang lain dalam menjelaskan topik masalahnya dan menjawab pertanyaan penelitian.
3.3.4 Penarikan Kesimpulan
Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan dapat berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang dapat dipercaya (Hidayati, 2017). Kesimpulan pada penelitian ini akan menjawab rumusan masalah “Bagaimana esports dapat menjadi peluang pekerjaan baru bagi masyarakat, khususnya pada PT Muda Production”.
28
BAB IV
GAMBARAN UMUM PT MUDA PRODUCTION
4.1 Pengantar
Penelitian ini mengkaji peran esport dalam peluang pekerjaan baru berdasarkan perspektif stakeholders PT. Muda Production. Secara umum, bab ini memberikan gambaran umum mengenai PT Muda Production. Secara khusus, bab ini menjelaskan sejarah perkembangan, visi, misi dan tujuan, struktur organisasi, produk layanan, dan prioritas kegiatan PT Muda Production.
4.2 Gambaran umum PT Muda Production 4.2.1 Sejarah perkembangan
PT Muda Production didirikan pada tahun 2012 berfokus bidang produknya adalah production house. PT Muda Production pada tahun 2012 sampai tahun 2016 memproduksi film, iklan, dokumenter dan lain-lain. Kegiatan PT Muda Production tersebut merupakan kerjasama dengan stasiun televisi, pihak swasta dan pemerintah.
PT Muda Production memproduksi semua yang berbentuk film singkat maupun film jangka panjang contoh film jangka panjang seperti layar lebar atau sinetron televisi.
Setelah kurang lebih 4 tahun, PT Muda Production merubah produknya karena pasar di dunia entertainment menjadi tidak terlalu menarik dan persaingan cukup besar. PT Muda Production memperkecil potensi di bidang entertainment tersebut lalu memfokuskan ke arah event organizer.
Pada awalnya event organizer yang diadakan PT Muda Production merupakan kegiatan olahraga tradisional, diantaranya olahraga sepak bola, lari dan lain-lain untuk seluruh Indonesia. Kegiatan tersebut bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Selain itu, PT Muda Production membuat pameran olahraga di lokasi tertentu seperti Jakabaring di Sumatera Selatan
29
dan Gelora Bung Karno di Jakarta. Dalam pameran tersebut, PT Muda Production mengundang perusahaan olahraga untuk ikut berkontribusi. Pada tahun 2017, PT Muda Production mulai berfokus dan mengutamakan event organizer di bidang esports. Hal ini karena, pada tahun tersebut, esports terus mengalami perkembangan di Indonesia (dimana peminat esports semakin banyak dan prospek pasarnya semakin menjanjikan). Pada tahun 2018, PT Muda Production membantu penyelenggaraan event “Rute to Asean Games 2018”. Setelah rute to Asean Games berakhir PT Muda Production bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berfokus menyelenggarakan event besar “Piala Menpora“di bidang esports. Event esports Piala Menpora diadakan setiap tahun, mulai tahun 2019 hingga sekarang. Selain “Piala Menpora” PT Muda Production juga menyelenggarakan sejumlah event esports lainnya yang tidak terlalu besar tetapi terus berjalan hingga sekarang.
4.2.2 Visi, Misi dan Tujuan PT Muda Production
PT Muda Production memiliki visi yaitu “ingin menjadi event organizer di bidang esports terbaik di Indonesia”. Bertalian dengan visi tersebut, PT Muda Production memiliki 3 misi, yaitu: (1) menyelenggarakan kegiatan esports secara lebih teratur dan secara lebih rapi; (2) melakukan kerjasama kegiatan esports dengan pihak pemerintahan secara resmi; (3) Melaksanakan kegiatan esports dan melakukan sosialisasi mengenai esports yang berfokus pada generasi muda hingga semua kalangan masyarakat. PT Muda Production memiliki tujuan untuk menjadi sebuah perusahaan organizer terbesar di Indonesia yang bisa mensukseskan dunia esports Indonesia dan juga bisa melahirkan atlet-atlet esports berprestasi dari kegiatan yang diadakan oleh PT Muda Production untuk Indonesia.
4.2.3 Struktur organisasi PT Muda Production
Struktur PT Muda Production hanya terdapat 5 bagian utama. Pada bagian paling atas struktur PT Muda Production berisikan yaitu direktur utama. Pada bagian kedua struktur yaitu direktur keuangan dan administrasi. Pada bagian ketiga struktur yaitu terdapat 3 manager dan dibawahnya masing-masing manager merupakan staf.
30
Ketiga manajer PT Muda Production yaitu manajer proyek, manajer pemasaran, dan manajer bagian umum dan pembelanjaan yang memiliki tugas berbeda-beda.
Direktur utama bertugas (1) membuat dan merencanakan pekerjaan untuk perusahaan, (2) melakukan koreksi atau persetujuan terhadap semua pekerjaan yang dilakukan oleh para manager, (3) mengawasi dan membimbing proses kerja para manager yang ada sesuai target yang diharapkan perusahaan, (4) memberikan keputusan sesuai kebutuhan perusahaan untuk kelancaran perusahaan, (5) melakukan komunikasi dengan mitra perusahaan sesuai tingkatan dan jabatan mitra perusahaan jika diperlukan dan lain-lain.
Direktur keuangan dan administrasi bertugas (1) membuat pendataan dan laporan semua kegiatan administrasi dan keuangan perusahaan, (2) membuat tagihan ke pihak terkait dengan persetujuan direktur, (3) merealisasikan pembayaran para pihak terkait dengan persetujuan direktur, (4) menyusun dan membuat laporan keuangan setiap kegiatan yg dilakukan oleh perusahaan, (5) menyimpan dan membuat arsip dokumen perusahaan sesuai standar perusahaan dan lain-lain. Manajer proyek bertugas membuat event yang akan dilakukan oleh PT Muda Production.
Manajer pemasaran bertugas (1) berkomunikasi dan menyiapkan setiap event yang akan dilakukan, (2) menghubungi calon sponsor termasuk melakukan negosiasi, (3) melakukan kegiatan yang sifatnya untuk umum seperti promosi ke media sosial, (4) berkomunikasi dan menjaga hubungan dengan pihak-pihak terkait seperti media yang terlibat dalam kegiatan yang diadakan PT Muda Production, (5) menyelesaikan semua yang sifatnya berupa surat-menyurat atau kontrak dengan pihak-pihak terkait seperti dengan sponsor ataupun dengan pihak pemilik tempat kegiatan yang akan digunakan dan lain-lain tugasnya.
GA adalah General Affair yang artinya bagian umum sedangkan Purchasing adalah bagian pembelian/belanja, jadi GA & Purchasing adalah bagian umum dan pembelanjaan. GA & Purchasing Manager bertugas (1) menyiapkan semua kebutuhan yang diperlukan oleh PT Muda Production dalam melaksanakan kegiatannya, (2) membeli dan bernegosiasi untuk semua kebutuhan yang dibutuhkan
31
oleh PT Muda Production dalam kegiatannya, (3) menjaga dan menyiapkan kecukupan semua peralatan yang dibutuhkan dalam semua kegiatan PT Muda Production misalnya alat yang sudah dimiliki tidak perlu membeli tetapi dijaga dan dirawat dengan baik supaya masih dapat digunakan untuk kedepannya. (4) mendukung permintaan dari bagian pemasaran ataupun bagian proyek supaya dapat terlaksana kegiatan PT Muda Production dengan sukses dan lancar, (5) menjaga sepenuhnya semua kebutuhan dari peralatan ataupun perlengkapan yang dibutuhkan di setiap kegiatan PT Muda Production. Contohnya setiap ada kegiatan yang diadakan PT Muda Production, GA & Purchasing harus menyiapkan semua kebutuhan yang diperlukan jangan sampai tidak tersedia dan lain-lain tugasnya. Untuk lebih jelas mengenai struktur PT Muda Production dapat dilihat pada Gambar dibawah ini.
Gambar 4. 1 Struktur PT Muda Production (Sumber: WhatsApp Direktur PT Muda Production) 4.2.4 Produk layanan PT Muda Production
Pada periode 2017 sampai sekarang produk layanan PT Muda Production berfokuskan pada kegiatan esports. Umumnya PT Muda Production mengadakan kegiatan esports dalam skala kecil di workshop yang berada di Kedai Maen. Selain itu, dalam mengadakan kegiatan esports dalam skala besar PT Muda Production melakukan secara online ataupun offline yang pernah diadakan di masing-masing sekolah terpilih di Indonesia, salah satu contohnya adalah event Youth National
32
Esports Championship (YNEC). Dalam kegiatan tersebut, PT Muda Production menjalin kerjasama dengan pihak sponsor dan pihak pemerintah terkait kegiatan esport. Selain itu, PT Muda Production masih menjalankan kegiatan di bidang production house seperti membuat dokumenter, membuat video sosialisasi, bekerjasama dengan pihak pemerintah yang ada di Indonesia dan lain-lain.
4.2.5 Esports sebagai prioritas kegiatan PT Muda Production
Berdasarkan informasi dari direktur utama PT Muda Production, PT Muda Production memiliki prioritas menyelenggarakan kegiatan esports yang fokus kepada pelajar sekolah dan para mahasiswa. Kegiatan esports yang diadakan PT Muda Production bekerjasama dengan pemerintah untuk bisa menghasilkan atlet-atlet berprestasi. Atlet berprestasi yang dihasilkan memiliki keseriusan di dunia esports, bakat yang bagus di esports dan lain-lain. Dalam prosesnya, penciptaan atlet berprestasi harus ditopang oleh pelatih yang mengerti tentang esports dan mampu membina atlet tersebut untuk menjadi lebih baik saat bermain esports.
Selain bekerjasama dengan pemerintah, PT Muda Production bekerjasama dengan sponsor untuk mendukung kelancaran kegiatan esports yang diadakan. Dalam hal tersebut PT Muda Production mempromosikan produk milik sponsor saat event esports berlangsung sehingga daya tarik masyarakat tertuju pada produk sponsor. Hal tersebut merupakan bentuk dukungan dari pihak penyelenggara esports untuk pihak sponsor dalam penyampaian produknya. Dengan kegiatan esports yang diadakan oleh PT Muda Production dapat menjadi wadah positif bagi pelajar Indonesia dan bisa melahirkan atlet muda berbakat dari kegiatan esports tersebut. Sebagai tambahan, sebelum melakukan kegiatan esports pihak PT Muda Production melakukan sosialisasi kepada pelajar maupun masyarakat mengenai kegiatan esports tersebut termasuk bahaya esports, batasan terhadap esports dan lain-lain.
Model penyelenggaraan event esports yang dilakukan PT Muda Production dapat diklasifikasikan menjadi 2 kategori, model penyelenggaraan secara online dan model penyelenggaraan secara offline. Penyelenggaraan event esports secara online dapat diadakan dimana saja, bahkan pemainnya dapat bertanding di rumah.
33
Sementara itu, penyelenggaraan event esports secara offline mengharuskan pemain esports mendatangi lokasi event untuk bertemu dan bermain bersama-sama. Kedua jenis model penyelenggaraan event tersebut ditayangkan di channel youtube PT Muda Production.
Salah satu teknologi model penyelenggara event esports PT Muda Production yaitu dengan menggunakan smartphone. Para peserta event esports diharuskan menggunakan smartphone masing-masing dan sudah dilengkapi esports yang akan dipertandingkan. Sementara itu, pihak penyelenggara event esports PT Muda Production diharuskan memiliki smartphone yang digunakan sebagai media pelaksanaan event esports. Salah satu bentuk pelaksanaan event esports yang dilakukan pihak penyelenggara yaitu berkomunikasi dengan para peserta melalui aplikasi whatsapp atau media sosial lain.
Gambar 4. 2 Channel youtube PT Muda Production (Sumber: Dokumen Pribadi)
34
Bab V
PEMBAHASAN 5.1 Pengantar
Bab V ini bertujuan untuk menguraikan jawaban atas pertanyaan penelitian:
“Bagaimana esports dapat mendorong peluang pekerjaan baru?” Pembahasan pada bab ini didasarkan pada hasil pengolahan data kualitatif yang diperoleh penulis dari sejumlah narasumber yang menjadi subjek dalam penelitian ini. Bagian pertama penelitian ini memaparkan profil 8 narasumber yang dalam penelitian ini. Bagian selanjutnya dalam bab ini memaparkan analisis hasil penelitian yang didasarkan pada pengolahan data yang diperoleh dari narasumber. Bagian tersebut menjelaskan mekanisme terkait bagaimana esports dapat mendorong penciptaan lapangan kerja baru. Penjelasan ini dimulai dari penjelasan tentang perkembangan esports, faktor yang mendukung peran esports, kebutuhan sumber daya manusia (SDM) esports dan lapangan pekerjaan yang tercipta dari perkembangan esports.
5.2 Deskripsi Narasumber
Narasumber yang menjadi subjek penelitian ini merupakan masyarakat yang terjun ke dunia esports. Sejumlah narasumber tersebut bekerja untuk (berinteraksi dengan) PT.
Muda Production melalui perannya masing-masing, baik sebagai pimpinan, staf tetap, dan staf kontrak PT Muda Production serta professional player (pro player) yang didampingi oleh PT. Muda Production. Berikut adalah rincian sejumlah narasumber tersebut.
Tabel 5.1 Narasumber Penelitian
No. Nama Umur
(Tahun)
Lama bekerja / berinteraksi dengan PT
Muda Production
Profesi
1 Asril Sadikin 53 Tahun 9 Tahun Direktur PT Muda Production
2 Azil 28 Tahun 3 Tahun Manajer bagian umum
dan pembelanjaan PT Muda Production
35
No. Nama Umur
(Tahun)
Lama bekerja / berinteraksi dengan PT
Muda Production
Profesi
3 Muhammad Ilham Lesmana
17 Tahun 8 Bulan Staf tetap PT Muda
Production
4 Rangsang Kusumo
33 Tahun 2 Tahun Staf kontrak PT Muda
Production 5 Rian
Firmansyah
17 Tahun 1 Tahun Pro Player esports
6 Louis Raditya 14 Tahun 1 Tahun 2 Bulan Pro Player esports
7 Samuel 17 Tahun 1 Tahun Pro Player esports
8 Franky Sanjaya
17 Tahun 6 Bulan Pro Player esports
5.3 Analisis Hasil Penelitian
Perkembangan esports ditandai dengan berkembangnya kompetisi esports yang disertai dengan berbagai event, pelatihan, dan pengumpulan big data terkait esports.
Perkembangan esports ini tidak terlepas dari sejumlah faktor yang mendukung perkembangan esports seperti perkembangan teknologi dan media komunikasi, pengakuan esports sebagai cabang olahraga, potensi masa depan menggeluti esports, pergeseran pandangan, potensi pengembangan pasar esports, serta berbagai peluang kerjasama penyelenggaraan esports.
Perkembangan esports mendorong permintaan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung penyelenggaraan sejumlah aktivitas dalam esports. Hal ini berakibat pada munculnya peluang pekerjaan baru, baik yang benar-benar belum pernah ada sebelumnya maupun yang merupakan hasil pengembangan dari yang sudah ada sebelumnya. Kerangka hasil penelitian ini digambarkan pada Gambar 5.1 di bawah ini. Detail penjelasan kerangka tersebut dijelaskan pada poin-poin pembahasan selanjutnya.
36
Gambar 5. 1 Diagram Hasil Penelitian 5.3.1 Perkembangan esports
5.3.1.1 Kompetisi Esports
Kompetisi esports adalah pertandingan cabang olahraga elektronik yang bertujuan memperebutkan kejuaraan. Kompetisi esports diadakan untuk memperoleh keuntungan dan menarik perhatian masyarakat. Kompetisi esports dapat menjadi tolok ukur dalam perkembangan esports. PT Muda Production terlibat dalam menyelenggarakan kompetisi esports di Indonesia, contohnya: Free Fire Monthly Battle Indonesia (FMBI), Turnamen Pelajar Indonesia (TPI), Student National Esports Championship (SNEC), dan lain-lain. Mayoritas kompetisi tersebut diikuti oleh kalangan pelajar atau kalangan anak muda. Kompetisi yang diselenggarakan PT Muda Production dapat dikatakan luas karena mencakup sebagian besar wilayah Indonesia. Bahkan, pemerintah mendukung perkembangan esports dengan mengadakan kompetisi esports. Respon yang baik dari pemerintah mengenai esports mendorong munculnya banyak pihak yang mengadakan kompetisi esports. Adanya pihak yang mengadakan kompetisi esports seperti komunitas, organisasi dan lain-lain membuat esports dapat semakin berkembang. Hal ini diperkuat oleh pernyataan narasumber berikut;
37
“Zaman sekarang era digital ini kan smartphone lagi peluangnya besar-besar banget ini jadi banyak banget apa komunitas atau organisasi yang mengadakan kompetisi permainan tersebut”.
(N3.W1.54-56)
5.3.1.2 Event Esports
Event esports adalah suatu acara atau kegiatan esports yang diadakan oleh pihak tertentu dengan mendatangkan masyarakat ke suatu tempat dengan tujuan masyarakat mendapatkan informasi atau hal penting. Semua kalangan masyarakat dapat mengikuti event esports, baik yang berkontribusi di esports maupun tidak berkontribusi di esports. Biasanya event esports dan kompetisi esports diadakan secara bersama. PT Muda Production merupakan salah satu pihak yang mengadakan event esports dan kompetisi esports untuk masyarakat. Salah satu kegiatan esports
Event esports adalah suatu acara atau kegiatan esports yang diadakan oleh pihak tertentu dengan mendatangkan masyarakat ke suatu tempat dengan tujuan masyarakat mendapatkan informasi atau hal penting. Semua kalangan masyarakat dapat mengikuti event esports, baik yang berkontribusi di esports maupun tidak berkontribusi di esports. Biasanya event esports dan kompetisi esports diadakan secara bersama. PT Muda Production merupakan salah satu pihak yang mengadakan event esports dan kompetisi esports untuk masyarakat. Salah satu kegiatan esports