• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.4 Metode Penyajian Hasil Analisis Data

Metode penyajian hasil analisis data ada dua macam, yaitu bersifat informal dan bersifat formal (Sudaryanto, 1993:144).Dalam penelitian ini digunakan metode penyajian hasil analisis data secara informal. Metode penyajian informal adalah perumusan dengan kata-kata biasa walaupun dengan terminologi dan teknis sifatnya (Sudaryanto, 1993:145).

Hasil analisis data akan berwujud penjelasan yang berkaitan dengan representasi maskulinitas tokoh utama pada filmXiyou Ji Zhi Sun Wukong San Da Baigujing. Penjelasan tersebut akan berbentuk uraian yang berwujud kalimat-kalimat yang dilengkapi dengan dialog untuk lebih meyakinkan dan dapat

langsung dipahami secara jelas representasi maskulinitas tokoh utama pada film Xiyou Ji Zhi Sun Wukong San Da Baigujing.

BAB IV PEMBAHASAN

Bab ini menganalisis tentang representasi maskulinitas pada film Xiyou Ji Zhi Sun Wukong San Da Baigujing. Film ini menceritakan perjuangan seorang biksu dan ketiga muridnya Sun Wukong, Zhu Bajie dan Sha Wujing dalam perjalanan sejauh 36.000 mil untuk mengambil kitab suci. Pada sub-bab ini, film Xiyou Ji Zhi Sun Wukong San Da Baigujing dianalisis berdasarkan pendekatan teori maskulinitas. Pada film ini, tokoh utama Sun Wukong banyak menunjukkan sisi maskulinitas sebagaimana yang dikontruksi dalam laki-laki.

4.1 Representasi Maskulinitas Tokoh Utama Pada Film Xiyou Ji Zhi Sun Wukong San Da Baigujing

Pada film Xiyou Ji Zhi Sun Wukong San Da Baigujingyang menjadi tokoh utama adalah seorang manusia yang berwujud kera bernama Sun Wukong. Tokoh Wukong merupakan murid pertama biksu Tang yang diutus langsung oleh Dewi Guanyin untuk mengawal dan melindungi biksu Tang selama perjalanan menuju Barat. Dalam perjalanan yang penuh rintangan tokoh Wukong digambarkan memiliki sisi maskulinitas yaitu: kemampuan seni bela diri yang tinggi, memiliki tongkat sakti, mata yang dapat melihat kebenaran, berani menantang bahaya, dan lain-lain. Dengan kekuatan yang dimiliki Wukong membuatnya menjadi sosok yang mendominasi dalam perjalanan tersebut. Film Xiyou Ji Zhi Sun Wukong San Da Baigujingmerupakan film aksi fantasi Hongkong yang diangkat berdasarkan novel klasikXiyou Ji karya Wu Cheng’en.

Pada pembahasan ini peneliti akan membahas representasi maskulinitas tokoh utama pada film Xiyou Ji Zhi Sun Wukong San Da Baigujingyang berfokus pada empat tipe maskulinitas, yaitu:king, warrior, magician dan lover. Data yang digunakan adalah data kutipan dialog para tokoh cerita pada film tersebut.

4.1.1 King

Menurut pandangan Moore’s and Gilette (dalam Khan 2009:60), tipe king mengarah bahwa menjadi pemimpin bukan hanya hasil dari kualitas pribadi tetapi harus mampu membuat perbaikan dalam hidup orang lain.Dalam hal ini, seorang pemimpin harus mampu menggambarkan sosok layaknya raja yang harus bersikap bijaksana, sehingga orang-orang dapat merasakan manfaat dari kepemimpinannya.

Tipeking hampir sama dengan konsep maskulinitas Beynon (dalam Syulhajji 2017:5) “Be a Big Wheel”, yakni pengukuran maskulinitas yang berpengaruh penting dilihat dari kesuksesan, kekuasaan, dan pengaguman dari orang lain.

Pada film ini, tokoh Wukong merupakan murid pertama biksu Tang yang menerima mandat tugas secara langsung dari Dewi Guanyin untuk melindungi biksu Tang dan memimpin perjalanan ke Barat yang penuh rintangan. Wukong menjadi pemimpin yang mendominasi, sehingga ia menjadi pengambil keputusan yang harus diikuti biksu Tang, Bajie dan Wujing.

Pada bagian film menit 00:32:16 diceritakan rombongan memasuki daerah baru. Bajie berlari terlebih dahulu kedepan tanpa mempedulikan yang lainnya, sedangkan Wukong sebagai pemimpin perjalanan selalu sigap menanggapi setiap

kecurigaannya akan adanya bahaya yang mengkin ada disekitar mereka. Hal ini terlihat pada kutipan dialog sebagai berikut:

Gambar 4.1

唐和尚 : 你看。生命就是这么的奇妙。八戒呢?

孙悟空 :小和尚。这里妖气很重。你们侍着,俺老孙去看

看。

Táng héshàng : Nǐ kàn. Shēngmìng jiùshì zhème de qímiào. Bā jiè ne?

Sūnwùkōng : Xiǎo héshàng. Zhèlǐ yāo qì hěn zhòng. Nǐmen shìzhe, ǎn lǎo sūn qù kàn kàn.

Biksu Tang : Lihat! Inilah caranya hidup itu luar biasa. Dimana Bajie?

Wukong : Biksu, sangat berbau siluman disini. Kau tetaplah disini. Aku akan memerikanya.

(Xiyou Ji Zhi Sun Wukong San Da Baigujing,00:32:16)

Berdasarkan data kutipan dialog diatas terlihat bahwa tokoh Wukong merupakan sosok pemimpin perjalanan yang sigap menghadapi segala kecurigaannya. Hal ini terlihat pada kutipan dialog dalam kalimat “小和尚。这里 妖气很重。你们侍着,俺老孙去看看” yang berarti “Biksu, sangat berbau siluman disini. Kau tetaplah disini. Aku akan memeriksanya” dapat diinterpretasikan bahwa Wukong terlihat menempati posisi dominan dalam

rombongan sebagai pemimpin perjalanan sekaligus sebagai pengambil keputusan.

Wukong diposisikan sebagai pemimpin yang dapat mengetahui sesuatu lebih awal daripada yang lainnya. Wukong bersikap sebagai pemimpin yang berinisiatif rela berkorban untuk selalu tampil didepan menghadapi rintangan. Meskipun Wukong memiliki kapasitas untuk memberikan perintah kepada Bajie dan Wujing untuk maju kedepan memeriksa keadaan, namun ia tetap ingin mengemban tugasnya.

Tipe king maskulinitas Wukong berkaitan erat dengan karakteristik maskulinitas Beynon yaitu: “Be a Big Wheel” atau berpengaruh penting dan pembentuk maskulinitas “Class & Occupation” atau kapasitas. Hal ini tampak pada kutipan “你看。生命就是这么的奇妙” yang berarti “Lihat. Inilah caranya hidup itu luar biasa” menunjukkan biksu Tang sangat terpana akan daerah baru yang mereka lewati, sementara pada kutipan “ 这 里 妖 气 很 重 ” yang berarti

“sangat berbau siluman disini” menunjukkan bahwa hanya Wukong yang dapat merasakan kebenaran tentang tempat yang sedang mereka lewati. Kemampuan mata sakti Wukong yang dapat melihat kebenaran membuatnya menjadi sosok yang berpengaruh penting, sehingga ia menjadi sosok yang memiliki kapasitas lebih untuk melindungi keselamatan biksu Tang dari para siluman.

Selanjutnya, saat Wukong masih berusaha menerawang tentang tempat itu, mereka mendengar teriakan pura-pura ketakutan Baigujing melihat Bajie. Lalu rombongan lainnya mendatanginya dan biksu Tang berusaha mengklarifikasi hal tersebut. Pada bagian film menit 00:36:14 diceritakan saat Wukong berniat menggunakan mata saktinya agar dapat melihat wujud asli Baigujing yang menyamar menjadi seorang nenek. Ketika ingin melakukan niatnya, mata

Wukong terkena hempasan syal berdebu milik tokoh Baigujing, sehingga ia tak dapat melihat wujud asli Baigujing. Kemudian Wukong berniat menyuci matanya.

Hal ini terlihat pada kutipan dialog sebagai berikut:

Gambar 4.2

孙悟空 : 老沙,水。

沙悟净 : 大帅兄,这是水。

孙悟空 : 要凉的。

Sūnwùkōng : Lǎo shā, shuǐ.

shā wù jìng :Dà shuài xiōng, zhè shì shuǐ.

Sūnwùkōng : Yào liáng de.

Wukong : Kak Sha, air.

Wujing : Kak tertua,ini air.

Wukong : Aku butuh yang dingin.

(Xiyou Ji Zhi Sun Wukong San Da Baigujing, 00:36:14)

Berdasarkan data kutipan dialog diatas terlihat bahwa Wukong merupakan pemimpin yang memiliki kuasa untuk memberikan perintah kepada adik seperguruannya. Hal ini terlihat pada kutipan dialog “老沙,水” yang berarti

“Kak Sha, air” dapat dimaknai bahwa Wukong berada pada posisi dominan daripada Wujing, sehingga dapat memberikan perintah kepada Wujing. Hal ini diperkuat dengan kutipan “大帅兄,这是水” yang berarti “Kak tertua, ini air”

dapat dimaknai Wujing sangat menghormati posisi Wukong sebagai kakak tertua, sehingga ia langsung melaksanakan perintah yang diberikan Wukong. Sejalan dengan itu, kutipan “要凉的” yang berarti “Aku butuh yang dingin” menunjukkan Wukong merasa kesal terhadap Wujing yang tidak tanggap harus memberikan air dingin untuk menyuci matanya. Cara berpikir Wujing yang lamban membuatnya kebingungan bagaimana cara mendapatkan air dingin untuk Wukong. Hal ini menunjukkan bahwa Wukong sangat mendominasi dan dihormati oleh adik seperguruannnya, sehingga ia memiliki andil untuk memberikan perintah yang harus dijalankan.

Selanjutnya dibagian film menit ke 00:38:12 diceritakan mata Wukong masih tetap terasa sakit membuat Baigujing menggunakan tipu muslihatnya menyuruh Wukong pergi ke sungai untuk menyuci matanya, sehingga biksu Tang lepas dari penjagaan Wukong. Biksu Tang pun mendukung saran dari Baigujing agar Wukong pergi kesungai. Akhirnya Wukong memutuskan untuk pergi ke sungai menyuci matanya agar kembali pulih. Sebelum Wukong pergi, ia membuat lingkaran penjagaan mantra untuk biksu Tang agar tidak ada siluman yang dapat mencelakai biksu Tang. Hal ini terlihat pada kutipan dialog sebagai berikut:

Gambar 4.3

孙悟空 :坐下。俺老孙回来以前不准出个圈。

(Xiyou Ji Zhi Sun Wukong San Da Baigujing, 00:38:12)

Berdasarkan data kutipan dialog diatas terlihat bahwa Wukong sangat mendominasi yang ditunjukkan dengan cara pengambilan keputusan mutlak yang harus diikuti oleh gurunya sekalipun. Hal ini terlihat pada kutipan dialog “坐下。

俺 老 孙 回 来 以 前 不 准 出 个 圈 ” yang berarti “Duduklah. Kau tidak boleh melangkah keluar lingkaran ini sampai aku kembali” dapat dimaknai bahwa Wukong merupakan sosok pembuat keputusan dan perintah yang memang harus dijalankan tanpa ada pilihan lainnya, sekalipun itu gurunya sendiri. Hal ini juga tampak pada kutipan “悟空,这个圈太小了” yang berati “Wukong, lingkaran ini sudah terlalu kecil” menunjukkan sekalipun biksu Tang mengeluh akan perintah untuk tetap berada pada lingkaran yang kecil, ia tetap tak dapat berbuat apa-apa.

Wukong malah menanggapi keluhan biksu Tang melalui kutipan dialog “够的啦”

yang berarti “Cukuplah” yang dapat dimaknai bahwa apa yang telah diputuskan Wukong tidak dapat dirubah oleh siapapun.

Dari penjelasan data diatas, dapat dikatakan bahwa tokoh Wukong

pemimpin yang memiliki kekuasaan terhadap adik dan sang guru. Bukan hanya Bajie dan Wujing yang harus mengikuti keputusan Wukong, namun biksu Tang juga harus mengikuti keputusan dan perintah Wukong demi keselamatan semuanya. Dengan kekuatan sakti yang dimiliki, Wukong melekat dengan aspek pembentuk sisi maskulinitasnya yakni “Class & Occupation” atau kapasitas mampu membuat lingkaran mantra agar tidak ada yang dapat mencelakai biksu Tang, sekalipun itu Baigujing siluman yang terkenal bagaikan neraka.

Kemudian pada bagian film menit ke 01:06:26 diceritakan tentang penyamaran Wukong sebagai biksu Tang untuk memberikan pencerahan diketahui oleh Baigujing. Tokoh Baigujing menjadi kesal karena merasa dipermainkan oleh Wukong, sehingga melemparkan tongkatnya kearah biksu Tang. Namun Wukong berhasil menghalaunya lalu kembali ke wujud aslinya. Hal ini terlihat pada kutipan dialog sebagai berikut:

Gambar 4.4

唐和尚 :悟空,能先让我说完吗?

孙悟空 :你退后两步。只要你点头,俺老孙现在把这妖孽送

去住极乐。

Táng héshàng : Wùkōng, néng xiān ràng wǒ shuō wán ma?

Sūnwùkōng : Nǐ tuì hòu liǎng bù. Zhǐyào nǐ diǎntóu, ǎn lǎo sūn xiànzài bǎ zhè yāoniè sòng qù zhù shēng jílè.

Biksu Tang : Wukong, bisakah kau biarkan aku selesaikan ini dulu?

Wukong : Mundurlah. Selama kau mengangguk, akan kubawa silumat jahat ini ke nirwana.

(Xiyou Ji Zhi Sun Wukong San Da Baigujing, 01:06:26)

Berdasarkan data kutipan dialog diatas “悟空,能先让我说完吗?” yang berarti “Wukong, bisakah kau biarkan aku selesaikan ini dulu?” menunjukkan bahwa biksu Tang sebagai guru Wukong pun tetap selalu bertanya meminta pendapat Wukong akan hal yang harus ia lakukan. Setelah mendengar permintaan biksu Tang, tokoh Wukong memiliki pendapatnya sendiri yang terlihat pada kutipan dialog “你退后两步。只要你点头,俺老孙现在把这妖孽送去住生极 乐” yang berarti “Mundurlah. Selama kau mengangguk, akan kubawa silumat jahat ini ke nirwana” dapat dimaknai bahwa Wukong merupakan pengambil keputusan, namun tetap meminta pendapat gurunya sebagai biksu tentang apa yang harus dilakukan terhadap siluman. Wukong tidak dapat membiarkan biksu Tang melakukan pencerahan bagi Baigujing karena ia harus menjalankan mandat melindungi biksu Tang terutama dari Baigujing seorang siluman tengkorak putih yang jahat dan suka bermain tipu muslihat.

Selanjutnya pada bagian film menit ke 01:22:07 menceritakan saat biksu Tang salah paham atas perbuatan Wukong yang membunuh Baigujing yang menyamar menjadi seorang ibu dan anak kecil, sehingga menjadi murka terhadap Wukong lalu mengusirnya pergi. Sesaat setelah Wukong pergi meninggalkan biksu Tang dan adik seperguruannya Zhu Bajie dan Sha Wujing bahaya langsung menghampiri. Baigujing melihat siasatnya telah berhasil dan langsung menculik

biksu Tang, sehingga membuat Bajie dan Wujing kebingungan dan akhirya terjadi perkelahian antara mereka berdua. Hal ini terlihat pada kutipan dialog sebagai berikut: pilihan bagi kita. Pilihan pertama, pergi ke gunungnya kakak tertua dan membawanya kembali.

Wujing : Oh! Benar!

(Xiyou Ji Zhi Sun Wukong San Da Baigujing, 01:22:07)

Berdasarkan data kutipan dialog diatas terlihat bahwa kehadiran Wukong sangat penting dalam rombongan agar menjadi penyatu dan kekuatan dalam menjalankan misi perjalanan ke Barat. Hal ini terlihat pada kutipan dialog “老沙 啊,现在事态严重了。我们只有三条路可以选择。第一条路,你去花果山请 大帅兄回来” yang berarti “Kak Sha, kini semuanya menjadi runyam. Hanya ada 3 pilihan bagi kita. Pilihan pertama, pergi ke gunungnya kakak tertua dan membawanya kembali” dapat dimaknai bahwa Wukong menggambarkan sisi maskulin sebagai sosok pemimpin yang sangat berpengaruh dan menjadi faktor penentu keberhasilan perjalanan menuju Barat. Hal ini tergambar pada kutipan

“单子归你,龙马归我,我们散了吧” yang berarti “Barang-barang itu milikmu.

Kuda naga itu milikku. Mari kita bubar!” yang dapat dimaknai bahwa setelah Wukong pergi adik seperguruannya merasa hilang arah, sehingga memilih untuk bubar.

Selanjutnya pada kutipan “对,为什么我老沙想不到” yang berarti “Iya.

Kenapa tak terpikirkan olehku?” dan “因为你是猪头” yang berarti “Karena kau ini idiot” dapat dimaknai bahwa saat Wukong tidak ada diantara rombongan, adik seperguruannya menjadi saling memburu kelemahan masing-masing dan membuat hubungan persaudaraan diantara mereka semakin renggang. Akibatnya pada kutipan “我老沙为什么想不到?你是个无情。无义的东西!” yang berarti “Kenapa ini tak terpikirkan olehku?. Kau tak punya perasaan, tak setia,

brengsek!” dapat diinterpretasikan ketika Wukong pergi sebagai pemimpin perjalan membuat biksu Tang berhasil diculik Baigujing, sehingga Bajie dan Wujing merasa hilang arah yang mengakibatkan terjadinya perkelahian dan perpecahan diantara mereka.

Dari analisis diatas menunjukkan bahwa tipe maskulinitas kingmemiliki keterkaitan dengan aspek dan karakter maskulinitas “Be a Big Wheel (berpengaruh penting)”. Tokoh Wukong adalah murid biksu Tang paling berpengaruh dalam menjaga keselamatan sang guru, sehingga ia memiliki kekuasaan dan pengaguman dari murid biksu Tang yang lain.

Kemudian pada bagian film menit ke 01:50:43 diceritakan sosok kepemimpinan Wukong sebagai pengambil keputusan mutlak dan dapat mengayomi adik seperguruannya. ketika biksu Tang telah berubah menjadi patung karena merelakan nyawanya agar dapat membimbing Baigujing, Wukong mampu sigap merangkul adik seperguruannya Bajie dan Wujing agar tidak terjadi perpecahan. Mereka telah menunggu 7 hari lamanya, namun roh biksu Tang belum juga kembali. Akhirya Wukong memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dengan tetap membawa patung Biksu Tang. Setelah Dewi Guanyin melihat kesungguhan hati Wukong, maka perlahan-lahan patung biksu Tang berubah menjadi biksu Tang seperti sedia kala. Hal ini terlihat pada kutipan dialog sebagai berikut:

Gambar 4.6 juga kembali? Pada saat ini, mari kita bubar.

Wukong : Tak ada lagi kata ‘bubar’ paham?

(Setelah melihat kesungguhan hati Wukong, dewi Guanyin mengembalikan roh biksu Tang pada patung biksu Tang tersebut)

(Xiyou Ji Zhi Sun Wukong San Da Baigujing, 01:50:43)

Berdasarkan data kutipan dialog diatas terlihat bahwa Wukong dapat menjadi sosok pemimpin yang dapat merangkul adik seperguruannya untuk tetap

besatu. Hal ini terlihat pada kutipan dialog “大帅兄,都已经七天了。帅父为什 么还不回魂呐?要不然我们分家算了” yang berarti “Kakak tertua, ini sudah 7 hari. Mengapa roh guru belum juga kembali? Pada saat ini, mari kita bubar” dan kutipan dialog “大帅兄,那我们应该怎么办呢?” yang berarti “Lalu apa yang akan kita lakukan, kakak tertua?” yang dapat diinterpretasikan bahwa tokoh Wukong adalah sosok kakak tertua sebagai tempat pengaduan bagi adik seperguruannya. Saat Bajie menyarankan untuk bubar Wukong mampu memperlihatkan sikap maskulin yang dominan. Hal ini terlihat pada kutipan “不 准再分家知道吗?” yang berarti “Tak ada lagi kata ‘bubar’ paham?” yang dapat dipresentasikan bahwa Wukong sebagai pihak yang dominan memiliki hak untuk mengambil keputusan, sehingga Bajie dan Wujing harus mengikutinya bahwa mereka tidak boleh bubar.

Sosok Wukong sebagai pemimpin semakin terlihat pada kutipan “只要师 父的金身不坏。我就带着师父的金身一并西去大需音寺面见如来师父。出发 了!” yang berarti “Selama tubuh emas guru masih utuh, aku akan membawa tubuh guru menuju Biara Guntur, untuk menemui Buddha secara langsung. Guru, mari kita berangkat” dapat dimaknai bahwa Wukong tetap memiliki ketulusan dan keteguhan hati. Pada saat roh biksu Tang belum juga kembali, Wukong tetap memiliki keyakinan bahwa biksu Tang pasti kembali, sehingga ia tetap memutuskan melanjutkan perjalanan dengan membawa patung biksu Tang.

Berdasarkan analisis data mengenai tipe king yang direpresentasikan oleh tokoh utama Wukong, ditemukan adanyarepresentasi maskulin dalam diri tokoh

Wukong sebagai pemimpin dalam perjalanan menuju Barat. Sebagai pemimpin Wukong memiliki kekuasan dan otoritas bahwa keputusannya mutlak harus diikuti oleh biksu Tang, Bajie dan Wujing. Sejalan dengan itu, tokoh Wukong memiliki kapasitas lebih sebagai pemimpin seperti: berpengaruh penting dan mendominasi dengan segala kekuatan saktinya, sehingga selalu dapat menjaga keselamatan biksu Tang dari para siluman.

4.1.2 Warrior

Menurut pandangan Moore’s and Gilette (dalam Khan 2009:60) tipe warrior mengarah pada seorang pahlawan yang berarti memiliki tanggung jawab, motivasi, dorongan dan energi yang produktif, menjalani hidup dengan sepenuh hati.

Pada bagian film menit ke 00:42:55menceritakanBaigujing yang berhasil menggunakan tipu muslihat dengan bercerita duka kehidupannya, sehingga akhirnya biksu Tang bersimpati dan memutuskan melangkah keluar dari lingkaran penjagaan yang dibuat Wukong. Setelah biksu Tang keluar lingkaran penjagaan itu, tongkat sakti Wukong terus berputar yang membuat Wukong semakin curiga Pada film ini, tokoh Wukong merupakan murid pertama biksu Tang yang memiliki kesaktian yang dapat membuat para siluman takut gemetaran karena Wukong adalah lawan yang tangguh. Tipe warrior melekat dengan sifat dan karakter maskulinitas Beynon (dalam Syulhajji 2017:5), yaitu:Give em Hell (berani). Sisi keberanian Wukong yaitu selalu siap sedia menghadapi rintangan berbahaya.

lalu bergegas memulihkan matanya yang sakit akibat debu dan kembali ke gubuk tua tersebut. Hal ini dapat terlihat pada kutipan dialog sebagai berikut:

Gambar 4.7

孙悟空 :想用障眼法便俺老孙。没那么容易。

白骨精 :帅父。

唐和尚 :施主,施主。你把他吓晕了。

孙悟空 :走?

Sūnwùkōng : Xiǎng yòng zhàngyǎnfǎ biàn ǎn lǎo sūn. Méi nàme róngyì.

Báigǔjīng : Shuài fù.

Táng héshàng : Shīzhǔ, shīzhǔ. Nǐ bǎ tā xià yūnle.

Sūnwùkōng : Zǒu?

Wukong : Kau tak bisa berpura-pura didepan mataku dengan penyamaranmu. Tak akan semudah itu.

Baigujing : Guru...

Biksu Tang : Nyonya? Nyonya. Kau telah membuat dia ketakutan.

Wukong : Mau pergi?

(Xiyou Ji Zhi Sun Wukong San Da Baigujing,00:42:55)

Berdasarkan data kutipan dialog diatas terlihat bahwa Wukong tidak dapat ditipu oleh Baigujing dengan cara apapun. Hal ini terlihat pada kutipan dialog “想 用障眼法便俺老孙。没那么容易” yang berarti “Kau tak bisa berpura-pura didepan mataku dengan penyamaranmu. Tak akan semudah itu” yang dapat

energi yang produktif untuk dapat melihat wujud asli Baigujing, sehinggga bertindak sigap untuk menjalankan tanggung jawabnya menjaga dan melindungi biksu Tang dari Baigujing.

Lalu setelah Baigujing gagal menjalankan niatnya, maka ia pada kutipan

“帅父” yang berarti “Guru...” dapat dimaknai bahwa Baigujing menjadi ketakutan dan berusaha meminta perlindungan biksu Tang agar menghalangi Wukong

“帅父” yang berarti “Guru...” dapat dimaknai bahwa Baigujing menjadi ketakutan dan berusaha meminta perlindungan biksu Tang agar menghalangi Wukong

Dokumen terkait