II. TINJAUAN PUSTAKA
2.3 Rancangan Penyuluhan
2.3.4 Metode Penyuluhan Pertanian
Menurut Peraturan Menteri Pertanian No. 52/Permentan/OT.140/12/2009, metode penyuluhan pertanian merupakan cara atau teknik penyampaian materi penyuluhan oleh penyuluh pertanian kepada pelaku utaman dan pelaku usaha agar mereka tahu, mau, dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, sumberdaya lainnya sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.
Menurut Mardikanto., (2009), terdapat tiga cara pendekatan dalam pemilihan metode penyuluhan, antara lain:
A. Pendekatan berdasarkan media yang digunakan.
B. Sifat hubungan antara penyuluh dan sasaran.
C. Pendekatan psikososial yang dikaitkan dengan tahapan adopsi.
Secara umum penerapan pendekatan menggunakan metode ceramah, wawancara, dokumentasi, kunjungan rumah, pameran, diskusi kelompok,
pertemuan, magang, temu lapangan, temu karya, temu wicara, temu tugas, dan temu usaha. Berdasarkan Permentan Nomor 52 tahun 2009 terdapat tujuan pemilihan metode penyuluhan pertanian adalah untuk:
A. Menetapkan suatu metode atau kombinasi beberapa metode yang tepat dalam kegiatan penyuluhan pertanian
B. Meningkatkan efektivitas kegiatan penyuluhan pertanian agar tujuan penyuluhan pertanian efisien dan efektif.
2.3.5 Media Penyuluhan
Media penyuluhan merupakan sarana bagi penyuluh dalam melakukan penyuluhan yang dapat merangsang sasaran penyuluhan untuk dapat menerima pesan penyuluhan yang dapat berupa media cetak, terproyeksi, visual ataupun audio-visual, dan komputer. Mardikanto, (2009) berpendapat bahwa media penyuluhan adalah alat atau perlengkapan yang dibutuhkan oleh seorang penyuluh untuk memperlancar proses penyampaian materi secara dalam kegiatan penyuluhan. Secara umum, media penyuluhan adalah alat pembawa pesan yang disampaikan dari sumber kepada penerima. Media penyuluhan dibedakan berdasarkan karakteristik wujud benda dibedakan menjadi:
A. Benda Sesungguhnya atau Tiruan, dapat berupa benda sungguhan atau model/market dan simulasi.
B. Media Cetak, yaitu berupa gambar, skets, foto, poster, leaflet, folder, peta singkap, bagan, peta, brosur, majalah dan buku.
C. Audio yaitu beruda kaset, CD, DVD, dan MP3.
D. Audio Visual yaitu berupa film, youtube, tutorial dan lain-lain.
2.3.6 Evaluasi A. Definisi Evaluasi
Evaluasi penyuluhan pertanian adalah proses sistematis pengumpulan data dan informasi yang relevan untuk menentukan efektifitas suatu program
penyuluhan sehingga dapat ditarik kesimpulan yang digunakan untuk pengambilan keputusan berdasarkan pertimbangan tterkait penyuluhan yang telah dilakukan.
B. Tujuan Evaluasi
Tujuan dari pelaksanaan evaluasi penyuluhan pertanian adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui sejauh mana program penyuluhan pertanian telah dicapai atau sedang berlangsung yang ditandai dengan perubahan perilaku petani yang menjadi sasaran pelaksanaan program penyuluhan pertanian.
2. Memperoleh informasi data dari lapangan yang dapat digunakan sebagai penyesuaian program penyuluhan pertanian yang sedang berjalan.
3. Mengukur efektifitas metode pelaksanaan penyuluhan pertanian.
4. Untuk mendapatkan data laporan tentang hal-hal yang terjadi di lapangan.
5. Untuk mendapatkan landasan bagi program penyuluhan pertanian.
C. Tahapan Evaluasi
Tahap evaluasi merupakan tahapan pelaksanaan evaluasi di penentuan objek, pengumpulan data atau pengumpulan informasi, metode pengumpulan, alat ukur data evaluasi, dan pengolahan data atau informasi dan melaporkan hasil evaluasi yang diperoleh. Penentuan tahapan evaluasi sebagai berikut:
1. Memahami tujuan penyuluhan yang akan dilaksanakan evaluasi
2. Menetapkan indikator pencapaian program penyuluhan pertanian sebagai pengukuran kemajuan yang dicapai
3. Dalam rumusan tujuan penyuluhan terdapat 4 unsur atau komponen yaitu:
1) Sasaran (pelaku utama dan pelaku usaha)
2) Perubahan perilaku yang diinginkan (Behaviour) perubahan perilaku yang akan diubah; pengetahuan (knowledge), sikap (affective), ataupun keterampilan (psikomotor).
3) Materi penyuluhan
4) Kondisi atau situasi yang tidak diinginkan dalam kegiatan penyuluhan.
4. Unsur-unsur yang harus ada dalam membuat rencana evaluasi pelaksanaan.
5. Penentuan standar, indikator dan kriteria dalam kegiatan evaluasi.
1) Skala Likert
Digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi seseorang tentang inovasi pertanian yang direkomendasikan. Jawaban responden bergradasi yang bergerak ke positif sampai negatif.
2) Skala Gutman
Digunakan untuk mengukur pengetahuan responden dengan jawaban tegas pada pernyataan atau pertanyaan.
3) Skala Semantic Defferensial
Skala ini digunakan untuk mengukur sikap yang tersususn dalam satu garis kontinum. Data yang diperoleh adalah data interval, dan biasanya skala ini digunakan untuk mengukur sikap/karakteristik tertentu yang dipunyai oleh seseorang.
4) Rating Scale
Rating Scale adalah skala pengukuran untuk mengukur jawaban responden yang menggunakan data mentah diperoleh berupa angka kedalam pengertian kualitatif.
D. Parameter Pengetahuan
Untuk mengukur tingkat pengetahuan dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan yang memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing seperti
pada karakteristik materi, kemudahan koreksi berupa skoring, dan kemmapuan untuk menggali informasi dan jawaban dari pertanyaan.
Menurut Notoatmodjo, (2009) pengetahuan memiliki tingkatan yang terbagai menjadi enam, yaitu:
1. Tahu (know)
Tingakatan seseorang mampu mengingat informasi yang dipelajari.
2. Memahami (comprehension)
Tingkatan seorang mampu menjelaskan dan menginterpestasikan secara benar.
3. Aplikasi (application)
Tingkatan seseorang mampu menjabarkan informasi yang telah dipelajari.
4. Analisis (analysis)
Tingkatan seseorang mampu menjabarkan informasi ke dalam komponen dan mengkaitkan dengan informasi yang lain.
5. Sintesis (synthesis)
Tingkatan seseorang mampu untuk menghubungkan bagian-bagian kecil suatu informasi ke dalam suatu bentuk keseluruhan, sehingga mampu menyusun formulasi baru dari bagian yang telah ada.
6. Evaluasi (evaluation)
Tingakatan seseorang mampu untuk melakukan penilaian terhadap suatu materi, dan informasi menggunakan kriteria yang telah ada.
E. Uji Validitas dan Reliabilitas
Sebelum instumen digunakan perlu dilakukan uji coba instrumen yakni Uji Validitasi dan Uji Reliabilitas.
1. Validitas adalah ketepatan instrumen dalam pengukuran, agar instrumen tersebut dapat memperoleh data yang benar-benar diperlukan untuk mengukur kegiatan atau peristiwa yang seharusnya diukur. Uji ketepatan yang sering
dilakukan dalam evaluasi yaitu ketepatan isi atau konten dan ketepatan susunan dari instrumen yang digunakan.
2. Reliabilitas Instrumen, adalah uji ketelitian instrumen yang diterapkan untuk kelompok atau responden dengan karakteristik yang hampir sama, sehingga menghasilkan data yang sama pula. Ada beberapa metode pengujian reliabilitas di antaranya metode tes ulang, formula Flanagan, Cronbach’s Alpha, metode formula KR (Kuder-Richardson) – 20, KR – 21, dan metode Anova Hoyt.