BAB II : UD. ANUGRAH TAUFIQ BERSAUDARA
D. Laporan Arus Kas
5. Metode Penyusunan Laporan Arus Kas
Salah satu analisis keuangan yang sangat penting bagi manajer keuangan,disamping alat keuangan lainnya adalah laporan arus kas. Yang dimaksud dari analisis ini adalah untuk mengetahui bagaimana akan digunakan dan bagaimana kebutuhan dana tersebut dan dibelanjakan. Analisis arus kas tersebut dapat diketahui darimana diperoleh dan untuk apa kas tersebut sering disenut sebagai Laporan Arus Kas.
27
Laporan arus kas secara langsung atau tidak langsung mencerminkan penerimaan yang diklasifikasikan menurut sumber-sumber utama dan pembayaran kas yang diklasifikasikan menurut pengguna utama selama satu periode. Laporan ini memberikan informasi yang berguna mengenai aktivitas entitas dalam menghasilkan kas, mengenai aktivitas keuangannya dan mengenai investasi atau pengeluaran kasnya.
Dalam menyusun laporan Arus Kas terdapat dua metode yang dapat digunakan yaitu :
a)Metode Langsung (Direct Method)
Dalam metode langsung dilaporkan golongan penerimaan kas bruto dari aktivitas operasi dan pengeluaran bruto untuk kegiatan operasi. Perbedaan antara penerimaan kas dan pengeluaran kas dari kegiatan operasi akan dilaporkan sebagai arus kas bersih dari aktivitas operasi. Dengan kata lain, metode langsung menghasilkan pengeluaran kas operasi dari penerimaan kas operasi. Metode langsung menghasilkan penyajian laporan penerimaan dan pengeluaran kas secara ringkas. Keunggulan utama dari metode langsung adalah metode ini memperlihatkan laporan penerimaan dan pengeluaran kas lebih konsisten dengan tujuan suatu laporan arus kas. Di samping itu, metode langsung ini lebih mudah dimengerti dan memberikan informasi yang lebih banyak dalam mengambil keputusan. Format laporan arus kas dengan menggunakan metode langsung adalah sebagai berikut :
28
PT. XYZ
LAPORAN ARUS KAS
Periode yang berakhir 31 desember 2000 Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Penerimaan kas dari pelanggan xxx Pembayaran kas pada pemasok (xxx)
Pembayaran bunga (xxx)
Hasil dari asuransi pabrik xxx Pembayaran Pajak Penghasilan (xxx)
Arus kas bersih dari aktivitas Operasi xxx
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Pembelian tanah, bangunan, peralatan (xxx) Hasil dari penjualan peralatan xxx
Penerimaan bunga xxx
Penerimaan deviden xxx
Arus kas bersih dari Aktivitas Investasi xxx
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Hasil dari penerbitan modal xxx Hasil dari pinjaman jangka panjang xxx Pembayaran hutang sewa guna usaha (xxx)
29
Arus kas bersih Aktivitas Pendanaan xxx
Kenaikan kas bersih dan setara kas xxx Kas dan setara kas pada awal periode
Kas dan setara kas pada akhir periode xxx xxx
b)Metode tidak langsung
Dalam metode tidak langsung, pengaruh dan semua penangguhan penerimaan dan pengeluaran kas dimasa lalu dan semua akurat dari penerimaan dan pengeluaran kas yang diharapkan pada masa yang akan datangdihilangkan dan laba bersih yang diperhitungkan laba rugi. Penyediaan ini dilakukan dengan menambahkan pos-pos yang tidak memerlukan pengeluaran kas kembali ke laba bersih serta penambahan dan pengurangan kenaikkan maupun penurunan hutang dan piutang. Keunggukan utama dari metode ini adalah bahwa hal ini memusatkan perbedaan antara laba bersih dan aliran kas bersih dari aktivitas operasi.
Metode ini memberikan jaminan yang berguna antara laporan arus kas dan perhitungan laba rugi serta neraca. Selain itu, data yang diperlukan untuk metode tidak langsung umumnya lebih siap tersedia dan lebih mudah untuk diperoleh dengan data yang diperlukan dalam metode langsung.
Dalam metode tidak langsung ini, penyajian dimulai dari laba rugi bersih dan selanjutnya disesuaikan dengan menambah atau mengurangi
perubahan-30
perubahan dalam pos-pos yang mempengaruhi operasional seperti penyusutan, naik turun pos aktiva dan hutang lancar.
Format laporan arus kas dengan metode tidak langsung adalah sebagai berikut :
PT.XYZ
LAPORAN ARUS KAS
Periode yang berakhir 31 Desember 2000
Arus kas dari Aktivitas Operasi xxx
Laba bersih
Penyesuaian untuk
Penyusutan xxx
Kerugian selisih kurs (xxx)
Beban bunga xxx
Kenaikkan piutang dagang (xxx) Penurunan hutang dagang xxx
Pembayaran bunga (xxx)
Pembayaran pajak penghasilan xxx
Arus kas bersih dari Aktivitas Operasi xxx
Arus kas dari Aktivitas Investasi
Pembelian tanah, bangunan, peralatan (xxx) Hasil dari penjualan peralatan xxx
Penerimaan bunga xxx
Penerimaan deviden
Arus kas bersih dari Aktivitas Investasi xxx xxx
31
Arus kas dari Aktivitas Pendanaan
Hasil dari penerbitan modal xxx Hasil dari pinjaman jangka panjang xxx Pembayaran hutang sewa guna usaha (xxx)
Pembayaran deviden (xxx)
Arus kas bersih dari Aktivitas Pendanaan
Kenaikan kas bersih dan setara kas xxx
xxx
Kas dan setara kas pada awal periode
Kas dan setara kas pada akhir periode xxx xxx
6. Teori Analisa Laporan Arus Kas
Sebagai langkah pertama dalam analisa laporan arus kas adalah penyusunan “Laporan Perubahan Neraca” (Statement of Balance SheetChanges) yang disusun atas dasar dua neraca dalam dua periode. Laporan tersebut menggambarkan perubahan masing-masing elemen neraca antara dua periode tersebut, dan setiap perubahan elemen tersebut mencerminkan adanya sumber penggunaan kas. Dari laporan perubahan neraca dengan bantuan laporan laba ditahan dapatlah disusun menjadi laporan arus kas.
Untuk analisa dan evaluasi ini penulis akan menggunakan laporan arus kas 2006 (dengan membandingkan dua laporan yaitu tahun 2005 dan 2006). Laporan tersebut akan menggmbarkan perubahan masing-masing elemen arus kas yang kemudian disusun menjadi laporan arus kas.
Dalam melakuakan analisa laporan arus kas, penulis akan membuat komposisi dana berdasarkan laporana arus kas pada UD. Anugrah Taufiq Bersaudara. Dalam komposisis dana ini, penulis akan membuat perbandingan setiap sumber kas dan perbandingan antara penggunaan kas dengan total penggunaan kas pada tahun 2006.
32
Sebagai bahan analisa dalam skripsi minor ini, penulis akan mencantumkan neraca konsolidasi dua tahun yaitu tahun 2005 dan 2006 serta laporan arus kas yang berakhir pada tahun 2004.
Adapun perubahan-perubahan dari elemen neraca yang efeknya memperbesar kas adalah sebagai berikut :
1. Berkurangnya aktiva lancar 2. Berkurangnya aktiva tetap
3. Bertambahnya setiap jenis hutang
4. Bertambahnya modal sendiri (kenaikkan modal disetor atau laba ditahan).
Sedangkan perubahan-perubahan yang akan memperkecil kas dan dikatakan sebagai penggunaan kas adala sebagai berikut :
1. Bertambahnya aktiva lancar 2. Bertambahnya aktiva tetap 3. Berkurangnya setiap jenis hutang
4. Berkurangnya modal sendiri (turunnya modal disetor atau laba ditahan)
33
AKTIVA 2005 2006 Aktiva Lancar
Kas Rp. 105.750.000 Rp. 112.275.000
Jumlah aktiva lancar Rp. 105.750.000 Rp. 112.275.000 34
TABEL I
UD. ANUGRAH TAUFIQ BERSAUDARA NERACA
UNTUK PERIODE 31 DESEMBER 2005 DAN 2006
Sumber : UD. Anugrah Taufiq Bersaudara
TABEL II
UD ANUGRAH TAUFIQ BERSAUDARA LAPORAN LABA RUGI
UNTUK PERIODE 31 DESEMBER 2005 DAN 2006 Aktiva Tetap
Bangunan/Gedung Rp. 175.000.000 Rp. 175.000.000
Kendaraan Rp. 80.000.000 Rp. 85.000.000
Inventaris Rp. 25.000.000 Rp. 25.000.000
Akumulasi Penyusutan (Rp. 30.000.000) (Rp. 33.125.000) Jumlah Aktiva Tetap Rp. 250.000.000 Rp. 251.875.000
TOTAL AKTIVA Rp. 355.750.000 Rp. 364.150.000
PASSIVA Passiva
Hutang Dagang Rp. 85.250.000 Rp. 70.150.000
Jumlah Passiva Rp. 85.250.000 Rp. 75.150.000 Modal
Modal Awal Rp. 180.000.000 Rp. 200.000.000
Laba Tahun Lalu Rp. 55.250.000 Rp. 50.750.000
Laba Tahun Berjalan Rp. 35.250.000 Rp. 43.250.000
Jumlah Modal Rp. 270.500.000 Rp. 294.000.000
TOTAL PASSIVA Rp. 355.750.000 Rp. 364.150.000
35
Penjualan Rp. 375.000.000 Rp. 365.655.000 Harga Pokok Penjualan (Rp. 49.200.000) (Rp. 43.800.000) PENGHASILAN BRUTO Rp. 325.800.000 Rp. 321.855.000 Biaya Adm Dan Umum
Penyusutan Gedung Rp. 8.750.000 Rp. 8.750.000 Penyusutan Kendaraan Rp. 19.250.000 Rp. 21.250.000 Penyusutan Inventaris Rp. 2.000.000 Rp. 3.125.000 Alat-alat kantor Rp. 9.000.000 Rp. 9.000.000
Rek. Air Rp. 5.250.000 Rp. 7.380.000
Rek. Listrik Rp. 8.550.000 Rp. 11.400.000
Rek. Telepon Rp. 9.500.000 Rp. 9.000.000
Pemeliharaan gedung Rp. 5.480.000 Rp. 5.400.000 Iklan dan promosi Rp. 5.320.000 Rp. 4.200.000 Biaya perjalanan dinas Rp. 6.500.000 Rp. 5.600.000 Pemeliharaan kendaraan Rp. 7.250.000 Rp. 6.600.000 Biaya keamanan dan kebersihan Rp. 6.950.000 Rp. 6.500.000 Gaji karyawan/pegawai Rp. 132.000.000 Rp. 132.000.000
Asuransi Rp. 30.500.000 Rp. 23.800.000
TOTAL BIAYA UMUM DAN ADM (Rp.256.300.000) (Rp.254.005.000)
LABA KOTOR Rp. 69.500.000 Rp. 67.850.000
PAJAK Rp. 18.750.000 Rp. 10.177.500
LABA SETELAH PAJAK Rp. 50.750.000 Rp. 57.672.500 Sumber : UD. Anugrah Taufiq Bersaudara
TABEL III
UD. ANUGRAH TAUFIQ BERSAUDARA LAPORAN ARUS KAS
UNTUK PERIODE 31 DESEMBER 2006 36
Arus kas dari aktivitas operasi
Laba bersih Rp. 57.672.500 Penyusutan Rp. 33.125.000+
Arus kas bersih dari aktivitas operasi Rp. 90.797.500 Arus kas bersih dari aktivitas investasi
Pembelian kendaraan (Rp.5.000.000) Kenaikkan pemeliharaan (Rp. 750.000)
Arus kas bersih dari aktivitas investasi Rp. 85.047.500 Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan
Modal disetor Rp. 20.000.000 Pembayaran prive (Rp. 98.522.500)
Kenaikkan arus kas Rp. 6.525.000 Saldo kas awal periode Rp. 105.750.000+ Saldo Kas Akhir Periode Rp. 112.275.000 Sumber : UD. Anugrah Taufiq Bersaudara
TABEL III
UD. ANUGRAH TAUFIQ BERSAUDARA LAPORAN NERACA PERBANDINGAN UNTUK PERIODE 31 DESEMBER 2005 DAN 2006
37
AKTIVA 2005 2006 NAIK/TURUN Aktiva Lancar
Kas Rp. 105.750.000 Rp. 112.275.000 Rp. 6.525.000 Jumlah Aktiva Lancar Rp.105.750.000 Rp. 112.275.000 Rp. 6.525.000 Aktiva Tetap
Bangunan/gedung Rp. 175.000.000 Rp. 175.000.000 ………
Kendaraan Rp. 80.000.000 Rp. 85.000.000 Rp. 5.000.000 Inventaris Rp. 25.000.000 Rp. 25.000.000 ………
Akumulasi penyusutan (Rp.30.000.000) (Rp.33.125.000) Rp. 3.125.000 Jumlah Aktiva Tetap Rp.250.000.000 Rp. 251.875.000 Rp. 1.875.000 TOTAL AKTIVA Rp.355.750.000 Rp. 364.150.000 Rp. 8.400.000 PASSIVA
Hutang Dagang Rp. 85.250.000 Rp. 70.150.000 (Rp. 15.100.000) Jumlah Passiva Rp. 85.250.000 Rp. 75.150.000 (Rp. 15.100.000) Modal
Modal Awal Rp. 180.000.000 Rp. 200.000.000 Rp. 20.000.000 Laba Tahun Lalu Rp. 55.250.000 Rp. 50.750.000 (Rp. 4.500.000) Laba Tahun Berjalan Rp. 35.250.000 Rp. 43.250.000 Rp. 8.000.000 Jumlah Modal Rp. 270.500.000 Rp. 294.000.000 Rp. 23.500.000 TOTAL PASSIVA Rp.355.750.000 Rp. 364.150.000 Rp. 8.400.000
Sumber : UD. Anugrah Taufiq Bersaudara
BAB III
ANALISA DAN EVALUASI 38
Pada bab ini penulis akan melakukan analisa dan evaluasi terhadap hasil-hasil penelitian yang telah diperoleh dari UD. ANUGRAH TAUFIQ BERSAUDARA. Didalam melakukan analisa dan evaluasi Penulis membandingkan dengan teori bab II dengan pelaksanaannya di dalam perusahaan.
Sehubungan dengan adanya analisa dan evaluasi ini, maka penulis akan dapat melihat sejauh mana teori-teori yang ada tersebut telah diterapkan oleh perusahaan dalam kenyataan sehari-hari.
Adapun masalah-masalah yang akan dianalisa dan dievaluasi oleh Penulis adalah sebagai berikut :
A. Sumber Kas Perusahaan B. Penggunaan Kas Perusahaan C. Analisa Laporan Arus Kas
A. Sumber Kas Perusahaan
Sumber kas yang dimiliki oleh perusahaan pada tahun 2005 dan 2006 terdiri dari sumber-sumber kas yang berasal dari tiga kegiatan yaitu kegiatan operasi, kegiatan investasi, dan kegiatan pendanaan. Penulis akan menjelaskan secara ringkas sumber dan penggunaan kas yang diperoleh perusahaan pada tahun 2005 dan 2006.
Sumber Kas pada tahun 2005 :
a. Sumber kas yang berasal dari aktivitas operasi
Laba bersih merupakan sumber dana utama bagi perusahaan. Pada tahun 2006 UD. Anugrah Taufiq Bersaudara memperoleh laba bersih sebesar Rp. 57.672.500,- sedangkan pada tahun 2005 memperoleh laba sebesar Rp. 50.750.000,- maka antara tahun 2005 dan 2006 terjadi kenaikkan laba bersih Rp. 6.922.500,-.
• Penyusutan
Penyusutan diadakan untuk mengurangi nilai buku dari aktiva tetap sesuai dengan penggunaannya karena aktiva tetap pada waktunya akan diganti tetapi tidak mengakibatkan adanya suatu prngeluaran kas yang telah dilakukan sekaligus pada waktu pembelian aktiva tetap penyusutan hanya mengurangi laba bersih sebagai sumber dana.
b. Sumber kas yang berasal dari aktivitas pendanaan
Modal yang disetor merupakan sumber dana bagi perusahaan. Antara tahun 2005 dan tahun 2006 terjadi penambahan modal disetor dalam perusahaan UD. Anugrah Taufiq Bersaudara yaitu sebesar Rp.20.000.000,-.
B. PENGGUNAAN KAS PERUSAHAAN Penggunaan Kas pada tahun 2006 :
a. Penggunaan kas untuk aktivitas operasi 40
Penggunaan kas untuk aktivitas operasi pada tahun 2006 tidak ada.
b. Penggunaan kas untuk aktivitas investasi
Perusahaan selama tahun 2006 telah mengeluarkan kasnya untuk melakukan kasnya untuk melakukan investasi sebesar Rp. 5.000.000,- yaitu pembelian kendaraan dan pemeliharaannya sebesar Rp.750.000,-.
c. Penggunaan kas untuk aktivitas pendanaan
Penggunaan kas dilakukan untuk pembayaran prive yaitu pada tahun 2006 sebesar Rp. 98.522.500,-.
C. ANALISA LAPORAN ARUS KAS
Laporan arus kas pada UD. Anugrah Taufiq Bersaudara dibuat dengan menggunakan metode tidak langsung dan telah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Langkah pertama yang dilakukan dalam penyusunan laporan arus kas adalah membuat laporan laba rugi dua tahun terakhir. Langkah kedua adalah menyusun neraca dua tahun terakhir. Untuk analisa dan evaluasi ini, penulis menggunakan laporan arus kas untuk tahun 2006 yaitu dengan membandingkan dua neraca yaitu tahun 2005 dan 2006 serta laporan laba rugi per 31 Desember 2006. Laporan-laporan tersebut akan menggambarkan perubahan masing-masing elemen neraca, laporan laba rugi, dan kemudian disusun menjadi laporan arus kas.
Dalam melakukan analisa laporan arus kas ini, penulis akan membuat komposisi dana berdasarkan laporan arus kas UD. Anugrah Taufiq Bersaudara.
sumber kas dan perbandingan antara jumlah setiap penggunaan kas dengan total penggunaan kas pada UD. Anugrah Taufiq Bersaudara. Dalam waktu yang bersangkutan total sumber kas pada tahun 2006 adalah sebesar Rp. 110.797.500,- (sumber kas yang berasal dari aktivitas operasi dan pendanaan).
Berikut ini akan dibuat komposisi kas yaitu sumber dan penggunaan kas pada tahun 2006 yaitu :
1. Aktivitas Operasi tahun 2006
Jumlah masing-masing sumber kas yang berasal dari aktivitas operasi adalah :
• Laba bersih sebesar Rp.57.672.5000,-
• Penyusutan aktiva tetap Rp. 33.125.000,-
Persentase masing-masing sumber kas terhadap total sumber kas adalah sebagai berikut :
• Laba bersih
= 52,05 %
• Penyusutan aktiva tetap
= 29,90 %
Berdasarkan perhitungan diatas untuk tahun 2006 sumber kas yang terbesar berasal dari hasil aktivitas operasi yaitu laba bersih 52,05 % sedangkan penyusutan aktiva tetap pada tahun 2006 adalah sebesar 29,90%. 42
Jumlah penggunaan kas untuk aktivitas operasi yaitu tidak ada pengeluaran kas untuk aktivitas operasi.
2. Aktivitas Investasi tahun 2004
Sumber kas dari aktivitas investasi pada perusahaan UD. Anugrah Taufiq Bersaudara tidak ada yang menambah.
Akan tetapi total penggunaan kas untuk aktivitas investasi tahun 2006 adalah sebagai berikut :
• Pembelian Kendaraan Rp. 5.000.000,-
• Pemeliharaan Kendaraan Rp. 750.000,-
Persentase penggunaan kas untuk aktivitas investasi adalah : Pembelian Kendaraan dan Pemeliharaannya
= 5,19 %
Pembelian Kendaraan dan pemeliharaannya pada tahun 2006 adalah sebesar 5,19%. Dalam hal ini perusahaan harus mampu menghemat pembelian kendaraan dan pemeliharaannya untuk investasi di masa yang akan datang karena dapat menyebabkan harta perusahaan berkurang.
3. Aktivitas Pendanaan tahun 2006
Sumber kas dari aktivitas pendanaan pada tahun 2005 dan tahun 2006
dalam perusahaan UD. Anugrah Taufiq Bersaudara mengalami peningkatan yaitu sebesar Rp.20.000.000,-. Besarnya persentase terhadap total sumber kas dari aktivitas pendanaan adalah sebagai berikut :
Kenaikan modal disetor 18,05%
Jumlah penggunaan kas untuk aktivitas pendanaan pada tahun 2006 adalah untuk pembayaran prive sebesar Rp. 98.522.500,-.
Besarnya persentase penggunaan kas untuk aktivitas investasi pendanaan terhadap total penggunaan kas adalah sebagai berikut :
Pembayaran Prive
Berdasarkan perhitungan secara keseluruhan pada tahun 2006 sumber kas yang terbesar adalah hasil dari aktivitas operasi yaitu laba bersih sebesar 52,05%
dari total sumber kas. Penggunaan kas yang terbesar selama tahun 2006 berasal dari aktivitas pendanaan yaitu pembayaran prive sebesar 94,49%.
Dari perhitungan secara keseluruhan laporan arus kas,dapat disimpulkan bahwa aktivitas perusahaan pada tahun 2006 adalah baik. Hal ini dibuktikan bahwa sumber kas yang terbesar berasal dari aktivitas operasi yang merupakan sumber kas utama bagi perusahaan.
Pada neraca konsolidasi dapat dilihat berapa jumlah kas yang tersedia untuk dua tahun terakhir yaitu :
• Pada tahun 2005 = Rp. 105.750.000,-
• Pada tahun 2006 = Rp. 112.275.000,-
Rata-rata kas 44
= Rp. 109.012.500,- Rasio kas sebesar
= 97,09 %
Jika ditinjau dari perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa jumlah kas rata-rata dari dua tahun terakhir adalah sebesar 97,09 %. Berdasarkan teori, dalam dua tahun terakhir perusahaan telah lalai menggunakan dana atau kas yang tidak efisien dalam menggunakan kas karena adanya kas yang menganggur.
BAB IV
A. Kesimpulan
Dari hasil analisa dan evaluasi terhadap laporan arus kas pada UD.
Anugrah Taufiq Bersaudara yang telah diuraikan sebelumnya, maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut :
1. UD. Anugrah Taufiq Bersaudara adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha dagang dan pelayanan jasa
2. Pihak manajemen UD. Anugrah Taufiq Bersaudara mendapatkan sumber modal kerja dari tiga aktivitas yaitu aktivitas operasi, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan. Akan tetapi yang paling berperan dan berpengaruh adalah aktivitas operasi
3. Laporan arus kas pada UD. Anugrah Taufiq Bersaudara berdasarkan metode tidak langsung yang telah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Berdasarkan laporan arus kas tersebut, hal ini menunjukkan bahwa perusahaan selama dua tahun terakhir tidak efisien menggunakan kasnya
4. Arus kas pada tahun 2005 dan 2006 mengalami kenaikkan sebesar Rp.2.670.500,-.
B. Saran
Adapun saran-saran yang dapat Penulis berikan atas hasil penelitian pada UD. Anugrah Taufiq Bersaudara untuk kemajuan perusahaan di masa yang akan
46
datang dan dapat dijadikan sebagai masukkan bagi perusahaan adalah sebagai berikut :
1. Perusahaan hendaknya meningkatkan efisiensi kas dalam perusahaan dan efektifitas kerja dengan cara mempertahankan kinerja perusahaan serta menggunakan dana seefisien mungkin untuk menghindari kerugian yang mungkin terjadi
2. Penjualan jasa maupun produk harus dipertahankan, jangan sampai kalah bersaing dengan perusahaan sejenis misalnya melakukan promosi
DAFTAR PUSTAKA
Martono dan Marjito, D. Agus, Manajemen Keuangan, Edisi Pertama, Penerbit Ekonosia, Yogyakarta, 2001
Munawir, S. Analisa Laporan Keuangan, Edisi Keempat, Penerbit Liberty, Yogyakarta, 1997
Niswonger, dkk. Prinsip-Prinsip Akuntansi, Edisi Kesembilanbelas, Penerbit Erlangga, Jakarta, 1999
Riyanto, Bambang. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan, Penerbit Gajah Mada, Yogyakarta, 1982
Sukirno, Sadono. Pengantar Bisnis, Penerbit Prenada Media, Jakarta, 2004
Suliyanto, Ridwan S dan Inge Barlian. Manajemen Keuangan, Cetakan Keempat, Penerbit Ikrar Mandiri Abadi, Bandung, 2002
Sutrisno. Manajemen Keuangan, Penerbit Ekonosia, Yogyakarta, 2000
Syahyunan, Manajemen Keuangan I, Cetakan Pertama, Penerbit Universitas Sumatera Utara, Medan, 2004
Van Hore, dkk. Prinsip-Prinsip Manajemen Keuangan, Penerbit Salemba Empat, Jakarta, 1997