BAB II CV SIMPATI TA
E. Metode Penyusutan Aktiva Tetap
Mukhlis Rambe : Analisis Investasi Aktiva Tetap Pada CV. Simpati Taxi, 2007. USU Repository © 2009
Secara umum semua aktiva tetap kecuali tanah mempunyai umur yang terbatas. Hal ini disebabkan karena aktiva tetap tersebut mempunyai keterbatasan baik dari segi fungsi maupun wujudnya, karena itu perubahan harus mengalokasikan sebagian harga perolehannya sebagai penyusutan.
Menurut Sofyan Safri (2002:53) penyusutan adalah :
“pengalokasian harga pokokbaktiva tetap selama masa penggunaannya”. Atau dapat juga kita sebut sebagai” biaya yang dibebankan terhadap produksi akibat penggunaan aktiva tetap dalam proses produksi”.
Menurut Baridwan (1993:37) penyusutan adalah :
“Depresiasi adalah sebagian dari perolehan aktiva tetap secara
sitematis dialokasikan menjadi biaya setiap priode akuntansi”.
Faktor-faktor yang menyebabkan depresiasi dapat dikelompokkan menjadi dua (2), yaitu:
a. Faktor-faktor Fisik
Faktor-faktor Fisik yang mengurangi fungsi aktiva adalah aus karena dipakai, aus karena umur dan kerusakan-kerusakan.
b. Faktor-faktor fungsional
Faktor-faktor fungsional yang membatasi umur aktiva tetap antara lain, ketidak mampuan aktiva memenuhi kebutuhan produksi sehingga perlu diganti dan jasa yang dihasilkan, atau karena adanya kemajuan tegnologi sehingga aktiva tersebut tidak ekonomis lagi jika dipakai.
Mukhlis Rambe : Analisis Investasi Aktiva Tetap Pada CV. Simpati Taxi, 2007. USU Repository © 2009
Ada tiga faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan besarnya beban depresiasi setiap periode antara lain:
1) Harga perolehan (Cost)
Yaitu uang yang dikeluarkan atau hutang yang timbul dan biaya-biaya yang terjadi dalam memperoleh suatu aktiva dan menempatkannnya agar dapat digunakan.
2) Nilai Sisa (Residu)
Nilai sisa suatu aktiva yang didepresiasi adalah jumlah yang diterima bila aktiva tersebut sudah tidak dapat digunakan lagi, dikurangi dengan biaya- biaya yang terjadi pada saat menjual atau menukarnya.
3) Taksiran Umur Kegunaan.
Taksiran umur kegunaan aktif dipengaruhi oleh cara-cara pemeliharaan dan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang dianut dalam reparasi. Taksiran umur ini biasanya dinyatakan dalam satuan periode waktu, satuan hasil produksi atau satu jam kerjanya.
4) Pola Pemakaian
Pola pemakaian aktiva tetap itu dalam kegiatan produksi harus dipertimbangkan dalam hubungannya dengan pembebanan penyusutan terhadap produksi.
Mukhlis Rambe : Analisis Investasi Aktiva Tetap Pada CV. Simpati Taxi, 2007. USU Repository © 2009
Biaya depresiasi ini merupakan suatu taksiran yang ketelitiannya sangat tergantung pada ketelitian penentuan ketiga factor diatas . Setelah kita memperhitungkan faktor-faktor diatas, maka langkah berikutnya pimpinan perusahaan dapat memilih dan menentuakn metode penyusutan yang dipakai oleh perusahaan yang dipimpinnya.
Ikatan Akuntansi Indonesia , menyatakan bahwa Penyusutan dapat dilakukan dengan berbagai metode yang dapat dikelompokkan menurut kriteria berikut:
1. Berdasarkan Waktu ;
a. Methode Garis Lurus ( Straight Line Method ) b. Metode Pembebanan Menurun
- Methode Jumlah Angka Tahun ( Sum of the Years Ago ) - Methode Saldo Menurun/Saldo Menurun Ganda
2. Berdasarkan Penggunaannya : a Methode Jam Jasa
b Methode Jumlah Unit Produksi ( Produktive Output Method ) 3. Berdasarkan Kriteria Lainnya :
a. Methode berdasarkan jenis dan kelompok ( Group and Composite
Method )
b. Methode Anuitas ( Annuity Method )
Mukhlis Rambe : Analisis Investasi Aktiva Tetap Pada CV. Simpati Taxi, 2007. USU Repository © 2009
Menurut Sofyan Syafri (2002:56) berbagai metode penyusutan yang dapat dikelompokkan menurut kriteria berikut:
A. Metode yang didasarkan pada faktor waktu
a. Metode Garis Lurus ( Straight Line Method )
Metode ini adalah metode yang paling sederhana dan banyak di gunakan. Beban depresiasi tiap tahun sama. Cara menghitung besarnya penyusutan setiap priode adalah sebagai berikut:
Harga Perolehan - Nilai Sisa (NS) Depresiasi(D) =
Taksiran umum (n)
Perhitungan Depresi dengan garis lurus ini didasarkan pada anggapan – anggapan sebagai berikut:
1. Kegunaan ekonomis dari suatu aktiva akan menurun secara
proporsional setiap periode
2. Biaya pemeliharaan tiap – tiap periode jumlahnya relatif tetap 3. Kegunaan ekonomis berkurang karena lewat waktunya 4. Penggunaan ( kapasitas ) aktiva tiap periode relativ tetap.
Mukhlis Rambe : Analisis Investasi Aktiva Tetap Pada CV. Simpati Taxi, 2007. USU Repository © 2009
Contoh :
Sebuah mesin dibeli dengan harga Rp. 2.000.000,00 untuk digunakan dalam operasi perusahaan. Mesin ini ditaksir akan dapat digunakan selama 5 tahun dan akan mempunyai nilai sisa sebesar Rp. Rp. 500.000,00. Maka besarnya beban penyusutan adalah :
HP - NS D = n Rp. 2.000.000 – Rp. 500.000 D = 5 D = Rp. 300.000,00/tahun Tabel 2
Penyusutan Garis Lurus
Tahun Harga pokok Penyu sutan Akumulasi penyusutan Nilai buku 1. 2. 3. 4. 5. 2.000.000 2.000.000 2.000.000 2.000.000 2.000.000 300.000 300.000 300.000 300.000 300.000 300.000 600.000 900.000 1.200.000 1.500.000 1.700.000 1.400.000 1.100.000 800.000 500.000
Mukhlis Rambe : Analisis Investasi Aktiva Tetap Pada CV. Simpati Taxi, 2007. USU Repository © 2009
b. Decreasing – charge Depreciation
Sum of year digits method
Dalam metode ini bebab penyusutan pada mulanya tinggi dan selanjutnya semakin menurun. Beban penyusutan ini dihitung dengan cara menjumlahkan semua angka ( digit ) umur aktiva.
N + 1 S =
2
Dimana : S = Jumlah angka tahun
N = Jumlah tahun dari taksiran umur aktiva tetap maka diperoleh :
S = 5 U5+1U
= 15
atau apabila taksiran umur aktivanya dijumlahkan akan diperoleh : 1 + 2 + 3 + 4 + 5 = 15
Tabel 3 Penyusutan Angka Tahun
Thn Harga pokok Penyusutan Akumulasi
penyusutan Nilai buku 1. 2. 3. 4. 5. 5/15 x 1.500.000 4/15 x 1.500.000 3/15 x 1.500.000 2/15 x 1.500.000 1/15 x 1.500.000 500.000 400.000 300.000 200.000 100.000 500.000 900.000 1.200.000 1.400.000 1.500.000 1.500.000 1.100.000 800.000 600.000 500.000
Mukhlis Rambe : Analisis Investasi Aktiva Tetap Pada CV. Simpati Taxi, 2007. USU Repository © 2009
Declining Balance
Metode ini disebut juda metode depresiasi persentase tetap menurut nilai buku. Besarnya penyusutan menurut metode ini untuk setiap tahunnya adalah sebesar persentase tertentu dari nilai bukunya.
Untuk menghitung besarnya persentase ini, maka dapat digunakan rumus sebagai berikut :
r = 1 - √ NS/HP Dimana :
r = rate (persentase penyusutan)
n = Umur penyusutan
NS = Nilai Sisa
HP = Harga Perolehan.
Dengan menggunakan metode garis lurus maka :
r = 1 - 2.000.000 1.500.000 r = 1 - √ 0,25 r = 1 - 0,76 r = 0,24 r = 24 %
Mukhlis Rambe : Analisis Investasi Aktiva Tetap Pada CV. Simpati Taxi, 2007. USU Repository © 2009
Tabel 4
Penyusutan Metode Nilai Buku
Tahun Harga pokok Penyusutan Akum. penyusutan Nilai buku 1. 2. 3. 4. 5. 24% X 2.000.000 24% X 1.520.000 24% X 1.555.200 24% X 878.000 24% X 667.300 480.000 364.800 277.200 210.700 167.300 480.000 844.800 1.122.000 1.332.000 1.500.000 1.520.000 1.155.200 878.000 667.300 500.000 Metode Annuity
Dalam meode ini aktiva tetap dianggap sebagai aktiva yang akan memberikan kontribusi selama umur tekhnisnya. Harga perolehannya dianggap sebagai present value yang didiskontokan dari jasa yang akan diberikan secara merata selama umur tekhnisnya. Dalam metode ini penyusutan dianggap merupakan angka bunga yang diperhitungkan atas harga pokok asset yang belum disusutkan ditambah akumulasi penyusutan.
Biaya penyusutan dihitung dengan rumus sebagai berikut : Harga Pokok – Present Value x Nilai Residu
PVIFn.i
Metode Singking Fund
Dalam metode ini penyusutan dianggap sebagai kenaikan mulai dari dana dikumpulkan untuk penggantian aktiva. Disini diasumsikan penyusutan merupakan dana yang dikumpulkan untuk mengganti aktiva itu pada akhir umur ekonominya. Untuk menghitung angka
Mukhlis Rambe : Analisis Investasi Aktiva Tetap Pada CV. Simpati Taxi, 2007. USU Repository © 2009
penyusutan maka pertama-tama dihitung dulu sinking fund yang harus dideposit. Dari jumlah ini akan diterima junlah deposit dan bunganya inilah yang merupakan beban penyusutan.
Rumus menghitung sinking fund deposit adalah :
Harga Pokok – Nilai Residu
Singking =
PVIFn.i
B. Metode yang didasarkan pada faktor penggunaan a. Service Hours Method
Metode ini beranggapan bahwa nilai aktiva tetap merupakan jam produksi, sehingga taksiran umur aktiva tetap itu tergantung pada jumlah jam kerja produksi yang dipakainya. Dalam hal ini beban penyusutan dihitung sesuai dengan penggunaan jam kerja aktiva itu yang dipakai dalam berproduksi. Beban penyusutan per jam dihitung dengan rumus sebagai berikut:
C - S
Taksiran jam kerja produksi seluruhnya
Dimana :
C = Harga Pokok S = Nilai Residu
Mukhlis Rambe : Analisis Investasi Aktiva Tetap Pada CV. Simpati Taxi, 2007. USU Repository © 2009
b) Produktive Output Method
Metode ini hamper sama dengan metode servis hours. Kau dengan metode tersebut jam kerjanya dijadikan sebagai dasar hitungan, asumsi jam kerja itu digambarkan oleh out put atau produksi dalam unit. Jadi penyustan dihitung dengan :
C - S
Total taksiran output ( Produksi ) Aktiva yang bersangkutan C. Group and Composit Method
Dalam perhitungan penyustan diatas semua penyusutan didasarkan kepada tiap unit ( individual ) aktiva tetap yang bersangkutan. Dalam metode group dan komposit ini diterapkan bukan secara individual tetapi secara keseluruhan, secara kelompok atau group.
Dibawah ini akan kita bedakan metode group dan metode komposit
1) Group Depreciation
Dalam metode ini aktiva yang sejenis dikelompokkan sebagai suatu kelompok tersendiri. Penyusutan digabungkan dalam suatu perkiraan tersendiri dan tingkat penyustannya dihitung berdasrakan rata – rata umur seluruh aktiva.
Dengan system ini, maka tidak akan ada nilai buku aktiva tetap per unit tidak ada aktiva tetap yang dihapuskan 100 %. Penyusutan dicatat berdasrakan sisa aktiva tetap yang ada tanpa memandang umurnya. Jika ada aktiva tetap yang ditarik atau dijual dicatat kedalam laporan Laba / Rugi.
Mukhlis Rambe : Analisis Investasi Aktiva Tetap Pada CV. Simpati Taxi, 2007. USU Repository © 2009
Dalam metode ini selalu digunakan Metode Garis Lurus ( Straight Line
Method )
2) Composit Depreciation
Jika dalam Group Depreciation aktiva tetap yang dikelompokkan adalah aktiva tetap sejenis, maka dalam kelompok Composit Depreciation aktiva tetap yang dikelompokkan adalah aktiav tetap yang tidak sejenis. Penyusutan dihitung dengan mencari Rate terlebih dahulu.
Metode penyusutan yang digunakan oleh CV. Simpati Taxi adalah Metode Garis Lurus ( Straight Line Method ). Penggunaan metode ini karena kemudahan dan kesederhanaan dalam pengaplikasiannnya, serta dapat mengalokasikan biaya secara wajar ke pendapatan berkala, perolehan aktiva dari periode ke periode berikutnya relatif sama.
Mukhlis Rambe : Analisis Investasi Aktiva Tetap Pada CV. Simpati Taxi, 2007. USU Repository © 2009