BAB IV DATA DAN ANALISA
B. Hasil Penelitian
1. Metode POE Dapat Meningkatkan PemahamanSiswa
Metode POE merupakan metode yang digunakan sebagai treatment
dalam proses penelitian yang akan dilaksanakan di SMA Tarakanita
Magelang.
2. Teori Hukum Archimedes dalam Fluida Statis
Hukum Archimedes dalam Fluida Statis merupakan materi pembelajaran
yang akan digunakan dalam penelitian. Materi Hukum Archimedes dalam
Fluida Statis juga merupakan bahan untuk membuat instrumen dalam
penelitian yang berupa pretest dan posttest.
3. Teori belajar, Pemahaman dan Kesenangan dalam belajar
Teori belajar dan pemahaman dalam belajar digunakan untuk analisis
20 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Design Penelitian
Secara umum design penelitian yang akan dilakukan termasuk
penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang
memerlukan data berupa nilai yang kemudian akan dianalisa. Design
penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Design One-Grup Pretest-Posttest. Design One-Grup Pretest-Posttest merupakan design yang hanya memerlukan satu kelompok untuk diobservasi. Pada design
ini juga digunakan pre-test untuk mengetahui konsep awal kelompok yang diobservasi dan diakhiri dengan post-test untuk mengetahui konsep akhir kelompok setelah dilakukan treatment.
Pada dasarnya, penelitian ini terdiri dari empat hal pokok yaitu, (1)
penyusunan instrumen, (2) pre-test, (3) pelaksanaan model pembelajaran POE dan (4) post-test.
B. Lokasi Penelitian
Penelitian ini berlokasi di SMA Tarakanita Magelang, Jalan Beringin
C. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2015.
D. Sampel Penelitian
Sampel penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA
Tarakanita Magelang.
E. Treatment
Treatment yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
pembelajaran POE (Predict-Observation-Explanation). Prosedur
pelaksanaan metode POE diuraikan sebagai berikut:
1. Pendahuluan
a. Kegiatan diawali dengan menginformasikan materi pelajaran
yang akan dibahas serta mengaitkan dengan materi pelajaran
sebelumnya.
b. Guru membagikan test pendahuluan yang digunakan sebagai
pre-test.
2. Kegiatan Inti
a. Siswa dibagi menjadi 5 kelompok, masing-masing terdiri dari 4-5
siswa.
b. Tiap-tiap kelompok diberikan LKS yng berkaitan dengan materi
c. Disediakan 3 macam fluida yaitu, air, air garam dan raksa.
Disediakan pula 4 macam barang dengan massa yang hampir sama
yaitu telur, kuningan, kayu dan plastik.
d. Siswa diminta memberikan prediksi apabila
1) Telur dimasukkan ke dalam air, air garam dan raksa.
2) Kuningan dimasukkan ke dalam air, air garam dan raksa.
3) Kayu dimasukkan ke dalam air, air garam dan raksa.
4) Plastik dimasukkan ke dalam air, air garam dan raksa.
e. Siswa kemudian diminta mengamati peristiwa apa yang terjadi
dengan melakukan percobaan sederhana di depan kelas.
f. Siswa diminta menjelaskan apakah hal tersebut sama dengan
prediksi yang dibuat? Mengapa?
g. Guru dan siswa secara bersama-sama menghitung massa jenis dari
tiap benda dan fluida yang digunakan.
h. Guru melengkapi pernyataan siswa mengenai peristiwa yang
terjadi dan memperbaiki apabila terjadi miskonsepsi.
3. Penutup
a. Siswa diminta menceritakan kembali secara singkat apa yang telah
mereka alami.
b. Guru memberi kesempatan kepada siswa yang ingin bertanya
d. Guru memberikan kesimpulan akhir tentang materi yang telah
diberikan.
e. Siswa mengisi angket kesenangan.
F. Instrumen Penelitian
1. Instrumen Pembelajaran
Pada penelitian ini digunakan dua macam instrumen pembelajaran
yaitu, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja
Siswa (LKS).
a. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran bertujuan untuk membantu
guru dalam mengarahkan jalannya proses belajar mengajar di
dalam kelas. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran terdiri atas:
1) Indentitas (Satuan Pendidikan, Kelas/Semester,
Mata Pelajaran, dan Alokasi Waktu)
2) Standar Kompetensi 3) Kompetensi Dasar 4) Indikator 5) Tujuan pembelajaran 6) Materi Pembelajaran 7) Metode Pembelajaran 8) Kegiatan Pembelajaran 9) Sumber Pembelajaran
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang digunakan
dalam penelitian ini secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 3.1
halaman 55.
b. Lembar Kerja Siswa (LKS)
Dalam penelitian ini, Lembar Kerja Siswa (LKS) digunakan
untuk memudahkan siswa mengerjakan tugas dalam pencapaian
tujuan pembelajaran. Lembar Kerja Siswa (LKS) digunakan dalam
penelitian ini secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 3.2
halaman 59.
2. Instrumen Pengumpulan Data
a. Pre-test dan Post-test
Pre-test dilakukan sebelum pembelajaran dimulai. Pre-test
digunakan untuk mengetahui kemampuan kognitif awal siswa dan
konsep awal siswa. Sedangkan post-test, digunakan untuk
mengetahui kemampuan kognitif akhir siswa dan konsep akhir
siswa setelah dilakukan suatu treatment tertentu. Pertanyaan dalam
pre-test dan post-test disusun dalam bentuk uraian dimana mengacu pada aspek kognitif, yang meliputi aspek pemahaman,
pengetahuan, aplikasi, dan analisis. Prosedur penyusunan pre-test
dan post-test meliputi: (1) aspek yang diukur dalam penelitian ini adalah aspek pemahaman, (2) indikator hasil belajar, dan (3)
menentukan skor soal. Kisi-kisi pre-test dan post-test dapat dilihat pada tabel 3.1 berikut:
Tabel 3.1 Kisi-Kisi Pretest dan Posttest
Nomor Soal Aspek yang Diukur Indikator Hasil Belajar
Pretest- Posttest Skor
1. Pengetahuan Siswa mampu mendefinisikan pengertian benda mengapung dalam suatu fluida Apa yang dimaksud dengan benda mengapung? 3
2. Pengetahuan Siswa mampu mendefinisikan pengertian benda tenggelam dalam suatu fluida Apa yang dimaksud dengan benda tenggelam? 3
3. Pemahaman Siswa mampu menjelaskan mengapa benda dapat mengapung dalam suatu fluida
Bagaimana sebuah benda dapat mengapung dalam suatu fluida?
4
4. Pemahaman Siswa mampu menjelaskan mengapa benda dapat melayang dalam suatu fluida
Bagaimana sebuah benda dapat melayang dalam suatu fluida?
Nomor Soal Aspek yang Diukur Indikator Hasil Belajar
Pretest- Posttest Skor
5. Pemahaman Siswa mampu menjelaskan mengapa benda dapat tenggelam dalam suatu fluida
Bagaimana sebuah benda dapat tenggelam dalam suatu fluida? 4 Total Skor 18
Dalam memberikan skor juga dipegunakan pedoman dasar yang
diuraikan dalam tabel 3.2 berikut:
Tabel 3.2 Pedoman Jawaban No.
Soal
Aspek yang
Diukur Pretest- Posttest
1. Pengetahuan Benda dikatakan terapung jika seluruh atau sebagian benda masih muncul diatas permukaan fluida dan benda tersebut tidak mengenai dasar wadah.
2. Pengetahuan Benda dikatakan tenggelam jika seluruh benda tersebut berada dalam fluida dan benda tersebut mengenai dasar fluida.
3. Pemahaman Suatu benda dapat terapung apabila massa jenis benda lebih kecil daripada massa jenis zat cair atau fluida.
Wb < FA
No. Soal
Aspek yang
Diukur Pretest- Posttest
ρb Vb g < ρf Vb g sehingga, ρb < ρf
4. Pemahaman Suatu benda dapat melayang apabila massa jenis benda sama dengan massa jenis zat cair atau fluida.
Wb = FA
ρb Vb g = ρf Vb g sehingga, ρb = ρf
5. Pemahaman Suatu benda dapat tenggelam apabila massa jenis benda lebih besar daripada massa jenis zat cair atau fluida.
Wb > FA
ρb Vb g > ρf Vb g maka, ρb > ρf
b. Angket Kesenangan
Angket kesenangan ini digunakan sebagai instrumen bantu
untuk mengetahui tingkat kesenangan siswa belajar fisika dengan
menggunakan metode POE. Dalam pembuatan angket ini
digunakan beberapa indikator sebagai landasan dalam membuat
suatu pernyataan. Indikator dan pernyataan angket dapat dilihat
Tabel 3.3 Indikator dan Pernyataan Angket tentang Kesenangan Indikator Nomor
Soal Pernyataan
Siswa antusias belajar fisika dengan metode POE
1. Saya suka dengan pembelajaran dengan metode POE dalam pokok bahasan hukun Archimedes dalam fluida statis
2. Saya ingin belajar fisika dengan model POE untuk pokok bahasan fisika yang lain Siswa aktif bertanya,
berdiskusi, dan menjawab pertanyaan saat proses belajar fisika dengan metode POE
3. Metode belajar hari ini membuat saya betah/kerasan belajar fisika
4. Saya tidak bermain-main (jalan-jalan, dsb) saat pembelajaran POE berlangsung
Siswa memberikan perhatian saat belajar fisika hukun
Archimedes dalam fluida statis dengan metode POE
5. Saya tidak mengantuk saat proses pembelajaran berlangsung
6. Saya memberikan perhatian penuh saat proses pembelajaran berlangsung
Siswa memiliki minat yang tinggi saat belajar fisika dengan metode POE
7. Saya tidak mengobrol dengan teman diluar pokok materi yang sedang dibahas
8. Saya tidak meninggalkan kelas selama proses belajar fisika dengan metode POE berlangsung.
Angket kesenangan ini digunakan dalam penelitian ini secara
lengkap dapat dilihat pada lampiran 3.3 halaman 64.
c. Lembar Observasi Siswa
Lembar observasi siswa digunakan untuk mengetahui tingkat
kesenangan siswa belajar fisika dengan menggunakan metode
POE. Selain itu, lembar observasi siswa juga dapat digunakan
diperoleh berdasarkan angket. Lembar observasi siswa dapat
dilihat pada tabel 3.4 berikut:
Tabel 3.4 Lembar Observasi Siswa Nomor Nama
Siswa
Tingkat Kesenangan Siswa Keterangan Rendah Cukup Tinggi
1.
2.
3.
dst.
G. Validitas
Validitas menunjukkan bahwa alat ukur yang digunakan sungguh
mengukur yang memang ingin diukur (Suparno, 2008). Menurut Sumarna
Supranata (Supranata, 2009), validitas adalah suatu konsep yang berkaitan
dengan sejauh mana tes telah mengukur apa yang seharusnya diukur.
digunakan untuk mengukur atau menentukan apakah suatu test sungguh
mengukur apa yang mau diukur yaitu apakah sesuai dengan tujuan.
Validitas menunjukkan pada kesesuaian, penuh arti, bergunanya
kesimpulan yang dibuat peneliti berdasarkan data yang dikumpulkan.
Kesimpulannya valid bila sesuai dengan tujuan penelitian (Suparno, 2007).
Penelitian ini menggunakan validitas content validity (validitas isi)
digunakan sungguh mengukur isi domain yang akan diukur. Apakah item
test sungguh mempresentasikan isi yang mau ditest (Suparno, 2007).
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam soal pre-test dan
post-test, harus dapat benar-benar mengukur pemahaman konsep siswa.
Dalam penelitian ini, Pretest dan posttest digunakan untuk mengukur pemahaman siswa dalam aspek kognitif pada pokok bahasan Hukum
Archimedes dalam fluida statis. Tercapainya hasil belajar siswa
ditunjukkan dengan tercapainya indikator hasil belajar. Soal Pretest dan
posttest terdiri dari lima soal uraian. Soal-soal di tersebut diharapkan mampu menunjukkan isi yang akan diukur. Selain menggunakan validitas
isi pada soal Pretest dan posttest, digunakan juga validitas ahli. Dalam penelitian ini, ahli yang menvaliditas soal Pretest dan posttest tersebut adalah guru fisika yang mengampu matapelajaran fisika kelas XI IPA.
Validasi yang digunakan dalam penelitian ini secara lengkap dapat dilihat
pada lampiran 3.4 halaman 66.
H. Analisis Data
1. Analisis Pre-test dan Post-test
Pre-test dilakukan sebelum pembelajaran dimulai. Pre-test
bertujuan untuk mengetahui kemampuan kognitif awal siswa. Dalam
penelitian ini soal pre-test berhubungan dengan hukum Archimedes dalam fluida statis. Sedangkan post-test, bertujuan untuk mengetahui
kemampuan kognitif akhir siswa setelah dilakukan suatu treatment
Masing-masing soal pre-test dan post-test akan diberikan skor. Pemberian skor tertera dalam tabel 3.5 Distribusi Skor Pre-test/Post-test Siswa. Skor tersebut merupakan data dari penelitian yang dilakukan. Data tersebut akan analisis dengan analisis statistika.
Tabel 3.5 Distribusi Skor Pretest/Posttest Siswa Nomor
Siswa
Skor untuk Setiap Aspek Soal Total Skor Nilai Akhir Pengetahuan Pemahaman (1) (2) (3) (4) (5) 1. 2. 3.
Untuk menentukan nilai akhir pre-test/post-test dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut :
Dari hasil yang diperoleh, peneliti dapat membandingkan skor
rata-rata pretest dan posttest untuk setiap aspek yang diukur. Hal tersebut tertera dalam tabel 3.6 Perbandingan Skor Rata-Rata Pretest dan
Posttest.
Untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar yang diperoleh
siswa dalam pembelajaran fisika pada pokok bahasan Hukum
Archimedes dalam fluida statis dengan menggunakan metode POE
kemudian dapat dibuat daftar nilai pre-test dan post-test sebagai berikut:
Tabel 3.6 Distribusi Hasil Pretest dan Posttest Nomor Siswa Nilai Pretest X1 Nilai Posttest X2 1. 2. 3.
Untuk mengetahui dan menunjukkan apakah ada peningkatan hasil
belajar siswa dalam belajar fisika menggunakan metode POE, maka
data dianalisis dengan menggunakan analisis statistik Test-T. Test-T
digunakan untuk mengetes dua kelompok yang dependent atau satu
kelompok yang sama ditest dua kali yaitu pretest dan posttest
(Suparno, 2007).
Persamaannya adalah sebagai berikut :
Dimana : X1 = nilai pretest
X2 = nilai posttest
D = perbedaan nilai (X1-X2)
Setelah Treal sudah diperoleh berdasarkan perhitungan di atas, maka
dibandingkan dengan Tcritical yang diperoleh dari tabel dengan level
signifikan . Jika maka signifikan, artinya
bahwa terjadi peningkatan prestasi belajar siswa yang mengacu pada
meningkatnya konsep/pemahaman belajar siswa dengan menggunakan
metode POE. Jika maka tidak signifikan yang
berarti bahwa tidak terjadi peningkatan prestasi dengan adanya
treatment yang diberikan (Suparno, 2007).
2. Analisis Kualitatif
Jawaban-jawaban siswa dapat juga dianalisis secara kualitatif.
Dari semua jawaban dapat dirangkum dan dilihat konsep dasar yang
diketahui siswa tentang hukum Archimedes. Kemudian
jawaban-jawaban tersebut dibandingkan dengan konsep setelah pembelajaran
dengan metode POE. Hal ini dilakukan untuk melihat ada atau
tidaknya peningkatan pemahaman konsep antara konsep dasar siswa
dengan konsep siswa setelah dilakukan pembelajaran dengan metode
POE.
3. Analisis Angket Kesenangan
Penelitian ini juga memperoleh data dari siswa melalui angket.
Angket kesenangan digunakan sebagai data untuk mengetahui apakah
statis tentang mengapung, melayang dan tenggelam dengan metode
POE. Angket kesenangan yang digunakan terdiri dari 8 item soal
pernyataan.
Pada umumnya disediakan lima (5) opsi pilihan untuk tiap item
soal pernyataan. Namun dalam penelitian ini hanya menggunakan
empat (4) opsi pilihan dengan meniadakan opsi pilihan KB (Kurang
Benar) untuk mengurangi jawaban yang ragu-ragu.
Oleh karena itu untuk masing-masing pernyataan diberikan pilihan
sebagai berikut:
1) STB : Sangat Tidak Benar;
2) TB : Tidak Benar;
3) B : Benar;
4) SB : Sangat Benar.
Masing-masing pilihan diberi skor seperti pada tabel 3. 7 sebagai
berikut:
Tabel 3.7 Penyekoran Pilihan
Pilihan Skor
STB 1
TB 2
B 4
SB 5
Berdasarkan tabel 3.7 tersebut, siswa akan memperoleh skor minimum
pernyataan sebanyak delapan (8) item. Selanjutnya dibuat klasifikasi
seperti pada tabel 3.8 berikut:
Tabel 3.8 Klasifikasi Tingkat Kesenangan
Interval Tingkat Kesenangan Frekuensi Presentase (%) 31-40 Sangat Tinggi
23-30 Tinggi 17-22 Rendah
8-16 Sangat Rendah
Berdasarkan data tersebut dapat diketahui apakah metode POE
disenangi siswa. Hal ini dapat dilihat dari besarnya presentase siswa
yang senang saat belajar menggunakan metode POE. Jika jumlah
presentase senang dan sangat senang lebih dari 50% maka, dapat
disimpulkan bahwa siswa senang belajar tentang hukum Archimedes
dalam fluida statis tentang mengapung, melayang dan tenggelam
36
BAB IV
DATA DAN ANALISA A. Deskripsi Penelitian
1. Kegiatan Pelaksanaan Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMA Tarakanita Magelang pada tanggal
Penelitian ini terdiri dari obsevasi kelas dan pengambilan data. Uraian
kegiatan dan jadwal kegiatan tertera pada tabel 4.1 sebagai berikut:
Tabel 4.1 Jadwal Kegiatan
No Hari/ Tanggal Kegiatan
1. Oktober 2014-Desember 2014 Observasi kelas (meng-amati situasi kelas saat pembelajaran berlangsung) 2. Selasa, 5 mei 2015 Melakukan set alat dan set
ruang kelas
3. Rabu, 6 Mei 2015 Pengambilan data dalam pembelajaran (Pre-test dan treatment).
4. Kamis, 7 mei 2015 Pengambilan data dalam pembelajaran (Post-test).
2. Pelaksanaan Penelitian dan Data Penelitian
Kegiatan pertama yang dilakukan dalam penelitian ini adalah
melakukan pre-testuntuk mengetahui pemahaman konsep awal siswa pada materi fluida statis tentang Hukum Archimedes. Data diambil dari seluruh
siswa kelas XI IPA SMA Tarakanita Magelang yang berjumlah 30 siswa.
pre-test. Delapan siswa tidak dapat mengikuti pre-test karena sedang mengikuti persiapan perlombaan ansanble, basket dan debat. Sedangkan
pada saat pengambilan data post-test, siswa yang ikut sebanyak 30 siswa. Namun karena delapan anak tidak mengikuti pre-test maka, data yang bisa dianalisis sebanyak 22 data.Berdasarkan data yang diperoleh didapatkan
hasil Skorpre-test yang seperti pada tabel4.2 sebagai berikut:
Tabel 4.2 Distribusi Skor Pretest Siswa Nomor
Siswa
Skor untuk Setiap Aspek Soal Total Skor Nilai Akhir Pengetahuan Pemahaman (1) (2) (3) (4) (5) 1. 1 1 1 1 1 5 27,77 2. 1 1 2 3 3 10 55,55 3. 1 1 3 3 3 11 61,11 4. 2 2 1 1 1 7 38,88 5. 1 1 3 3 3 11 61,11 6. 1 1 3 3 3 11 61,11 7. 2 2 3 3 1 11 61,11 8. 1 2 2 2 2 9 50 9. 2 1 1 1 1 6 33,33 10. 1 1 1 1 1 5 27,77 11. 1 1 1 1 1 5 27,77 12. 1 2 1 1 1 6 33,33 13. 2 1 1 1 1 6 33,33 14. 2 2 2 3 3 12 66,66 15. 2 1 1 1 1 6 33,33 16. 2 2 1 1 1 7 38,88 17. 1 1 1 1 1 5 27,77
Nomor Siswa
Skor untuk Setiap Aspek Soal Total Skor Nilai Akhir Pengetahuan Pemahaman (1) (2) (3) (4) (5) 18. 2 2 3 3 3 13 72,22 19. 2 2 3 3 3 13 72,22 20. 2 2 1 3 1 9 50 21. 2 2 1 1 1 7 38,88 22. 1 1 2 1 2 7 38,88
Kegiatan kedua yang dilakukan adalahmemberikan treatment berupa
pembelajaran tentang Hukum Archimedes sesuai dengan metode POE. Setelah diberikan treatment, dilakukan post-test untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan pemahaman konsep siswa tentang Hukum
Archimedes . Berdasakan data yang diperoleh didapatkan hasil Skor post-test yang seperti pada tabel 4.3 sebagai berikut:
Tabel 4.3 Distribusi Skor Posttest Siswa Nomor
Siswa
Skor untuk Setiap Aspek Soal Total Skor Nilai Akhir Pengetahuan Pemahaman (1) (2) (3) (4) (5) 1. 1 1 3 3 3 11 61,11 2. 1 1 3 1 3 9 50 3. 2 2 3 3 3 13 72,22 4. 1 1 1 1 1 5 27,77 5. 2 2 2 2 2 10 55,55 6. 2 2 3 3 3 13 72,22 7. 2 2 3 3 3 13 72,22
Nomor Siswa
Skor untuk Setiap Aspek Soal Total Skor Nilai Akhir Pengetahuan Pemahaman (1) (2) (1) (2) (1) 8. 2 3 4 4 4 17 94,44 9. 1 1 2 1 1 6 33,33 10. 1 1 3 4 3 12 66,66 11. 1 1 3 3 3 11 61,11 12. 2 2 3 3 3 13 72,22 13. 2 1 1 1 1 6 33,33 14. 1 1 3 3 3 11 61,11 15. 2 3 1 1 1 8 44,44 16. 2 2 4 4 4 16 88,88 17. 3 3 1 3 3 13 72,22 18. 2 2 3 3 3 13 72,22 19. 2 3 3 3 3 14 77,77 20. 2 2 3 3 3 13 72,22 21. 2 2 4 4 4 16 88,88 22. 2 2 2 2 2 10 55,55
Dari hasil yang diperoleh, dapatdibandingkan skor rata-rata pre-test
dan post-test untuk setiap aspek yang diukur. Dalam penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan pemahaman konsep siswa yang
dapat dilihat dari peningkatan hasil belajar yang diperoleh siswa dalam
pembelajaran fisika pada pokok bahasan Hukum Archimedes dalam fluida
statis dengan menggunakan metode POE dapat diukur melalui tes hasil
B. Analisis
1. Metode POE Dapat MeningkatkanPemahaman Siswa a. Data Pre-test dan Post-test
Dalam penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan
pemahaman konsep siswa yang dapat dilihat dari peningkatan hasil belajar
yang diperoleh siswa dalam pembelajaran fisika pada pokok bahasan
Hukum Archimedes dalam fluida statis dengan menggunakan metode POE
dapat diukur melalui tes hasil belajar secara kuantitatif.
Tabel 4.4 Distribusi Hasil Pretest dan Posttest Nomor Siswa Nilai Pretest X1 NilaiPosttes t X2 � = � − � � 1. 27,77 61,11 -33,34 1111,556 2. 55,55 50 5,55 30,8025 3. 61,11 72,22 -11,11 123,4321 4. 38,88 27,77 11,11 123,4321 5. 61,11 55,55 5,56 30,9136 6. 61,11 72,22 -11,11 123,4321 7. 61,11 72,22 -11,11 123,4321 8. 50 94,44 -44,44 1974,914 9. 33,33 33,33 0 0 10. 27,77 66,66 -38,89 1512,432 11. 27,77 61,11 -33,34 1111,556 12. 33,33 72,22 -38,89 1512,432 13. 33,33 33,33 0 0 14. 66,66 61,11 5,55 30,8025 15. 33,33 44,44 -11,11 123,4321 16. 38,88 88,88 -50 2500 17. 27,77 72,22 -44,45 1975,803
Nomor Siswa Nilai Pretest X1 NilaiPosttes t X2 � = � − � � 18. 72,22 72,22 0 0 19. 72,22 77,77 -5,55 30,8025 20. 50 72,22 -22,22 493,7284 21. 38,88 88,88 -50 2500 22. 38,88 55,55 -16,67 277,8889 � ̅̅̅̅ = 45,955 �̅̅̅̅ = 63,885
Untuk mengetahui dan menunjukkan apakah ada peningkatan hasil
belajar siswa dalam belajar fisika menggunakan metode POE, maka data
dianalisis dengan menggunakan analisis statistik Test-T. Test-T digunakan untuk mengetes dua kelompok yang dependent atau satu kelompok yang
sama ditest dua kali yaitu pretest dan posttest (Suparno, 2007).
Dengan menggunakan persamaan pada halaman 32 dan melihat hasil
perhitungan pada table 4.4, diperoleh hasil sebagai berikut :
∑ D = -394.46 (∑ D)2 = 155598,7 ∑ D2 = 15710,79 N = 22 �̅̅̅ = 45,955 �̅̅̅ = 63,885 |�����| = | | �̅̅̅ − �̅̅̅ √∑� −∑ �� � �− | |
|�����| = | | , − , √ , − 555 , − | | |�����| = || − , √ , − , || |�����| = || − , √ , || |�����| = |− , √ , | |�����| = |− ,, | |�����| = |− , |
Treal sudah diperoleh berdasarkan perhitungan di atas sebesar
|− , |, maka dibandingkan dengan Tcritical yang diperoleh dari tabel dengan level signifikan � = , sebesar 2,086. Oleh karena itu, |�����| > |���������| maka signifikan.
b. Analisis Kualitatif
Jawaban-jawaban siswa dapat juga dianalisis secara kualitatif. Dari
semua jawaban dapat dirangkum dan dilihat konsep dasar yang diketahui
siswa tentang hukum Archimedes. Kemudian jawaban-jawaban tersebut
Hal ini dilakukan untuk melihat ada atau tidaknya peningkatan
pemahaman konsep antara konsep dasar siswa dengan konsep siswa
setelah dilakukan pembelajaran dengan metode POE. Rangkuman jawaban
berdasarkan soal-soal yang digunakan disajikan seperti berikut:
1. Definisi benda mengapung dalam suatu fluida
Pre-test : Benda di atas permukaan air
Post-test : Seluruh atau sebagian benda di atas permukaan air dan tidak menyentuh dasar fluida
Perubahan : Seluruh atau sebagian benda di atas permukaan air dan tidak menyentuh dasar fluida
2. Definisibenda tenggelam dalam suatu fluida
Pre-test : Benda di dasar air.
Post-test : Seluruh benda masuk dalam fluida dan benda di dasar fluida.
Perubahan :Seluruh benda masuk dalam fluida dan benda di dasar fluida
3. Penyebab benda dapat mengapung dalam suatu fluida
Pre-test : Massa benda lebih kecil dari massa fluida.
Post-test : Massa jenis benda lebih kecil dari massa jenis fluida.
Perubahan :Massa jenis benda lebih kecil dari massa jenis fluida
4. Penyebabbenda dapat melayang dalam suatu fluida
Pre-test : Massa benda lebih sama dari massa fluida.
Post-test : Massa jenis benda lebih sama dari massa jenis fluida.
Perubahan :Massa jenis benda lebih sama dari massa jenis fluida
5. Penyebabbenda dapat tenggelam dalam suatu fluida
Pre-test : Massa benda lebih besar dari massa fluida.
Post-test : Massa jenis benda lebih besar dari massa jenis fluida.
Perubahan :Massa jenis benda lebih besar dari massa jenis fluida