BAB 2. METODOLOGI 2.1. Umum
1. Hanya wawancara perilaku: Survei Surveilans Perilaku (SSP),
2.6. Metode Sampling Kelompok Pengguna Napza Suntik (Penasun) dan LSL
2.6.1. Umum
Kelompok pengguna napza suntik (Penasun) atau injecting drugs user (idu) adalah sebuah populasi yang tersembunyi yang sangat sulit dijangkau, berkenaan dengan kriminalisasi dari perilaku yang mencirikan kelompok ini. Dengan kata lain, kelompok yang sangat sulit dijangkau karena sifatnya yang tersembunyi. Metode sampling yang sering digunakan seperti cluster sampling tidak dapat digunakan pada pemilihan sampel kelompok Penasun karena tidak tersedia kerangka sampel bagi kelompok tersebut. Ciri yang hampir sama dengan Penasun adalah juga diperlihatkan pada kelompok LSL, sehingga untuk kelompok ini juga agak sulit untuk menerapkan metode cluster sampling.
Informasi
Lokasi Data Lokasi
Print Data (Program CIS) Daftar Lokasi Listing Lokasi Hasil Listing Entri Data (Program CIS) Peta Wilayah Penentuan Wilayah Kerja Updating (Program CIS) DataLokasi yang Telah Diupdate Kerangka Sampel Lokasi
Pilih Sampel Lokasi
(Program CIS)
Pilih Sampel Responden Peta Wilayah
Kerja
Douglas D. Heckathorn, Ph.D, Profesor Sosiologi dari Cornell University, pada tahun 1997 telah mengembangkan suatu metode untuk memilih sampel kelompok yang sulit dijangkau yaitu Respondent Driven Sampling (RDS). Metode RDS ini merupakan bagian dari Chain Referral Sampling (CRS) seperti halnya Snowball Sampling dan Network Sampling. Keunggulan dari metode RDS adalah sampel yang didapat merupakan sampel yang berpeluang (probability sample) sehingga dapat dilakukan analisis secara statistik termasuk penghitungan standard error. Paket program yang dapat digunakan untuk analisis data yang dihasilkan dari metode RDS adalah RDS Program Versi 3.0 (28 Mei 2003).
Metode RDS ini digunakan untuk menangkap informasi dari kelompok yang sulit dijangkau atau populasi tersembunyi karena perilakunya yang berisiko (sehingga mereka “menyembunyikan diri” atau mengkamuflase diri seperti populasi umum). Yang dimaksud perilaku berisiko adalah perilaku yang tidak umum dilakukan dan mengandung risiko, seperti orang yang suka sesama jenis atau pengguna narkoba.
2.6.2. Metode RDS
Respondent driven sampling (RDS) adalah sebuah teknik sampling secara jemput bola (snowball) berdasarkan pada kuota perekrutan (yang menghindari perekrutan keseluruhan sampel dari sejumlah individu yang terbatas) dan insentif rangkap untuk memotivasi perekrut dan yang direkrut. Seed yang mendasari gelombang nol akan merekrut mereka yang membentuk gelombang perekrutan pertama (dan seterusnya). Dalam teori, kehomogenan sampel bisa dicapai sesudah paling tidak 3 gelombang perekrutan. RDS berawal dari sejumlah kecil peserta yang dipilih secara purposif yang biasanya disebut seed, yang seharusnya dipilih seheterogen mungkin untuk memastikan bahwa sembarang anggota kelompok kemungkinan besar untuk direkrut. Untuk memberikan akses kepada seluruh peserta, penting untuk dipastikan bahwa klinik akan tetap buka pada akhir pekan. Jam buka adalah dari jam 12 siang sampai dengan jam 9 malam bagi gay untuk menjamin akses kepada gay yang bekerja. Bagi Penasun mungkin tidak direkomendasikan untuk buka pada malam hari dan jam kerja akan didiskusikan dengan LSM-LSM setempat.
2.6.2.1. Pemilihan SEED
Target Penasun/LSL yang diberikan kupon pertama kali (selanjutnya disebut seed) adalah sekitar 8 orang. Seed yang direkrut adalah orang yang dapat memotivasi orang lain untuk ikut dalam program dan mereka harus mendukung tujuan dari program ini. Di samping itu seed ini diusahakan berasal dari orang dengan karakteristik yang beragam, karakteristik tersebut misalnya umur, jenis kelamin, wilayah tempat tinggal, status sosial dan ekonomi, dan sebagainya.
Pada awalnya dipilih sebanyak 8 seed namun bila dalam tenggat waktu survei sampel size belum terpenuhi bisa ditambahkan beberapa seed lagi. Seed akan dipilih
oleh staf LSM yang menyediakan pelayanan kepada kelompok sasaran. Seed tersebut seharusnya dikenal baik dan diterima luas oleh kalangan mereka. Selain itu juga diharapkan bahwa yang dipilih adalah orang yang dapat memotivasi orang lain untuk ikut dalam program dan mereka harus mendukung tujuan dari program ini. Umumnya diusulkan kepada para anggota pekerja dari target populasi untuk bertindak sebagai seed. Dalam survei ini, 8 seed yang akan diberi kupon pertama kali akan dipilih di masing-masing lokasi. Setiap seed akan diminta untuk merekrut 3 Penasun/LSL, sehingga para seed ini akan diberikan 3 kupon untuk diberikan kepada teman-teman sekomunitasnya sesama Penasun/LSL yang berkenan untuk direkrut.
Seed diusahakan berasal dari berbagai kelompok umur dan tinggal di wilayah yang berbeda di kota yang disurvei serta dari latar belakang sosial ekonomi yang beragam. Sebagai contoh untuk pelaksanaan di Kota Palembang, seed dipilih dari setiap daerah tongkrongan yang tersebar di seluruh wilayah Kota Palembang. Karakteristik dari setiap seed di Kota Palembang dapat dilihat seperti tabel berikut:
Sebaran Seed di Kota Palembang menurut Wilayah Tongkrongan dan Karakteristik
Seed
Usia Jenis kelamin Status Pekerjaan < 25 th > 25 th L P Pelajar Mhs/ Pekerja Pengang-guran
1 - - - - 2 - - - - 3 - - - - 4 - - - - 5 - - - - 6 - - - - 7 - - - - 8 - - - - 2.6.2.2. Rapat persiapan
Untuk menjamin proses perekrutan akan berlangsung cepat dalam target populasi, para seed dan para petugas dari LSM-LSM yang bersangkutan harus memahami tujuan dan metode survei dengan baik. Di setiap lokasi, seed-seed diundang bersama dengan beberapa petugas penjangkau LSM untuk pertemuan satu hari yang menjelaskan tujuan survei, kriteria yang memenuhi syarat dan prosedur perekrutan, standar ke-anoniman dan kerahasiaan, data perilaku dan biologis yang dikumpulkan, prosedur klinis, dan keuntungan bagi para peserta. Kepada seluruh yang direkrut akan dijelaskan bahwa survei ini akan diadakan untuk periode waktu yang singkat (tidak lebih dari 3 minggu) dan pemberian kupon akan selesai ketika ukuran sampel telah tercukupi.
2.6.2.3. Mekanisme perekrutan responden
Sesudah para seed memahami prosedur survei dengan baik, seed-seed ini akan diwawancarai dan diambil spesimen biologisnya. Setelah tahapan ini selesai, mereka akan diberikan 3 (tiga) kupon perekrutan yang tidak dapat digandakan (kupon berwarna) yang diberi nomor dalam sebuah cara sedemikian rupa sehingga akan memungkin bagi para pelaksana survei untuk menelusuri jejak dari siapa merekrut siapa sehingga setelah survei selesai bisa dibuat diagram pohon untuk mengetahui hierarki perekrutan. Diagram pohon tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:
2.6.2.4. Penomoran dan pengkodean kupon
Kupon akan membawa pesan netral yang tidak akan memungkinkan pengidentifikasian pemegang sebagai seorang gay atau Penasun tetapi akan merinci informasi tentang bagaimana menjangkau klinik (termasuk nomor telepon). Setiap kupon diberi kode 6 (enam) digit angka yaitu:
## (nomor seed) # (nomor gelombang)
### (nomor urut responden perekrut)
Setiap perekrut akan menerima tiga kupon dengan penomoran yang identik, dan diminta untuk diberikan kepada 3 (tiga) teman sekomunitasnya yang direkrut untuk berpartisipasi sebagai responden berikutnya.
Seed 1 IDU 1 IDU 2 IDU 1 IDU 2 IDU 1 IDU 2 IDU 1 IDU 2 IDU 1 IDU 2 IDU 1 IDU 2 Seed 8 IDU 1 IDU 2 IDU 1 IDU 2 IDU 1 IDU 3 IDU 1 IDU 3 IDU 1 IDU 3 IDU 1 IDU 3 IDU 3 IDU 3 IDU 3 IDU 3 IDU 3 IDU 3 IDU 3 IDU 3 IDU 2