KAPITAL SOSIAL
C. Metode Survey
Pendekatan ini lebih tepat dilakukan bila data pasar tidak tersedia sehingga akhirnya harus melakukan survei untuk memperoleh data yang relevan dan akurat. Metode valuasi ekonomi berdasarkan atas data survei yang umumnya digunakan adalah valuasi kontingen. Sesuai dengan namanya, teknik ini memerlukan data yang dikumpulkan dari individu dan analisis nya berdasarkan pada pasar hipotetis atau pasar yang diandaikan yang dalam kenyataannya tidak ada. Individual ditanyai tentang keinginannya untuk membayar (willingness to pay) barang dan jasa tertentu. Metode ini biasanya digunakan untuk menduga nilai ekonomi suatu ekosistem yang mengalami perubahan kualitas atau sumberdaya yang masih asli serta belum dijamah serta fungsi suatu sumberdaya yang sulit dinilai secara langsung atau tidak langsung dengan harga pasar.
Selama ini ada tiga jenis cara mengajukan pertanyaan dalam survei untuk memperoleh data yaitu:
Pertanyaan terbuka,
Pertanyaan yang disertakan pilihan jawaban (payment card), serta
Pertanyaan yang dijawab “ ya” (setuju) atau tidak setuju.
Pertanyaan didahului dengan uraian yang jelas tentang kondisi sumberdaya atau lingkungan yang akan dinilai. Maksudnya supaya responden memiliki gambaran yang jelas tentang objek yang akan ditanyakan. Dengan demikian jawaban responden mendekati nilai sebenarnya objek itu. Bagi responden yang mengenal objek studi dengan baik, biasanya pertanyaan terbuka lebih sesuai. Dalam hal ini jawaban responden adalah nilai tertentu. Pertanyaan dengan pilihan jawaban biasanya ditujukan kepada mereka yang sudah mengenal dengan baik objek studi tetapi tidak mempunyai gagasan tentang nilai objek itu. Supaya jawaban bisa diberikan dalam bentuk nilai tertentu, responden diajukan alternatif jawaban untuk dipilih.
Pertanyaan yang dijawab dengan setuju atau tidak setuju, umumnya ditujukan bagi mereka yang tidak begitu mengenal objek studi baik secara fisik maupun nilai. Setelah diuraikan tentang keadaan objek dan nilainya, responden ditanyai pendapatnya. Kelemahan cara ini yaitu bisa saja seluruh atau sebagian responden tidak setuju dengan nilai yang diajukan yang berarti analisis dan interprestasi data akan sangat sulit. Sebaliknya bila sebagian besar atau seluruh responden setuju dengan nilai yang diajukan, analisis dan interprestasi data akan sangat mudah.
Nilai sumberdaya atau lingkungan dapat berupa nilai tengah dari seluruh jawaban. Selain itu, nilai tersebut bisa diajukan dalam bentuk suatu interval (nilai tengah dengan standar deviasinya). Ukuran pemusatan lainnya seperti mode, dapat juga digunakan. Analisis bisa dilanjutkan untuk pengaruh atribut responden terhadap nilai yang diajukan. Misalnya, bisa dilihat latar belakang pendidikan dan pekerjaan terhadap nilai yang diberikan.
Valuasi ekonomi lingkungan merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Namun, ini dapat dilakukan dengan menggunakan hasil valuasi yang telah dilakukan oleh tim ahli untuk menilai pencemaran lingkungan yang sejenis. Istilah ini disebut dengan transfer manfaat (Garrod dan Willis, 1999). Cara ini dianggap valid jika digunakan untuk mengambil kebijakan dalam memberikan kompensasi kepada pihak yang dirugikan, dan memberikan subsidi kepada pihak yang telah melakukan perbaikan lingkungan (Ready, et al., 2004; Rozan, 2004).
Daftar Pustaka
Sukirno, Sadono. 2006. Ekonomi Pembangunan: Proses, Masalah, Dan Dasar Kebijakan. Edisi Kedua. Kencana. Jakarta.
Kuncoro, Mudrajad. 1997. Ekonomi Pembangunan: Teori, Masalah, Dan Kebijakan. Edisi Pertama. UPP AMP YKPN. Yogyakarta.
Suparmoko. 1989. Ekonomi Sumberdaya Alam Dan Lingkungan (Suatu Pendekatan Teoritis). Edisi Ketiga. BPFE. Yogyakarta.
Todaro, M.P. 2000. Economic Development. Seventh Edition. Addison-Wesley Longman Limited. London.
Todaro, M.P. 1997. Economic Development. Sixth Edition. Haris Munandar (penterjemah). Penerbit Erlangga. Jakarta.
Fauzi, Akhmad. 2004. Ekonomi Sumber Daya Alam Dan Lingkungan: Teori Dan Aplikasi. Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Suyamto, D. A. Dan Van Noordwijk, M. 2005. Studi Skenario Tata Guna Lahan Di Nunukan, Kalimantan Timur (Indonesia): Faktor Penyebab, Sumber Penghidupan Lokal, Dan Cadangan Karbon Yang Relevan Secara Global. World Agroforestry Centre.
Suyamto, D. A.. Van Noordwijk, M. Dan Lusiana, B. 2004. Respon Petani Kopi Terhadap Gejolak Pasar Dan Konsekuensinya Terhadap Fungsi Tata Air: Suatu Pendekatan Pemodelan. Agrivita Vol. 26 No.1. p. 118 -131.
Stoorvogel, J. And Antle, J. M. 2000. Regional Land Use Analysis: The Development Operational Tools. http://www.tradeoffs.montana.edu
Suroso dan Susanto, H. A. 2006. Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Debit Banjir Daerah Aliran Sungai Banjaran. Jurnal Teknik Sipil Vol. 3 No. 2. p. 75 – 80.
Nasution, Zulkifli. 2005. Evaluasi Lahan Daerah Tangkapan Hujan Danau Toba Sebagai Dasar Perencanaan Tata Guna Lahan Untuk Pembangunan Berkelanjutan. Pidato Pengukuhan Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Medan, Sumatera Utara. 26 Mei 2005.
Hite, D., et.al. 2000. Factors Affecting Land Use Change At The Rural-Urban Interface.
Rajan, K. S. And Shibasaki, R. 1999. Model Simulated Land Use/Cover Change In Thailand- Result From AGENT-LUC Model. http://www.GISdevelopment.net
Rajan, K. S. And Shibasaki, R. 2001. A GIS Based Integrated Land Use/Land Cover Change Model To Study Agricultural And Urban Land Use Changes. Makalah Disampaikan pada 22nd Asian Conference On Remote Sensing. 5-9 Nopember 2001.
Long, H., Heilig, G. K., Li. X., and Zhang, M. 2005. Socio-economic Development And Land Use Change: Analysis Of Rural Housing Land Transition In The Transect Of The Yangtse River, China. http://www.sciencedirect.com
Agarwal, C., et.al. 2000. A Review And Assessment of Land Use Change Models: Dynamic Of Space, Time, And Human Choice. http://www.cipec.org
Bhattarai, G., et.al. 2006. A Simple Bioeconomic Modeling Of Land Use And Its Impact On Water Quality And Agricultural Returns. Makalah Disampaikan pada SERA-IEG 30 Annual Meeting. 18-19 Mei 2006.
Jones, R. 2005. A Review of Land Use/Land Cover and Agricultural Change Models. Stratus Consulting Inc. for the California Energy Commission, PIER Energy-Related Environmental Research. CEC-500-2005-056.
U.S. Geological Survey. 1999. Analyzing Land Use Change In Urban Environment. USGS Fact Sheet 188-99.
Hubacek, K., Vasques, J. 2002. The Economics Of Land Use Change. http://www.iiasa.ac.at
Jantz, P., et.al. 2005. Urbanization And The Loss Of Resource Lands In The Chesapeake Bay Watershed. Environmental Management Vol. 36 No.6. p. 808-825.
Hammes, J.J. 2005. Essays on the Political Economy of Land Use Change. Department Of Economics Göteborg University.
Haberl, H. and Krausmann, F. 2003. Land Use Change And Socio-economic Metabolism: An Approach To Analyze Coupled Human-Environment Systems. http://www.iff.ac.at
Skole, D. L. 2002. Tracking Change For Land Use Planning And Policy Making.
http://www.ippsr.msu.edu
Norris, P., et.al. 2002. Managing Land Use Change And Michigan’s Future.
http://www.msue.msu.edu
Bryan, B. and Marvanek, S. 2004. Quantifying And Valuing Land Use Change For Integrated Catchment Evaluation Management In The Murray-Darling Basing 1996/97-2000/01. CSIRO Land And Water Client Report.
Alig, R. and Ahearn, M. C. 2001. Effects Of Policy And Technological Change On Land Use. Economics Of Rural Land Use Change p. 28-39.
Giyarsih, S. R. 2006. Pola Transformasi Spasial Di Koridor Segitiga Pertumbuhan JOGLOSEMAR. Makalah disampaikan pada Workshop Penelitian Berorientasi Paten. Jakarta.
U.S. EPA, 2000. Projecting Land-Use Change: A Summary of Models for Assessing the Effects of Community Growth and Change on Land-Use Patterns. EPA/600/R-0/098. U.S. Environmental Protection Agency, Office of Research and Development, Cincinnati, OH. Lubowski, R. N., et.al. 2003. Determinants Of Land Use Change In The United States 1982-
1997. http://www.rff.org
Kline, J. D. and Alig, R. J. 2001. A Spatial Model Of Land Use Change For Western Oregon And Western Washington. Pacific Northwest Research Station. Portland.
Koomen, E. and Buurman, J. 2002. Economic Theory And Land Prices In Land Use. Makalah disampaikan pada 5th AGILE Conference On Geographic Information Science. 25-27 April 2002.
Templeton, S. R. 2004. Demographic, Economic, And Political Determinants Of Developed Land Use. Department Of Applied Economics And Statistics. Clemson University.
http://www.clemson.edu
Su, X.F., et.al. 2006. A Conceptual Model For Simulating Farmer Decisions And Land Use Change. http://www.csiro.au
Zhou, B. and Kockelman, K. M. 2006. Neighborhood Impacts On Land Use Change: A Multinomial Logit Model Of Spatial Relationship. http://www.utexas.edu
Barret, J. 2005. Forecasting The Fiscal Impacts Of Land Use Change: Weston Nurseries Offering Hopkinton, Massachusetts. Hopkinton Land Use Study Committee. Boston. Suryandari, Ratnawati. 2006. Perluasan Bandaraya Metropolitan Jakarta Dan Impaknya
Terhadap Guna Tanah Dan Corak Pekerjaan Penduduk Pinggiran: Kes Bandar Baru Bumi Serpong Damai. Geografia Vol. 1 Issue 1. p. 1-22.
Do Ó, A. and Roxo, M. J. 2000. Driving Forces Of Land Use Changes In Alentejo And Its Impact On Soil And Water. http://www.e-geo.csh.unl.pt
Safirova, E., et.al. 2006. Congestion Pricing: Long-Term Economic And Land Use Effects.
http://www.rff.org
Shi, L. H. 1999. Economic Analysis And Land Use Policy. Proc. Workshop sponsored by the US Environmental Protection Agency’s Office Of Economy and Environment and National Center For Environmental Research And Quality Assurance. 2 Desember 1999.
Jussila, J. 2003. Political Economy Of Land Use And Logging In Presence Of Externalities. Makalah disampaikan pada European Summer School. 1-6 September 2003.
Brueckner, J. K. 2006. Government Land-Use Interventions: An Economic Analysis. Makalah disampaikan pada 4th Urban Research Symposium at World Bank.
Bergeron, G. and Pender, J. 1999. Determinants Of Land Use Change: Evidence From A Community Study In Honduras. Environment And Production Technology Division Discussion Paper.
Iqbal, M dan Sumaryanto. 2007. Strategi Pengendalian Alih Fungsi Lahan Pertanian Bertumpu Pada Partisipasi Masyarakat. Analisis Kebijakan Pertanian Vol. 5 No. 2. p. 167-182. Long, H., et.al. 2005. Socio-economic Driving Forces Of Land Use Change In Kunshan, The
Yangtse River Delta Economic Area Of China. http://www.sciencedirect.com
Hadiyanto, Handoko. 2003. Kontribusi Dan Dampak Sektor Tanaman Pangan Terhadap Struktur Perekonomian Wilayah Propinsi Bengkulu. Jurnal Penelitian UNIB Vol. IX No. 3. p. 163-168.
Subejo. 2007. Memahami Dan Mengkritisi Kebijakan Pembangunan Pertanian Di Indonesia. Makalah disampaikan pada Temu Nasional Mahasiswa Pertanian Indonesia/Latihan Kepemimpinan Dan Manajemen Mahasiswa, UGM. 15 Februari 2007.
Republik Indonesia. 2007. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang. Maulana, M. 2004. Peranan Luas Lahan, Intensitas Pertanaman dan Produktivitas Sebagai
Sumber Pertumbuhan Padi Sawah di Indonesia 1980-2001. Jurnal Agro Ekonomi Vol. 22 No. 1. p. 74-95.
Verbist, B. et.al. 2004. Penyebab Alih Guna Lahan dan Akibatnya Terhadap Fungsi Daerah Aliran Sunga (DAS) Pada Lansekap Agroforestri Berbasis Kopi di Sumatera. Jurnal Agrivita Vol. 26. No. 1. p. 29-38.
Suherman, M. 2004. Analisis Alih Fungsi Lahan Pertanian dan Pengaruhnya Terhadap Produksi Padi, Jagung, dan Kedelai di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Tesis. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
Rahmanto, B. et.al. 2003. Persepsi Mengenai Multifungsi Lahan Sawah dan Implikasinya Terhadap Alih Fungsi Ke Penggunaan Non Pertanian. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Bogor.
Soemarno. Konsepsi Sumberdaya Lahan. Modul Mata Kuliah Evaluasi Lahan dan Landuse Planning Universitas Brawijaya. Malang.
Notohadiprawiro, T. 1994. Pertanian Dalam Konteks Tata Guna Lahan. Makalah disampaikan pada Seminar dan Pertemuan Wilayah III. Forum Komunikasi Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah Indonesia. Yogyakarta. 8-9 Agustus 1994.
Pagiola, S. 2000. Land Use Change In Indonesia. Environment Department. World Bank.
Hoppe, H. H. 1992. Teori Umum Keynes Dalam Pandangan Misesian. Diterjemahkan dari The Misesian Case Against Keynes. Terbit dalam Dissent on Keynes: A Critical Appraisal of Keynesian Economics. New York: Praeger. p. 171–198.
Ardian, B. 2007. Teori Pertumbuhan Kota. http://www.p2kp.org
Irawan, B. 2005. Konversi Lahan Sawah: Potensi Dampak, Pola Pemanfaatannya, dan Faktor Determinan. Forum Penelitian Agro Ekonomi Vol. 23 No. 1. p. 1-18.
Syahyuti. 2000. Pembangunan Pertanian Indonesia Dalam Pengaruh Kapitalisme Dunia: Analisis Ekonomi Politik Perberasan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian. Bogor.
Adriani, D. 2006. Keragaan Pasar Kerja Pertanian-Non Pertanian dan Migrasi Desa-Kota: Telaah Periode Krisis Ekonomi. Jurnal SOCA Vol. 6 No. 1. p. 1-4.
Kariyasa, K. 2006. Perubahan Struktur Ekonomi dan Kesempatan Kerja Serta Kualitas Sumberdaya Manusia di Indonesia. Jurnal SOCA Vol. 6 No. 1. p. 5-12.
Elizabeth, R. 2006. Restukturisasi Ketenagakerjaan Dalam Proses Modernisasi Berdampak Perubahan Sosial Pada Masyarakat Petani. Jurnal SOCA Vol. 6 No. 1. p. 13-20.
Ojima, D. S. And Parton, W. J. 1995. Integrated Approach To Land Use Analyses.
http://www.nrel.colostate.edu.
Notohadiprawiro, T. 1995. Memahami Pertanian Sebagai Suatu Industri, Bisnis, dan Gaya Hidup Pedesaan. Makalah disampaikan pada Seminar Pilmitanas VIII. Yogyakarta. 25 Januari 1995.
Fadjarani, S. 2001. Pengaruh Alih Fungsi Lahan Pertanian Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Petani di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung: Implikasi Pada Perencanaan Pengembangan Wilayah. Tesis. Institut Teknologi Bandung. Bandung.
Ilham, N. et.al. 2003. Perkembangan dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konversi Lahan Sawah Serta Dampak Ekonominya. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian Bogor.
Boyle, K.J. and R.C. Bishop. 1988. Welfare Measurement Using Contingent Valuation : A comparison of Techniques. AJAE, 70(1):20-28.
Dixon, J.A. 1989. Valuation of Mangroves. Tropical Coastal Area Management 4(3): 1,3-6. Dixon, J.A. and G. Hodgson. 1988. Economic Valuation of Coastal Resources : the El Nido
Dixon, J.A. 1989. Coastal Resources: Assessing Alternatives, p.153-162. In T.E. Chua and D. Pauly (Eds). Coastal area management in Southeast Asia : policies, management strategies and case studies. ICLARM Conf.Proc.19,254 p.
Dixon, J.A. et al. 1988. Economic analysis of the environmental impacts of development projects. Earthscan Publishers Ltd. London.
Edwards, S.F. 1987. An Introduction to Coastal Zone Economics. Taylors and Francis Ltd. London.
Hamilton, L.S. and S.C. Snedaker. (Eds). 1984. Handbook for mangrove area management. United Nations Environment Programme, and Environment and Policy Institute. East West Center, Honolulu, Hawai.
Pomeroy, R.S. Economic Valuation:available methods, p.149-162. In T.E. Chua and L.F. Scura (eds). Integrative framework and methods for costal area management. ICLARM Conf. Proc.37.169p.
Garrod, G. & Willis, K.G. (1999). Economic Valuation of the Environment: methods and case studies, Edward Elgar, Cheltenham.
Ready, R. Navrud, S.,Day, B., Dubourg, R., Machado, F., Mourato, S., Spanninks, F., & Maria Xosé Vázquez Rodriquez, M.X.V. (2004). Benefit transfer in Europe: How reliable are transfers between countries? Environmental and Resource Economics, 29, 67–82.
Rozan, A. (2004). Benefit transfer: A comparison of WTP for air quality between France and Germany. Environmental and Resource Economics, 29, 295–306.