Pengertian metode adalah cara yang ditempuh dalam proses belajar mengajar (PBM). Di dalam fungsinya metode merupakan alat untuk mencapai tujuan. Hal ini berlaku baik untuk guru sebagai metode mengajar, maupun bagi siswa sebagai metode belajar. Metode pembelajaran merupakan bagian dari strategi instruksional, metode pembelajaran berfungsi sebagai cara untuk menyajikan, menguraikan, memberi contoh, dan memberi latihan kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu. Tetapi tidak setiap metode pembelajaran sesuai digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaraan tertentu. (Martinis Yamin, 2007׃ 145).
Pengertian metode menurut Cole, dan Chan (1999: 4) adalah, methods are established teaching plants derived from principles and theories used to organized classroom practice. (Metode adalah rencana mengajar yang didasarkan pada prinsip-prinsip dan teori yang digunakan unttuk mengatur kegiatan pembelajaran di kelas).
Metode pembelajaran merupakan cara untuk menyampaikan, menyajikan, memberi latihan, dan memberi contoh pelajaran kepada siswa. Dengan demikian metode pembelajaran dapat dikembangkan dari pengalaman guru selama mengajarnya. Seorang guru yang berpengalaman, dia akan dapat menyuguhkan materi kepada para siswanya dengan baik, sehingga para siswa dengan mudah menyerap materi oleh seorang guru secara sempurna. Dengan mempergunakan metode pembelajaran yang dikembangkan melalui pengalamannya dalam mengajar, seorang guru dapat menggunakan metode pembelajaran secara bervariatif, dalam arti seorang guru tidak boleh dalam mengajarnya hanya menggunakan satu metode secara monoton.
b. Jenis-jenis Metode Pembelajaran.
Beberapa jenis metode pembelajaran yang dapat dipergunakan dalam menyajikan materi pelajaran kepada para siswa, seperti metode ceramah, diskusi Tanya jawab, demontrasi, penugasan, simulasi, karyawisata, induksi, deduksi, pemecahan masalah, bermain peran dan lain-lain. Dari beberapa metode tersebut, masing-masing metode itu memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing.
Ada tiga hal yang sering disinggung bila kita membicarakan kegiatan pembelajaran, yaitu pendekatan, metode dan teknik. Pendekatan mengacu pada seperangkat asumsi mengenai cara belajar mengajar. Metode mengacu pada keseluruhan rancangan untuk penyajian bahan atau materi pelajaran, sedangkan teknik mengacu pada apa yang benar-benar akan dilakukan oleh seorang guru di kelas sebagai taktik atau strategi untuk mencapai tujuan pembelajaran. (Abu Ahmadi dan Joko Tri Prasetya, 2005׃ 34).
Dalam proses belajar mengajar seorang guru diharapkan dapat memilih metode-metode pembelajaran ada, agar dapat disesuaikan dengan tema atau topik materi yang akan diajarkan, agar tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dapat tercapai tujuannya.
c. Metode Tanya Jawab
Pemilihan metode pembelajaran yang tepat dalam proses belajar mengajar, dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain; tingkat kematangan siswa, tujuan yang akan dicapai, situasi dan kondisi, fasilitas yang tersedia serta kemampuan guru dalam menggunakan metode tersebut. Dari beberapa metode pembelajaran yang ada, dalam penelitian ini akan diungkapkan pengaruh metode Tanya jawab terhadap keterampilan berbicara siswa.
Kegiatan tanya jawab menurut Hughes dan Hughes (1978: 354) sebagai berikut, questioning is one of the methods used by young children for making conversation (tanya jawab adalah suatu metode pembelajaran peserta didik yang digunakan untuk mengadakan suatu pembicaraan). Metode tanya jawab adalah cara mengajar dengan saling bertanya dan menjawab yang berhubungan dengan tema atau materi kajian. Metode ini menekankan keaktifan pada pembicara dan peserta untuk saling bertanya dan menjawab guna mencari solusi masalah yang dibicarakan (Pakde Sofa, 2009: 5)
Pengertian lain dari metode tanya jawab adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran dalam bentuk pertanyaan dari guru yang harus dijawab oleh siswanya, atau sebaliknya. Baik Tanya jawab dalam bentuk lisan maupun dalam bentuk tulisan. Setiap pertanyaan yang diajukan oleh guru dimaksudkan untuk memotivasi aktivitas
dan kreaktivitas siswa dalam berbicara, sehingga siswa dapat menemukan sendiri informasi dan pengetahuan baru sesuai dengan tujuan pembelajaran. (Uzer Usman, dan Lilis Setiawati, 1993׃ 122).
Metode Tanya jawab dapat dinilai sebagai metode yang tepat, apabila pelaksanaanya ditujukan untuk; meninjau ulang pelajaran yang lalu, mengarahkan perhatian dan pemikiran siswa untuk fokus pada materi pelajaran yang sedang dibahas. Untuk mencipkan kehidupan interaksi belajar mengajar perlu diusahakan teknik tanya jawab atau dialog, yaitu teknik untuk memberikan motivasi pada siswa agar bangkit pemikirannya untuk bertanya atau menjawab pertanyaan yang diajukan leh guru. (Abu Ahmadi dan Joko Tri Prasetya, 2005: 131).
1) Beberapa Keunggulan Metode Tanya Jawab, yaitu; a) memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan pendapatnya, sehingga nampak mana materi yang belum jelas atau belum dimengerti oleh siswa; b) dapat untuk mengetahui penbedaan pendapat dari para siswa; c) dapat memperoleh respon yang lebih baik daripada menggunakan metode ceramah yang bersifat monolog; d) dapat merangsang siswa untuk berfikir kritis; e) dapat mendorong siswa untuk menemukan konsep dan fakta secara langsung; f) dapat mendorong siswa untuk mengungkapkan kembali keterangan atau pengetauan yang telah dimiliki; g) dapat membantu siswa untuk memusatkan perhatian terhadap hubungan sebab akibat secara logis; h) dapat membantu guru untuk memperoleh gambaran tentang latar belakang kemampuan siswa; i) dapat mengembangkan kreaktifitas belajar siswa; j) untuk memperoleh hasil tes belajar siswa. (Oemar Hamalik, 1993׃ 68).
2) Beberapa Kelemahan Metode Tanya Jawab, menurut Oemar Hamalik metode Tanya jawab juga mempunyai beberapa kelemahan, yaitu׃ a) guru sering lemah dalam melakukan teknik bertanya; b) ada kecenderungan pada guru untuk memberikan pertanyaan yang mengandung aspek ingatan dan hafalan saja; c) guru kurang memahami prosedur belajar para siswa; d) sebagian guru kurang menguasai pengetahuan umum, sehingga mengalami kesulitan untuk mengajukan pertanyaan kepada siswa. (Oemar Hamalik, 1993׃ 69); e) dengan metode tanya jawab bias menimbulkan penyimpangan dari pokok persoalan.
Untuk mengurangi kelemahan-kelemahan tersebut, guru dapat menempuh dengan cara-cara sebagai berikut; a) pertanyaan disusun berdasarkan tujuan secara jelas dan pasti; b) pertanyaan terarah pada pencapaian tujuan tertentu; c) pertanyaan hendaknya tersusun secara tepat dan terarah; e) gunakan perbendaharaan bahasa yang sesuai dengan tngkat pemahaman siswa dalam suatu kelas, agar pertanyaan dapat dipahami dengan sebaik-baiknya.
Mekanisme penggunaan metode tanya jawab dalam proses belajar mengajar dapat dilakukan sebagai berikut; a) pertanyaan hendaknya ditujukan kepada kelas secara keseluruhan, b) pertanyaan didistribusikan keseluruh siswa, c) jangan mengulangi jawaban siswa yang kurang tepat, d) gunakan bahasa secara baik dan benar sehingga tidak salah tafsir. (Ana Setiani, 2009׃ 19).
Beberapa langkah dalam pelaksanaan pembelajaran dengan metode tanya jawab, dapat dilakukan sebagai berikut׃ a) merumuskan tujuan yang hendak dicapai, b) menetapkan kemungkinan jawaban, apakah banyak mengandung masalah atau terbatas pada satu jawaban saja, c) menetapkan jawaban yang betul, untuk menjaga kemungkinan menyimpang dari pokok persoalan yang ditanyakan,. (Ana Setiani, 2009׃ 19).