Trend Analysis for vol.penj.CPO Data vol.penj.CPO
Length 84 NMissing 0
Fitted Trend Equation
Yt = 128208 + 1362.91*t - 4.17196*t**2 Accuracy Measures MAPE 28 MAD 43083 MSD 3017854357 Forecasts Period Forecast 85 213913 86 214562 87 215204 88 215836 89 216461 90 217077 91 217685 92 218284 93 218875 94 219458 95 220032 96 220598 ! " #! ! $ % & ' ( ) ' ( ((
120
Lampiran 18. Hasil Wawancara kepada Pihak PT. KPB Nusantara
Nama : Pak Subandi,
Jabatan : Manajer Analisis Pasar dan Pengembangan Usaha PT. KPB Nusantara
Akhmat Tohir (AT) Pak Subandi (S)
Pembicara Hasil wawancara
AT sebelumnya bisa di ceritakan pak perkembangan PT. KPB Nusantara ini dalam penjualan CPO?
S awalnya perusahaan ini berbentuk unit kerja dibawah PTPN I sampai PTPN XIV, yaitu berawal dari tahun 1968, waktu itu penjualanya masih sedikit, karena memang kondisi pabrik dan kebun PTPN itu masih sedikit, waktu itu juga masih berbentuk KPB-PTPN, dan pemasarannya belum luas seperti sekarang.walaupun sudah ekspor tapi jumlahnya tidak sebanyak penjualan untuk pasar domestik. Mulai awal tahun 2010 berubah nama menjadi PT.KPBN, maksudnya agar lebih mandiri dalam kegiatan usaha.
AT memang pembagian penjualanya bagaimana pak?antara penjualan untuk domestik dan penjualan ekspor?
S kalo untuk CPO kita memang paling banyak ke pasar domestik yaitu bisa sampai 80%, sisanya sekitar 20% diekspor. Karena ini merupakan perusahaan dibawah pemerintah maka kebijakanya ya tergantung oleh kebijakan pemerintah.
AT lalu apa saja produk yang saat itu di pasarkan melalui KPBN? S produk yang di pasarkan ya semua produk perkebunan yang
dihasilkan oleh PTPN. Seperti minyak sawit mentah (CPO), karet, lateks, kopi, teh, kakao, tetes/gula,
AT kalo mengenai pembeli CPO, siapa saja pak yang menjadi pembeli PT. KPB Nusantara, baik pembeli local maupun pembeli ekspor?
S kalo yang menjadi pembeli lokal di sini ya seperti perusahaan pengolahan CPO seperti PT Bukit Kapur Reksa, Multimas Nabati Asahan, Musim Mas, Astra Agro Lestari, Permata Hijau Sawit, selain itu juga ada trader yang menjual kembali. kalo pembeli ekspor seperti Eropa (Wilmar, ISISA, Safic Alcan), India (protea), China (Wilmar), Malaysia, Singapura (Gladale,
121
Ltd, Wilmar).
AT kalo dari segi kualitas CPO yang di pasarkan bagaimana pak? S kalo produk CPO yang dipasarkan tentunya sudah mengikuti
standar nasional yang mengacu kepada Dirjen Perkebunan RI seperti kadar ALB antara maks 3,5%, atau sesuai dengan keinginan konsumen.
AT kalo dari system pejualan CPO yang dilakukan bagaimana? S biasanya kami membuka jadwal tender, atau lelang yang
dilakukan disini (dikantor pusat Jakarta) dan kita ada jadwal khusus, untuk tender penjualan CPO lokal kita laksanakan setiap hari senin sampai jumat jam 15.00 wib.kalo penjualan CPO ekspor kita lakukan setiap minggu pertama awal bulan. AT kalo dari segi harga yang ditawarkan terhadap produk CPO
bagaimana pak?
S kalau harga, kita memantaunya dari harga pasar derifatif MDEX Malaysia , Rotterdam, Singapura, Tokyo, dan new York, karena kita dekat dengan Malaysia kita mengacu juga ke sana. Jadi harganya bisa kompetitif, selain itu juga dalam menentukan harga kita biasanya melakukan rapat dengan bagian Analisa pasar dan pengembangan usaha, dan bagian terkait, untuk menentukan harga penutupan CPO harian. Sedangkan kalo untuk jangka panjangnya kita selalu membuat harga ancar-ancar CPO untuk tahunan, yang mengacu kepada harga sebelumnya. AT kalo dari harga apa dibedakan pak, antara penjualan CPO lokal
dan CPO ekspor?
S kalo dari segi harga kita sama saja antara lokal dan ekspor, hanya saja kalo ekspor harganya belumtermasuk pajak ekspor.sedangkan CPO lokal harganya sudah termasuk pajak PPn 10%
AT dari segi promosi CPO dari perusahaan, apa saja yang dilakukan pak?
S karena CPO itu merupakan produk yang memiliki permintaanyang tinggi dibandingkan penawaranya, maka kita tidak terlalu membuat promosi untuk CPO, tapi untuk memperkenalkan CPO produk Indonesia, kami biasanya mengikuti pameran baik didalam maupun luar negeri, seminar nasional, dan juga membuat situs perusahaan (www.kpbn.co.id). Dari sana saja kita selalu kehabisan stok.untuk memenuhi kebutuhan lokal saja kita masih kurang,karena produk dari PTPN itu masih sedikit menghasilkan CPO akibat dari tanaman
122
sawit yang sudah berumur tua. Akibatnya ya produksinya kurang optimal.
AT apa ada ketentuan khusus untuk menjadi pembeli CPO?
S ada semuanya ada di situs kami,disana juga ada jadwal tender, dan penawaran harga CPO.
AT dari segi pendistribusiannya, bagaimana proses pendistribusian CPO kepada pembeli?
S kalo proses pendistribusiannya ya disesuaikan dengan permintaan pembeli, ada system FOB (free on board) dan system CIF (Cost, Insurance, Freight), tapi untuk pendistribusian CPO lokal biasanya FOB belawan/ dumai, dan untuk CPO ekspor bisanya kita CIF.
AT segentasi, target dan posisi CPO PT. KPBN bagaimana pak? S kalo dari segmentasinya lebih ke perusahaan lokal yang
mengolah CPO, dan untuk ekspor paling ke Negara pelanggan CPO yang memiliki permintaan cukup tinggi seperti India, cina, uni eropa. Target dari penjualan CPO selain perusahaan dan Negara pelanggan juga para trader/eksportir , juga terkadang ada yang membeli dari kami.
AT bagaimana cara peramalan yang dilakukan untuk mengantisipasi permintaan CPO?
S yang kita lakukan adalah memonitor langsung melalui website pasar CPO internasional mengenai harga yang terjadi dan juga perkembangan perekonomian global, karena CPO itu sangat terpengaruh oleh perkembangan kondisi perekonomian global,selain melalui website kita juga berlangganan buku prediksi/peramalan yang dikeluarkan oleh Oil world dan Reuters setiap tahunya, yang berisi mengenai, produk-produk yang dihasilkan berbagai Negara, sekaligus jumlah stok, permintaan, perkembangan harga CPO.
AT lalu faktor apa saja yang mempengaruhi penjualan CPO pada PT. KPBN?
S sebenernya ada banyak faktor penting seperti harga, iklim, terus perkembangan perekonomian global, permintaan dan penawaran perusahaan atau negara konsumen.
AT bagaimana dengan kebijakan dari pemerintah, apakah juga mempengaruhi penjualan CPO?
S ya tentu saja, tidak dapat dipungkiri bahwa kita juga masih berada dibawah pemerintah, termasuk juga untuk
123
mengendalikan kebutuhan CPO domestik. Dan memang kita ditargetkan dalam kegiatan usaha,
AT lalu menurut bapak bagaimana perkembangan usaha CPO yang dilakukan PT. KPB Nusantara kedepannya?
S berdasarkan kegiatan usaha selama ini, usaha CPO akan terus berkembang dan permintaan akan CPO terus meningkat, sedangkan penawaran atau persediaan terhadap CPO masih kurang, oleh karena itu perusahaan ini akan terus mengembangkan usaha, terutama penjualan CPO, dan akan terus mengembangkan pasar CPO,