• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keabsahan data adalah kegiatan yang dilakukan agar hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan dari segala sisi. Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik keabsahan data Uji Validitas Internal (credibility), teknik ini dilaksanakan untuk memenuhi nilai kebenaran dari data dan informasi yang dikumpulkan. Artinya, hasil penelitian harus dapat dipercaya oleh semua pembaca secara kritis dan dari responden sebagai informan.

Kriteria ini berfungsi melakukan Inquiry yakni proses untuk memperoleh dan mendapatkan informasi dengan melakukan observasi dan atau eksperimen untuk mencari jawaban atau

34 memecahkan masalah terhadap pertanyaan atau rumusan masalah dengan menggunakan kemampuan berpikir kritis dan logis.

Menurut (Sutopo, 2006), triangulasi merupakan cara yang paling umum digunakan bagi peningkatan validitas data dalam penelitian kualitatif. Dalam kaitannya dengan hal ini, maka peneliti menggunakan model triangulasi data atau sumber sebagai metode meningkatkan validitas yang disesuaikan dengan kajian penelitian.

Berikut penjelasan triangulasi data atau sumber, yaitu : a. Triangulasi data/sumber (data triangulation),

Menggali kebenaran informasi tertentu melalui berbagai metode dan sumber perolehan data. Misalnya selain melalui wawancara dan observasi peneliti juga terlibat observasi, dokumen tertulis, arsip, dokumen sejarah, catatan resmi, catatan pribadi, dan gambar. Menurut (Moleong, 2010) hal tersebut dapat ditempuh dengan menggunakan prinsip :

 Membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara.

 Membandingkan apa yang dikatakan orang dengan didepan umum dengan yang dilakukan secara pribadi.

 Membandingkan pada yang dikatakan orang tentang

situasi penelitian dengan apa yang dikatakan sepanjang waktu.

 Membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang

35 seperti rakyat biasa, orang yang berpendidikan menengah atau tinggi, orang berada dan orang pemerintahan.

 Membandingkan hasil wawancara dengan isu suatu

dokumen yang berkaitan.21 1.7.9 Metode Analisa Data

Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah menggunakan metode analisis isi (content analysis). Metode analisis isi merupakan suatu metode pendekatan dalam penelitian dengan memperoleh keterangan dari isi atau konten yang disampaikan secara mendalam oleh subyek penelitian. Metode analisis isi dapat digunakan pada lingkup atau ranah komunikasi, baik surat kabar, berita radio, media massa ataupun media sosial.

Menurut (Bungin, 2008) menyatakan bahwa analisis isi merupakan teknik penelitian untuk membuat inferensi-inferensi yang dapat ditiru (replicable) dan sahih data dengan memperhatikan konteksnya22. Selain itu, menurut (Frankel, 2008) mengatakan analisis isi sebagai “....a technique that enables researchers to study human behaviour in an indirect way, though an analysis of their communications”23. Analisis isi secara umum sangat berhubungan dengan aspek komunikasi atau isi komunikasi, logika dasar dalam komunikasi bahwa setiap komunikasi selalu berisi peran dalam

21Ibid, h. 178

22Bungin, Burhan. 2008. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, hal. 155-156

23Frankel, J.P. & Wallen N. E. 2008. How To Design and Evaluated Research in Education. New York:

McGraw-Hill Companies, Inc, h. 472

36 sinyal komunikasinya, baik berupa pernyataan verbal maupun non-verbal (Rakhmat, 1999)24.

Berelson memperkuat definisi analisis isi dengan menyatakan

“content analysis ia a research technique for the objective, systematic, and quantitative description of the manifest content of communications” (Berelson, 1952)25. Penekanan pernyataan Berelson adalah menjadikan analisis isi sebagai teknik penelitian yang obyektif, sistematis dan deskriptif kuantitatif dari apa yang tampak di dalam komunikasi. Hal yang perlu diluruskan di dalam metode analisis isi adalah mengapa metode ini disebut kuantitatif, karena dalam menganalisis isi diperlukan data kuantitatif misalnya untuk menghitung kata atau pengelompokan bidang dan perhitungan lainnya26. Sehingga walaupun analisis isi pada awalnya berkembang dengan metode kuantitatif. Namun, pada perkembangannya analisis isi juga diterapkan dalam pendekatan kualitatif. Menurut (Krispendoff, 1993), menyatakan terdapat 4 (empat) jenis analisis isi dengan pendekatan kualitatif, yaitu27 :

a. Analisis wacana (discourse analysis), yang secara sederhana merupakan analisis isi yang mencoba memberikan pemaknaan lebih dari sekedar kata atau frase

24Rakhmat, Jalaludin. 1999. Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: Rosdakarya, hal. 87

25Berelson. B. 1952. Content Analysis In Communication Research. New York: Free Press, h. 22

26Ibid, h. 89

27 Klaus Krispendoff. 1993. Analisis Isi Pengantar dan Teori Metodologi. Jakarta: Rajawali Press, hal. 15 dalam Imam Subrayogo. 2001. Metodologi Penelitian Sosial-Agama. Bandung: Remaja Rosda Karya, hal. 71.

37 atau kumpulan kata yang dituliskan pengarang atau penulis dalam sebuah tulisan atau konten di media.

b. Analisis retorika (rhetorical analysis), yang merupakan analisis yang berfokus pada bagaimana suatu pesan itu disampaikan serta dampak (langsung ataupun jangka panjang) yang dirasakan oleh para penerima pesan atau audience.

c. Analisis etnografi (ethnographic content analysis), analisis yang dimunculkan oleh (Altheid, 1987). Walaupun terkesan sangat kualitatif-antropologis, pendekatan ini tidak menghindari cara yang bersifat kuantitatif, namun mendukung perhitungan data dari analisis isi dengan suatu bentuk tulisan.

d. Analisis percakapan (conversation analysis), merupakan analisis isi yang dikerjakan dengan merekam suatu percakapan dengan setting dan tujuan yang biasa atau umum. Selanjutnya hasil rekaman itu akan dianalisa lebih mendalam menjadi konstruksi kolaboratif.

Sehingga secara garis besar meskipun analisis isi terdiri atas pendekatan dalam bentuk kualitatif dan kuantitatif. Namun, (Krispendoff, 1993) menyarankan untuk tidak mendikotomikan diantara keduanya. Menurutnya dengan memisahkan kedua pendekatan adalah sebuah kesalahan. Secara ekplisit dan obyektif penelitian mampu menunjukkan adanya identitas dari suatu

38 pendekatan kualitatif dan kuantitatif, yang mana dengan adanya proses pengkodingan dan perhitungan yang secara umum merupakan pendekatan kuantitatif, maka perlu juga menganalisa konteks dari pada yang sudah diperhitungkan sebelumnya yang merupakan tradisi dari pendekatan kualitatif. Dengan begitu analisis isi adalah jenis penelitian yang dapat menggunakan pendekatan mix-method.

Maka, analisis isi merupakan teknik untuk menganalisa makna dari komunikasi yang dilakukan oleh manusia. Komunikasi dipandang berisikan simbol-simbol yang harus dimaknai kontennya (lisan atau tulisan). Adapun tahapan penelitian menggunakan metode analisis isi menurut (Frankel, 2008) sebagai berikut :

Bagan 3.1 Metode analisis isi menurut Fraenkel & Wallen

Penelitian dengan metode analisis isi digunakan untuk memperoleh keterangan dari komunikasi yang disampaikan dalam bentuk lambang yang terdokumentasi atau dapat didokumentasikan.

Metode ini dapat dipakai untuk menganalisa semua bentuk komunikasi, seperti pada surat kabar, buku, film, media sosial dan sebagainya. Dengan menggunakan metode ini maka nantinya akan diperoleh suatu pemahaman peran komunikasi yang disampaikan

Unitizing

39 oleh media massa atau media sosial yang bersumber secara obyektif, sistematis dan relevan (Sujono, 2005)28.

Adapun 3 (tiga) pendekatan dalam pengguaan metode analisis isi yaitu pertama, analisis isi deskriptif merupakan analisis untuk menggambarkan secara detail pesan, konten atau suatu teks tertentu secara detail dari segi aspek yang mempengaruhi sampai pada karakteristik suatu pesan (konten) yang disebarkan (upload). Kedua, pendekatan analisis isi eksplanatif yang merupakan metode dalam pengujian hipotesis tertentu. Ketiga, analisis isi menggunakan pendekatan prediktif yaitu adalah usaha untuk memprediksi hasil seperti tertangkap dalam analisis isi lain (Krisyantono, 2007)29.

Sehingga di dalam aspek metode analisa data yang digunakan pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode analisis isi (konten) melalui pendekatan deskriptif yaitu dengan menggambarkan realitas atau keadaan dilapangan secara nyata (real) dengan penyajian hasil yang bersifat mendalam serta hasil temuan mampu dianalisa dan dirumuskan secara eksplisit dengan media yang digunakan adalah media sosial yang terfokus pada aplikasi TikTok.

Dokumen terkait