• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODELOGI PENELITIAN METODELOGI PENELITIAN

III. METODELOGI PENELITIANMETODELOGI PENELITIAN

A.

A. Waktu Waktu dan dan Tempat Tempat PenelitianPenelitian

Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-September 2009, bertempat di Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-September 2009, bertempat di Laboratorium Kimia Organik Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Laboratorium Kimia Organik Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Lampung.

Lampung. Analisis sAnalisis spektrpektroskopi oskopi FT-IR dilakukan di FT-IR dilakukan di LaboratoLaboratorium rium BiomassaBiomassa Universi

Universitas Lampung. tas Lampung. Analisis sAnalisis spektroskopi ulpektroskopi ultraviolet-tampak dilakukan ditraviolet-tampak dilakukan di Laborato

Laboratorium Kimia rium Kimia Organik Bahan Organik Bahan Alam Alam ITB Bandung. ITB Bandung. IdentifikasIdentifikasi i atauatau determinasi sampel di Herbarium Bogoriense Bidang Botani Pusat Penelitian determinasi sampel di Herbarium Bogoriense Bidang Botani Pusat Penelitian Biologi-LIPI Bogor.

Biologi-LIPI Bogor.

B.

B. Alat Alat dan dan BahanBahan 1.

1. Alat-alat Alat-alat yang yang digunakandigunakan

Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi alat

Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi alat -alat gelas, penguap-alat gelas, penguap putar vakum, satu set alat kromatografi cair vakum (KCV), satu set alat

putar vakum, satu set alat kromatografi cair vakum (KCV), satu set alat kromatografi

kromatografi flash flash, satu set , satu set alaalat t kromatografi kolom gravikromatografi kolom gravitasi (KKG), tasi (KKG), pengukpengukurur titik leleh, lampu UV merk Spektroline model ENF-240 C/F, pipet kapiler, titik leleh, lampu UV merk Spektroline model ENF-240 C/F, pipet kapiler, spektrofotometer FT-IR merk

spektrofotometer FT-IR merk Varian dan spektrofotometer Varian dan spektrofotometer ultraungu-tamultraungu-tampak pak  (UV-VIS).

2.

2. Bahan-bahan Bahan-bahan yang yang digunakandigunakan

Bahan yang digunakan adalah kulit akar

Bahan yang digunakan adalah kulit akar  Artocarpus dadah Artocarpus dadah Miq. yang telahMiq. yang telah dikeringkan dan dihaluskan, diperoleh dari Desa

dikeringkan dan dihaluskan, diperoleh dari Desa Purwoasri Kecamatan MetroPurwoasri Kecamatan Metro Utar

Utara Ka Kota Metro Provinsi ota Metro Provinsi Lampung. Lampung. Pelarut yang Pelarut yang digunakan untuk digunakan untuk ekstrakekstraksi si dandan kromatografi berkualitas teknis yang telah d

kromatografi berkualitas teknis yang telah didestilasi sedangkan untuk idestilasi sedangkan untuk analisianalisiss spektrofotometer be

spektrofotometer berkualitas pro-analisis (p.arkualitas pro-analisis (p.a). ). Bahan kiBahan kimia yang dipakmia yang dipakaiai meliputi diklorometana, etil asetat,

meliputi diklorometana, etil asetat, metanmetanol,ol, nn-heksana, aseton, akuades, serium-heksana, aseton, akuades, serium sulfat 1,5% dalam H

sulfat 1,5% dalam H22SOSO442N, NaCl 1%, silika gel Merck G 60 untuk KCV, silika2N, NaCl 1%, silika gel Merck G 60 untuk KCV, silika gel Merck 60 (35-70 Mesh) untuk KKG, untuk KLT digunakan plat KLT silika gel Merck 60 (35-70 Mesh) untuk KKG, untuk KLT digunakan plat KLT silika gel Merck kiesegal 60 F

gel Merck kiesegal 60 F2542540,25 mm0,25 mm. . Pereaksi geser Pereaksi geser untuk analisisuntuk analisis spektrofotometer ultraungu-tampak adalah natrium

spektrofotometer ultraungu-tampak adalah natrium hidroksihidroksida.da.

C.

C. Prosedur Prosedur PenelitianPenelitian 1.

1. PengumpulaPengumpulan n dan dan persiapan persiapan sampelsampel

Sampel berupa kulit akar

Sampel berupa kulit akar A. dadah A. dadah diambil dari akar tdiambil dari akar tumbuhumbuhanan A. dadah A. dadah dandan dipisahka

dipisahkan n antara kulit akar antara kulit akar dan dan kayunya. kayunya. Kulit akar lKulit akar lalu dibersihkan danalu dibersihkan dan dipotong kecil

dipotong kecil-kecil. -kecil. Sampel kuliSampel kulit akar yang telah dipotong kemt akar yang telah dipotong kemudian dikering-udian dikering-anginkan.

anginkan. Kulit batang yKulit batang yang telah ang telah kering kemudian kering kemudian dihaluskan hingga berbentuk dihaluskan hingga berbentuk  serbuk halus.

serbuk halus.

2.

2. Ekstraksi Ekstraksi dengan dengan metanolmetanol

Sebanyak 2,4 kg kulit akar

Sebanyak 2,4 kg kulit akar A. dadah A. dadah yang telah dihaluskan, dimaserasi selama 24yang telah dihaluskan, dimaserasi selama 24  jam dengan

kali.

kali. EkstrEkstrak ak metanol ymetanol yang diperoleh disaring ang diperoleh disaring kemudkemudian ian dipekatdipekatkan kan dengandengan menggunakan penguap putar vakum pada suhu

45-menggunakan penguap putar vakum pada suhu 45- 50˚C dengan laju putaran 12050˚C dengan laju putaran 120--150 rpm.

150 rpm. Ekstrak pekat metanol tersebut ditambahkan NaCl Ekstrak pekat metanol tersebut ditambahkan NaCl 1% sebanyak 1% sebanyak 20%20% dari volume ekstrak

dari volume ekstrak metanol dan kemudian dipartisi dengan diklorometana-metanol dan kemudian dipartisi dengan diklorometana-etilasetat 20%.

etilasetat 20%. Hasil partisi tersebHasil partisi tersebut kemudian dipekatkan kemut kemudian dipekatkan kembali denganbali dengan menggunakan penguap putar vakum pada suhu

30-menggunakan penguap putar vakum pada suhu 30- 40˚C dengan kecepatan 12040˚C dengan kecepatan 120--150 rpm.

150 rpm.

3.

3. Kromatografi cair vakum (KCV)Kromatografi cair vakum (KCV)

Ekstrak kasar hasil partisi dengan etilasetat dilarutkan dalam aseton kemudian Ekstrak kasar hasil partisi dengan etilasetat dilarutkan dalam aseton kemudian difraks

difraksinasi dengan Kinasi dengan KCV. CV. Terlebih dahulu fasa Terlebih dahulu fasa diam silika gel diam silika gel Merck G 60Merck G 60 sebanyak 10

sebanyak 10 kali berat samkali berat sampel dimasukkan ke dalam pel dimasukkan ke dalam kolokolom. m. Kemudian kolomKemudian kolom dikemas kering dalam

dikemas kering dalam keadaan vakum menggunakan keadaan vakum menggunakan alat vakum. alat vakum. Eluen yangEluen yang kepolarannya rendah, dimasukkan ke permukaan silika gel terlebih dahulu kepolarannya rendah, dimasukkan ke permukaan silika gel terlebih dahulu kemudian divakum

kemudian divakum kembali. kembali. Kolom dihisap Kolom dihisap sampai kering sampai kering dengan alat vdengan alat vakumakum dan siap digunakan.

dan siap digunakan.

Ekstrak kasar yang telah dilarutkan dalam aseton dan diimpregnasikan kepada Ekstrak kasar yang telah dilarutkan dalam aseton dan diimpregnasikan kepada silika gel, kemudian dimasukkan pada bagian atas kolom yang telah berisi fasa silika gel, kemudian dimasukkan pada bagian atas kolom yang telah berisi fasa diam dan kemudian dihisap secara perlahan-lahan ke dalam kemasan dengan cara diam dan kemudian dihisap secara perlahan-lahan ke dalam kemasan dengan cara memvakumkann

memvakumkannya. ya. Setelah Setelah itu itu kolom kolom dielusi dielusi dengan metanol-diklorodengan metanol-dikloro metanametana 10% sampai

10% sampai dengan metanol 100%. dengan metanol 100%. Kolom dihisap sampai Kolom dihisap sampai kering pada setiapkering pada setiap penambahan eluen

penambahan eluen (tiap kali (tiap kali elusi dilakukan). elusi dilakukan). Kemudian fKemudian fraksi-raksi-fraksi yangfraksi yang terbent

teknik KCV dilakukan berulang kali dengan perlakuan yang sama seperti tahapan teknik KCV dilakukan berulang kali dengan perlakuan yang sama seperti tahapan KCV awal.

KCV awal.

4.

4. Kromatografi lapis tipis (KLT)Kromatografi lapis tipis (KLT)

Sebelum difraksinasi

Sebelum difraksinasi, t, terlebih dahulu dilakukan uji KLT untuk erlebih dahulu dilakukan uji KLT untuk melihat polamelihat pola pemisahan komponen-ko

pemisahan komponen-komponen mponen senyawa yang senyawa yang terdapterdapat dalam at dalam ekstrekstrak ak kasar. kasar. UjiUji KLT juga dilakukan terhadap fraksi yang akan difraksinasi dan juga KLT juga dilakukan terhadap fraksi yang akan difraksinasi dan juga fraksi-fraksi yang

fraksi yang didapat setelah didapat setelah perlakuaperlakuan fn fraksinasraksinasi. i. Uji KLT Uji KLT dilakukandilakukan menggunakan sistem campuran eluen menggunakan pelarut

menggunakan sistem campuran eluen menggunakan pelarut n-n-heksanheksana, a, etilasetat,etilasetat, aseton, diklorometana, dan m

aseton, diklorometana, dan metanoetanol. l. Hasil kromatogram diamati di Hasil kromatogram diamati di bawah lampubawah lampu UV dengan panjang gelombang 254 nm agar dapat dilihat pola pemisahan

UV dengan panjang gelombang 254 nm agar dapat dilihat pola pemisahan komponen

komponen-komponen senya-komponen senyawanya. wanya. Hasil kromatogram tersebHasil kromatogram tersebut kemudianut kemudian disemprot menggunakan larutan serium sulfat untuk menampakkan bercak/noda disemprot menggunakan larutan serium sulfat untuk menampakkan bercak/noda dari komponen

dari komponen senyawa tersebut. senyawa tersebut. Setiap fraksi Setiap fraksi yang menghasilkan yang menghasilkan polapola pemisahan dengan Rf (

pemisahan dengan Rf ( Retention factor  Retention factor ) yang sama pada kromatogram, digabung) yang sama pada kromatogram, digabung dan dipekatkan sehingga diperoleh beberapa fraksi gabungan yang akan

dan dipekatkan sehingga diperoleh beberapa fraksi gabungan yang akan difraksinasi lebih lanjut.

difraksinasi lebih lanjut.

5.

5. KromatografiKromatografi flash flash

Kromatografi

Kromatografi flash flash digunakan untuk memisahkan ekstrak sampel dengandigunakan untuk memisahkan ekstrak sampel dengan kuantit

kuantitas yas yang tidak terlalu bang tidak terlalu besar. esar. Teknik yang Teknik yang dilakukan sama seperti padadilakukan sama seperti pada KCV.

KCV. Ekstrak hasil KCV yEkstrak hasil KCV yang telah dilarutkan dalam ang telah dilarutkan dalam aseton danaseton dan

diimpregnasikan kepada silika gel, kemudian dimasukkan pada bagian atas kolom diimpregnasikan kepada silika gel, kemudian dimasukkan pada bagian atas kolom

yang telah

yang telah berisi fasa diam. berisi fasa diam. Setelah itu kolom Setelah itu kolom dielusi dengan eluen yang dielusi dengan eluen yang cocok cocok  dari hasil KLT sebelum fraksinasi, dimulai dari yang kepolarannya rendah

dari hasil KLT sebelum fraksinasi, dimulai dari yang kepolarannya rendah kemudian ditingkatka

kemudian ditingkatkan n kepolarannya. kepolarannya. Kolom diberi Kolom diberi tekanan tekanan dari atas dari atas kolom,kolom, sehingga eluen akan

sehingga eluen akan terdoterdorong cepat rong cepat turun ke bturun ke bawah. awah. Kolom jangan sKolom jangan sampaiampai kering pada setiap pe

kering pada setiap penambahan elnambahan eluen (tiap kali elusi dilakukan). uen (tiap kali elusi dilakukan). KemuKemudiandian fraksi-fraksi yang t

fraksi-fraksi yang t erbenerbentuk tuk dikumpulkan berdasarkadikumpulkan berdasarkan pon pola fraksinasinya.la fraksinasinya. Fraksinasi sampel dengan teknik kromatografi

Fraksinasi sampel dengan teknik kromatografi flash flash dilakukan berulang kalidilakukan berulang kali dengan perlakuan yang sama seperti tahapan awal.

dengan perlakuan yang sama seperti tahapan awal.

6.

6. Kromatografi kolom gravitasi (KKG)Kromatografi kolom gravitasi (KKG)

Setelah dihasilkan fraksi-fraksi dengan jumlah yang lebih sedikit, tahapan Setelah dihasilkan fraksi-fraksi dengan jumlah yang lebih sedikit, tahapan fraksinasi selanjutnya dilakukan mengguna

fraksinasi selanjutnya dilakukan menggunakan teknik kan teknik kromatografi kolomkromatografi kolom gravitasi (KKG).

gravitasi (KKG). Fasa diFasa diam silika gel Meam silika gel Merck (35-70 Mesh) dilarutkan dalrck (35-70 Mesh) dilarutkan dalamam pelarut yang

pelarut yang akan akan digunakan dalam digunakan dalam proses pengelusiaproses pengelusian. n. Campuran Campuran tersebuttersebut diaduk hingga diperoleh suatu

diaduk hingga diperoleh suatu slurryslurry, campuran tersebut dimasukkan ke dalam, campuran tersebut dimasukkan ke dalam kolom dan

kolom dan diusahakadiusahakan agar n agar kolom tidak kolom tidak kehabisan pelarutkehabisan pelarut. . Kemudian atur fasKemudian atur fasaa diam hingga

diam hingga rapat (tidak berongga) dan rapat (tidak berongga) dan rata. rata. Selanjutnya masukkan Selanjutnya masukkan sampel yangsampel yang telah dijerapka

telah dijerapkan pada n pada silika gel ke silika gel ke dalam kolom yang dalam kolom yang telah berisi fasa diam. telah berisi fasa diam. PadaPada saat sampel dimasukkan, usahakan agar kolom tidak kering/kehabisan pelarut saat sampel dimasukkan, usahakan agar kolom tidak kering/kehabisan pelarut karena akan mengganggu fasa diam yang telah dikemas rapat, sehingga proses karena akan mengganggu fasa diam yang telah dikemas rapat, sehingga proses elusi tidak akan terganggu.

7.

7. Uji kemurnianUji kemurnian

Uji kemurnian dilakukan dengan m

Uji kemurnian dilakukan dengan metodetode Ke KLT dan LT dan uji titik leleh. uji titik leleh. Uji kemurnianUji kemurnian secara KLT

secara KLT menggunakan beberapa menggunakan beberapa campuracampuran n eluen. eluen. Kemurnian suatu senyawaKemurnian suatu senyawa ditunjukkan dengan timbulnya satu noda dengan berbagai campuran eluen yang ditunjukkan dengan timbulnya satu noda dengan berbagai campuran eluen yang digunakan, dengan pengamatan noda dilakukan di bawah lampu UV dengan digunakan, dengan pengamatan noda dilakukan di bawah lampu UV dengan panjang gelombang 254 nm dan kemudian disemprot menggunakan larutan panjang gelombang 254 nm dan kemudian disemprot menggunakan larutan

serium sulfat untuk menampakkan bercak/noda dari komponen senyawa tersebut. serium sulfat untuk menampakkan bercak/noda dari komponen senyawa tersebut.

Untuk uji t

Untuk uji titik leleh, sebelum dilakukan pengukuran, alat pengukur titik lelehitik leleh, sebelum dilakukan pengukuran, alat pengukur titik leleh tersebut dibe

tersebut dibersihkan terlebih dahrsihkan terlebih dahulu dari pengotor yulu dari pengotor yang ada. ang ada. SelanjuSelanjutnya, untuk tnya, untuk  kristal yang berukuran besar, kristal terlebih dahulu digerus hingga berbentuk  kristal yang berukuran besar, kristal terlebih dahulu digerus hingga berbentuk  serbuk.

serbuk. Kemudian kristal yang Kemudian kristal yang akan akan ditentuditentukan kan titik lelehnya diletakkan padatitik lelehnya diletakkan pada lempeng kaca, diambil sedikit dengan menggunakan pipet kapiler, alat dihidupkan lempeng kaca, diambil sedikit dengan menggunakan pipet kapiler, alat dihidupkan dan titik leleh

dan titik leleh diamati dengan bantuan kaca diamati dengan bantuan kaca pembesar. pembesar. Suhu pada Suhu pada saat kristalsaat kristal pert

pertama ama kali meleleh, itulah kali meleleh, itulah tittitik ik leleh dari leleh dari senyawa tersebut. senyawa tersebut. Pengukuran titik Pengukuran titik  leleh dilakukan sebanyak tiga kali. Apabila menunjukan titik leleh yang sama, leleh dilakukan sebanyak tiga kali. Apabila menunjukan titik leleh yang sama, maka dapat disimpulkan bahwa senyawa yang diperoleh sudah murni.

maka dapat disimpulkan bahwa senyawa yang diperoleh sudah murni.

8.

8. Spektrofotometer ultraunguSpektrofotometer ultraungu

 –  – 

tampak (UV-VIS)tampak (UV-VIS)

Sampel berupa kristal murni sebanyak 0,0001 gram dilarutkan dalam 10 mL Sampel berupa kristal murni sebanyak 0,0001 gram dilarutkan dalam 10 mL metanol.

metanol. Larutan ini Larutan ini digunakan sebagai digunakan sebagai persediaapersediaan n untuk beberapa untuk beberapa kalikali pengukuran. Pertama, sampel diukur serapan maksimumnya dalam metanol. pengukuran. Pertama, sampel diukur serapan maksimumnya dalam metanol. Selanjut

Selanjutnya nya larutan persediaan larutan persediaan dibagi menjadi dibagi menjadi beberapa bagian. beberapa bagian. KemudianKemudian masing-masin

seperti natrium hidroksida (NaOH),

seperti natrium hidroksida (NaOH), kemukemudian larutan diukur serapandian larutan diukur serapan maksimumnya.

maksimumnya.

9.

9. Spektrofotometer inframerah (IR)Spektrofotometer inframerah (IR)

Sampel kristal hasil isolasi yang telah murni dianalisis menggunakan Sampel kristal hasil isolasi yang telah murni dianalisis menggunakan spektro

spektrofotometer inframerah. fotometer inframerah. KristaKristal l yang yang telah murni telah murni dibebaskadibebaskan n dari aidari airr kemudian digerus

kemudian digerus bersama-sabersama-sama ma dengan halida dengan halida anorganik, KBr. anorganik, KBr. Gerusan Gerusan kristakristall murni dengan KBr dibentuk menjadi lempeng tipis atau pelet dengan bantuan alat murni dengan KBr dibentuk menjadi lempeng tipis atau pelet dengan bantuan alat penekan berkekuatan 8-10 ton

penekan berkekuatan 8-10 ton per satuan lper satuan luas. uas. Kemudian pelet tersebut diukurKemudian pelet tersebut diukur puncak serapannya.

Dokumen terkait