BAB III PROFIL PERUSAHAAN
3.2 Metodologi Audit KAP RED
3.1 Profil KAP RED
KAP RED didirikan pada tahun 1985. KAP ini pada awalnya hanya menyediakan jasa audit dan assurance. Tetapi, sejak awal didirikan sampai sekarang, KAP RED terus berusaha untuk dapat mengembangkan kualitas dan jenis jasa yang ditawarkan. Saat ini, KAP RED telah sukses menyediakan berbagai macam jasa profesional sehingga dapat memberikan klien jasa-jasa akuntansi dan konsultasi yang terintegrasi.
KAP RED berafiliasi dengan ABC International yang merupakan salah satu dari 10 besar kelompok akuntansi dan konsultasi di dunia. ABC International memiliki lebih dari 32.000 profesional di 776 kantor di lebih dari 76 negara di seluruh dunia. KAP RED sendiri di Indonesia telah memiliki dua kantor yang bertempat di Jakarta dan Surabaya dan memiliki lebih dari 500 profesional yang memberikan berbagai jenis jasa akuntansi dan konsultasi bagi berbagai jenis bisnis perusahaan.
3.2 Metodologi Audit KAP RED
KAP RED memiliki metodologi audit yang terdiri dari empat fase. Keempat fase ini adalah penerimaan klien dan evaluasi ulang, pra-perencanaan/perencanaan, fieldwork, dan penyelesaian dan pelaporan audit. Metodologi audit KAP RED dapat dilihat pada Gambar 3.1 Berikut adalah penjelasan mengenai pendekatan metodologi audit pada KAP RED berdasarkan materi pelatihan yang diberikan:
3.2.1 Penerimaan Klien dan Evaluasi Ulang
Pada fase ini, partner dan manajer sebagai auditor yang lebih berpengalaman dituntut untuk melakukan due diligence terhadap calon klien baru. Auditor harus memahami latar belakang perusahaan, mengerti jasa seperti apa yang dibutuhkan oleh calon klien, menilai tingkat integritas manajemen, dan mempelajari kegiatan bisnis calon klien untuk menilai apakah ada kemungkinan fraud dan aktivitas ilegal yang dilakukan oleh calon klien.
Gambar 3.1 KAP RED Audit Approach Flowchart
Sumber : Materi Pelatihan Audit, KAP RED (2012)
Independent Confirmation Client Acceptance Fraud Risk Assessment Knowledge of Business Business Risk Materiality Preliminary Analytical Procedure Preliminary Going Concern Accounting Risk Assessment Risk Report Financial Statements Areas Worksheets Not Material Financial Reporting Processes Internal Audit Information Technology Entity Level Control High Risk Material Audit Response Decision Tree Control Testing Substantive Analytical Review Test of Detail Summary of Unadjusted Mistatement Final Reviews Opinion Management Letter Points Communications to Those Charged with Low Risk Material
Selain itu, auditor harus memastikan bahwa calon klien telah memenuhi standar ethics
and independence policies yang telah dibuat oleh KAP RED.
Sebelum membuat engagement terms, auditor harus melakukan konsultasi dengan Head of Audit and Assurance jika calon klien ternyata sering diinvestigasi oleh pihak
regulator atau pada saat engagement audit sebelumnya terdapat pembatasan scope audit atau kegiatan audit yang sedang direncanakan ini akan ada pembatasan scope audit.
Beberapa hal yang didiskusikan di tahap pembuatan engagement terms antara lain batasan-batasan perjanjian, tanggung jawab auditor KAP RED dan calon klien, hukum dan regulasi yang disepakati akan diikuti, biaya yang dikenakan dan metode pembayaran, dan bukti kesepakatan bahwa auditor KAP RED dapat mengakses dokumen-dokumen, karyawan-karyawan, dan catatan-catatan yang dibutuhkan untuk kegiatan audit.
3.2.2 Pra-Perencanaan
Pada tahap perencanaan, auditor membuat preliminary analytical procedure untuk menganalisa perubahan-perubahan rasio keuangan. Auditor KAP RED biasanya menggunakan model Altman Z Score Analysis untuk mengetahui tingkat solvabilitas keuangan klien. Tingkat solvabilitas ini sangat penting karena dapat mempengaruhi kelangsungan usaha klien.
Selanjutnya, auditor berusaha untuk mengerti dan memahami kegiatan bisnis klien dan sistim pengendalian internal klien untuk dapat memperkirakan risiko-risiko audit. Risiko-risiko audit seperti risiko bisnis, risiko fraud, dan lain-lain. Auditor juga mempelajari kegiatan bisnis klien dengan lebih mendalam seperti mengecek bagaimana struktur kepemilikan modal dan manajerialnya, mengerti seperti apa produk, kondisi pasar, hubungan ke vendor, dan kegiatan operasinya, serta regulasi apa yang harus diperhatikan atas isu-isu yang ada di perusahaan klien. Setelah auditor dapat memperoleh gambaran mengenai perusahaan klien, maka tingkat materialitas dapat ditentukan.
3.2.3 Perencanaan
Pada tahap perencanaan, auditor membentuk tim audit yang bertanggungjawab penuh atas proses audit laporan keuangan klien. Satu tim audit di KAP RED biasanya
terdiri dari partner, manajer, auditor in-charge, dan asisten audit. Tim audit ini yang akan mengembangkan prosedur audit seperti apa yang akan dilakukan saat berada dikantor klien. Manajer juga harus melakukan meeting dengan tim audit sehingga seluruh tim audit mengetahui hal-hal penting mengenai klien dan apa saja yang perlu diperhatikan saat mengaudit klien tersebut. Selanjutnya, manajer dan in-charge melakukan koordinasi dengan klien mengenai waktu dan pelaksanaan kegiatan audit (fieldwork).
3.2.4 Fieldwork – Transaksi, Akun-Akun, dan Penyajian
Pada tahap ini, auditor melakukan pengujian pengendalian internal untuk mengetahui kualitas pengendalian internal yang ada di perusahaan klien. Hasil dari pengujian ini menentukan seberapa banyak dan seberapa detail informasi yang harus diperoleh untuk di pengujian substantif. Dengan mengerti pengendalian internal klien dan mengetahui batasan-batasannya, auditor mengetahui risiko-risiko yang ada dalam pemenuhan objektif-objektif audit.
Pengujian substantif adalah pengujian yang dilakukan oleh auditor untuk menilai tingkat pemenuhan dari asersi-asersi manajemen. Asersi-asersi yang dinilai adalah
existence, occurrence, rights and obligations, completeness, valuation, measurement, dan presentation and disclosure. Terdapat tiga jenis pengujian substantif yaitu substantive tests of transactions, analytical procedure dan test of detail balance. Contoh-contoh
kegiatan yang dilakukan oleh auditor di pengujian substantif adalah sebagai berikut:
Menghadiri saat pengecekkan persediaan yang dilakukan oleh klien
Meminta konfirmasi pihak-pihak eksternal dan yang berhubungan (related
parties)
Melakukan estimasi akuntansi dan mengecek konsistensi metode akuntansi yang diterapkan
Melakukan perhitungan atas risiko salah saji material di laporan keuangan Penyingkapan mengenai kelangsungan usaha
Penyingkapan hal-hal terkait dengan kepatuhan, legal, hukum, dan klaim Penyingkapan mengenai subsequent events
3.2.5 Penyelesaian dan Pelaporan
Pada tahap terakhir, auditor KAP RED akan melakukan evaluasi atas salah saji yang teridentifikasi saat melakukan audit. Lalu auditor in-charge akan melakukan prosedur analitis terakhir untuk mengecek perubahan-perubahan final dari nilai akun-akun dan mengecek pekerjaan asisten-asisten audit. Proses ini dilanjutkan dengan pembuatan laporan keuangan yang selama proses pembuatannya harus dikomunikasikan dengan klien.
Setelah klien setuju dengan apa yang akan diungkap dan direpresentasikan oleh auditor di dalam laporan keuangan, klien harus memberikan management representation
letter yaitu bukti bahwa klien setuju dengan laporan keuangan yang telah disusun oleh
auditor KAP RED dan klien bersedia untuk bertanggungjawab sesuai dengan
management representation letter yang diberikan ke auditor. Lalu auditor memberikan
opini atas laporan keuangan tersebut. Auditor juga akan mengkomunikasikannya dengan pihak manajemen klien. Setelah itu, laporan keuangan dikeluarkan dan dikirimkan kepada pihak-pihak yang memiliki kepentingan.